Tampilkan postingan dengan label Cooking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cooking. Tampilkan semua postingan

Temukan Resep Praktis dan Banyak Keuntungan Lain di Yummy App!

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


Siapa yang suka bingung mau masak apa hari ini?
Rasa-rasanya kok "masak itu lagi, itu lagi..."
Yang makan bosen, yang masak pun lebih bosen lagi sebenarnya...

Tapi itu dulu, sebelum tau ada Yummy App!

Eh, apa itu Yummy App?

Jadi, "Yummy App" ini aplikasi yang berisi berbagai resep masakan, mulai dari makanan utama, kue, camilan, dan juga minuman. Bahkan untuk para mommies yang sedang bingung menyiapkan menu mpasi juga bisa dengan mudah mendapatkan resepnya di Yummy App ini. Tentunya, resepnya mudah diaplikasikan dan anti gagal karena resep-resep yang ada sudah diseleksi terlebih dahulu oleh chef profesional dari tim Yummy App, jadi tidak perlu ragu lagi untuk mencoba resep yang ada. 
Selain tersedia resep dari para Chef profesional di menu "Akun Official" Yummy App, kita juga bisa menemukan aneka inspirasi resep masakan lain yang dibagikan oleh para pengguna Yummy App yang dapat diakses di menu "Komunitas". Hebatnya lagi resep yang kita cari bisa kita filter sehingga lebih mudah menemukan resep yang sesuai dengan kebutuhan kita. Lengkap sekali bukan fitur yang ada di Yummy App ini? 

Source: yummy.co id


Yuks, kita akan bahas satu-satu fitur dan kelebihan yang ada di Yummy App ini yaa..


Menu Home (Halaman Utama)


Tampilan menu "Home Yummy App" (dokpri)

Yummy App memberikan kemudahan bagi penggunanya, dari menu Home kita bisa langsung mencari resep yang kita butuhkan. Kita juga bisa mencari secara manual melalui daftar akun official dari berbagai Chef atau mencari menu yang pas sesuai kategori pilihan yang disediakan halaman awal Yummy App ini. Jadi, saat tidak ada ide mau masak apa, bisa langsung scrolling halaman utama yang menampilkan berbagai macam resep pilihan. 


Menu Komunitas

Tampilan menu "Komunitas Yummy App" (dokpri)

Selain menyediakan berbagai resep pilihan, Yummy App juga memberikan layanan komunitas. Dari menu ini, kamu bisa memasukan resep kreasi kamu sendiri dan berkesempatan mendapatkan Yumy Point sebesar 100 point atau setara dengan uang Rp 10.000. Tentunya point ini bisa didapat setelah resep yang kamu terpublish setelah lolos tahap kurasi dari chef internal Yummy App.


Menu Masak


Tampilan menu "Masak Yummy App" (dokpri)


Nah, ini dia ni yang lain dari pada yang lain...
Dari menu ini, kita bisa menemukan rekomendasi resep yang sesuai dengan bahan yang kita miliki. Pas banget saat kondisi harus masak mendadak dan hanya bisa memanfaatkan bahan yang ada di kulkas kita.

Setelah masuk menu Masak, kita bisa langsung masukan bahan apa yang kita miliki, minimal 2 bahan yang bisa kita pilih untuk mendapay rekomendasi resep yang lebih bervariatif. Biar lebih jelas, berikut tampilan langkah-langkahnya yaa..

Langkah mudah mencari resep (dokpri)

Selain itu, ada juga fitur filter resep yang makin memudahkan kita untuk mencari resep yang paling sesuai dengan yang kita cari.
Kita bisa filter resep menurut harga bahan yang kita butuhkan, durasi lama memasak, dan jumlah porsi masakan kita. Bagaikan lagi cari barang incaran di olshop yaa, jadi semakin mudah!

Tampilan menu "filter resep" (dokpri)


Menu Notifikasi & Menu Akun

Untuk mendapatkan keuntungan lain dari aplikasi ini, kita bisa daftar akun Yummy App secara gratis. Langsung saja masuk ke menu "Notifikasi" atau menu "Akun" maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.


Tampilan menu "Daftar Akun Yummy App" (dokpri)

Setelah berhasil terdaftar kita bisa menikmati fitur Yummy App lainnya yang pastinya lebih menguntungkan penggunanya. Saat kita sudah menemukan resep yang pas, kita bisa menyimpan resep tersebut cukup dengan menekan tombol "Favorit" saat kita melihat detail resep yang sudah kita pilih. Secara otomatis, resep tersebut akan masuk ke dalam list "Favorit" yang ada dalam menu "Akun".



Selain itu, kita juga bisa berkomentar dan memberi penilaian dari resep yang kita temukan seperti halnya saat kita sedang berselancar di media sosial lainnya. Jadi makin seru kan menggunakan aplikasi ini. 

Itu dia tadi fitur-fitur dalam Yummy App yang sangat memudahkan kita dan tentunya membuat kita betah berselancar di halaman Yummy App ini. Jadi, tidak perlu bingung lagi mau masak apa hari ini, karena Yummy App bisa di download secara GRATIS melalui Google Playstore atau pun Appstore di gawai kesayanganmu. Dengan terdaftar akun di Yummy App kita pun berkesempatan mendapat uang tambahan dengan rajin upload resep kreasi masakan yang telah kita buat. 

Kok bisa?

Seperti yang sudah kita bahas di menu "Komunitas" awal tadi, dengan mengupload resep kreasi masakan dan berhasil terpublish, maka kita akan mendapatkan 100 Yummy Point. Yummy point ini adalah bentuk apresiasi yang diberikan oleh Yummy App kepada loyal user, dimana point tersebut bisa ditukarkan menjadi uang tunai Rupiah melalui proses redeem di Yummy App.
Selain dari upload resep masakan, Yummy Point juga bisa kita dapatkan dari hasil referral kita untuk menggunakan dan mendaftar akun di Yummy App. Buat kalian yang penasaran langsung download Yummy App  trus buat akun, dan masukan kode referral ivayana-wichayanti yaa...
Jadi double triple untung kan, kita jadi makin jago masak dengan resep yang kita dapatkan di Yummy App, kita juga berkesempatan untuk mendapat uang tambahan. 
Yuks langsung download Yummy App, biar hari-hari kita makin produktif selama #diRumahAja dan kemampuan memasak kita pun semakin terasah. Sapa tau juga nih, dari resep-resep yang ada di Yummy App jadi jalan pembuka kita untuk memulai usaha makanan atau cemilan kekinian. Karena siapa pun yang akan berusaha pasti akan mendapatkan hasilnya. 

Semoga sharing kali ini bisa bermanfaat dan kita semua diberikan kelancaran dan kemudahan atas apa-apa yang sedang kita usahakan. 


Akhir kata, 
Wassalamualaikum.

No ribet, bikin sambal awet tahan lama.


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Assalamualaikum...

Tulisan pertama membahas masak memasak, awalnya ga ada niatan nulis resep..
Berhubung kemarin posting foto stock sambal 3 jar, eh langsung diserbu chat nanyain resep dan caranya. Mungkin untuk resep sambal udah jadi rahasia umum ya, cuma banyak yang belum tau gimana caranya biar awet tahan lama. Bagi pecinta sambal wajib banget nyetok sambal kayak gini, biar tiap hari ga capek ngulek kayak tukang pecel...😁 maklum, buat saya dan suami makan tanpa sambal itu kurang nikmat rasanya..
Apalagi di bulan Ramadhan seperti sekarang ini, sangat praktis banget nyetok seperti ini.
Maka dari itu, sekalian aja aku tulis di blog ini biar bisa terjawab secara lengkap ya Mommies...


Nah, ini dia penampakan sambalnya


Sambal bawang, sambal ijo, sambal terasi (dokpri)
Foto belepotan karena ga niat buat properti blog 🙈

Bahan dan takaran bisa disesuaikan dengan selera masing-masing ya..karena aku kalo masak pake ilmu kira-kira aja (main feeling gitu) 🤭
Yang penting antara cabai dan bawang merah takarannya 1:1 yaa biar rasanya mantaaaps..

Pertama, sambal bawang

ini yang paling netral dan paling banyak orang suka..
Soalnya cocok banget buat semua jenis sayur dan lauk. 

Bahan:
  • 250gr cabai rawit merah (me:campur cabai merah keriting biar ga terlalu pedas)
  • 250gr bawang merah, kupas
  • 4 siung bawang putih, kupas
  • Garam, gula secukupnya
  • Kaldu bubuk totole (opsional, boleh juga saori)
  • Minyak goreng secukupnya

Cara:
  • Cuci bersih cabai dan bawang 
  • Potong2 agar mudah dihaluskan dan tidak meletus saat digoreng
  • Panaskan minyak, tumis cabai dan bawang sampai agak layu dan harum, lalu tiriskan
  • Haluskan, boleh manual pake ulangan atau pake blender (me:pake blender ditambah sedikit minyak, tapi jangan sampe halus ya, biar cakep masih setengah kasar)
  • Tuang ke wajan, nyalakan kompor. Tambahkan minyak, Garam, gula, dan kaldu bubuk. Masak sampai minyak bewarna kemerahan dan meletup. Cicip sedikit dan koreksi rasa.
  • Matikan kompor, biarkan dingin lalu masukan ke dlam jar.
  • Setelah benar-benar dingin, tutup rapat wadah lalu simpan dalam kulkas.

Sambal ijo

Sesuai namanya, sambal ijo ini bewarna hijau dari full cabai hijau. Sambal ini cocok banget buat sayuran berempah seperti menu nasi padang. Bikin sambal ini buat mengobati rindu makan nasi padang Citra Bundo di Semarang. Pecinta Padang wajib coba ya..

Bahan:
  • 200gr cabai hijau mix cabai besar, cabai keriting dan rawit 
  • 12 siung bawang merah, kupas
  • 2 buah tomat hijau, potong 4
  • Garam, gula secukupnya
  • Kaldu bubuk totole (opsional, boleh juga saori)
  • Minyak goreng secukupnya

Cara:
  • Cuci bersih cabai, tomat dan bawang 
  • Potong2 agar mudah dihaluskan dan tidak meletus saat digoreng
  • Panaskan minyak, tumis cabai, tomat, dan bawang sampai agak layu dan harum, lalu tiriskan
  • Haluskan, boleh manual pake ulangan atau pake blender (me:pake blender ditambah sedikit minyak, tapi jangan sampe halus ya, biar cakep masih setengah kasar)
  • Tuang ke wajan, nyalakan kompor. Tambahkan minyak, Garam, gula, dan kaldu bubuk. Masak sampai minyak bewarna kemerahan dan meletup. Cicip sedikit dan koreksi rasa.
  • Matikan kompor, biarkan dingin lalu masukan ke dalam jar.
  • Setelah benar-benar dingin, tutup rapat wadah lalu simpan dalam kulkas.

Sambal terasi

Kalo ini pastinya buat pecinta terasi...
(Favoritnya pak suam deh kalo ini)

Bahan:
  • 250gr cabai rawit merah (me:campur cabai merah keriting biar ga terlalu pedas)
  • 250gr bawang merah, kupas
  • 2 buah tomat ukuran besar, potong 4
  • Terasi secukupnya, bakar sebentar sampai semerbak aromanya 😆
  • Garam, gula secukupnya
  • Kaldu bubuk totole (opsional, boleh juga saori)
  • Minyak goreng secukupnya

Cara:
  • Cuci bersih cabai, tomat dan bawang 
  • Potong2 agar mudah dihaluskan dan tidak meletus saat digoreng
  • Panaskan minyak, tumis cabai, tomat dan bawang sampai agak layu dan harum, lalu tiriskan
  • Haluskan, boleh manual pake ulangan atau pake blender (me:pake blender ditambah sedikit minyak, tapi jangan sampe halus ya, biar cakep masih setengah kasar)
  • Tuang ke wajan, nyalakan kompor. Tambahkan minyak, terasi yang sudah dihaluskan manual, Garam, gula, dan kaldu bubuk. Masak sampai minyak bewarna kemerahan dan meletup. Cicip sedikit dan koreksi rasa.
  • Matikan kompor, biarkan dingin lalu masukan ke dalam jar.
  • Setelah benar-benar dingin, tutup rapat wadah lalu simpan dalam kulkas.

Kuncinya agar bisa awet lama adalah masak sambal sampai matang , tunggu benar-benar dingin lalu masukan dalam wadah tertutup rapat dan kedap udara. Simpan dalam kulkas dan sambal pun akan awet sampai 2minggu bahkan lebih. Yang penting saat mau menyajikan untuk makan, ambil dengan sendok bersih lalu tutup rapat dan masukan kulkas kembali. Sebelum disiapkan untuk makan, taruh sambal dalam wadah saji, bisa diamkan hingga dingin atau bisa juga tambahkan sedikit minyak goreng panas.

Nah sekian dulu sharing resep kali ini, semoga bisa bermanfaat ya Mommies..


😊💜

Food Preparation agar Bahan Masakan Lebih Tahan Lama


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum sahabat,

Terimakasih sudah berkunjung di halaman ini, bagaimana kabar hari ni? Semoga senantiasa dalam perlindungan Allah SWT.

Kali ini, saya ingin sharing tentang masalah perdapuran nih, yang cocok banget buat para mommies yang lagi nyiapin masa MPASi sang buah hati atau yang hanya sempat belanja mingguan ke pasar. Terlebih lagi kondisi di Indonesia saat ini yang sedang dilanda virus corona sehingga diharuskan melakukan social distancing yang mana memaksa kita untuk meminimalkan keluar rumah. Jadi, yang biasanya belanja sayur setiap hari bisa mengurangi jadwalnya menjadi per 3 hari atau bahkan seminggu sekali.

Pada dasarnya, sayur dan perlaukan memang lebih fresh jika belanja harian dan langsung dimasak, tapi dalam beberapa kondisi seperti di atas, memaksa kita untuk mencari cara yang lebih efektif dan efisien. Tentunya dengan berbagai pertimbangan ya, seperti jenis sayur dan lauk apa saja yang bisa bertahan lama di kulkas dan seberapa besar ukuran kulkas kita.

Contoh beberapa food preparation by Google


Nah, biasanya weekend adalah waktu yang paling cocok untuk kita berbelanja komplit ke pasar atau tukang sayur dan melakukan food preparation. Kenapa? Karena food preparation ini memang membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga di awal tapi untuk beberapa hari ke depan, proses masak pun akan lebih cepat dan praktis, jadi bisa kekejar untuk nyiapin sarapan keluarga atau bekal sekolah.

Nah, sebelum kita memulai list belanjanya, kita siapin dlu nih peralatan perangnya...

(Sebagian alat yang tersisa dari kulkas. Dokpri)

Plastic Box/Sealware/Food Container

Kotak plastik atau tempat makanan yang bisa kedap udara. Ini bisa banget untuk menyimpan lauk seperti daging, udang, dan ikan. Selain itu juga cocok banget untuk tempat cabe, tomat, daun bawang, wortel dan sayur lainnya. Untuk merk, ukuran, dan warna bisa disesuaikan kebutuhan masing_masing yaa..Kalo saya pribadi lebih suka pakai yang bening atau transparan agar terlihat apa isinya, jadi lebih mudah aja waktu mau ambil ga perlu intip-intip atau buka tutupnya.

Zipper Bag

Ini bisa banget buat alternatif yang belum punya box plastik di atas karena harganya yang lebih murah. Selain itu menggunakan ini jadi lebih hemat tempat. Jadi yang punya kulkas kecil bisa banget pakai si zipper bag satu ini. Saya pakai merk bagus, plastiknya cukup tebal, zippernya juga kuat banget. Ini tersedia dalam berbagai ukuran dan model ziplock yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan budget. Untuk yang mau kepo bisa banget mampir ke Official Online Store Bagus ini yaa...

Cling Wrap/ plastik biasa asal bersih dan kering

Nah kalo yang ini, ga begitu wajib sih...saya pakai ini seringnya untuk membungkus potongan buah semangka atau melon. Tapi cling wrap ini bisa banget untuk membungkus sayuran utuh seperti sawi putih, brokoli, paprika seperti di supermarket gitu moms. Insya Allah sayur akan lebih awet tahan lama di kulkas.

Setelah peralatan siap...
Next, list belanjaannya yaaa...
Saya bagi dalam 3 jenis

1. Lauk

Ini yang paling bertahan lama-lama di kulkas, bisa sampe berbulan-bulan bahkan. Jadi yang punya kulkas guede dan belanja via online, mending belanja banyak sekalian agar lebih hemat ongkir.

  • Daging sapi
Daging ini yang paling awet bertahan di dalam freezer bisa 4-8 bulan. Asalkan setelah beli, jangan dicuci air langsung dimasukkan ke salah satu wadah di atas. Paling aman masuk dalam box container atau zipper bag. Ketika sudah beku dan akan dimasak, lakukan defrosting (pencairan) dahulu ya moms, malam harinya ambil daging dari freezer dan pindahkan ke bagian bawah kulkas agar daging kembali lunak dan esok paginya bisa langsung dimasak.
Tambahan juga nih buat mommies, tips untuk mengolah daging agar cepat empuk. Pakai cara 5.30.7 aja moms, pasti sudah banyak yang tahu kan? Jadi, daging direbus dalam air mendidih dalam panci yang tertutup rapat selama 5 menit, matikan kompor tanpa mengubah posisi panci, setelah 30menit nyalakan api kembali dan tunggu hingga 7 menit. Panci boleh mulai dibuka dan proses masak pun bisa berlanjut.
Untuk para mommies yang sedang berjibaku dengan MPASi, bisa pilih daging sapi giling yang lebih praktis untuk menu babynya, penyimpanan sama seperti daging di atas tanpa dicuci terlebih dahulu, hanya saja langsung dipisahkan dalam plastik ziplock ukuran kecil per porsi makan si kecil, sekitar 3-4 sdm.

  • Ayam atau unggas lainnya
Cara penyimpanan sama dengan daging sapi, lama penyimpanan dalam freezer bisa sampai 9 bulan bahkan 1 tahun jika unggas dalam keadaan utuh. Kalau saya pribadi, lebih suka sudah dipotong-potong sesuai rencana menu masakan yang akan dibuat. Yang terpenting, pastikan unggas sudah dalam keadaaan bersih. Jika beli di supermarket sudah terjamin bersih jadi bisa langsung masuk ke freezer, tapi yang berbelanja di pasar tradisional atau tukang sayur dekat rumah, saya sarankan untuk dibersihkan dahulu atau sekalian proses blansir untuk membuang kotoran dan darah sisa-sisanya.

  • Ikan mentah fresh
Ikan laut, ikan tawar, atau ikan yang sudah di fillet bisa bertahan selama 6-8 bulan di dalam freezer. Cuci bersih ikan, hilangkan sisik dan kotoran dalam perutnya, beri perasan jeruk nipis, kemudian bilas. Tapi untuk stock selama seminggu, saya lebih suka marinasi ikan terlebih dahulu dengan bumbu2 seperti garam, lada, ketumbar, kunyit, dan bawang putih bubuk. Lalu disimpan dalam box container dan taruh dalam freezer. Jadi waktunya mau masak tinggal cemplung goreng tanpa perlu beramis-amisan lagi…jangan lupa pindahkan ke kulkas bagian bawah pada malam hari sebelumnya yaa…

  • Seafood
Seafood yang paling banyak dijumpai dan praktis pengolahannya adalah udang dan cumi. Tapi harus dibersihkan dahulu ya, untuk udang buang kepala, kulit dan kakinya, sisakan ekor biar tetap cantik. Lalu cuci bersih dan masukan ke dalam box container. Untuk kepala dan kulit udang bisa banget untuk dibuat kaldu udang dahulu daripada langsung dibuang, caranya pun mudah hanya cuci bersih dan rebus dalam air mendidih sampai air mulai menyusut dan keluar kaldunya. Simpan kaldu dalam wadah kaca dan simpan dalam kulkas untuk kuah masakan agar lebih sedap tanpa menambahkan bumbu penyedap. Untuk cumi, ini tidak bisa bertahan lama, jadi bisa dimasak paling awal ya…

  • Telur (telur ayam, telur puyuh, telur bebek, telur asin)
Kalo ini pasti sudah jadi rahasia umum ya, tinggal taruh dalam wadah telur dalam kulkas, beres deh…
Tapi sebelum masukan kulkas, cuci dengan air mengalir dulu ya, agar sisa-sisa kotoran yang menempel di telur hilang jadi tidak membuat kuman di dalam kulkas.

  • Ikan yang sudah dikeringkan
Seperti teri nasi, teri jengki, dan ikan teri lainnya, cocok banget untuk campuran bikin sambal. Biasanya saya tinggal masukan ke box container atau plastik zip lock, karena tidak lama-lama saya simpan di kulkas, langsung di eksekusi buat sambal teri favorit pak suam. Kalau mau awet, boelh juga dicuci bersih lalu digoreng sampai kering.

  • Frozen food (sosis, bakso, nugget)
Ini sih optional aja, biasanya saya tetep stock untuk berjaga-jaga kalo ada kondisi yang diluar dugaan. Untuk sosis dan bakso saya juga biasa stock untuk pelengkap sayur sop atau sayur lainnya.


2. Sayuran

Untuk keluarga pecinta sayur dan mempunyai anak kecil, pasti menu sayur berkuah wajib ada di menu masakan harian kita. Tapi sayangnya, sayuran rentan sekali layu sehingga kurang cocok berada lama-lama di dalam kulkas. Setelah berbagai pengamatan dan uji coba pribadi, ternyata sayur mayur bisa juga kok bertahan lama untuk stock masakan kita selama hampir 1 minggu. Tapi saya lebih sering stock 2 kali dalam seminggu. Untung sayuran berdaun hijau (seperti bayam dan kangkung) siangi terlebih dahulu, bersihkan kotoran yang menempel dengan tisu, lalu petik daunnya dan simpan dalam plastik bersih dan kering, lalu ikat rapat plastik. 

(Penyimpanan bayam. Dokpri)

Untuk sawi putih, brokoli, bunga kol, pare, dan oyong bisa dibungkus dengan cling wrap. Untuk jagung pilih yang masih terbungkus daun agar lebih awet lama.
Saya list dari yang paling rentan layu, jadi urut sesuai hari esoknya memasak, tinggal pilih sesuai selera ya Moms...

  • Pokcoy, sawi caisim, brokoli, tauge
  • Racikan sayur asem, sop, cap jay
  • Bayam, kangkung, jagung
  • Sawi putih, pare
  • Wortel, jagung muda
  • Buncis, kacang panjang
  • Labu siam utuh

3. Bumbu dan pelengkap


  • Tempe (bertahan 2 hari, untuk hari selanjutnya rasa sudah berbeda tapi cocok untuk buat sambal tempe lho..)
  • Tahu putih, tahu kuning, tahu bakso. Untuk tahu putih saya rebus dulu dalam air mendidih yang sudah diberi garam dan sedikit lada. Lalu simpan dalam box dengan diberi air rebusannya sedikit.
  • Jamur kuping, jamur kancing (Simpan dengan cara yang sama dengan tahu putih)
  • Bawang merah, bawang putih, bombay. Tidak disimpan dalam kulkas, bersihkan dan cari apakah ada yang busuk dan buah kulit bawang yang kotor
  • Bumbu dapur, Untuk daun salam dan daun jeruk, saya simpan dalam box container dan masukan ke freezer jadi bisa bertahan lama tanpa layu dan berubah hitam. Untuk rimpang, saya simpan diluar kulkas.
  • Daun bawang, seledtomat, jeruk nipis. Untuk daun bawang bersihkan bagian bawahnya, lalu masukan dalam box container atau zipper bag.
  • Cabai, buang tangkainya dan bersihkan bagian yang kotor, lalu masukan dalam box yang sudah dialasi tisu dan tambahan bawang putih kupas 1 siung. Insya Allah cabai akan awet sampai 2 minggu lamanya seperti dalam foto ini yaa..
(Contoh penyimpanan cabai, daun bawang dan tomat. Dokpri)

Demikian sharing perdapuran kali ini, semoga bisa bermanfaat dan memunculkan rasa semangat untuk memasak ya Mommies, karena bagaimana pun masakan rumah adalah yang paling sehat karena terjamin kebersihan dan perbumbuannya..😁

Kalau ada yang ingin ditambahkan bisa tulis komentar di bawah ya… Kalau ada yang ingin ditanyakan dan butuh jawaban cepat bisa langsung klik plug in medsos saya di atas.

Sekian dari saya, wassalam.