Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan

Manajemen Pengelolaan Homeschooling


 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه



Mengingat sistem pengajaran saat ini yang masih menjalankan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), dikarenakan pandemi yang masih belum berakhir. Adakah disini yang sudah mulai ingin beralih ke homeschooling?
Bahkan ada wacana yang menyebutkan bahwa PJJ akan berlangsung hingga bulan Januari tahun depan. Sungguh miris rasanya, terlebih banyak pro dan kontra mengenai sistem pengajaran daring selama pandemi ini. Banyak kendala dan kesulitan bagi siswa maupun orang tua dalam mendampingi anaknya, mulai dari kurangnya fasilitas yang dimiliki, seperti gawai dan koneksi internet yan membutuhkan banyak kuota sehingga mereka harus merogoh kocek lebih banyak dalam situasi yang sedang sulit seperti ini.

Sehingga tak sedikit yang mulai melirik metode homeschooling untuk Pendidikan anak mereka. Disini saya tidak sedang mempromosikan homeschooling dari pihak manapun yaa, sebagai pelaku homeschooling pun tidak belum. Hanya sedang mempelajari dan ingin berbagi sedikit seluk beluk pengajaran homeschooling yang siapa tau bisa memberikan gambaran yang lebih untuk para pembaca disini.
 

Belum lama ini sengaja meluangkan waktu, tenaga dan biaya untuk mempelajari ilmu dalam mendidik anak dalam Kelas Online Bengkel Diri Siap Mendidik, yang sayang banget kalau apa yang saya dapatkan saya simpan sendiri dalam ingatan dan coretan tulisan saja. Nah, salah satu pengisi yang memang sudah expert sekaligus pelaku dari homeschooling adalah Ibu Karina Hakman atau lebih akrab disapa Teh Karin.

Jadi langsung aja yaa, kita mulai dari persiapan awal terlebih dahulu, khususnya untuk pemula (sambil tunjuk diri sendiri).

Manajemen Pengelolaan Homeschooling untuk Pemula


Teh Karin sendiri mengingatkan di awal pertemuan, bahwa panduan ini bukanlah suatu hal yang mutlak. Jadi, bukan suatu patokan yang harus dilakukan sama persis, hanya sebagai guideline agar kita tidak bingung dan bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan diri kita masing-masing. Langsung aja ya...

Checklist Pra Homeschooling

  • Ruang ramah anak
Source:freepik

Usahakan siapkan ruang yang terpisah antara ruangan tenang untuk membaca dan ruang bermain. Jika memiliki rumah yang luas, sediakan ruang salat tersendiri di dalam rumah. Selain itu berikan fasilitas yang memudahkan anak mengakses sendiri apa-apa yang ia perlukan agar anak menjadi mandiri dan punya gagasan sendiri.
  • Rough Trial Schedule Ready (Jadwal Kasar)

Atur jadwal agar tidak bertabrakan dengan waktu salat, waktu orang tua untuk melakukan pekerjaannya, dan sesuaikan juga dengan jadwal anak kita lainnya (jika anak lebih dari satu).
  • Rough Short Term Curriculum Ready
Tidak perlu langsung membuat kurikulum untuk 1 tahun, tetapi kita bisa mulai buat secara garis besar terlebih dahulu untuk skala mingguan. 
  • Bahan Ajar
Source:freepik

Persiapkan terlebih dahulu bahan ajar yang akan digunakan. Baik berupa buku, catatan, printable, alat peraga, permainan edukasi, atau bahkan dengan DIY kreativitas sesuai dengan kebutuhan atau passion.
Yang butuh ide-ide DIY untuk toddler bisa langsung mampir disini yaa..

  • Pengajar dan support system
Kita sebagai orang tua bisa menjadi pengajar jika dirasa berkompeten dan mumpuni dalam mengajar anak kita. Tapi kita bisa juga menggunakan pengajar dari luar untuk materi-materi tertentu atau bahkan secara keseluruhan. Kelola juga adakah yang bisa kita minta bantuannya dalam kegiatan mengajar dirumah, baik itu suami, orang tua, saudara si anak, atau bahkan ART untuk pendelegasian tugas domestik.

Pengelolaan teknis harian untuk beberapa pekan pertama

1. Merekam perkembangan belajar anak
  • Observasi pelaksanaan homeschooling dengan optimal dan lapang dada
    Cari tau gaya belajar dan modaliti anak dalam belajar agar kita lebih mudah dalam memilih metode pengajaran yang tepat untuknya.
  • Fokus pada progres belajar bukan pada hasil
    Terkadang kita lupa diri dan terlalu fokus pada hasil yang ingin anak kita capai, padahal ada yang lebih penting dari sebuah hasil yaitu proses. Kita upayakan semaksimal mungkin segala usaha dan biarkan anak melewati setiap proses tersebut dan kita amati bagaimana progresnya, urusan hasil kita serahkan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
  • Catat hal-hal yang penting (terutama untuk ibu yang pelupa)
    Banyaknya pekerjaan domestik atau pikiran yang harus dipikul seorang Ibu, bisa membuat kita menjadi sering lupa. Lebih baik buat catatan mengenai kurang atau lebihnya proses pengajaran kita, agar lebih mudah dalam menyusun kurikulum periode berikutnya.
  • Evaluasi dan follow up sesuai kebutuhan
    Dari catatan yang kita buat, bisa kita jadikan bahan evaluasi yang kelak akan menjadi guideline dalam menentukan metode atau kurikulum pengajaran yang lebih pas.
2. Merespon kebutuhan belajar anak
  • Saat anak memanggil atau menanyakan sesuatu, hendaknya kita tanggapi secepatnya. Jangan sepelekan anak saat berbicara atau memanggil kita, segera jawab dan perhatikan anak kita agar anak merasa diperhatikan dan keingintahuannya bisa terpenuhi.
  • Mengoptimalkan sesi tanya jawab dan waktu anak meminta "belajar"
    Terkadang ada moment tertentu dimana anak yang dengan sendirinya meminta untuk belajar sesuatu, gunakan kesempatan tersebut dan jangan sia-siakan dengan menjawab "nanti". Hal ini akan memutus semangat belajarnya, begitu pula saat anak dengan polos melontarkan berbagai pertanyaan kepada kita usahakan jawab dengan penuh perhatian dan penuh makna. Dari sesi tanya jawab yang spontan inilah kita dapat menanamkan atau mengajarkan banyak hal ke anak.
  • Melatih on off kerja karena interupsi dari anak
    Tidak hanya untuk ibu pekerja kantoran atau yang bekerja online di rumah, sebagai full time mom yang memiliki tugas domestik pun hendaknya membiasakan diri untuk bisa berhenti sejenak saat anak membutuhkan kita, dan bisa melanjutkan kembali saat anak sudah terpenuhi kebutuhannya.
    Bertahap mengajarkan anak tentang tanggung jawab orangtua selain mengaja.

Pengelolaan teknis berkala

  1. Bertahap dalam menerapkan rutinitas yang ingin dibangun jangan langsung semua diajarkan 
  2. Bertahap mengajarkan anak tentang tanggung jawab terhadap kelas belajarnya seiring dengan bertambahnya usia sang anak, seperti membereskan mainan sendiri, membuat jadwal sendir.
  3. Bertahap mengajarkan anak belajar secara mandiri
    Latih dengan kebiasaan kecil terlebih dahulu dan lakukan secara konsisten
  4. Monitoring dan evaluasi pekanan
    Pentingnya membuat evaluasi atau catatan pribadi sebagai track record yang bisa kita jadikan untuk bahan belajar kita, karena seringnya ada yang terlupa.
  5. Prepare and reprepare, dari hasil evaluasi untuk pekan selanjutnya.
    Kuncinya konsisten dan istiqomah karena sangat berbeda hasil dan perubahannya dalam harian antara prepare dengan tidak.

Antara homeschooling dan aktivitas orang tua

Hal ini yang paling membuat para ibu merasa tidak belum sanggup melakukan homeschooling. Banyak yang merasa bahwa pekerjaan domestik saja tiada akhir, bagaimana kalau ditambah dengan homeschooling?
Tenang ya Moms, semua pasti ada solusinya...yang perlu kita lakukan adalah:
  • Mengintegrasikan materi ajar anak dalam aktivitas orang tua
    Salah satu kelebihan dari homeschooling adlah kita tidak terpatuk waktu dan tidak melulu belajar harus duduk manis dimeja belajar. Sembari berkegiatan pun kita bisa mengajarkan banyak hal ke anak kita. Sebagai contoh, saat kita memasak dan anak ingin ikut terlibat di dalamnya, kita bisa mengajarkan tauhid bahwa Allah yang menciptakan ikan atau ayam yang akan kita makan. Lalu juga mengajarkan jenis-jenis bahan makanan (umbi, sayur, atau biji-bijian) dan juga kita bisa mengajarkannya berhitung.
  • Atur pekerjaan yang bisa dikerjakan sembari mendampingi anak dan pekerjaan yang memang memerlukan waktu sendiri
  • Pelajari siklus belajar anak Kapan belajar mandiri dan kapan perlu pendampingan
  • Bertahap mengajarkan anak tentang tanggung jawab orang tua
  • Delegasikan tugas kepada support system yang ada

Hectic schedule time management

Saat stress melanda, karena banyaknya pekerjaan atau pikiran yang sedang kalut entah yang disebabkan satu atau lain hal, baiknya lakukan hal-hal dibawah ini yaa..
  • Berhenti sejenak lepaskan semua schedule, ambil wudhu dan salat 2 rakaat agar pikiran kembali tenang
  • Cek kembali to do list kita dan anak-anak 
  • Pilih dan tentukan yang prioritas terlebih dahulu
  • Lakukan apa yang bisa dilakukan saat itu juga
  • Pada malam harinya, susun ulang jadwal untuk besok 
  • Bersyukur, bersabar dan tawakal

Pada dasarnya, apapun yang kita kerjakan pasti akan ada tantangan dan cobaan dalam menjalaninya, terlebih lagi dalam mendidik anak yang memang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita sebagai orangtua.
Luruskan niat, terus bersemangat dan latih teris kesabaran kita. Semoga Allah senantiasa menggenggam hati kita agar selalu ingat dan istiqomah di jalanNya..
Aamiin.



4 Hal yang Perlu Dipahami dalam Menjalani Homeschooling

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم 

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه




Apa kabar ni sobat onlineku?
Masih ingin membahas masalah homeschooling nih, ternyata banyak juga yang tertarik dan ingin tahu lebih dalam mengenai homeschooling. Tapi ada juga yang masih bingung mengenai pembahasan legalitas atau cara untuk mendapatkan ijazah yang sebetulnya sudah sedikit saya bahas di tulisan sebelumnya 

Next, insya Allah akan kita bahas lebih detail dalam tulisan tersendiri ya mengenai legalitas homeschooling ini. Karena tulisan kali ini akan membahas masalah fundamental terlebih dahulu, mengenai persiapan homeschooling. Jadi setelah sebelumnya kita membahas masalah teknisnya nih, sekarang kita akan bahas apa-apa saja yang perlu kita pahami untuk persiapan mental kita sebagai orang tua dalam menjalani homeschooling.
Ga perlu berlama-lama lagi, langsung aja kita mulai ya..

Edited by Canva

1. PRINSIP-PRINSIP MEMBERSAMAI ANAK

  • Bersyukur atas anak dengan segala keunikannya, beserta segala nikmat yang Allah SWT karuniakan.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam QS. Luqman:12

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji."

  • Memafkan anak atas segala kekurangan dan kegagalannya.
QS. At Taghabun:14

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Jika kita sebagai orang tua tidak berhati-hati maka anak kita bisa menjadi musuh. Sebaliknya, jika kita berhati-hati maka anak bisa jadi penolong kita, baik penolong dalam jalan Allah, penolong dalam kebaikan dan penolong dalam masa sulit. 

Maka kita pun harus sering memaafkan anak kita atas hal-hal yang tidak berkenan di hati kita. Jika kita belum memaafkan kesalahan anak tang telah lalu, maka akan mempengaruhi diri kita dalam bersikap dan kita pun menjadi mudah terpancing emosi sehingga mudah marah. 

Lebih baik lupakan, lepaskan masalah-masalah yang sudah lalu, jika mampu kita ikhlaskan dan ridha bahwa semua ini adalah ketetapan Allah. Apalagi jika anak kita masih kecil yang pada dasarnya memang belum paham, maka kita tidak perlu mmarah-marahatau berteriak kepada mereka.


  • Lemah lembut dan sabar dalam mendengarkan
QS. Al Imran:159

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.

Jelas sekali dalam dalil tersebut, bagaimana kita harus bertutur kata. Gunakan kata-kata yang baik dengan isi dan mimik wajah yang baik, begitupun saat menasehati, menanyakan sesuatu, dan mendampingi anak. Sedangkan saat anak menyampaikan sesuatu (apapun itu) kita wajib sabar mendengarkan dengan penuh antusias. Hal ini berlaku untuk semua umur, tidak hanya pada anak kecil. Janganlah merasa anak sudah besar jadi kita tidak perlu lagi bermanis-manis dengan anak. Karena jika kita berlaku dan berhati kasar kepada mereka, maka lama-lama anak akan tidak nyaman dan semakin menjauhi kita sebagai orangtua. Sehingga mereka pun enggan untuk menceritakan hal apapun ke kita lagi karena takut dengan respon kita yang suka marah atau memberikan kata-kata yang tidak seharusnya.


2. MEMBANGUN HARAPAN PENDIDIKAN

Kita sebagai orang tua harus berani bercita-cita dan menaruh harapan setinggi mungkin akan masa depan anak kita, dengan cara:

  • Melambungkan harapan sebagaimana kita diciptakan
QS. Al-Baqarah : 30

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Sangat jelas sekali dalam ayat tersebut tujuan Allah dalam menciptakan manusia yaitu sebagai khalifah (pemimpin) dimuka bumi. Yang mana manusia adalah abdi Allah Subhanahu wa ta'ala, maka sudah sepatutnya kita melakukan hal-hal yang Allah sukai dan meninggalkan yang Allah larang. 

Dalam ayat selanjutnya QS Al Mulk:2

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun,

Nah, bagaimana kontribusi kita atau anak kita dalam kebermanfaatan di atas bumi. Jadi kita harus punya harapan atau cita-cita yang akan membantu kita dalam menyusun kurikulum keluarga. Jangan biarkan ketidakmungkinan atau keterbatasan diri kita sebagai orang tua memutus harapan tinggi kita kepada anak, tentunya di jalan Allah. Alangkah baiknya hal ini  disiapkan sedini mungkin, karena proses penanaman dalam diri membutuhkan waktu yang tidak singkat dan harus dikenalkan sejak anak masih kecil.

QS. Al Ghafir:60

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."

Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang memberikan kita kesempatan untuk berdoa dan berharap kepadaNya. Jadi mengapa kita justru membatasi harapan kita kepada anak-anak kita? 

Keterbatasan kita sebagai orang tua tidak bisa dijadikan alasan untuk meredam tingginya cita-cita anak kita. Tak perlu lah merasa minder atas kekurangan atau keterbatasan yang kita miliki. Kita harus yakin atas kuasa dan kebesaran Allah, dan itulah yang harusnya kita jadikan tolak ukur. Sepenuhnya kita berharap atas kekuatan dan kekuasaan Allah, karena jika kita berharap kepada manusia (dalam hal ini mungkin anak kita), justru kita bisa saja merasa kecewa.

La haula walla kuwata illa billah. Yakinlah Allah akan mengabulkan doa-doa kita.

 

3. MENTAL TRIAL & LEARN

Jika biasanya kita mendengar kata Trial and Eror, tidak untuk homeschooling. Karena untuk menjalankan homeschooling sangat dibutuhkan mental baja yang kuat untuk Trial and Learn

Wah gimana tuh?

Jadi kita tidak perlu takut untuk terus berusaha dan mencoba, jika ada sesuatu yang kurang pas, hendaknya kita mempelajari dimana letak kesalahannya dan mencoba mencari jalan keluar untuk langkah selanjutnya. Tidak perlu terlalu fokus akan hasil yang kita capai, tapi pelajari setiap proses yang kita lalui. Karena setiap usaha akan bernilai ibadah di mata Allah dan ada hikmah yang bisa ambil. 

Mungkin praktisnya kita bisa saja mencontoh suatu kurikurum yang sudah tervalidasi, tapi tetap saja akan tantangan yang akan kita lewati. Maka dari itu, kita harus siapkan mental kita untuk menghadapinya. Jadi, teruslah mencoba dan melangkah kedepan, jangan pernah takut gagal, dengan cara:


  • Mulai dari yang kita bisa dan benar, sesuaikan dengan kapasitas kita

Jangan membandingkan diri kita dengan orang lain, karena setiap orang punya perjuangan masing-masing. Jadi mulai saja sedikit demi sedikit tetapi yang penting harus konsisten. Jangan menyulitkan diri sendiri karena sesungguhnya Allah itu selalu memudahkan umatnya.

QS. Al-Baqarah : 233

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Jika kita mempunyai keterbatasan dalam suatu hal, maka carilah alternatif lain yang bisa kita kerjakan terlebih dahulu. Dalam menyusun kurikulum harian misalnya, lakukan dari yang bisa dilakukan, sembari terus mengupgrade diri. Dimulai dengan kegiatan yang kita atau anak kita sukai, seperti menemani anak bermain, lama-kelamaan dalam sesi bermain itu kita bisa menyisipkan nilai dari suatu yang kita ingin berikan.


  • Memahami tugas kita untuk giat berusaha dan tidak mudah putus asa

Fokus pada usaha jangan pada hasil. Karena Allah melihat usaha kita bukan pada hasil. Jika di perjalanan terjadi kegagalan, jangan putus asa dan merasa sia-sia. Karena setiap usaha yang kita lakukan akan bernilai pahala, saat , senantiasa berkembang dan terus maju. Dan harus dilakukan evaluasi secara rutin agar tau apa yang harus diperbaiki.

QS. At Taubah :105

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan katakanlah, "Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."


  • Segera bangkit, bertaubat, dan berdoa setelah gagal atau berbuat salah.

QS. Al Imran:135

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.

Saat kita kelolosan melakukan hal yang tidak baik, entah marah, menghardik, atau cuek ke anak. Segeralah istighfar, taubat dan segera bangkit kembali. Meminta ampun dan mohon kekuatan untuk bisa bangkit dan semakin memperbaiki diri.

 

4. KOMITMEN WAKTU, TENAGA, PIKIRAN

Yang paling mahal dalam homeschooling bukanlah tenaga pengajar, bukanlah buku-buku atau alat-alat yang digunakan. Tetapi yang paling mahal adalah komitmen kita dalam menjalankannya.

Komitmen dengan diri sendiri, untuk mengkerahkan waktu yang lebih banyak untuk homeschooling daripada saat anak bersekolah formal. Ketika kita mengharapkan hasil yang lebih baik dan optimal, pasti akan dibutuhkan waktu, tenaga dan pikiran yang lebih banyak pula. Tapi jangan sedih, karena semua itu tentunya akan bertambah banyak pula pahala yang akan kita dapatkan. Insya Allah 😊

Lalu, ada juga kelebihan dari homeschooling adalah tidak dibatasi waktu, baik dalam bereksplorasi, latihan, pertanyaan, dan memahami keingintahuan yang anak miliki. Jadi, jangan pernah memadamkan semangat belajar anak kita ya moms. Saat anak menanyakan sesuatu hendaknya segera kita jawab dan tanggapi anak kita. Hadirlah baik jiwa dan hati kita saat membersamainya. Jika kita hanya menemaninya saat dirumah tanpa ingin tau apa yang sedang anak kita kerjakan, dan justru kita sibuk dengan gawai kita sendiri tentulah kita tidak akan memahami anak kita. Hal ini akan membuat kita kesulitan sendiri dalam menentukan kurikulum yang tepat untuk anak-anak kita.

Baca juga: 13 Kesalahan Komunikasi Orang Tua ke Anak

 

Gimana nih moms, merasa lega atau justru merasa berat? Semua itu tergantung perspektif kita masing-masing. Intinya, sebagai orang tua kita harus mempunyai harapan yang tinggi untuk anak kita. Bukan untuk suatu pencapaian duniawi semata, tetapi sebagai wujud pertangungjawaban kita sebagai orang tua kelak dihari akhir.

Semoga kita semua diberi kemampuan dan keistiqomahan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, untuk bisa memahami dan menjalani materi diatas, yang disampaikan oleh Teh Karin dalam kelas Bengkel Diri Siap Mendidik yang diprakarsai oleh Ummu Balqis.

Nantikan juga tulisan selanjutnya dalam materi mengenali psikologi anak ya.


Wassalam.








Temukan Resep Praktis dan Banyak Keuntungan Lain di Yummy App!

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


Siapa yang suka bingung mau masak apa hari ini?
Rasa-rasanya kok "masak itu lagi, itu lagi..."
Yang makan bosen, yang masak pun lebih bosen lagi sebenarnya...

Tapi itu dulu, sebelum tau ada Yummy App!

Eh, apa itu Yummy App?

Jadi, "Yummy App" ini aplikasi yang berisi berbagai resep masakan, mulai dari makanan utama, kue, camilan, dan juga minuman. Bahkan untuk para mommies yang sedang bingung menyiapkan menu mpasi juga bisa dengan mudah mendapatkan resepnya di Yummy App ini. Tentunya, resepnya mudah diaplikasikan dan anti gagal karena resep-resep yang ada sudah diseleksi terlebih dahulu oleh chef profesional dari tim Yummy App, jadi tidak perlu ragu lagi untuk mencoba resep yang ada. 
Selain tersedia resep dari para Chef profesional di menu "Akun Official" Yummy App, kita juga bisa menemukan aneka inspirasi resep masakan lain yang dibagikan oleh para pengguna Yummy App yang dapat diakses di menu "Komunitas". Hebatnya lagi resep yang kita cari bisa kita filter sehingga lebih mudah menemukan resep yang sesuai dengan kebutuhan kita. Lengkap sekali bukan fitur yang ada di Yummy App ini? 

Source: yummy.co id


Yuks, kita akan bahas satu-satu fitur dan kelebihan yang ada di Yummy App ini yaa..


Menu Home (Halaman Utama)


Tampilan menu "Home Yummy App" (dokpri)

Yummy App memberikan kemudahan bagi penggunanya, dari menu Home kita bisa langsung mencari resep yang kita butuhkan. Kita juga bisa mencari secara manual melalui daftar akun official dari berbagai Chef atau mencari menu yang pas sesuai kategori pilihan yang disediakan halaman awal Yummy App ini. Jadi, saat tidak ada ide mau masak apa, bisa langsung scrolling halaman utama yang menampilkan berbagai macam resep pilihan. 


Menu Komunitas

Tampilan menu "Komunitas Yummy App" (dokpri)

Selain menyediakan berbagai resep pilihan, Yummy App juga memberikan layanan komunitas. Dari menu ini, kamu bisa memasukan resep kreasi kamu sendiri dan berkesempatan mendapatkan Yumy Point sebesar 100 point atau setara dengan uang Rp 10.000. Tentunya point ini bisa didapat setelah resep yang kamu terpublish setelah lolos tahap kurasi dari chef internal Yummy App.


Menu Masak


Tampilan menu "Masak Yummy App" (dokpri)


Nah, ini dia ni yang lain dari pada yang lain...
Dari menu ini, kita bisa menemukan rekomendasi resep yang sesuai dengan bahan yang kita miliki. Pas banget saat kondisi harus masak mendadak dan hanya bisa memanfaatkan bahan yang ada di kulkas kita.

Setelah masuk menu Masak, kita bisa langsung masukan bahan apa yang kita miliki, minimal 2 bahan yang bisa kita pilih untuk mendapay rekomendasi resep yang lebih bervariatif. Biar lebih jelas, berikut tampilan langkah-langkahnya yaa..

Langkah mudah mencari resep (dokpri)

Selain itu, ada juga fitur filter resep yang makin memudahkan kita untuk mencari resep yang paling sesuai dengan yang kita cari.
Kita bisa filter resep menurut harga bahan yang kita butuhkan, durasi lama memasak, dan jumlah porsi masakan kita. Bagaikan lagi cari barang incaran di olshop yaa, jadi semakin mudah!

Tampilan menu "filter resep" (dokpri)


Menu Notifikasi & Menu Akun

Untuk mendapatkan keuntungan lain dari aplikasi ini, kita bisa daftar akun Yummy App secara gratis. Langsung saja masuk ke menu "Notifikasi" atau menu "Akun" maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.


Tampilan menu "Daftar Akun Yummy App" (dokpri)

Setelah berhasil terdaftar kita bisa menikmati fitur Yummy App lainnya yang pastinya lebih menguntungkan penggunanya. Saat kita sudah menemukan resep yang pas, kita bisa menyimpan resep tersebut cukup dengan menekan tombol "Favorit" saat kita melihat detail resep yang sudah kita pilih. Secara otomatis, resep tersebut akan masuk ke dalam list "Favorit" yang ada dalam menu "Akun".



Selain itu, kita juga bisa berkomentar dan memberi penilaian dari resep yang kita temukan seperti halnya saat kita sedang berselancar di media sosial lainnya. Jadi makin seru kan menggunakan aplikasi ini. 

Itu dia tadi fitur-fitur dalam Yummy App yang sangat memudahkan kita dan tentunya membuat kita betah berselancar di halaman Yummy App ini. Jadi, tidak perlu bingung lagi mau masak apa hari ini, karena Yummy App bisa di download secara GRATIS melalui Google Playstore atau pun Appstore di gawai kesayanganmu. Dengan terdaftar akun di Yummy App kita pun berkesempatan mendapat uang tambahan dengan rajin upload resep kreasi masakan yang telah kita buat. 

Kok bisa?

Seperti yang sudah kita bahas di menu "Komunitas" awal tadi, dengan mengupload resep kreasi masakan dan berhasil terpublish, maka kita akan mendapatkan 100 Yummy Point. Yummy point ini adalah bentuk apresiasi yang diberikan oleh Yummy App kepada loyal user, dimana point tersebut bisa ditukarkan menjadi uang tunai Rupiah melalui proses redeem di Yummy App.
Selain dari upload resep masakan, Yummy Point juga bisa kita dapatkan dari hasil referral kita untuk menggunakan dan mendaftar akun di Yummy App. Buat kalian yang penasaran langsung download Yummy App  trus buat akun, dan masukan kode referral ivayana-wichayanti yaa...
Jadi double triple untung kan, kita jadi makin jago masak dengan resep yang kita dapatkan di Yummy App, kita juga berkesempatan untuk mendapat uang tambahan. 
Yuks langsung download Yummy App, biar hari-hari kita makin produktif selama #diRumahAja dan kemampuan memasak kita pun semakin terasah. Sapa tau juga nih, dari resep-resep yang ada di Yummy App jadi jalan pembuka kita untuk memulai usaha makanan atau cemilan kekinian. Karena siapa pun yang akan berusaha pasti akan mendapatkan hasilnya. 

Semoga sharing kali ini bisa bermanfaat dan kita semua diberikan kelancaran dan kemudahan atas apa-apa yang sedang kita usahakan. 


Akhir kata, 
Wassalamualaikum.

Lebaran 2020 saat pandemi, banyak ibroh dibaliknya.

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم


Assalamualaikum sahabat bloggerku..

Lebaran 2020 yang tidak akan terlupakan ya..
Oiya sebelumnya, ijinkan saya mengucapkan



تَقَبَلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ،صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ وَكُلُّ عَامٍِ بِخَيْرٍ
وجعلنا الله مِنَ العَائِديْنِ وَالفَائِزِيْنَ


Semoga kita semua mendapat kemenangan dan amal ibadah kita mendapat keridhaan dari Allah Subhanahu wa ta'ala. 
Masih dalam suasana lebaran ya, sudah berapa piring ketupat opor yang dilahap? Lebaran tahun ini sungguh tak seperti biasa, bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. 
Pandemi COVID-19 yang belum berakhir juga sudah hampir 3bulan lamanya, membuat kita harus menahan rindu tidak dapat berkumpul merayakan hari nan fitri ini. Bukan karena alasan takut akan virus ini, tapi lebih untuk menjaga orang tua dan keluarga kita tersayang yang sudah masuk dalam kategori rentan terkena covid, semua itu sebagai bentuk ikhtiar kita dalam memohon perlindungan dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Sebagaimana sebuah hadits 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطَّاعُونُ آيَةُ الرِّجْزِ ابْتَلَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ نَاسًا مِنْ عِبَادِهِ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ فَلَا تَدْخُلُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَفِرُّوا مِنْهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia.
Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu.Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.” 
(HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).

Maka dari itu, kita harus ikhlas dan sabar di lebaran 2020 ini kita tidak perlu mudik, tidak berkunjung ke rumah-rumah untuk bersalam-salaman, tidak perlu kumpul-kumpul atau bepergian ke luar di pusat pembelanjaan atau nongkrong di cafe.

@ivacwicha
@ivacwicha (dokpri)

Allah sungguh Maha Baik, pandemi terjadi saat tekhnologi sudah semakin canggih, sehingga silaturahmi pun masih bisa berjalan via daring dan kita masih bisa bertatap muka walau sebatas layar gawai kita. Selain itu, kita juga masih bisa berkirim-kirim hampers untuk orang yang kita rindukan.

Jadi, daripada kita berkeluh kesah dan bersedih hati karena tidak bisa mudik dan berkumpul dengan keluarga, lebih baik fokus akan hal-hal yang masih bisa kita lakukan dan tentunya wajib kita syukuri.
Nah, sedikit berbagi cerita tentang lebaran 2020 versi aku nih, ternyata banyak banget ibroh yang bisa kita nikmati dibalik pandemi yang belum kunjung berakhir ini.

1. Mengasah kemampuan memasak yang mungkin masih terpendam

Biasanya kalo lebaran gini selalu mudik dan otomatis jadi "nyonyah" (read:no masak2 dan uprek kerjaan rumah) jadi hanya intip-intip ke dapur sambil ngobrol ringan "gangguin" ibu memasak di dapur. 
Tapi tidak untuk lebaran kali ini, dimana harus bejibaku sendirian menyiapkan hidangan khas lebaran untuk keluarga kecilku tercinta. Jadi bersyukur atas pandemi ini, diberikan kesempatan untuk menyajikan yang terbaik saat lebaran seperti saat dulu ku masih anak-anak selalu diberikan yang terbaik. Buat kenang-kenangan, tak lupa hasilnya pun diabadikan 😁

Lontong opor, rendang daging kentang, tumis labu (Dokpri)


Masakan khas lebaran itu identik yang bersantan dan berlemak ya, makanya aku seimbangkan dengan sayur (walau sedikit ga matching ya) dan juga tidak lupa minum rimpang.
Ketidakmatchingan ini akibat semua belanja serba mendadak (karena awalnya ga mau masak berlebih). Jadi, belanja bahan pun h-1 lebaran dan tukang sayur sudah ramai sesak diserbu para ibu-ibu (pada lupa kalo harus physical distancing kali yaa..)
Kalau yang lain mungkin banyak yang udah nyiapin  masakan dari malam lebaran ya, ku malah baru mulai masak mendekati subuh, yang penting masih keburu dimakan sebelum shalat ied sebagaimana sunnahnya untuk makan terlebih dahulu sebelum shalat idul fitri.

2. Memberi kesempatan para imam rumah tangga untuk menjadi imam sesungguhnya

Suami sapa disini yang menyangka akan menjadi imam shalat ied? 
Walaupun hanya shalat ied di rumah dan makmumnya pun hanya keluarga sendiri, tapi kesempatan seperti ini mungkin hanya bisa di dapat saat pandemi seperti ini. Shalat ied yang biasa dilakukan berjamaah di masjid-masjid terutama masjid besar dan juga di lapangan, kini banyak dilakukan dirumah dan menjadi shalat ied dengan jumlah imam terbanyak mungkin sepanjang masa.
Jadi, lebih hemat waktu juga karena semua dilakukan di rumah. 

3. Bersilaturahmi secara daring dan mengakrabkan suasana di rumah

Nah ini dia yang bikin gregel dihati, tradisi sungkeman dan bersalam-salaman tidak bisa dilakukan saat lebaran tahun ini. Tapi itulah ibrohnya, karena sebenarnya makna idul fitri bukanlah hal itu. Meminta maaf harusnya langsung dilakukan saat kita ada salah kepada seseorang, tapi terkadang kita saja yang tidak sadar melakukan kesalahan ke orang lain. Dalam sebuah kajian, Ustadz Abdullah Gymnastiar pernah menyampaikan bahwa setiap malam menjelang tidur alangkah baiknya kita bermuhasabah diri untuk mensyukuri apa yang telah kita dapat dan adakah kesalahan yang kita perbuat, jika ada kesalahan hendaknya meminta maaf saat itu juga. Jadi tidak perlu menunggu lebaran untuk meminta maaf ke orang lain, terutama keluarga kita sendiri.
Itulah tradisi, sulit sekali untuk ditinggalkan, terlebih tidak ada hal negatif dari bermaaf-maafan di saat lebaran. Tapi untuk lebaran 2020 ini, kita hanya bisa bersilaturahmi secara virtual melalui media sosial ataupun video call. Bisa melalui chat atau video call di whatsapp, zoom meeting, atau google duo. Setidaknya itu masih bisa untuk pengobat rindu.

Beberapa tangkapan layar saat video call dengan keluarga tercinta.

4. Mengasah kemampuan desain saya secara pribadi

Nah kalo ini, sekedar menyalurkan hobi atas permintaan ayah mertua yang meminta dibuatkan template foto keluarga seakan-akan sedang berkumpul saat lebaran ini. Karena emang suka bikin desain template jadilah tukang desain dadakan bikin ucapan hari raya idul fitri untuk seluruh keluarga dan rekan divisi suami di kantor.
Alhamdulillah semua suka dan banyak yang mengira kumpul beneran. Kalau lebaran biasanya suka bingung mau ikut mudik kemana dulu, tapi lebaran kali ini bisa 2x foto keluarga dalam waktu setengah hari, ya walaupun hanya virtual..heheheh



5. Bisa fokus untuk mengoptimalkan ibadah Syawal

Ramadhan telah usai tapi kita masih diberi kesempatan untuk mengoptimalkan ibadah kita di bulan-bulan selanjutnya. Terutama di bulan Syawal ini, Allah memberi kita nikmat yang luar biasa, dengan berpuasa 6 hari tapi dianggap seperti berpuasa satu tahun penuh. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits.
Dari sahabat Abu Ayyub Al-Anshoriy, Rasulullah Shallallahu'alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim)

Sayang banget kan kalau kita lewatkan?
Terlebih puasa 6 hari ini tidak harus dilakukan 6 hari berturut-turut, bisa dilakukan kapan saja mulai tanggal 2 sampai tanggal 30 bulan Syawal. Akan tetapi, bagi yang memiliki hutang puasa seperti kita kaum wanita yang kena uzur haid, hendaknya membayar hutang puasanya terlebih dahulu, setelah lunas baru deh berpuasa Syawal sebanyak 6 hari.
Mumpung masih pandemi dan tidak banyak acara bepergian dan tidak menjadi musafir, jadi bisa kita optimalkan untuk berpuasa langsung di bulan Syawal ini. Insya Allah, dengan menambah ibadah puasa ini, semakin terbiasa lah kita dalam menjaga nafsu dan memperbanyak ibadah sehingga harapannya bisa istiqomah hingga diberi nikmat berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun berikutnya.
آمِيّنْ… آمِيّنْ… يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّن


Kalau kita telusuri lebih dalam lagi, pasti masih banyak ibroh lainnya yang terkadang tidak kita sadari. Tentunya masih banyak juga nikmat lain yang wajib kita syukuri walau lebaran masih dalam kondisi pandemi seperti ini.
Nah, kalau lebaran 2020 kalian seperti apa nih?
Share ya di kolom komentar di bawah...
Sebagai penutup, salam dari keluarga kami untuk anda sekeluarga.



Sehat pangkal Cantik, no make up needed!

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Assalamualaikum sahabat,

Bagaimana kabarnya hari ini?
Apapun kondisinya jangan lupa tetap jaga kesehatan dan kecantikan diri yaa, agar mood kita tetap terjaga dan lebih bersemangat menjalani hari-hari kita.

Tak terasa ya, saat ini sudah 2 bulan kita dalam masa pandemi COVID-19 yang bersamaan memasuki 10hari terakhir bulan Ramadhan 1441Hijriyah. Ayo kencangkan ikat pinggang ibadah kita karena tidak ada lagi kesibukan mengurusi mudik dan persiapan baju lebaran.

Walau hanya #dirumahAja dan tidak ada kumpul lebaran, yang namanya kecantikan diri tetap harus terjaga ya. Karena kecantikan itu hasil dari menjaga kebersihan, dan kebersihan itu adalah sebagian dari iman.

Sebagaimana dijelaskan dalam banyak hadits berikut ini:

"Bersuci (thaharah) itu setengah daripada iman." (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ada lima macam fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak." (HR. Bukhari dan Muslim).

Diriwayatkan Abu Hurairah r.a. dia berkata, Rasulullah saw bersabda, "Jika aku tidak menjadikan berat umatku, maka sungguh aku perintahkan bersiwak (menggosok gigi) setiap hendak shalat". (HR Bukhari)

"Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhoi oleh Allah." (HR. An Nasa'i, Ahmad)
Dari sahabat Abi Hurairah ra: Rasulullah Shallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian hendak barbaring di tempat tidurnya hendaklah ia kibas-kibas kasur itu dengan sarungnya. Karena dia tidak tahu apa yang terjadi pada tempat tidurnya setelah ia tinggalkan sebelumnya." (HR Bukhari Muslim).

Dari hadits-hadits diatas dapat kita pahami bahwa menjaga kebersihan itu sangat penting, bahkan sedari kecil kita sudah diajarkan bahwa bersih itu pangkal sehat. Nah, selain membuat badan menjadi sehat, ada manfaat lain bagi kita kaum perempuan. Sebagaimana kodrat kita, bahwa setiap wanita itu cantik, dan kecantikan itu bisa kita dapatkan jika kita selalu menjaga kebersihan.

Jaga kebersihan diri dengan rajin mencuci muka, mandi minimal 2x dalam sehari, dan cuci rambut 2hari sekali.

Beruntung ya kita sebagai umat muslim, diwajibkan berwudhu 5x dalam sehari. Jadi secara tidak langsung kita menjadi sering bersihin muka kita kan?
Nah saat mandi, kita juga bisa mencuci muka kita dengan menggunakan sabun muka yang disesuaikan dengan jenis dan kebutuhan kulit kita masing-masing, pastikan produk yang kita pilih sudah bersertifikat halal yaa...

Source:Canva
Source:Canva

Berikut tips dalam pemilihan produk yang disesuaikan dengan jenis kulit menurut halodoc.com

Kandungan Pembersih untuk Kulit Sensitif
Disarankan untuk memilih produk:
  • Pembersih wajah bebas sabun atau deterjen.
  • Produk berlabel hypoallergenic, karena tidak mengandung zat yang menyebabkan alergi.
  • Produk tanpa pewangi, karena pewangi tambahan bisa menyebabkan alergi.
  • Hindari produk yang berbahan iritatif, seperti sulfat dan alkohol.

Kandungan Pembersih untuk Kulit berminyak 
Bagi yang memiliki kulit berminyak, hindari sabun pembersih wajah yang mengandung minyak mineral, petrolatum, dan petroleum, karena kandungan ini bersifat comedogenic yang dapat menyumbat pori-pori dan meningkatkan risiko jerawat.

Sabun Pembersih untuk Kulit Kering
Untuk jenis kulit kering, hindari sabun pembersih wajah yang mengandung:
• Detergen/SLS (sodium laureth sulfate)
Sabun tanpa detergen mungkin tidak berbusa, namun hal ini tidak memengaruhi efektivitas produk dalam membersihkan kulit.
• Asam salisilat dan asam glikolat
Asam salisilat dan asam glikolat dianjurkan untuk pemilik kulit berminyak. Tapi jika digunakan oleh pemilik kulit kering, kedua zat ini dapat menyerap minyak yang justru dibutuhkan oleh kulit kering.
• Alkohol, pewangi tambahan, bahan antibakteri
Pilihlah produk bebas alkohol dan pewangi tambahan, karena kedua zat ini membuat kulit semakin kering. Sabun pembersih wajah antibakteri juga tidak dianjurkan bagi pemilik kulit kering karena dapat mengiritasi kulit sehingga memperparah kondisi kulit kering.

Pembersih Wajah untuk Kulit Kombinasi
Kulit kombinasi terasa berminyak di area T (kening, hidung, dan dagu), namun di area lainnya kering atau normal. Pemilik kulit kombinasi juga mungkin memiliki wajah yang mengkilap, berkomedo, dan pori-pori yang terlihat besar.
Karena tipe yang berbeda ini, Anda dapat menggunakan dua sabun pembersih wajah sesuai masalah pada kulit wajah. Namun tetap hindari pembersih wajah yang mengandung alkohol, pewangi, dan bersifat antibakteri. Pilihlah sabun pembersih wajah bertekstur gel yang dapat membersihkan dan melembapkan, namun tidak menyumbat pori-pori.

Kandungan Pembersih Wajah untuk Kulit Normal
Tidak terlalu kering dan tidak terlalu berminyak merupakan karateristik kulit normal. Pada umumnya, kulit normal tidak memiliki masalah dengan tampilan pori-pori halus dan kulit yang bersih.
Pilihlah sabun pembersih wajah yang dapat menghidrasi kulit. Jika kulit terasa kering setelah mencuci muka, ganti dengan sabun pembersih wajah yang formulanya lebih lembut.
Selain kandungan, jenis dan tekstur sabun pembersih wajah juga penting. Sabun berbentuk batang dapat membuat kulit lebih rentan kering dan mengalami iritasi, karena formulanya yang keras. Gunakan sabun pembersih wajah bertekstur cair atau busa karena lebih lembut.

Selain wajah, kebersihan kepala juga ga kalah penting untuk selalu kita jaga. Rajin keramas dan menggunakan hair conditioner seminggu sekali juga penting kita lakukan di sela-sela kesibukan harian kita. Sebelumnya sudah saya bahas dalam tulisan sebelumnya 
bisa langsung mampir ya...

Jaga kelembapan wajah dan kulitmu.

Setelah wajah bersih, jangan lupa oleskan pelembap untuk mengembalikan kelembapan kulit dan boleh juga gunakan tabir surya dengan minimal SPF 30 untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet saat pergi ke luar rumah. Hindari sinar matahari langsung terutama pukul 10 pagi sampai pukul 2 siang. Untungnya saat ini sudah banyak produk lokal yang berlabel halal, jadi kita semakin banyak pilihan yang bisa kita coba dan kita sesuaikan dengan jenis dan kebutuhan kulit wajah kita. Berikut beberapa produk lokal maupun manca yang sudah berlabel halal dan mendapat sertifikasi MUI lengkap beserta linknya:
Merk diatas yang banyak dicari dan harganya masih terbilang wajar dan aman di kantong. Pada dasarnya yang paling penting adalah kecocokan dengan jenis kulit kita masing-masing, jadi tidak akan direview disini bagaimana produk-produk kecantikan di atas ya...(karena tidak diendorse bukan pakarnya juga, heheheh)

Perhatikan juga nutrisi kulit tubuh yang lain seperti tangan dan kaki, di cuaca yang ekstrim seperti saat ini kulit akan semakin mudah kering lho..makanya kita juga perlu gunakan lotion setelah selesai mandi agar kulit semakin lembab. Apalagi yang tiap hari tidur dan aktivitas di ruangan ber AC harus rutin pakai lotionnya yaa.. Yang masih beraktivitas keluar rumah saat pandemi dan Ramadhan seperti sekarang ini, jangan lupa gunakan sunblock 30menit sebelum keluar rumah. Oleskan secara merata di area kulit yang terpapar inar matahari secara langsung.

Imbangi dengan gaya hidup sehat.

Untuk kulit wajah yang bersih secara menyeluruh, imbangi perawatan kulit dengan gaya hidup sehat, seperti banyak minum air putih, berolahraga, dan mengonsumsi makanan sehat.
Dalam sehari minum air putih minimal sebanyak 2 liter atau mudahnya sebanyak 8 gelas air putih. Untuk mensiasati di Bulan Ramadhan agar kebutuhan mineral tubuh tetap tercukupi, yaitu dengan cara: 1 gelas saat bangun tidur sebelum sahur, 2 gelas saat makan sahur, 2 gelas saat berbuka, 2 gelas setelah shalat tarawih, dan 1 gelas sebelum tidur. 
Selain itu, pilihlah makan yang kaya gizi dan seimbang, perbanyak makan sayur dan buah, kurangi gorengan dan makanan manis berlebih (padahal ini menu yang kebanyakan orang cari untuk berbuka ya 😆)
Lalu, yang tidak kalah penting, jangan lupa juga untuk rajin berolahraga. Walau sedang puasa Ramadhan, kita harus sempatkan waktu untuk berolahraga lho, dan waktu terbaik untuk olahraga adalah 1 jam sebelum berbuka. Hal ini sangat bagus untuk membakar lemak lebih banyak, sehingga efektif menurunkan berat badan. Selain itu, kita tidak perlu khawatir akan dehidrasai karena setelah selesai berolahraga kita hanya perlu menunggu waktu sebentar untuk bisa langsung minum. Tentunya sesuaikan jenis olahraga dan durasinya ya, pilih olahraga yang ringan dan tidak perlu terlalu lama agar tidak sampai kelelahan dan kehabisan tenaga.

untuk referensi olahraga yang simple dilakukan dirumah bisa langsung meluncur kesini yaa..


Berhias dan tampil rapi walau #diRumahAja

Nah, ini mungkin PR banget buat para emak2 yang masih bejibaku mengurus bayi atau batita tanpa bantuan asisten atau  saudara serumah. Karena saya pun pernah mengalaminya, tinggal di perantauan dan baru saja penyesuaian dengan status Ibu dan tanpa bantuan siapa-siapa, betul-betul menguras tenaga dan pikiran sehingga tanpa terasa tidak ada waktu lagi untuk mengurus diri dan  berada di rumah terus-terusan menjadi terlalu nyaman menggunakan baju minim anti gerah yang penting berkancing depan yang mudah untuk menyusui. (Nah kan jadi curcol..🙈)
Tapi, setelah waktu berganti tahun hingga anak sudah jadi toddler saat genap 2 tahun dan belajar manajemen waktu, akhirnya bisa juga kembali mengurus dan merawat diri. Apalagi pas dengerin kajian-kajian, seringkali dibahas bahwa sudah menjadi kewajiban istri untuk tampil cantik di depan suami. Langsung deh terbelalak dan harus gimana caranya bisa tampil cantik saat di rumah dengan segala pekerjaan domestik yang menanti. 
Eitss, tampil cantik disini bukan berarti yang harus full make up kayak orang mau nikahan gitu ya, cukup tampil rapi dengan mandi di awal hari, gunakan pelembap wajah dan riasan tipis-tipis agar terlihat fresh dan segar, pakai wewangian dan jangan pakai DASTER!!!
Siapa disini yang demen banget pake daster dirumah? 🙋‍♀️🙋‍♀️🙋‍♀️🙋‍♀️(saya pun seneng klo lagi uplek di dapur)
Nah usahakan waktu suami dirumah ga dipake dulu ya seragam kebesaran kita yang satu ini...usahakan saat suami dirumah kita selalu tampil rapi baik dalam busana atau pun gaya rambut kita. Nah, setelah kita mengantar suami ke depan pintu untuk berangkat kerja, baru deh kita ganti kostum kebesaran dan ikat rambut kuncir kuda dan berjibaku dengan urusan domestik dan "momong anak" 😁😁😁 
Sore harinya sebelum suami pulang, kita sudah kembali rapi dan wangi lagi untuk menyambut suami di depan pintu, tentunya siapkan juga makanan favoritnya yaa...
Karena menurut Ustadz Khalid Basalamah, "kebutuhan pria yang harus dipenuhi itu ada 3, matanya (dengan kita tampil cantik dan selalu tersenyum di depan suami), perutnya (dengan menyediakan makanan atau minuman favorit suami), kemaluannya (penuhi saat suami meminta "tidur bersama")."
Jadi, jangan sampe terbalik lagi ya, biasanya wanita itu akan tampil allout saat hendak pergi apalagi pergi kondangan, tapi malah awut-awutan saat dirumah padahal suami melihat kita setiap saat. Apalagi saat WFH seperti 2 bulanan ini, udah suami dirumah banyak tekanan pekerjaan, jangan sampai suami makin pusing karena melihat kita yang awut-awutan dan bau dapur.

Mungkin saat pandemi telah berakhir, kita juga bisa sesekali me time untuk perawatan diri seperti facial, creambath, atau body spa. Tapi untuk saat ini kita bisa juga bisa kok perawatan diri #dirumahAja seperti pake masker wajah yang bisa kita racik sendiri dari buah-buahan segar atau bahkan masker wajah kemasan dengan berbagai merk yang ada di pasaran. Lalu, 2 atau 3 kali dalam seminggu kita bisa luluran saat mandi dan pakai hairmask sendiri di rumah.


Intinya, cantik itu sudah fitrahnya kita sebagai perempuan. Yang terpenting adalah bagaimana cara kita merawat kecantikan yang telah Allah titipkan kepada kita. Cantik bukanlah berarti harus berkulit putih, tanpa jerawat atau noda. Cantik itu bagaimana kita bersikap dalam keseharian saat berinteraksi dengan orang lain, karena inner beauty lebih memancarkan sinarnya daripada kecantikan make up semata.
@ivacwicha 

Nah, sekian dulu tips n trick simple yang INSYA Allah applicable dilakukan dirumah. Tulisan ini mungkin jauh dari yang diharapkan, karena pada dasarnya bukan bidang saya membahas masalah beauty lifestyle seperti ini. Jadi tulisan ini saya buat sesuai tema yang ditentukan dalam komunitas Blogger Bengkel Diri selama bulan Ramadhan tahun ini. 
Maka dari itu, kritik dan saran serta masukan boleh banget di tulis di kolom komentar di bawah ya...

Selamat menikmati hari-hari terkahir Ramadhan tahun ini, semoga ibadah kita semakin optimal saat mendekati Lebaran walau di tengah pandemi 😊



Ramadhan di tengah Pandemi, tetap bisa lakukan 20 Amalan ini.


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum Sahabat,

Tak terasa ya, sudah satu minggu menjalani idah puasa. Bulan Ramadhan yang selalu dinanti karena seperti kita ketahui semua, bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan ampunan dari Allah Subhanahu wa ta'ala.
Sedih rasanya Ramadhan tahun ini tidak seperti Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, dimana kita semua sedang menghadapi pandemi COVID-19 yang mengharuskan kita untuk physical distancing. Sehingga Ramadhan tahun ini kita tidak bisa berbondong-bondong meramaikan masjid untuk shalat berjamaah dan shalat tarawih.
Tapi, masih ada hikmah yang bisa kita ambil walaupun Ramadhan di tengah pandemi. Karena tidak ada lagi jadwal atau ajakan buka bersama, sahur on the road, atau kesibukan berbagai acara lain yang terkadang justru melalaikan kita untuk fokus ibadah di bulan yang penuh berkah ini. Jadi, saat inilah yang sangat tepat untuk kita bermuhasabah diri dan lebih khusyuk atau fokus menjalankan ibadah yang mungkin di Ramadhan sebelumnya masih kurang optimal.

Jangan sampai kita menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang Allah berikan sehingga kita bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun ini. Bulan yang penuh ampunan dan pahala dari amal ibadah yang kita lakukan dilipatgandakan. Meskipun hanya #dirumahAja bukan berarti kita bisa santai-santai, tetapi harus tetap produktif dan tentunya no mager-mager club yaa 😉

Mengenai produktifitas harian selama Physical Distancing yang mengharuskan kita untuk #StayAtHome sudah pernah saya bahas di tulisan sebelumnya..
Bisa langsung mampir kesini aja ya.. 
>> Sosial Distancing, Tetap Produktif untuk Perkuat Iman dan Imun Bersama

Nah, untuk tulisan kali ini akan membahas lebih detail tentang amalan-amalan apa saja yang bisa kita optimalkan saat Ramadhan di tengah pandemi seperti sekarang ini. Tentunya amalan yang sesuai dengan dalil dan tuntunan Rasulullah Shallallahu'alayhi wa Sallam.
Bisa langsung di ceklist masing-masing dan cek ricek apa aja ya yang belum optimal di Ramadhan sebelumnya sehingga masih bisa kita kejar di Ramadhan tahun ini.



20 Amalan Ringkas di Bulan Ramadhan

Disusun oleh: Rafif Zufarihsan, S.T.
Dimurajaah oleh:Ustadz Hasim Ikhwanuddin, S.Ars

1. Segera bangun di waktu sahur, berdzikir, dan mengerjakan sholat malam

Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan sholat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas.” (HR. Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776).

Nah ini nih, yang mungkin masih dirasakan berat bagi beberapa orang. Bangun diwaktu biasanya masih tidur ditambah perut kenyang setelah makan sahur membuat mata terasa berat dan ingin segera tidur kembali. Disinilah saatnya kita berjuang melawan bisikan syaitan dan berusaha untuk tetap terjaga menunggu adzan subuh berkumandang dan segera shalat kemudian dilanjutkan aktivitas pagi seperti biasa.


2. Makan sahur dan berharap keberkahan dari sahur tersebut

Dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan”. (Muttafaqun ‘alaih)

Waktu terbaik untuk makan sahur adalah menjelang subuh dan waktu berhenti makan adalah adzan sebagaimana contoh dari Rasulullah Shalllahu"alayhi wa sallam dalam sebuh hadits:
Anas radhiallahu'anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiallahu'anhu bahwasanya ia berkata,
"Kami makan sahur bersama Rasulullah Shallallahu'alayhi wa sallam, kemudian beliau shalat (subuh), kemudian aku bertanya, 'berapa lama antara adzan dan sahur?', beliau berkata "sekitar (lama membaca) lima puluh ayat". (HR. Al Bukhari IV/118, Mulim no.1097)
Berdasarkan hadits ini, bukan termasuk makan sahur jika kita makan tengah malam untuk berpuasa esok harinya, sehingga makan tengah malam tidak mendapatkan keutamaan dari makan sahur.

3. Memperbanyak istighfar dan membaca Al-Qur’an sampai terdengar adzan subuh 

Allah Ta’ala berfirman dalam QS.Āli 'Imrān : 17

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar.

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, dimana waktu sahur adalah sebelum fajar (subuh). Maka dari itu, setelah kita makan sahur alangkah baiknya kita berdzikir kepada Allah dengan cara membaca Al Quran atau dengan memperbanyak istighfar.

4. Mulai berpuasa sejak masuknya fajar shodiq (ditandai dengan adzan subuh)

Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah : 187

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beritikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.

5. Menjawab adzan dan melaksanakan sholat sunnah fajar (qobliyah subuh) dua rakaat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.”
(HR. Muslim no. 725)

Walaupun hanya sunah, shalat sunah Rawatib sangat banyak keutamaannya. Maka dari itu, di bulan Ramadhan ini kita tidak ingin menyia-nyiakannya kan ya.. Yuk lengkapi shalat sunah Rawatib kita, baik qabliyah maupun ba'diyah.

6. Bagi laki-laki hendaknya melaksanakan sholat berjama’ah di masjid selama tidak ada udzur

Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kedatangan seorang lelaki yang buta. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki seorang penuntun yang menuntunku ke masjid.’ Maka ia meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memberinya keringanan sehingga dapat shalat di rumahnya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberinya keringanan tersebut. Namun ketika orang itu berbalik, beliau memanggilnya, lalu berkata kepadanya, ‘Apakah engkau mendengar panggilan shalat?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Maka penuhilah panggilan azan tersebut.’ "(HR. Muslim, no. 503)

Nah, saat ini kita semua sedang ada udzur dimana kita berada di tengah pandemi yang mengharuskan kita untuk beribadah di rumah masing-masing (sesuai dengan ketetapan para ulama). Walaupun tidak bisa berjamaah di masjid, sudah seharusnya kita segera melaksanakan shalat begitu mendengar adzan berkumandang dan dilakukan berjamaah dengan anggota keluarga yang lain. Tanpa kita sadari Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan dengan jumlah imam paling banyak yaa..

7. Meraih pahala haji dan umrah dengan berdzikir di masjid sampai terbit matahari

Dari Anass bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Seperti halnya point no.6, amalan ini masih bisa kita kerjakan walau hanya #dirumahAja. Yang penting niat kita ikhlas semata-mata mengharap Ridha Allah Subhanahu wa ta'ala.

8. Beraktivitas dan bekerja dengan mengharap keberkahan di dalamnya

Dari Rafi’ bin Khadij, ada yang pernah bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Wahai Rasulullah, mata pencaharian (kasb) apakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi).” (HR. Ahmad 4: 141, Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan hadits ini hasan dilihat dari jalur lainnya).

Walaupun berpuasa kita masih bisa bekerja atau beraktifitas seperti biasa yaa, tinggal disesuaikan dengan kegiatan masing-masing. Luruskan niat kita agar pekerjaan yang kita lakukan dapat bernilai ibadah disisi Allah Subhanahu wa ta'ala.

9. Mengerjakan sholat dhuha

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

10. Memperbanyak sedekah meski hanya seribu rupiah

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307).

11. Menjaga diri dari perkataan sia-sia, buruk, dan perbuatan haram lainnya

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan kotor. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhibno. 1082 mengatakan bahwa hadits ini shohih).

Selama physical distancing mungkin kita lebih banyak melakukan Sosial media distancing ya, nah kita juga wajib banget menjaga ketikan komentar kita, jangan sampai kita menjadi netizen yang selalu merasa benar itu ya..na'udhubillah

12. Memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan amal sholih lainnya

Allah Ta’ala berfirman dalam QS.Al-Baqarah : 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.”
(QS. Al Baqarah: 185)

Nah ini nih PR saya, semoga target khatam Ramadhan bulan ini bisa tercapai. Seperti sudah kita ketahui, untuk bisa khatam kita harus membaca 1 juz per hari. Biar tidak berat, kita bisa cicil setiap habis shalat membaca 2 lembar. TaPi apalah daya emak2 yang shalat saja masih digondelin my toddler 😆 jadi menyiasatinya dengan cara baca sebanyak-banyaknya saat anak tidur. Karena kalo lagi main disambi masih belum mau, maunya full perhatian ke dia..(uups malah curcol)


13. Memberi makan bagi orang yang berpuasa

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

14. Memperbanyak do’a menjelang berbuka puasa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
ِ"Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)

15. Menyegerakan berbuka meski hanya dengan sebiji kurma atau seteguk air kemudian berdo’a

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthob (kurma basah), maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3:164. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika telah berbuka mengucapkan: ‘Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)’.” (HR. Abu Daud no. 2357, hasan).

16. Mengerjakan Shalat tarawih bersama imam hingga selesai

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
َ“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda,
“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. An-Nasai, no. 1605; Tirmidzi, no. 806; Ibnu Majah, no. 1327. Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ Al-Ghalil, no. 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Nah, pandemi ini membuat kita shalat tarawih hanya di rumah. Hikmahnya, kita bisa tarawih sekalian quality time bersama keluarga dan mengasah kemampuan hafalan surah Al quran pak suamik ya moms..

17. Menutup sholat malam dengan mengerjakan sholat witir dan membaca do’a

Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata,
ُّ“Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan salam, beliau mengucapkan, ‘Subhaanal Malikil Qudduus’ sebanyak tiga kali; ketika bacaan yang ketiga, beliau memanjangkan suaranya, lalu beliau mengucapkan, ‘Rabbil malaa-ikati war ruuh.’” (HR. As-Sunan Al-Kubra Al-Baihaqi, 3:40 dan Sunan Ad-Daruquthni, 4: 371. Tambahan “Rabbil malaa-ikati war ruuh” adalah tambahan maqbulah 
yang diterima.)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : َ
“Kekasihku—Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam—mewasiatkan kepadaku untuk puasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, dan melakukan shalat witir sebelum tidur.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 1178 dan Muslim, no. 721]

18. Melakukan tadarrus Al-Qur’an

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
َ“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar memberi. Semangat beliau dalam memberi lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Quran kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihiwa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari, no. 3554 dan Muslim, no. 2307)

19. Segera tidur dan tidak begadang jika tidak ada keperluan dan berniat berpuasa untuk esok hari

Larangan begadang disebutkan dalam hadits Abi Barzah, beliau berkata,yang artinya:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan mengobrol setelahnya.” (HR. Bukhari, no. 568)
Dari Hafshah—Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha–, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang belum berniat di malam hari sebelum Shubuh, maka tidak ada puasa untuknya.” (HR. An-Nasai, no. 2333; Ibnu Majah, no. 1700; dan Abu Daud, no. 2454. Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini).

20. Beri’tikaf dan lebih bersemangat ketika 10 hari terakhir di bulan ramadhan agar meraih kemuliaan lailatul qadar

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. (HR. Bukhari, no. 2026 dan Muslim, no. 1172).
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim, no. 1175)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, no. 1901)


Cukup panjang juga tulisan kali ini ya ternyata, semoga tidak ada yang terlewat terbaca. Tulisan ini sebagai bentuk refleksi diri agar lebih konsisten dan khusyuk dalam beribadah. Semoga semua pembaca diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini, serta masih diberikan kesempatan untuk berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan, aamiin...

Sekian, wassalamualaikum...