Tampilkan postingan dengan label Learning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Learning. Tampilkan semua postingan

4 Kunci Bahagia Dunia dan Akhirat


بسم الله الرحمن الرحيم 



Assalamualaikum sahabat semua,

Bagaimana suasana hati hari ini? Bahagia atau nestapa? Senang atau kecewa?
Jawabannya ada di dalam hati kita, karena bahagia kita sendiri yang ciptakan.
Gimana nih caranya?
Mengutip dari kajian Aa.Gym beberapa waktu yang lalu, bahwa dalam menjalani kehidupan ini pasti akan diberikan ujian untuk tiket kita menuju akhirat yang kekal.
Lalu bagaimana agar bisa selamat di dunia dan juga di akhirat?



Disini saya akan rangkum dalam 4 cara
1. Ikhlas
Kata yang mudah diucapkan tapi tidak sesederhana itu dalam menjalankannya. Sebagaimana Surat Al Ikhlas dimana tidak ada kata ikhlas sedikitpun dalam bacaannya.
Karena jika benar-benar ikhlas apa yang kita lakukan tidak akan diungkit atau dibahas lagi.
Sebagai manusia kita diperintahkan untuk selalu berbuat baik, lakukan lah dengan ikhlas semata-mata untuk mencari ridha dan keberkahan dari Allah Subhanallahi wa ta'ala. 
QS.Gafir : 65

هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۗ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dialah yang hidup kekal, tidak ada Tuhan selain Dia; maka sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.

2. Taubat 
Kita sebagai manusia biasa tidak akan luput dari kesalahan karena kita bukan malaikat yang selalu lurus di jalan Allah. Tapi sebagai manusia yang baik, ketika melakukan kesalahan atau kekhilafan hendaknya langsung bertaubat dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut lagi.
Karena 1 kemaksiatan yang kita perbuat akan menjadi setitik noda hitam di hati yang jika dibiarkan saja lama kelamaan akan menutupi hati dan menjadikan kerasnya hati.
QS. An-Nisā : 17

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

3. Syukur
Kunci bahagia yang terpenting adalah bersyukur. Dengan bersyukur kita tidak akan menjadi kufur nikmat atas kenikmatan yang begitu banyaknya diberikan oleh Allah.
Semakin kita bersyukur maka akan semakin nikmat apa-apa yang kita miliki. Apapun kondisinya selalu berusaha untuk berpikir positif atas apa yang terjadi. Selalu ingat orang- orang yang ada dibawah kita. Jangan sampai kita baru menyadari kenikmatan yang diberikan Allah saat kenikmatan itu sudah hilang. Naudzubillah...
QS.Ibrāhim : 7

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."

4. Sabar
Hidup adalah tempatnya diuji, tidak ada satu orang pun di bumi ini yang tidak mendapat ujian. Layaknya anak sekolah, untuk naik kelas perlu ujian terlebih dahulu, begitu pula dengan manusia yang membutuhkan bekal untuk di akhirat. Karena dengan ujian itu, bisa menjadi penghapus dosa jika kita bisa menjalaninya dengan penuh kesabaran.
QS.Muhammad : 31

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ

Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu. 

Demikian kunci bahagia dunia dan akhirat, semoga kita semua dimudahkan Allah untuk bisa slalu memiliki 4sikap tersebut dalam menjalani kehidupan ini..
Aamiin ya rabbal'alaamiin 

Problem Solving by Quran

بسم الله الر حمن الر حين



Assalamualaikum sahabat,

Ada pepatah bilang "Hidup itu penuh ujian"
Ya namanya juga hidup memang tempatnya diuji, anak sekolah pun ada ujiannya biar bisa naik kelas dan lanjut ke pendidikan yang lebih tinggi.
Sebagaimana firman Allah Subhanallahi wa ta'ala:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami." (QS.Al-Anbiyā : 35)

Setiap manusia memiliki ujian masing-masing sesuai dengan kemampuannya. Jadikan ujian tersebut sebagai jalan ke surga, dengan cara bersabar.


Ada 4 masalah pokok yang terjadi dalam kehidupan manusia.
1. Ujian melalui Syahwat
Syahwat ini bisa berbagai macam, tidak hanya syahwat lawan jenis yang biasanya ujian untuk para lelaki, tetapi juga termasuk syahwat atau nafsu makan yang berlebih, nafsu shopping yang tidak perlu, bahkan nafsu ghibah (nggosip) yang biasanya jadi rutinitas harian para ibu-ibu.
Masalah ini ada dalam QS.Maryam : 59

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

"Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan salat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat,".

Yuk, sama-sama cek n ricek bagaimana shalat kita, sudah khusyuk kah belum? Karena kekhhusyukan shalat kita akan berpengaruh dengan kepribadian diri kita. Jika kita bisa khusyuk dalam shalat maka kita akan terhindar atau akan disulitkan dari perbuatan-perbuatan yang tidak disukai Allah Subhanallahi wa ta'ala.

2. Ujian melalui Kesombongan Diri
Jika hati keras menjadikan lupa diri dan sombong, periksa bagaimana hubungan kita dengan orang tua kita, terutama dengan Ibu.
Sesuai firman Allah Subhanallahi wa ta'ala dalam QS.Maryam : 32

وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا

"dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka."

Yuk, mulai sekarang sering ajak ngobrol Ibu kita. Selagi beliau masih ada, selalu berusaha membahagiakan dan menyenangkan hatinya. Jika terpisah jarak, sering-seringlah menanyakan kabarnya, bisa via telepon atau melalui pesan singkat. Jika kita sudah menikah, tidak ada salahnya memperbaiki hubungan dengan Ibu mertua kita juga.

3. Ujian melalui Tekanan Batin atau Depresi
Jika kita merasa selalu tertekan atau tidak mudah menerima keadaan di sekitar kita, langsung periksa bagaimana hubungan kita dengan Al Quran dan perbanyaklah dzikir.

QS.Ṭāhā : 124

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta."

Sudah berapa lama musaf Al Quran yang kita miliki tidak tersentuh? Yuk ambil wudhu dan rutinkan baca Al Quran, paksa diri ini untuk membaca setiap hari. Jika tidak bisa 1 juz, bisa setengah juz. Jika belum bisa, bisa 1 lembar. Jika belum kuat juga, bisa 1 halaman. Karena 1 huruf Al Quran yang kita baca akan mendapat 10 kebaikan. Nah, semakin banyak bacaan Al Quran yang kita baca, insya Allah semakin banyak pula kebaikan yang kita dapatkan dan hati pun menjadi lebih tenang.

4. Ujian melalui Kebimbangan Hati
Jika kita tidak kokoh dan kuat dalam kebenaran agama kita, maka segera periksa bagaimana pelaksanaan terhadap nasihat atau ilmu yang didengar atau didapatkan.
QS.An-Nisā : 66

وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِنْ دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا

"Dan sekalipun telah Kami perintahkan kepada mereka, "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu," ternyata mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah yang diberikan, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),"

Mungkin selama ini banyak hal atau ilmu agama yang belum kita ketahui karena keterbatasan satu atau lain hal. Nah, begitu kita mendapat ilmu atau nasihat yang mengajak ke kebaikan alangkah baiknya segera dilaksanakan dan bertaubat atas kesalahan yang pernah dilakukan.

Demikian 4 masalah yang banyak terjadi dalam kehidupan manusia. Semoga kita bisa terus memperbaiki ibadah kita, memperbanyak interaksi dengan Al Quran dan slalu berdzikir, memperbaiki hubungan dengan orang tua khususnya Ibu kita, dan segera melaksanakan ilmu atau nasihat yang kita dapatkan.
Aamiin.


(Intisari materi kajian offline Bengkel Diri Jabodetabek by Ummu Balqis)

#problemsolving #masalahkehidupan #quran #bengkeldiri #byummubalqis




Benahi Diri dengan Bengkel Diri



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Berawal dari baca quote bijak yang banyak di-like teman-teman di Instagram, baca captionnya selalu membuat hati ini tergugah untuk mengiyakan argumen-argumennya. Langsung saja saat itu autofollow akun IGnya dan stalking feed plus bionya. Yaa, siapa lagi kalau bukan Ummu Balqis, influencer yang selalu menyentil masalah akidah, yang sangat menginspirasi dan multitalent karena bukan sekedar influencer plus entrepreneur saja, tetapi juga founder sekolah online yang bernama Bengkel Diri.
Dari namanya saja sudah cukup menggelitik hati saya saat itu, seperti tersadar "hmmm... iya yaa, jiwa ini kayaknya perlu dimasukin ke bengkel deh.."😆😆

Akhirnya, saya pun cerita ke suami untuk minta ijin daftar kuliah bengkel diri tersebut. Justru suami saya yang lebih penasaran dan mencari tau seluk beluk program kuliah ini karena tidak ingin istrinya salah mendapatkan ilmu. Padahal waktu itu saya sudah mantap saja mendaftar tanpa pikir panjang dan "lupa diri" bahwa saat itu saya masih sering kewalahan dengan aktifitas dirumah sebagai newbe Full Mommy di kota perantauan yang jauh dari sanak keluarga.

Mungkin itulah yang namanya hidayah Allah Subhanallahi wa ta'ala, karena jujur saja saya ini minim ilmu agama. Dan saya ikut kuliah ini sebagai salah satu usaha saya untuk upgrade diri agar bisa menjadi muslimah yang lebih bermanfaat untuk agama dan keluarga kecil saya. Yang ada dipikiran saya saat itu, saya ingin menjadi teladan yang baik agar anak saya kedepannya menjadi generasi Islami yang hebat. آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ 




Singkat cerita,
27 Maret 2019 adalah hari pertama kuliah saya waktu itu yang diisi dengan orientasi kelas. Dengan hati berdebar-debar siap membongkar diri untuk dibenahi melalui kuliah Bengkel Diri ini. 
Kuliah berlangsung selama 2 bulan dengan 20 materi yang berimbang antara ilmu agama dan skill dunia. Selain itu, diberikan juga materi tahsin yang membuat tersadar bahwa selama ini bacaan Quran saya masih berantakan 🙈.
Materi kuliah diberikan dalam bentuk slide dan voice note yang dikirimkan melalui Whats Apps Group yang dibagi dalam beberapa kelas. Masing-masing kelas memiliki wali kelas sebagai moderator dalam sesi tanya jawab dan juga sangat perhatian dalam menyemangati kita untuk mengerjakan tugas yang diberikan. Awalnya sempat shock dengan tugas harian yang diberikan karena saya masih sering kewalahan dengan tugas domestik bersama si kecil yang saat itu masih berumur 16bulan yang sedang sangat aktif dan minta full perhatian. Tapi dengan niat yang lurus dan semangat serta bantuan dari suami, jadi yakin bisa mengerjakan tugas harian dan tugas materi yang diberikan.
Setelah mengikuti kuliah Bengkel Diri, banyak perubahan besar dalam diri baik dari segi ibadah maupun aktivitas keseharian saya. Saya yang dulu amat sangat moody, sekarang menjadi lebih bisa mengontrol emosi dan mood saat anak cranky atau saat ada masalah. Saya jadi suka mendengarkan kajian di Youtube daripada mendengar lagu-lagu yang sedang hits. Saya jadi selalu merasa haus ilmu dan jadi mulai rajin membaca buku berbobot daripada membaca novel. Dan masih banyak hal positif lainnya, dimana suami pun merasakan perubahannya, sehingga menyemangati saya untuk segera lanjut ke level 2 saat saya selesai kuliah di level 1 waktu itu.
Dan selang beberapa bulan, saat kuliah Level 2 dibuka kembali untuk angkatan 4, saya pun mendaftar dan perkuliahan baru saja selesai per tanggal 24 November 2019 yang lalu..

Oleh karena itu, saya juga ingin banyak teman-teman yang lain bisa ikut kuliah Bengkel Diri ini agar hidup kita akan lebih bermanfaat di dunia dan mempunyai bekal untuk di akhirat nanti.
Karena Kuliah Bengkel Diri ini memberikan ilmu yang berimbang antara dunia dan akhirat dengan materi yang sangat lengkap, mulai dari akidah, manajemen waktu dan emosi, manajemen komunikasi dan juga ilmu parenting. Selain itu juga diberikan materi dalam pengembangan diri seperti ilmu bisnis, fotografi, dan kelas jurnalistik. Bahkan di level 2 ada Kelas Psikologi dan Fiqih Keluarga.
Mengenai tugas harian, berisi laporan amalan harian kita sehari-hari yang dikirimkan ke wali kelas masing-masing. Amalan harian yang dilakukan seperti shalat wajib dan shalat sunnah, baca Al Quran, dzikir pagi dan petang, ukhuwah dan dakwah, serta mengikuti kajian online atau offline.
Tugas harian ini benar-benar menjadi trigger tersendiri untuk saya untuk memperbanyak amalan harian yang sebelumnya jarang saya lakukan. Sehingga saat kuliah selesai, kita masih terbiasa dengan rutinitas amalan harian tersebut.

Blog ini pun sebagai bukti nyata perubahan dalam diri, atas tugas yang diberikan dalam materi Blogging Kelas Jurnalistik. Semoga dengan adanya komunitas blogger Bengkel Diri ini, saya jadi terus bersemangat untuk menulis sesuatu yang bermanfaat melalui blog ini sebagai bentuk dakwah untuk mendapat ridha Allah Subhanallahi wa ta'ala.
آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ


Wassalam.