Tampilkan postingan dengan label Learning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Learning. Tampilkan semua postingan

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah



بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

 

Tak terasa minggu depan sudah lebaran haji saja ya, padahal rasanya baru kemaren shalat Idul Fitri di rumah dan belum bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan perlindungan dari segala penyakit, khususnya terhindar dari virus COVID-19.

Membahas tentang bulan Dzulhijjah yang identik dengan berkurban dan hari raya Idul Adha, sebenarnya ada banyak keutamaan yang bisa diraih di bulan ini, karena bulan ini merupakan salah satu bulan yang dicintai Allah selain bulan Ramadhan. Kenapa?

Bulan Dzulhijjah ini merupakan bulan yang dicintai Allah karena 2 hal:

1. Merupakan bulan salah satu kekasih Allah yaitu Nabi Ibrahim alayhi salam.

Perjuangan Nabi Ibrahim 'alayhi sallam saat mendakwahkan agama Islam kepada kaum Namrud, tetapi tidak ada yang mau mengikuti. Bahkan mereka justru memusuhi Nabi Ibrahim dan membakarnya, tetapi Allah Subhanahu wa ta'ala menyelamatkan beliau dari api. 

Bulan ini juga menjadi bulan dimana Nabi Ibrahim 'alayhi sallam dengan patuh mengikuti perintah Allah untuk menyembelih Nabi Ismail 'alayhi sallam. Namun, atas keimanan mereka Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba. Dan hingga sekarang menjadi suatu ajaran islam untuk berkurban di tanggal 10 Dzulhijjah.

2. Bulan dimana Islam menjadi agama yang sempurna

QS.Al-Mā'idah : 3

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah) (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barang siapa terpaksa karena lapar bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.


Nah itu mengapa bulan ini merupakan bulan yang amat dicintai Allah, karena bulan ini memiliki nilai histori yang tinggi. Oleh karena itu, kita sehendaknya memperbanyak amalan kita karena bulan ini merupakan "prime time" untuk menabung pahala di sisi Allah, terutama di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.


Dari Ibn Abbas radhiallahu'anhu, Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tidak ada hari dimana suatu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10hari pertama bulan Dzulhijjah).”

Para sahabat bertanya: “Wahai rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah?"

Nabi shallahu’alaihi wa sallam menjawab: “Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Turmudzi)

Sangat jelas sekali bagaimana keutamaan bulan ini, terutama di 10 hari pertamanya, bahkan keutamaannya bisa melebihi keutamaan 10 hari terakhir bulan Ramadhan dari suatu sisi. Para ulama menyebutkan, bahwa 10 hari pertama lebih utama dibanding 10 hari terakhir bulan Ramadhan pada siang hari. Sedangkan dari sisi malam, 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah yang paling utama.

Dari Abu Bakrah radhiyallahu'anhu, Rasulullah Shallallahu'alahi wa sallam bersabda:

"Ada dua bulan yang pahala amalnya tidak akan berkurang. Keduanya dua bulan hari raya: bulan Ramadhan dan bulan Dzulhijjah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Shallallahu'alahi wa sallam menggandengkan bulan Dzulhijjah dengan Ramadhan, sebagai motivasi beliau menyebutkan bahwa pahala amal di dua bulan ini tidak berkurang. 

Jadi inilah kesempatan terbaik kita untuk memperbanyak amalan shalih kita, jika di bulan Ramadhan yang lalu masih ada amalan yang tertinggal dan kurang optimal, saat inilah kita diberi kesempatan lagi untuk memperbanyak amalan yang mana bisa saja menggugurkan dosa-dosa kita sebelumnya. 

Memperbanyak amalan shaleh disini bisa banyak sekali bentuknya. Amalan shaleh bisa kita temukan di dalam Al Quran dimana amalan-amalan tersebut disandingkan dengan kata iman. Sebagai contoh, surah Al Baqarah ayat 3:

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,

Dari ayat ini, disebutkan bahwa orang yang beriman akan menjalankan shalat. Shalat disini tidak hanya shalat fardhu saja, tetapi kita bisa menjalankan shalat sunnah rawatib, shalat malam, shalat dhuha dan shalat syuruk. 

Adapun amalan-amalan shaleh yang lain diantaranya,

1. Berpuasa

Pada bulan ini kita bisa menjalankan puasa selama 9 hari pertama bulan Dzulhijjah. Tidak ada kewajiban untuk berpuasa selama 9 hari full, akan tetapi semakin banyak puasa yang kita lakukan maka semakin besar kesempatan kita untuk mendapatkan pahala di sisi allah Subhanahu wa ta'ala. Jika kita sebagai kaum wanita mendapat halangan berupa haid atau pun merasa tidak mampu selama 9 hari, maka setidak-setidaknya kita berpuasa Arafah di hari ke 9 Dzulhijjah. Berpuasa menjadi amalan yang paling utama dibandingkan amalan lain, karena ketika berpuasa akan menunjang amalan-amalan shaleh lainnya. Sebagai contoh, ketika puasa kita akan semangat membaca Al Quran, tidak hanya tepat shalat fardhu tetapi semangat mengerjakan shalat sunnah, dan juga dengan berpuasa bisa menekan melakukan hal yang maksiat.

2. Takbir dan Dzikir 

QS. Al-Ḥajj : 28

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.

Ibnu 'Abbas radhiyallahu'anhuma berkata, "Hari-hari yang telah ditentukan adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah."

Yang termasuk didalamnya bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristighfar, dan memperbanyak doa. Disunnahkan untuk mengangkat (mengeraskan) suara ketika bertakbir di pasar, jalan, masid, dan tempat lainnya. Walaupun hal ini sudah sangat jarang sekali kita temukan dewasa ini. 

3. Memperbanyak  membaca Al Quran 

Saat Ramadhan kita selalu mempunyai target untuk bisa khatam minimal 1 kali. Begitu pula saat bulan Dzulhijjah ini, mari kita targetkan untuk bisa khatam di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini.

4. Memperbanyak bertaubat

Temasuk yang ditekankan pula adalah bertaubat dari berbagai dosa dan maksiat yang telah dilakukan dan meninggalkan tindakan zalim terhadap sesama. Karena Allah cinta kepada hamba-Nya yang "kembali" pada hari-hari istimewa ini.

5. Memperbanyak Sedekah

Dalam bersedekah, tidak ada batasan kepada siapa sedekah diberikan, dalam bentuk apa sedekah diberikan, maupun besaran sedekah itu diberikan.

QS. Al-Baqarah : 271

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

6. Berkurban

Dihari Nahr (10 Dzulhijjah) dan hari tasyriq disunnahkan untuk berkurban sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim 'alayhisalam. Di dalam berkurban pun terdapat sunnah-sunnah yang bisa kita lakukan untuk tabungan pahala kita. Diantaranya dilarang memotong kuku dan rambut sampai hewan kurban disembelih. Yang dilarang disini adalah orang yang sudah memiliki niat atau kemampuan untuk berkurban, bukan hewan kurban yang akan disembelih.


Intinya, keutamaan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini berlaku untuk amalan shalih apa saja, tidak terbatas pada amalan tertentu.

Semoga kita semua dimampukan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala untuk memperbanyak amalan shaleh kita dan kita diberi kesempatan untuk bertemu di bulan Dzulhijjah berikutnya.

Aamiin..


Referensi: Kajian Syameela Ustadz Oemar Mita dan beberapa kajian bersama Ustadz Adi Hidayat.





Sirah Shahabiyah Asma' binti 'Umais, Salah Satu Teladan Wanita Masa Kini

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


Dari sirah kita menjadi lebih tau mengenai kehidupan Rasulullah secara detail dan keseluruhan yang membuat kita makin cinta dan kagum kepada beliau dan menjadikan beliau suri tauladan terbaik kita. Tidak hanya Sirah Nabawiyah saja yang patut kita pelajari, tetapi ada juga Sirah Sahabah dan Shahabiyah yang tidak kalah menginspirasi dan membuat kita menjadi semakin bersyukur karena ujian yang kita hadapi tidak seberat ujian para sahabat di jaman Rasulullah.

Senang rasanya tulisan kali ini bisa membahas salah satu kisah sahabat Rasulullah Shallallahu'alayhi wa Sallam, yang merupakan generasi terbaik sepanjang sejarah peradaban manusia setelah para Nabi dan Rasul. Demikian halnya dengan para sahabat wanita yang hidup bersama mereka. 
Melalui tema yang ditetapkan dalam Komunitas Blogger Bengkel Diri setiap pekan terakhir, seakan diingatkan Allah untuk kembali membaca buku "bergizi" yang sudah lama hanya tersusun rapi dalam rak buku. 
Sirah Shahabiyah, siapa yang baru denger istilah ini?
Ibnu Mandzur dalam kitab Lisanul Arab menyatakan arti as-sirah menurut bahasa adalah kebiasaan, jalan, cara, dan tingkah laku[1]. Menurut istilah umum, artinya adalah perincian hidup seseorang atau sejarah hidup seseorang. (Wikipedia)

Jadi, sirah shahabiyah merupakan kisah inspiratif dari sahabat wanita Rasulullah yang patut kita teladani. 

Berhubung ilmu masih "cetek", maka tulisan ini sebagian besar adalah hasil membaca buku milik suami yang berjudul "The Amazing Stories of Sahabah" karya M. Choirul Hudha yang berisi 66 Kisah Inspiratif Sahabat dan Sahabiyah Rasulullah Shallallahu'alayhi wa Sallam.

Sirah shahabiyah

Salah satu kisah dalam buku ini yang akan kita bahas disini adalah kisah Asma' binti 'Umais yang merupakan wanita dari kalangan pemeluk Islam pertama yang telah hijrah sebanyak dua kali.
Tak perlu berlama-lama lagi, kita akan bahas satu persatu mengenai biografi dan kemuliaan-kemulian yang patut untuk kita teladani.

Biografi Singkat

Nama lengkapnya adalah Asma' binti 'Umais bin Ma'ad bin Tamim bin Harits bin Ka'ab bin Malik bin Quhafah yang dijuluki dengan nama Ummu Abdillah. Asma binti Umais termasuk salah seorang dari empat wanita beriman yang keimanannya dipersaksikan Rasulullah, ketika Beliau berkata 
"Mereka berempat adalah wanita-wanita beriman: Maimunah, Ummul Fadhl, Salma, dan Asma."

Asma memeluk Islam sebelum kaum muslimin memasuki rumah Arqam Bin Abul Arqam. Dia adalah istri seorang sahabat sekaligus Pahlawan Islam, Ja'far bin Abi Thalib, sahabat yang bergelar Dzul-Janahain (pemilik dua sayap). Gelar ini melekat pada diri Ja'far ketika Rasulullah mengucapkan salam kepada anak Ja'far, Abdullah bin Ja'far dengan ucapan, '"Assalamualaika yabna dzil Jannaahain (kesejahteraan semoga tetap terlimpahkan kepadamu, wahai anak pemilik dua sayap)." 

Asma termasuk angkatan pertama dari wanita yang melakukan hijrah, dia ikut berhijrah ke Habasyah bersama suaminya Ja'far bin Abi Thalib. Ketika hijrah inilah Asma binti Umais merasakan pahitnya hidup sebagai orang terasing. Suaminya merupakan juru bicara kaum muslimin ketika terjadi dialog dengan raja Habsyi, an-Najasyi.
Di negeri Habasyah ini ketiga anaknya lahir, yaitu Abdullah, Muhammad, dan 'Aun. Anaknya yang bernama Abdullah sangat mirip rupanya dengan ayahnya, adapun ayahnya sangat mirip dengan Rasulullah. Hal ini membuat ibunya sangat bahagia dan membuat ibunya merindukan untuk bisa melihat Rasulullah.
Kemiripan Ja'far dengan Rasulullah terbukti dengan ucapan beliau kepada Ja'far, "Engkau menyerupai rupaku dan akhlakku"

Asma seperti hendak terbang karena sangat gembiranya ketika mendengar bahwa Rasulullah telah memerintahkan kaum Muhajirin yang ada di Habasyah agar segera berangkat ke Madinah. Mimpinya agar kaum muslimin mempunyai wilayah berdaulat telah menjadi kenyataan. Kini kaum muslimin telah mempunyai para pejuang yang akan menyebarkan dakwah dan meninggikan kalimah Allah. Demikianlah akhirnya asma bersama rombongan berangkat dari negeri Habasyah menuju Madinah sebagai hijrah mereka yang kedua kalinya.

Tidak lama setelah rombongan dari habasyah tiba di Madinah kaum muslimin yang ada di Madinah mendengar kabar bahwa kota Khaibar telah jatuh ke tangan pasukan muslimin. Saat itu juga takbir langsung menggema ke segala penjuru sebagai ungkapan kebahagiaan mereka atas kemenangan tentara Islam dan atas kedatangan rombongan Ja'far dari Habasyah.
Rasulullah menyambut kedatangan Ja'far dengan penuh sukacita lalu mencium keningnya seraya berkata, "Demi Allah, aku tidak tahu karena sebab yang mana aku harus bergembira, karena kemenangan di Khaibar atau karena kedatangannya Ja'far."

Cerdas dan Diplomatis

Setibanya di Madinah Asma binti Umais datang mengunjungi Hafshah binti Umar untuk bersilaturahim. Tidak lama kemudian datang Umar untuk menemui putrinya Hafshah. Ketika Umar melihat ada Asma di dekat Hafshah, dia bertanya "Siapakah wanita ini?" Hafshah menjawab "Asma binti umais" Umar bertanya lagi, "Apakah asma yang tinggal di Habsyi Dan yang pernah menyeberangi lautan?" Asma menjawab "Ya" Umar berkata lagi "Kami lebih dulu berhijrah ke Madinah daripada kalian. Oleh karena itu, kami lebih berhak kepada Rasulullah daripada kalian."
Mendengar perkataan Umar, Asma marah lalu berkata "Demi Allah tidak demikian, kalian yang bersama Rasulullah hanya bisa memberi makan orang-orang yang lapar diantara kalian dan memberi nasihat kepada orang-orang yang tidak mengerti diantara kalian. Adapun kami tinggal di Habsyi, tempat yang jauh dan penuh kebencian (karena penduduk Habsyi adalah orang kafir), adalah karena mematuhi Allah dan Rasul-Nya"
Setelah diam sejenak, Asma meneruskan ucapannya, "Aku bersumpah demi Allah, aku tidak akan makan dan minum sampai aku melaporkan ucapanmu kepada Rasulullah, karena kami merasa disakiti dan ditakut-takuti. Aku akan menceritakan kepada beliau dan menanyakannya. Demi Allah aku tidak akan berdusta dan aku akan menceritakan apa adanya tidak akan membelokkan cerita dan tidak akan menambahinya."
Asma berkata kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah sesungguhnya Umar telah berkata begini dan begini" Beliau lalu bertanya, "Lalu apa yang kau katakan kepadanya?" dia menceritakan kepada beliau apa yang telah diucapkannya kepada Umar. Berdasarkan hal tersebut beliau bersabda:
"Tidak ada orang di antara kalian yang lebih berhak terhadapku, Umar dan sahabat-sahabatnya yang hanya berhijrah satu kali sementara kalian wahai 'ahlus Safinah (orang-orang yang pernah menaiki perahu saat berhijrah ke Habsyi) telah berhijrah dua kali."

Asma sangat bergembira mendengar pernyataan Nabi tersebut, berita itu pun segera tersebar di kalangan kaum muslimin Muhajir-Habsyi berbondong-bondong datang kepada Asma untuk meminta keterangan yang lebih jelas lagi tentang hal itu. Berkaitan dengan hal ini, Asma menceritakan "Sungguh aku melihat Abu Musa dan orang-orang yang ikut Hijrah Ke Habsyi datang berbondong-bondong kepadaku untuk menanyakan perihal pernyataan nabi tersebut setelah mendengar penjelasanku seolah-olah tidak ada di dunia ini yang lebih menggembirakan hati mereka dan tidak ada lagi yang lebih berarti bagi mereka selain pernyataan nabi terhadap mereka itu."


Sabar dan Ikhlas

Suatu ketika saat pasukan muslim bertolak ke negeri Syam, suami Asma, Ja'far bin Abi Thalib menjadi salah satu dari tiga orang yang ditunjuk Rasulullah sebagai pemimpin mereka. Di medan perang ini Allah memilih Ja'far sebagai salah satu diantara mereka yang mendapat keberuntungan mati syahid di jalan Allah.
Sebagai wanita beriman Asma tidaklah berlebihan dalam menangisi kesyahidan suaminya ia bersabar dan ikhlas untuk mengharap pahala yang agung dari Allah atas meninggalnya suaminya. Bahkan dia bercita-cita bisa seperti suaminya agar memperoleh keberuntungan mati syahid. Terutama ketika dia mendengar salah seorang dari Bani Murrah bin 'Auf (yang ketika itu turut berperang bersama Jafar) berkata "Demi Allah aku melihat Ja'far saat melompat dari kudanya yang berwarna pirang itu lalu dia menyembelih kuda tersebut agar tidak bisa dimanfaatkan oleh musuh. Ja'far memegang bendera komando dengan tangan kanannya, ketika tangan kanannya terpotong dia memegangnya dengan tangan kiri, ketika tangan kirinya juga terputus, dia mendekap panji perang dengan lengan atas yang masih tersisa hingga dia terbunuh" 
Dari cerita inilah asma mengetahui maksud ucapan salam Rasulullah kepada anaknya, "Assalamualaika yabna dzil Janaahain". Allah telah mengganti dua tangannya yang terpotong dengan dua sayap yang dengannya dia bisa terbang di surga kemanapun dia suka.

Istri dan Pendidik Anak yang Baik

Ibu yang Salehah dan sabar ini mendidik sendiri tiga anaknya, dia memotivasi ketiga anaknya yang masih kecil agar mengikuti jejak ayah mereka sebagai Syahid dan benar-benar menempa mereka dengan keimanan. Tidak lama setelah kematian Ja'far, Abu Bakar datang untuk melamar Asma binti Umais.
Hal ini terjadi setelah Ummu Ruman (istri Abu Bakar) wafat dan Asma menerima lamaran Abu Bakar. Selama hidup bersama Abu Bakar, cahaya kebenaran dan keimanan semakin tumbuh subur dalam hatinya. Ia pun hidup sebagai istri yang setia dan penuh kasih kepada suaminya.
Setelah beberapa lama Asma menjadi istri Abu Bakar, Allah mengaruniakan kepada mereka seorang putra yang bernama Muhammad bin Abu Bakar. Anak tersebut lahir ketika mereka sedang berada di Dzul Khulaifah untuk melakukan haji Wada'. Setelah menanyakannya kepada Rasulullah, Abu Bakar memerintahkan istrinya supaya mandi kemudian berniat dan membaca Talbiyah haji.

Selama menjadi istri Abu Bakar, Asma banyak menyaksikan langsung berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam. Saat itulah Asma ikut meringankan beban suaminya dalam menjalankan tugas yang diamanatkan umat sebagai Khalifah. Tak lama kemudian Khalifah Abu Bakar pun jatuh sakit dari hari ke hari sakitnya bertambah parah dan keringat mulai bercucuran dari kedua pipinya. Keadaan itu membuat Abu Bakar merasa bahwa ajalnya sudah dekat. Karenanya Abu Bakar segera mewasiatkan beberapa hal, diantaranya dia meminta agar jenazahnya dimandikan oleh Asma binti Umais dan menyuruh Asma agar membatalkan puasa sunnahnya pada hari itu dengan berkata, "Hal itu lebih menguatkan dirimu".
Mendengar hal itu, Asma pun merasa bahwa ajal suaminya benar-benar akan segera tiba. Dia hanya bisa mengucapkan istirja' dan istighfar, dia tetap terus memandangi wajah suaminya sampai roh suaminya kembali kepada pemiliknya yang Maha Kuasa.
Air mata Asma mengalir dan hatinya pun merasa sedih, akan tetapi dia tidak mengucapkan kata-kata selain perkataan yang diridhai Allah. 

Patuh dan Amanah 

Setelah suaminya Abu Bakar meninggal, Asma kemudian melaksanakan hal yang diminta oleh almarhum suaminya sebagai bentuk kepatuhan kepadanya. Asma pun memandikan jenazah suaminya dengan masih dirundung duka dan kesedihan sampai dia lupa dengan wasiat Abu Bakar yang kedua, yaitu menyuruhnya agar berbuka. Padahal waktunya sudah mendekati akhir siang dan hanya tinggal beberapa saat lagi matahari akan terbenam. Akan tetapi, Asma memilih untuk menepati perintah suaminya yang telah tiada, dia pun meminta diambilkan air lalu meminumnya dan sambil berkata "Demi Allah aku melakukan ini bukan berarti aku menurutinya untuk dosa pada hari ini".

Selalu Tawakal kepada Allah

Sepeninggal suaminya, Asma tetap tinggal di rumah untuk merawat anak-anaknya dari buah pernikahannya dengan Jafar dan Abu Bakar, dia selalu berdoa agar Allah menjadikan mereka anak-anak yang saleh dan pemimpin bagi orang-orang bertaqwa. Hanya itulah puncak harapannya di dunia ini tanpa mengetahui takdir apa yang tersembunyi pada ilmu Allah yang akan menimpanya.
Ternyata Ali bin Abi Thalib. saudara Ja'far sang pemilik dua sayap, pada suatu hari datang kepadanya dan memintanya untuk dijadikan istri. Ali melamarnya sebagai bentuk kesetiaan dan penghormatan kepada saudaranya tercinta Ja'far dan sahabatnya Abu Bakar As Siddiq.
Setelah mempertimbangkannya dari berbagai sisi, Asma akhirnya menerima lamaran Ali untuk menjadi istrinya dan memberikan kesempatan kepada Ali untuk turut menjaga anak-anak saudaranya Ja'far. 
Asma pindah ke rumah Ali setelah wafatnya istri Ali, Fatimah az-Zahra. Asma bagi Ali adalah seorang istri yang Salehah dan Ali bagi Asma adalah seorang suami terbaik dalam mengatur kehidupan rumah tangganya. Ali hampir tidak pernah luput memuji dan membanggakan Asma.
Allah memuliakan Ali dengan mengaruniakan anak dari pernikahannya dengan Asma yaitu Yahya dan 'Aun.

Bijaksana dan Santun

Suatu hari Ali menyaksikan pemandangan yang ganjil, ketika itu salah seorang anak Ja'far dan Muhammad bin Abu Bakar bertengka. Masing-masing mereka merasa lebih mulia daripada lainnya dengan berkata aku lebih mulia daripada engkau dan ayahku lebih baik daripada ayahmu.
Ali tidak tahu apa yang harus dikatakan kepada keduanya dan bagaimana cara mendamaikan mereka berdua sehingga keduanya merasa puas. Tidak ada pilihan lain baginya selain memanggil ibu kedua anak tersebut, yaitu asma. Dengan pikirannya yang cemerlang dan bijaksana, Asma pun berkata kepada kedua anaknya,  "Aku tidak pernah melihat pemuda Arab yang lebih baik daripada Ja'far dan aku tidak pernah melihat ada orang tua yang lebih baik daripada Abu Bakar". Ucapan brilian dari Asma ini mampu menghentikan perselisihan kedua anaknya, mereka kembali akur dan saling menyayangi serta kembali bermain bersama.
Ali pun kagum dengan cara asma menyelesaikan perselisihan anak-anaknya, sambil memandang wajah istrinya yang cerdas lalu berkata "Mengapa engkau tidak menganggap aku apa-apa wahai Asma?". Dengan kecerdasannya yang tajam, keberaniannya yang luar biasa, dan akhlaknya yang santun, Asma menjawab "Dari ketiga suamiku (Jafar, Abu Bakar, dan Ali), engkaulah yang paling istimewa."

2 kali menjadi istri Amirul Mukminin yang Bertanggung Jawab

Sepeninggal sahabat Utsman bin Affan kaum muslimin kemudian memilih Ali sebagai khalifah. Jadilah Asma untuk kedua kalinya menjadi istri seorang Amirul Mukminin. Kali ini dia menjadi istri dari khalifah keempat dari Khulafaur Rasyidin. Asma pun menunjukkan tanggung jawabnya sebagai istri yang baik ketika suaminya sebagai khalifah menghadapi berbagai permasalahan besar dalam masa kepemimpinannya. Dia juga selalu mendorong anak-anaknya Abdullah bin Ja'far dan Muhammad bin Abu Bakar untuk mendampingi ayahnya dalam menegakkan kebenaran. 
Suatu hari dia mendengar kabar bahwa anaknya Muhammad bin Abu Bakar terbunuh di Mesir, musibah ini meninggalkan duka yang begitu mendalam di hati asma akan tetapi sebagai mukminah dia tidak mungkin menyalahi ajaran ajaran Islam sehingga berteriak-teriak merana atau melakukan hal lain yang tidak patut dilakukan.  Melalui sabar dan salat, dia terus memohon kepada Allah agar diberi kekuatan dan ketabahan dalam menerima musibah ini. Karena begitu sangatnya dalam menahan kesedihannya sampai-sampai payudaranya mengeluarkan darah. 
Tidak sampai setahun setelah sepeninggal putranya, berbagai penyakit pun menimpa Asma dan akhirnya Asma pun meninggal dunia. 

Asma wafat dengan menorehkan sejarah sebagai teladan Agung kebijaksanaan dan kesabaran dalam menghadapi berbagai cobaan.

Demikian kisah yang sangat menginspirasi dari seorang Shahabiyah, Asma binti Umais.  Semoga dengan kisah tersebut, bisa menjadi cambuk untuk kita agar terus bertawakal dan sabar dalam menghadapi berbagai cobaan kehidupan.

آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ

Kupas Tuntas Isu Dukhan di Pertengahan Ramadhan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum...

Kembali lagi dalam tulisan  saya yang kali ini akan membahas sebuah isu yang sedang marak diributkan sebagian kalangan. Beredar isu adanya benturan asteroid dan terjadi dukhan di pertengahan Ramadhan tahun ini, yang diprediksi terjadi pada 15 Ramadhan 1441 Hijriyah yang bertepatan dengan hari Jumat, 8 Mei 2020. Entah isu tersebut bermula dari mana dan tidak perlu kita pusingkan mencari pelakunya.
Yang perlu cepat kita cari tau adalah kebenaran isu tersebut dengan menanyakan ke ahlinya. Kebetulan saat membuka beranda instagram, muncul postingan dari Ustadz Adi Hidayat (cek disini) yang akan membahas isu ini dalam program kajian rutin selama Ramadhan yaitu Aku Suka (Ayo Kultum Sejenak untuk Berbuka) di channel YouTube Ustadz Adi Hidayat Official (cek disini) edisi 14 Ramadhan tepatnya tanggal 7 Mei 2020.

Pembahasan isu ini dijelaskan secara jelas dan rinci secara ilmiah oleh beliau, baik dari sisi Sains dan juga dari sisi ilmu Hadits. Nah, langsung saja saya coba tulis rangkumannya disini ya.  


Mengenai isu benturan asteroid

Informasi dari LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), Bosscha, dan NASA, bahwa ada benda  langit yang mendekati bumi pada 7 Mei 2020 pukul 21.48 (universal time) atau sekitar pukul 04.48 WIB di tanggal 8 Mei 2020 yang tepatnya 15 Ramadhan 1441H. Benda itu bernama "Asteroid 2016 HP6" dengan kecepatan 5,72 km/s yang jaraknya 1,66 juta dari bumi atau lebih mudah jaraknya 4,3 kali lipat dari jarak bulan ke bumi. Menariknya, fakta dari LAPAN menjelaskan bahwa benda ini tidak dapat diamati baik dari segi magnitudo maupun ukuran, sehingga benda ini tidak berbahaya.

Kejadian serupa pun pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2018 silam, tepatnya pada tanggal 13 Mei 2018 dan jaraknya waktu itu lebih dekat ke bumi, yaitu 831.672km dan alhamdulillah tidak ada kejadian benturan pada 2018 yang lalu. Jadi, ini adalah fase yang kedua Asteroid 2016 HP6 mendekati bumi dan jaraknya justru semakin jauh, melebihi jaraknya bulan ke bumi yang setiap hari mengelilingi bumi.  
Lagi pula, maraknya isu ini hanya ada di Indonesia, karena di media asing manapun tidak ada yang memberitakan akan kejadian ini terlebih lagi NASA yang mempunyai teknologi yang paling canggih saat ini. 

Oleh karena itu, tidak ada lagi yang perlu kita khawatirkan akan ada benturan benda langit ke bumi ya...

Persoalan berikutnya, mengenai 15 Ramadhan yang diisukan akan terjadi dukhan dan semacamnya.

Sebelumnya kita akan bahas sedikit, apa itu dukhan?

Banyak ulama menyebutkan bahwa dukhan merupakan salah satu dari tanda-tanda kiamat akan tiba. Dukhan adalah kabut atau asap nyata yang turun dari langit yang akan menutupi bumi dan berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Sebagaimana tertuang dalam Al Quran surah ke 44 yaitu QS. Ad Dukhan yang dapat kita baca pada mushaf kita masing-masing.

Hadits yang dikaitkan dengan fenomena asteroid yang mendekati bumi pada Jumat, 8 Mei 2020 ini adalah sebuah hadits dalam kitab Al-Fitan yang diriwayatkan oleh Nu'aim bin Hammad pada halaman 228, hadits no 638 yang berbunyi:

إِذَا كَانَتْ صَيْحَةٌ فِي رَمَضَانَ فَإِنَّهُ يَكُونُ مَعْمَعَةٌ فِي شَوَّالٍ، وَتَمْيِيزُ الْقَبَائِلِ فِي ذِيِ الْقَعْدَةِ، وَتُسْفَكُ الدِّمَاءُ فِي ذِيِ الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمِ، وَمَا الْمُحَرَّمُ» ، يَقُولُهَا ثَلَاثًا، «هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ، يُقْتَلُ النَّاسُ فِيهَا هَرْجًا هَرْجًا» قَال َ: قُلْنَا : وَمَا الصَّيْحَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : ” هَدَّةٌ فِي النِّصْفِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ جُمُعَةٍ، فَتَكُونُ هَدَّةٌ تُوقِظُ النَّائِمَ، وَتُقْعِدُ الْقَائِمَ، وَتُخْرِجُ الْعَوَاتِقَ مِنْ خُدُورِهِنَّ، فِي لَيْلَةِ جُمُعَةٍ، فِي سَنَةٍ كَثِيرَةِ الزَّلَازِلِ، فَإِذَا صَلَّيْتُمُ الْفَجْرَ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَادْخُلُوا بُيُوتَكُمْ، وَاغْلِقُوا أَبْوَابَكُمْ، وَسُدُّوا كُوَاكُمْ، وَدِثِّرُوا أَنْفُسَكُمْ، وَسُدُّوا آذَانَكُمْ، فَإِذَا حَسَسْتُمْ بِالصَّيْحَةِ فَخِرُّوا لِلَّهِ سُجَّدًا، وَقُولُوا : سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، رَبُّنَا الْقُدُّوسُ، فَإِنَّ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ نَجَا، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ هَلَكَ “ 

Yang artinya adalah:  
"Bila terdengar suara dahsyat terjadi pada bulan Ramadhan, maka akan terjadi suatu huru-hara pada bulan Syawal, semua suku akan saling berselisih pada bulan Dzulqa'dah, pertumpahan darah terjadi pada bulan Dzulhijjah dan Muharram, dan apa itu Muharram? "Pada bulan itu banyak manusia yang terbunuh." Rasulullah sampai mengulangnya tiga kali.  Para sahabat pun bertanya, "Suara dahsyat apa itu, Rasul?"  Rasulullah menjawab, "Suara keras yang terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan, yaitu tepatnya malam Jumat, itu suara dahsyat yang nanti akan mengagetkan orang-orang yang sedang tertidur, membuat orang yang berdiri menjadi duduk, para wanita terhempas keluar dari kamarnya.  Pada malam Jumat di tahun tersebut banyak terjadi gempa bumi, jika kalian telah melaksanakan salat Subuh di hari Jumatnya, maka masuklah ke dalam rumah, kunci pintu rumah, tutup lubang-lubangnya, lindungi diri kalian dengan selimut, tutuplah telinga kalian.  Jika kalian merasakan suara dahsyat, maka agungkanlah Allah dengan bersujud, dan berdoa Subhanal Quddus, Subhanal Quddus, Rabbunal Quddus. Orang yang melakukan hal tersebut itu akan selamat, dan yang tidak melakukannya akan celaka." 

Dari hadits tersebut memunculkan asumsi terjadi pada tahun ini karena pertengahan Ramadhan tepatnya 15 Ramadhan 1441H bertepatan pada hari Jumat yang mana juga terdapat asteroid yang mendekati bumi (yang jaraknya 4,3 kali lipat dari jarak bulan ke bumi)

Lalu bagaimana sanad akan hadits tersebut?

Pada awal kitab biasanya terdapat ulasan dari beberapa imam atau ahli hadits mengenai isi hadits dari kitab yang ditulis. Pada jilid awal kitab tersebut dijelaskan bahwa hadits-hadits di dalamnya itu bisa dibilang mengingkari atau berbeda dengan imam atau ahli hadits yang lebih populer dan otoritatif, sehingga hadits tersebut menyelisihi riwayat lain. 
Oleh karena itu, hadits yang menyelisihi ini alangkah baiknya diabaikan saja karena tidak bisa dijadikan hujjah (dalil).
Selain itu, ditemukan pula bahwa hadits tersebut merupakan rangkaian suatu bab yang membahas mengenai jatuhnya Kekhalifahan Abbasiyah yang mana pada masa itu pernah terjadi suatu pekikan atau dentuman besar. 

Jadi sebenarnya hadits tersebut tidak bisa dijadikan landasan karena tidak ada kaitan sama sekali dengan masalah dukhan atau kiamat sekalipun.

Kesimpulannya:

1. Berdasarkan informasi dari LAPAN tidak ada kejadian benturan asteroid karena benda langit tersebut jaraknya sangat jauh, sehingga tidak berbahaya.
2. Hadits yang diklaim akan terjadi Dukhan di 15 Ramadhan, ternyata tidak ada kaitannya karena sebenarnya membahas tentang jatuhnya Bani Abbas.
3. Riwayat hadits yang diambil dari kitab Al Fitan tersebut menyelisihi riwayat lain, maka diabaikan saja.

Alangkah baiknya, kita sebagai umat muslim saat mendapat kabar atau isu yang beredar, tidak langsung panik atau langsung menyebarkannya kembali. Berikut kaidah ilmu selekti dalam ajaran Islam:

1. Seluruh Aktivitas Punya Dasar Ilmu

QS. Al-Isra' ayat 36

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.

2. Orang yang beriman wajib mengecek kebenaran informasi yang didapat

QS. Al-Hujarat ayat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.

3. Jika punya persoalan atau mencari informasi cepat tanyakan ke pakarnya

QS. An-Nahl ayat 43

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ ۚ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,

Semoga 3 langkah ini bisa kita jadikan pedoman untuk menjalani kehidupan saat ini dimana banyak hoaks yang beredar melalui media daring, yang justru membuat resah dan panik. 
Rasa panik dan ketakutan juga bisa kita jadikan tolok ukur sejauh mana tingkat keimanan kita.

Terakhir,
Kita tidak perlu memikirkan kapan kiamat terjadi (karena pasti akan tetap terjadi)

QS. Luqmān : 34

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.

Karena sesungguhnya kematian pun merupakan salah satu kiamat sugra yang bisa terjadi kapan saja tanpa ada pemberitahuan sama sekali.
Jadi, yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana amal kita untuk bekal ke akhirat nanti. Mari terus memperbaiki diri, memperbanyak ilmu, dan terus menebarkan manfaat agar bisa menjadi amal jariyah kelak..aamiin

Akhir kata, wassalamualaikum.


4 Langkah Mendidik Bayi ala Rasulullah



Assalamualaikum sahabat,

Tulisan kali ini mungkin akan sedikit berbeda ya, karena biasanya hanya tulisan yang base of experience ajah. Nah kali ini aku mau share tentang buku yang lagi aku baca nih, judulnya “Prophetic Parenting, Cara Nabi Shallallahu’alayhi wa Sallam Mendidik Anak” dimana isinya penting banget karena dewasa ini orang-orang muslim lebih banyak mengadopsi gaya barat dan masih ada yang melakukan hal-hal yang berbau adat atau tradisi keluarga masing-masing. Padahal sebagai orang muslim sudah seharusnya kita meneladani ajaran Rasulullah, terutama dalam mendidik anak kita. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS. al-Ahzab:21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."


Ini dia penampakan bukunya.

Di dalam buku ini ada 19 bab yang membahas dengan sangat lengkap dan detail dari awal mula bagaimana seharusnya menemukan pasangan hidup hingga mengarahkan kecenderungan seksual anak.

Tapi disini akan dibedah satu Bahasan terlebih dahulu ya, yang mana saat ini masih banyak yang salah kaprah dalam menjalankannya. Bahasan apakah itu?

Mendidik Bayi pada Hari ke Tujuh Kelahiran


1. Memberikan Nama Bayi

Dalam memberikan nama untuk buah hati tercinta, pasti kita akan memikirkan matang-matang jauh sebelum bayi ini lahir, biasanya sih saat udah tau gender si jabang bayi ini apa. Itupun kita tetap akan mempersiapkan dua nama (untuk laki-laki dan perempuan) karena hasil USG pun belum 100% akurat. Begitu bayi lahir, jadi bisa langsung launching nama anak kita untuk kebutuhan data rumah sakit. Itupun kadang masih belum fix nama anak kita karena pergulatan antara bapak ibu nya atau bahkan ada nama request dari eyang2nya...😬😬

Yang pasti, kita akan mempersiapkan nama yang terbaik, dengan harapan nama yang diberikan bisa menjadi doa untuk anak kita. Akan tetapi, belum lama ini sempat viral adanya banyak nama-nama yang tidak lazim dan cukup menggelitik. Dimana atas ketidakpahaman dan ketidakbijakan orang tua, anak yang justru menanggung beban nama itu.
Selain itu, kebanyakan anak-anak milenial saat ini mempunyai nama yang kebarat-baratan dimana namanya begitu sulit diucapkan karena berbeda antara tulisan dan pelafalannya.

Oleh karena itu, disini saya akan share bagaimana memilih nama yang baik untuk anak kita.

Ada tiga pilihan yang diberikan menurut Imam Al- Mawardi:

• Diambil dari nama orang-orang yang berpegang teguh pada agama, seperti para nabi dan rasul serta orang-orang saleh. Dan nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa’i dari Abu Wahb al-Jusysyami:
Rasulullah Shallallahu’alayhi wa Sallam bersabda, “Pakailah nama-nama para Nabi. Nama yang palng dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman. Nama yang paling jujur adalah Harits (orang yang memiliki keinginan) dan Hammam (orang yang memiliki cita-cita). Nama yang paling buruk adalah Harb (perang) dan Murrah (pahit).”

• Nama yang diberikan memiliki jumlah huruf yang sedikit, ringan di lidah, mudah diucapkan dan gampang didengar.

• Nama yang diberikan memiliki makna yang baik dan sesuai dengan si pemilik nama serta sesui dengan status sosialnya dalam masyarakat.

2. Mencukur rambut

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq:
Rasulullah Shallallahu’alayhi wa Sallam bersabda kepada Fatimah setelah dia melahirkan Hasan, “Hai Fatimah, cukurlah habis rambutnya dan bersedekahlah perak seberat hasil timbangan rambut itu.”

Hal ini dilakukan sebagai wujud syukur atas kenikmatan berpindahnya masa janin menjadi masa bayi. Dan bentuk syukur yang paling baik yaitu dengan bersedekah. Pertimbangan menggunakan perak dikarenakan harga emas yang terlalu tinggi sehingga tidak mungkin dilakukan selain oleh orang kaya. Sementara benda lainnya tidak akan bernilai tinggi apabila disedekahkan seberat rambut bayi.

Nah seringkali saya jumpai, bahwa orang tua saat ini tidak melakukan cukur rambut sang bayi dengan berbagai argumen. Yang saya alami sendiri waktu dulu mau mencukur rambut anak saya, sempat dilarang oleh mertua karena takut si bayi kedinginan karena ga punya rambut lagi, padahal ada topi atau penutup kepala lain yang bisa untuk menghangatkannya. Belum lagi argumen lain, yang merasa sayang dengan rambut si bayi yang udah lebat sejak lahir jadi merasa takut kalo rambutnya susah tumbuh ke depannya.
Padahal jika kita mengikuti sunnah Rasulullah pasti akan ada dampak positif baik dari segi kesehatan dan bisa menjadi tabungan amalan shalih di sisi Allah.

3. Aqiqah

Aqiqah dilakukan sebagai pemberitahuan tentang garis keturunan dengan cara yang baik agar tidak sampai timbul fitnah yang tidak dikehendaki. Ketentuannya, untuk anak lak-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Aqiqah diakukan diawal kelahiran sebagai penyerahan si anak di jalan Allah sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim'alayhissalam. Sebagai upaya untuk mendekatkan si bayi kepada Allah di waktu-waktu pertama bersentuhan dengan kehidupan dunia.
Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dan adh-Dhya’ dari Buraidah radhiyallahu’ahu yang diriwayatkan secara mafu’: “Kambing aqiqah disembelih pada hari ketujuh, atau ke empat belas, atau hari ke dua puluh satu.”

Pasti pembaca disini sudah paham betul makna aqiqah sehingga banyak masyarakat muslim yang melakukannya selang beberapa hari dari kelahiran. Biasanya acara aqiqah ini dilakukan bebarengan dengan cukur rambut si bayi. Yang perlu ditekankan disini adalah niat kita saat melakukan aqiqah adalah semata-mata untuk mendapat ridha Allah Subhanallahu wa ta’ala bukan perayaan acara aqiqahnya.

4. Khitan

Diriwayatkan oleh Ahmad dari Syaddad bin Aus radhiyallahu'anhu: Nabi Shallallahu’alayhi wa Sallam bersabda, “Khitan adalah sunnah bagi laki-laki dan penghormatan bagi wanita.”

Demikianlah kita dapati perhatian besar yang diberikan oleh Islam dalam masalah khitan bagi anak laki-laki dan perempuan. Hal ini bisa dilakukan mulai dari hari ketujuh kelahiran. Hal ini berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh al Baihaqi dari Jabir radhiyallahu’anhu, dia katakan: “Rasulullah Shalallahu’alayhi wa Sallam melakukan aqiqah Hasan dan Al Husain, dan mengkhitan merekan berdua pada hari ketujuh.”
Ibnu Juzzi mengatakan, "Makruh hukumnya mengkhitan pada hari pertama kelahiran, karena itu merupakan perilaku kaum Yahudi."

Nah ini dia yang masih jarang dilakukan masyarakat saat ini, dimana kebanyakan mereka mengkhitan anak lelaki mereka saat sudah menduduki bangku SD. Padahal jika dikhitan saat bayi, banyak manfaat yang bisa diperoleh dimana anak akan terhindar dari penyakit yang biasa menyerang bayi seperti phimosis (melekatnya kulup penis) atau ISK (infeksi saluran kemih). Selain itu, setelah dikhitan akan lebih mudah dibersihkan saat anak selesai buang air.
Pastikan sebelum melakukan khitan, bayi dalam keadaan sehat yang bisa dipastikan melalui konsultasi dengan dokter.
Yang ingin lebih paham apa itu Fimosis dan bagaimana penanganan khitan pada bayi bisa mampir disini  yaa...

Sekian dulu bahasan kali ini ya, insya Allah bisa membahas bahasan lain dari buku ini yang tidak kalah penting juga...

Wassalam.