Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan

No ribet, bikin sambal awet tahan lama.


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Assalamualaikum...

Tulisan pertama membahas masak memasak, awalnya ga ada niatan nulis resep..
Berhubung kemarin posting foto stock sambal 3 jar, eh langsung diserbu chat nanyain resep dan caranya. Mungkin untuk resep sambal udah jadi rahasia umum ya, cuma banyak yang belum tau gimana caranya biar awet tahan lama. Bagi pecinta sambal wajib banget nyetok sambal kayak gini, biar tiap hari ga capek ngulek kayak tukang pecel...😁 maklum, buat saya dan suami makan tanpa sambal itu kurang nikmat rasanya..
Apalagi di bulan Ramadhan seperti sekarang ini, sangat praktis banget nyetok seperti ini.
Maka dari itu, sekalian aja aku tulis di blog ini biar bisa terjawab secara lengkap ya Mommies...


Nah, ini dia penampakan sambalnya


Sambal bawang, sambal ijo, sambal terasi (dokpri)
Foto belepotan karena ga niat buat properti blog 🙈

Bahan dan takaran bisa disesuaikan dengan selera masing-masing ya..karena aku kalo masak pake ilmu kira-kira aja (main feeling gitu) 🤭
Yang penting antara cabai dan bawang merah takarannya 1:1 yaa biar rasanya mantaaaps..

Pertama, sambal bawang

ini yang paling netral dan paling banyak orang suka..
Soalnya cocok banget buat semua jenis sayur dan lauk. 

Bahan:
  • 250gr cabai rawit merah (me:campur cabai merah keriting biar ga terlalu pedas)
  • 250gr bawang merah, kupas
  • 4 siung bawang putih, kupas
  • Garam, gula secukupnya
  • Kaldu bubuk totole (opsional, boleh juga saori)
  • Minyak goreng secukupnya

Cara:
  • Cuci bersih cabai dan bawang 
  • Potong2 agar mudah dihaluskan dan tidak meletus saat digoreng
  • Panaskan minyak, tumis cabai dan bawang sampai agak layu dan harum, lalu tiriskan
  • Haluskan, boleh manual pake ulangan atau pake blender (me:pake blender ditambah sedikit minyak, tapi jangan sampe halus ya, biar cakep masih setengah kasar)
  • Tuang ke wajan, nyalakan kompor. Tambahkan minyak, Garam, gula, dan kaldu bubuk. Masak sampai minyak bewarna kemerahan dan meletup. Cicip sedikit dan koreksi rasa.
  • Matikan kompor, biarkan dingin lalu masukan ke dlam jar.
  • Setelah benar-benar dingin, tutup rapat wadah lalu simpan dalam kulkas.

Sambal ijo

Sesuai namanya, sambal ijo ini bewarna hijau dari full cabai hijau. Sambal ini cocok banget buat sayuran berempah seperti menu nasi padang. Bikin sambal ini buat mengobati rindu makan nasi padang Citra Bundo di Semarang. Pecinta Padang wajib coba ya..

Bahan:
  • 200gr cabai hijau mix cabai besar, cabai keriting dan rawit 
  • 12 siung bawang merah, kupas
  • 2 buah tomat hijau, potong 4
  • Garam, gula secukupnya
  • Kaldu bubuk totole (opsional, boleh juga saori)
  • Minyak goreng secukupnya

Cara:
  • Cuci bersih cabai, tomat dan bawang 
  • Potong2 agar mudah dihaluskan dan tidak meletus saat digoreng
  • Panaskan minyak, tumis cabai, tomat, dan bawang sampai agak layu dan harum, lalu tiriskan
  • Haluskan, boleh manual pake ulangan atau pake blender (me:pake blender ditambah sedikit minyak, tapi jangan sampe halus ya, biar cakep masih setengah kasar)
  • Tuang ke wajan, nyalakan kompor. Tambahkan minyak, Garam, gula, dan kaldu bubuk. Masak sampai minyak bewarna kemerahan dan meletup. Cicip sedikit dan koreksi rasa.
  • Matikan kompor, biarkan dingin lalu masukan ke dalam jar.
  • Setelah benar-benar dingin, tutup rapat wadah lalu simpan dalam kulkas.

Sambal terasi

Kalo ini pastinya buat pecinta terasi...
(Favoritnya pak suam deh kalo ini)

Bahan:
  • 250gr cabai rawit merah (me:campur cabai merah keriting biar ga terlalu pedas)
  • 250gr bawang merah, kupas
  • 2 buah tomat ukuran besar, potong 4
  • Terasi secukupnya, bakar sebentar sampai semerbak aromanya 😆
  • Garam, gula secukupnya
  • Kaldu bubuk totole (opsional, boleh juga saori)
  • Minyak goreng secukupnya

Cara:
  • Cuci bersih cabai, tomat dan bawang 
  • Potong2 agar mudah dihaluskan dan tidak meletus saat digoreng
  • Panaskan minyak, tumis cabai, tomat dan bawang sampai agak layu dan harum, lalu tiriskan
  • Haluskan, boleh manual pake ulangan atau pake blender (me:pake blender ditambah sedikit minyak, tapi jangan sampe halus ya, biar cakep masih setengah kasar)
  • Tuang ke wajan, nyalakan kompor. Tambahkan minyak, terasi yang sudah dihaluskan manual, Garam, gula, dan kaldu bubuk. Masak sampai minyak bewarna kemerahan dan meletup. Cicip sedikit dan koreksi rasa.
  • Matikan kompor, biarkan dingin lalu masukan ke dalam jar.
  • Setelah benar-benar dingin, tutup rapat wadah lalu simpan dalam kulkas.

Kuncinya agar bisa awet lama adalah masak sambal sampai matang , tunggu benar-benar dingin lalu masukan dalam wadah tertutup rapat dan kedap udara. Simpan dalam kulkas dan sambal pun akan awet sampai 2minggu bahkan lebih. Yang penting saat mau menyajikan untuk makan, ambil dengan sendok bersih lalu tutup rapat dan masukan kulkas kembali. Sebelum disiapkan untuk makan, taruh sambal dalam wadah saji, bisa diamkan hingga dingin atau bisa juga tambahkan sedikit minyak goreng panas.

Nah sekian dulu sharing resep kali ini, semoga bisa bermanfaat ya Mommies..


😊💜

Pikiran Positif Berawal dari Kepala yang Bersih

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Assalamualaikum sahabat,

"Berpikir positif akan membiarkan Anda melakukan segala sesuatu lebih baik daripada berpikir negatif." 

- Zig Ziglar


Kutipan ini semoga bisa menyemangati kita dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang sudah 1,5 bulan lebih lamanya menyerang Indonesia.
Bagaimana rasanya? 
Sudah terbiasa dengan rutinitas yang tiba-tiba semua berubah dilakukan di rumah kan? 
Atau justru sudah mulai bosan? 
Jangan sampai bosan dulu ya, karena diperkirakan pandemi ini puncaknya 5 atau 6 minggu lagi. Sebagaimana pernyataan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona RI sekaligus Kepala BNPB, Doni Monardo.

"Karena puncak di negara Indonesia, diprediksi 5-6 pekan yang akan datang," Senin (13/4/2020).

Apa yang terbayang saat baca pernyataan itu? (saya langsung terbayang lebaran bulan depan tidak bisa berkumpul dengan keluarga besar 😢 )
Apapun itu, jangan membuat kita menjadi panik yaa...tetap tenang, bersabar dan berpikir positif saja, semoga pandemi ini segera berakhir dan kita semua bisa beraktivitas normal kembali.

Tulisan kali ini, ingin berbagi tentang kegiatan apa aja yang bisa dilakukan selama physical distancing agar tidak merasa bosan dan jenuh terus-terusan berada #DirumahAja. Apalagi saat ini di Jakarta sudah sepekan diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sehingga kegiatan di luar rumah semakin terbatas.
Sebagai full time Moms berada dirumah selama 24jam per 7hari mungkin sudah hal yang biasa buat saya. Tapi, jadwal belanja bahan masakan yang awalnya dilakukan harian, kini saya rubah menjadi seminggu sekali. Jadwal belanja kebutuhan bulanan yang biasanya bisa sekalian cuci mata ke Mall sekarang beralih melalui media online. 
Jadi selama PSBB ini, semua kegiatan dari bangun tidur sampai tidur kembali di malam hari semua dikerjakan dirumah. Awalnya sih bosan, tapi lama kelamaan mulai menikmati ritme ini juga. Dan saat pandemi ini, merasa peran saya sangat berarti karena berperan besar dalam program pemerintah untuk tetap #DirumahAja agar penyebaran virus ini segera berhenti secepatnya. Berjuta rasa bangga dan salut kepada para tenaga medis dan pejuang keluarga yang masih harus bekerja diluaran sana. Semoga Allah selalu melindungi dan memberikan pahala yang berlimpah atas dedikasi dan pengorbanannya selama pandemi ini. (Aamiin)

Nah, untuk kita para perempuan hebat yang bisa #DirumahAja juga jangan kalah berjuang yaa...
Selama berada di rumah bukan berarti hanya bermalas-malasan saja, karena banyak sekali aktivitas yang masih bisa kita lakukan di rumah, baik untuk keluarga maupun masyarakat sekitar kita. 

Dahulukan aktivitas prioritas dahulu, lakukan peran utama mu secara maksimal selama di rumah. 

Sebagai Ibu Rumah Tangga dengan 1 anak balita, aktivitas mulai dari memasak, mengurus anak setiap waktu, cuci-cucian, dan bersih-bersih rumah adalah santapan setiap hari. Bismillah, lakukan dengan ikhlas dan penuh syukur untuk keluarga tercinta. Karena dari tangan kita lah, masakan yang sehat dan bersih bisa tersaji, pakaian yang bersih dan wangi bisa siap dipakai, ruangan yang bersih dan rapi untuk aktivitas keluarga agar nyaman berada di rumah.
Selain itu, membersamai waktu bermain anak adalah tugas utama sebagai seorang ibu selama di rumah. Bermain dengan anak dengan membuat mainan DIY bersama-sama dari bahan-bahan seadanya di rumah menjadi suatu hal yang mengasyikan apalagi ketika anak sangat antusias memainkannya. (doakan bisa saya tulis di lain waktu ya, DIY apa saja itu... heheheh)

Disela-sela pekerjaan yang "seabrek" tadi, jangan lupa untuk berjemur ya..

"Sinar matahari pagi menghasilkan sinar UV (ultraviolet) yang menyentuh permukaan kulit untuk diubah oleh tubuh menjadi vitamin D. Vitamin D dibutuhkan untuk menjalankan fungsi metabolisme kalsium, imunitas tubuh, serta mentransmisi kerja otot dengan saraf." (Alodokter)

Beruntung ya kita tinggal di daerah khatulistiwa yang mana sinar matahari dengan mudah kita dapatkan. Terlebih lagi, aktivitas pagi yang biasanya menghambat kita untuk berjemur sekarang bisa dilakukan dirumah, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak berjemur yaa..

Setelah berjemur optimalkan kesehatan tubuh dengan berolahraga.

Ga perlu olahraga yang berat, olahraga yang ringan seperti workout atau yoga di rumah bisa kita lakukan agar badan menjadi lebih fit dan sehat. Yang ingin tau olahraga apa yang hanya butuh waktu singkat tapi hasil optimal, bisa mampir ke tulisan saya sebelum ini yaa...


Setelah berjemur dan olahraga, badan otomatis akan berkeringat semua. Ditambah cuaca ekstrim yang sebentar panas dan sebentar mendung, rasanya gerah dan sumpek berada di dalam rumah. Mau melakukan aktivitas lain pun jadi enggan rasanya.
Kalau sudah mulai suntuk begini, saya memilih rehat untuk mandi keramas sejenak biar badan jadi fresh dan siap melanjutkan aktivitas yang lain.

Ini dia nih, yang membuat mood kembali segar..(Dokpri)

Emeron Shampoo Complete Haircare

Pilihan saya jatuh ke shampo Emeron yang varian Hijab Clean & Fresh seperti foto di atas. Selain karena saya berhijab (tentunya), Emeron Hijab Nutritive Shampoo Clean & Fresh ini mengandung tea tree oil dan active provit amino yang memberikan perawatan maksimal untuk rambut yang sering tertutup hijab agar tidak apek dan rambut akan semakin kuat. Selain itu, shampoo ini diperkaya dengan MOC Perfume yang membuat rambut segar dan wangi sepanjang hari. Aromanya pun dijamin harum menyegarkan dan ada sensasi dingin saat keramas, jadi gerah pun langsung sirna seketika. 
Kalau rambut sudah segar, pikiran pun jadi tenang dan energi positif akan datang dengan sendirinya, kita pun jadi semangat lagi untuk melanjutkan aktivitas tanpa merasa gerah atau  gangguan ramput lepek. 

Setelah pekerjaan domestik beres, kita bisa melanjutkan untuk memanjakan diri sejenak.

Memanjakan diri atau lebih akrab disebut dengan me time, sangat baik dilakukan untuk seorang ibu. Setidaknya dalam 1 minggu, luangkan satu waktu khusus untuk memanjakan diri sejenak. Sambil mengawasi buah hati di rumah, pilihlah me time harian yang bermanfaat agar waktu yang kita gunakan tidak sia-sia. Bagi yang suka baking, bisa mulai dengan mencoba resep baru dengan menu yang lebih sehat. Jika tidak suka berlama-lama di dapur, bisa mencoba kreativitas baru seperti merajut atau menulis blog seperti ini agar "uneg-uneg" dalam hati bisa tersalurkan 🤭.
Selain itu, kita juga bisa melanjutkan bacaan buku yang sudah lama kita beli tapi belum sempat kita baca. Bisa juga merapikan lagi koleksi dan pernak-pernik kita di dalam rumah yang sepertinya butuh sentuhan hangat tangan kita.
Yang pasti, apapun itu me time kamu, akan terasa menyenangkan jika pikiran dalam kepala kita pun sudah segar dengan bantuan dari produk Emeron Complete Hair Care. Pikiran yang segar akan membantu kita untuk selalu berpikir secara positif dan menghasilkan pekerjaan yang optimal.

#DengarkanHatimu untuk melanjutkan aktivitas, saat pandemi seperti inilah waktu yang sangat tepat untuk kita saling berbagi dan menebar kebaikan. Jangan sampai virus corona menghalangi langkahmu untuk tetap aktif dan produktif. Dengan menggunakan produk Emeron Complete Haircare apapun kegiatan harian mu akan terasa ringan dengan kondisi rambut yang segar tanpa gangguan bau apek dan ramput lepek.

Ingin tau apa saja produk dari Emeron Complete Hair Care? 
Bisa langsung kunjungi website Emeron ini ya, karena produk emeron kini semakin lengkap dan banyak variannya jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis rambut kamu. Jadi tidak perlu khawatir lagi, rambut gatal dan lepek menggangu hari-hari mu di masa pandemi seperti saat ini yaa..


Semoga sharing ini bisa bermanfaat dan memberikan dampak positif kepada para pembaca.
Tetap semangat berada di rumah, jaga kesehatan dan tetap berpikiran positif  selalu yaa…

Wassalamualaikum.


Food Preparation agar Bahan Masakan Lebih Tahan Lama


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum sahabat,

Terimakasih sudah berkunjung di halaman ini, bagaimana kabar hari ni? Semoga senantiasa dalam perlindungan Allah SWT.

Kali ini, saya ingin sharing tentang masalah perdapuran nih, yang cocok banget buat para mommies yang lagi nyiapin masa MPASi sang buah hati atau yang hanya sempat belanja mingguan ke pasar. Terlebih lagi kondisi di Indonesia saat ini yang sedang dilanda virus corona sehingga diharuskan melakukan social distancing yang mana memaksa kita untuk meminimalkan keluar rumah. Jadi, yang biasanya belanja sayur setiap hari bisa mengurangi jadwalnya menjadi per 3 hari atau bahkan seminggu sekali.

Pada dasarnya, sayur dan perlaukan memang lebih fresh jika belanja harian dan langsung dimasak, tapi dalam beberapa kondisi seperti di atas, memaksa kita untuk mencari cara yang lebih efektif dan efisien. Tentunya dengan berbagai pertimbangan ya, seperti jenis sayur dan lauk apa saja yang bisa bertahan lama di kulkas dan seberapa besar ukuran kulkas kita.

Contoh beberapa food preparation by Google


Nah, biasanya weekend adalah waktu yang paling cocok untuk kita berbelanja komplit ke pasar atau tukang sayur dan melakukan food preparation. Kenapa? Karena food preparation ini memang membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga di awal tapi untuk beberapa hari ke depan, proses masak pun akan lebih cepat dan praktis, jadi bisa kekejar untuk nyiapin sarapan keluarga atau bekal sekolah.

Nah, sebelum kita memulai list belanjanya, kita siapin dlu nih peralatan perangnya...

(Sebagian alat yang tersisa dari kulkas. Dokpri)

Plastic Box/Sealware/Food Container

Kotak plastik atau tempat makanan yang bisa kedap udara. Ini bisa banget untuk menyimpan lauk seperti daging, udang, dan ikan. Selain itu juga cocok banget untuk tempat cabe, tomat, daun bawang, wortel dan sayur lainnya. Untuk merk, ukuran, dan warna bisa disesuaikan kebutuhan masing_masing yaa..Kalo saya pribadi lebih suka pakai yang bening atau transparan agar terlihat apa isinya, jadi lebih mudah aja waktu mau ambil ga perlu intip-intip atau buka tutupnya.

Zipper Bag

Ini bisa banget buat alternatif yang belum punya box plastik di atas karena harganya yang lebih murah. Selain itu menggunakan ini jadi lebih hemat tempat. Jadi yang punya kulkas kecil bisa banget pakai si zipper bag satu ini. Saya pakai merk bagus, plastiknya cukup tebal, zippernya juga kuat banget. Ini tersedia dalam berbagai ukuran dan model ziplock yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan budget. Untuk yang mau kepo bisa banget mampir ke Official Online Store Bagus ini yaa...

Cling Wrap/ plastik biasa asal bersih dan kering

Nah kalo yang ini, ga begitu wajib sih...saya pakai ini seringnya untuk membungkus potongan buah semangka atau melon. Tapi cling wrap ini bisa banget untuk membungkus sayuran utuh seperti sawi putih, brokoli, paprika seperti di supermarket gitu moms. Insya Allah sayur akan lebih awet tahan lama di kulkas.

Setelah peralatan siap...
Next, list belanjaannya yaaa...
Saya bagi dalam 3 jenis

1. Lauk

Ini yang paling bertahan lama-lama di kulkas, bisa sampe berbulan-bulan bahkan. Jadi yang punya kulkas guede dan belanja via online, mending belanja banyak sekalian agar lebih hemat ongkir.

  • Daging sapi
Daging ini yang paling awet bertahan di dalam freezer bisa 4-8 bulan. Asalkan setelah beli, jangan dicuci air langsung dimasukkan ke salah satu wadah di atas. Paling aman masuk dalam box container atau zipper bag. Ketika sudah beku dan akan dimasak, lakukan defrosting (pencairan) dahulu ya moms, malam harinya ambil daging dari freezer dan pindahkan ke bagian bawah kulkas agar daging kembali lunak dan esok paginya bisa langsung dimasak.
Tambahan juga nih buat mommies, tips untuk mengolah daging agar cepat empuk. Pakai cara 5.30.7 aja moms, pasti sudah banyak yang tahu kan? Jadi, daging direbus dalam air mendidih dalam panci yang tertutup rapat selama 5 menit, matikan kompor tanpa mengubah posisi panci, setelah 30menit nyalakan api kembali dan tunggu hingga 7 menit. Panci boleh mulai dibuka dan proses masak pun bisa berlanjut.
Untuk para mommies yang sedang berjibaku dengan MPASi, bisa pilih daging sapi giling yang lebih praktis untuk menu babynya, penyimpanan sama seperti daging di atas tanpa dicuci terlebih dahulu, hanya saja langsung dipisahkan dalam plastik ziplock ukuran kecil per porsi makan si kecil, sekitar 3-4 sdm.

  • Ayam atau unggas lainnya
Cara penyimpanan sama dengan daging sapi, lama penyimpanan dalam freezer bisa sampai 9 bulan bahkan 1 tahun jika unggas dalam keadaan utuh. Kalau saya pribadi, lebih suka sudah dipotong-potong sesuai rencana menu masakan yang akan dibuat. Yang terpenting, pastikan unggas sudah dalam keadaaan bersih. Jika beli di supermarket sudah terjamin bersih jadi bisa langsung masuk ke freezer, tapi yang berbelanja di pasar tradisional atau tukang sayur dekat rumah, saya sarankan untuk dibersihkan dahulu atau sekalian proses blansir untuk membuang kotoran dan darah sisa-sisanya.

  • Ikan mentah fresh
Ikan laut, ikan tawar, atau ikan yang sudah di fillet bisa bertahan selama 6-8 bulan di dalam freezer. Cuci bersih ikan, hilangkan sisik dan kotoran dalam perutnya, beri perasan jeruk nipis, kemudian bilas. Tapi untuk stock selama seminggu, saya lebih suka marinasi ikan terlebih dahulu dengan bumbu2 seperti garam, lada, ketumbar, kunyit, dan bawang putih bubuk. Lalu disimpan dalam box container dan taruh dalam freezer. Jadi waktunya mau masak tinggal cemplung goreng tanpa perlu beramis-amisan lagi…jangan lupa pindahkan ke kulkas bagian bawah pada malam hari sebelumnya yaa…

  • Seafood
Seafood yang paling banyak dijumpai dan praktis pengolahannya adalah udang dan cumi. Tapi harus dibersihkan dahulu ya, untuk udang buang kepala, kulit dan kakinya, sisakan ekor biar tetap cantik. Lalu cuci bersih dan masukan ke dalam box container. Untuk kepala dan kulit udang bisa banget untuk dibuat kaldu udang dahulu daripada langsung dibuang, caranya pun mudah hanya cuci bersih dan rebus dalam air mendidih sampai air mulai menyusut dan keluar kaldunya. Simpan kaldu dalam wadah kaca dan simpan dalam kulkas untuk kuah masakan agar lebih sedap tanpa menambahkan bumbu penyedap. Untuk cumi, ini tidak bisa bertahan lama, jadi bisa dimasak paling awal ya…

  • Telur (telur ayam, telur puyuh, telur bebek, telur asin)
Kalo ini pasti sudah jadi rahasia umum ya, tinggal taruh dalam wadah telur dalam kulkas, beres deh…
Tapi sebelum masukan kulkas, cuci dengan air mengalir dulu ya, agar sisa-sisa kotoran yang menempel di telur hilang jadi tidak membuat kuman di dalam kulkas.

  • Ikan yang sudah dikeringkan
Seperti teri nasi, teri jengki, dan ikan teri lainnya, cocok banget untuk campuran bikin sambal. Biasanya saya tinggal masukan ke box container atau plastik zip lock, karena tidak lama-lama saya simpan di kulkas, langsung di eksekusi buat sambal teri favorit pak suam. Kalau mau awet, boelh juga dicuci bersih lalu digoreng sampai kering.

  • Frozen food (sosis, bakso, nugget)
Ini sih optional aja, biasanya saya tetep stock untuk berjaga-jaga kalo ada kondisi yang diluar dugaan. Untuk sosis dan bakso saya juga biasa stock untuk pelengkap sayur sop atau sayur lainnya.


2. Sayuran

Untuk keluarga pecinta sayur dan mempunyai anak kecil, pasti menu sayur berkuah wajib ada di menu masakan harian kita. Tapi sayangnya, sayuran rentan sekali layu sehingga kurang cocok berada lama-lama di dalam kulkas. Setelah berbagai pengamatan dan uji coba pribadi, ternyata sayur mayur bisa juga kok bertahan lama untuk stock masakan kita selama hampir 1 minggu. Tapi saya lebih sering stock 2 kali dalam seminggu. Untung sayuran berdaun hijau (seperti bayam dan kangkung) siangi terlebih dahulu, bersihkan kotoran yang menempel dengan tisu, lalu petik daunnya dan simpan dalam plastik bersih dan kering, lalu ikat rapat plastik. 

(Penyimpanan bayam. Dokpri)

Untuk sawi putih, brokoli, bunga kol, pare, dan oyong bisa dibungkus dengan cling wrap. Untuk jagung pilih yang masih terbungkus daun agar lebih awet lama.
Saya list dari yang paling rentan layu, jadi urut sesuai hari esoknya memasak, tinggal pilih sesuai selera ya Moms...

  • Pokcoy, sawi caisim, brokoli, tauge
  • Racikan sayur asem, sop, cap jay
  • Bayam, kangkung, jagung
  • Sawi putih, pare
  • Wortel, jagung muda
  • Buncis, kacang panjang
  • Labu siam utuh

3. Bumbu dan pelengkap


  • Tempe (bertahan 2 hari, untuk hari selanjutnya rasa sudah berbeda tapi cocok untuk buat sambal tempe lho..)
  • Tahu putih, tahu kuning, tahu bakso. Untuk tahu putih saya rebus dulu dalam air mendidih yang sudah diberi garam dan sedikit lada. Lalu simpan dalam box dengan diberi air rebusannya sedikit.
  • Jamur kuping, jamur kancing (Simpan dengan cara yang sama dengan tahu putih)
  • Bawang merah, bawang putih, bombay. Tidak disimpan dalam kulkas, bersihkan dan cari apakah ada yang busuk dan buah kulit bawang yang kotor
  • Bumbu dapur, Untuk daun salam dan daun jeruk, saya simpan dalam box container dan masukan ke freezer jadi bisa bertahan lama tanpa layu dan berubah hitam. Untuk rimpang, saya simpan diluar kulkas.
  • Daun bawang, seledtomat, jeruk nipis. Untuk daun bawang bersihkan bagian bawahnya, lalu masukan dalam box container atau zipper bag.
  • Cabai, buang tangkainya dan bersihkan bagian yang kotor, lalu masukan dalam box yang sudah dialasi tisu dan tambahan bawang putih kupas 1 siung. Insya Allah cabai akan awet sampai 2 minggu lamanya seperti dalam foto ini yaa..
(Contoh penyimpanan cabai, daun bawang dan tomat. Dokpri)

Demikian sharing perdapuran kali ini, semoga bisa bermanfaat dan memunculkan rasa semangat untuk memasak ya Mommies, karena bagaimana pun masakan rumah adalah yang paling sehat karena terjamin kebersihan dan perbumbuannya..😁

Kalau ada yang ingin ditambahkan bisa tulis komentar di bawah ya… Kalau ada yang ingin ditanyakan dan butuh jawaban cepat bisa langsung klik plug in medsos saya di atas.

Sekian dari saya, wassalam.

Workout 10Menit bikin Badan Makin Fit

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum pembaca setia...


Mens sana incopore sano..


Pasti sudah tidak asing ya dengan kutipan yang satu ini?
Yups, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
Siapa sih yang ga pengen punya badan yang sehat?
Pasti semua orang ga mau ngerasain yang namanya sakit.
Tapi, sayangnya gaya hidup dan pola makan kita apakah sudah mengarah kesana? mari kita jawab sendiri di dalam hati ya...😊

Saat ini hampir seluruh masyarakat Indonesia sedang aware banget dengan kesehatan dan kebersihan diri karena adanya virus corona. Mungkin itulah salah satu ibroh yang bisa kita ambil dari munculnya virus ini ya...
Dimana kita sekarang harus rajin cuci tangan, rajin-rajin berjemur, perbanyak rimpang yang disinyalir bisa memperkuat imun karena banyak mengandung curcumin.

    eitss,,tunggu dulu...masih ada yang ketinggalan nih, apa hayo?

Kalau boleh saya tambahkan disini, kita juga wajib untuk rutin berolahraga.

Mumpung lagi sosial distancing dan banyak yang work from home, jadi ga bisa alesan lagi kan bilang ga sempet atau ga punya waktu buat olahraga.

Jangan kan olahraga keluar? beli bahan makanan aja disarankan untuk beli online...

Siapa bilang olahraga harus keluar rumah?
Banyak kok olahraga yang bisa kita lakukan secara mandiri di rumah, asal ada kemauan dan niat untuk mengolah raga kita agar tetap fit dan stamina pun terjaga...

Daripada kita gabut dirumah atau ngabisin waktu bebikinan di dapur bikin cemilan terus-terusan, apalagi kalo si bapak minta cemilan nya gorengan, itu tuh yang bahaya..
kita stay at home untuk ikhtiar menghindari corona, eh tapi kolesterol malah ga kekontrol.

Nah, bagi yang ingin komit hidup sehat dan jaga kesehatan, apalagi mau menurunkan berat badan, bisa banget baca tulisan ini sampai selesai ya, semoga bisa bermanfaat....

Menurut Wikipedia, Olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dengan berolahraga metabolisme tubuh menjadi lancar sehingga distribusi dan penyerapan nutrisi dalam tubuh menjadi lebih efektif dan efisien. Kombinasi diet, olahraga dan tidur merupakan kunci yang penting untuk kesehatan total. Oleh karena itulah olahraga sangat digemari banyak orang.


Akhir-akhir ini olahraga yang banyak digemari orang-orang adalah running. Olahraga lari bahkan menjadi trend lifestyle saat ini. Padahal saat jaman sekolah, olahraga lari ku anggap sebagai hukuman karena lari keliling muterin sekolah di siang bolong bagaikan penyiksaan buatku (lah kok malah curcol 🙈).
Maka dari itu lari tidak perlu aku bahas disini ya, bukan karena alesan personal tadi, tapi karena tidak sesuai dengan sikon saat ini dimana kita harus tetap #dirumahAja.
Mungkin bagi yang punya rumah dengan halaman yang luas, lari bisa dijadikan pilihan untuk berolahraga sambil sunbathing tiap hari. Tapi jangan lupa ya, sebelum olahraga wajib pemanasan dulu agar tidak cedera atau salah otot. 

Bagi yang tidak suka olahraga lari seperti saya ini, perlu banget mencoba untuk workout di rumah dengan lebih santai dan nyaman, karena bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing. Selain itu waktunya pun fleksibel dan terbilang singkat, hanya 10menit. Jadi cocok banget buat para mommies yang punya seabrek job desk yang konon tiada akhir 😆.  Oh iya, workout ini juga cocok banget buat yang ingin nurunin berat badan tapi mager buat olahraga keluar lho...
Biar ga bingung, saya akan coba share workout khusus untuk para ladies yang bisa dilakukan sendiri dirumah tanpa perlu ke gym atau bantuan personal trainer.

Gimana caranya?

Install aplikasi workout melalui play store atau app store di gawai kamu.

Berikut beberapa aplikasi yang mudah digunakan untuk pemula sekalipun. 

  • Kebugaran Wanita
klik disini untuk buka aplikasinya.

  • Easy Work Out
 klik disini untuk install aplikasinya.

  • Latihan untuk Wanita
Klik disini untuk install aplikasinya.


Nah, setelah aplikasi berhasil diinstall, 

Buka aplikasi tersebut dan coba masukan data diri seperti gambar dibawah ini ya...


(contoh isian data diri pribadi)

Ini penting banget buat diisi sesuai data diri yang akurat dan aktual, agar ke depan bisa dilihat perkembangan tubuh kita seperti apa.

Lalu, pilih tujuan Workout


Sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing yaa...saya disini tujuannya untuk kebugaran tubuh dan ngeratain perut yang membuncit efek hamil 2tahun yang lalu. 

Setelah pengisian data selesai, akan muncul berbagai menu pilihan untuk jenis program latihan yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan goals yang diinginkan. Selain itu, bisa diatur juga untuk reminder agar kita tidak kelupaan workout. 


Melalui apikasi ini, kita tinggal mengikuti instruksi dan panduan video dalam bentuk animasi sehingga kita lebih mudah mengikuti gerakannya. Jadi, untuk para pemula ga perlu ragu untuk mencobanya ya...
Karena workout secara mandiri ini benar-benar sangat mudah dan aman, selain itu jika kita konsisten mengerjakannya hasilnya bisa terlihat langsung. Hanya dengan 10 menit, detoks-detoks dalam tubuh akan keluar dengan sendirinya melalui keringat yang keluar saat kita melakukan workout dengan benar.

Workout dengan bantuan aplikasi seperti ini, banyak sekali kemudahan yang bisa kita dapat:
  • tidak memerlukan peralatan tambahan, jadi ga perlu pusing mikirin budget
  • latihan dengan singkat dan efektif yang memaksimalkan pembakaran lemak
  • ramah untuk pemula dan lengkap juga untuk profesioanl karena tersedia dalam 3 level yaitu untuk pemula, menengah dan mahir
  • aplikasi di install secara gratis dan lengkap untuk seluruh tubuh, baik untuk kebugaran atau mengurangi berat badan
  • lengkap dengan pemanasan dan peregangan
  • terdapat menu track record kalori yang sudah terbakar dan perkembangan berat badan kita
  • ada menu reminder jadi ga akan kelupaan lagi deh buat olahraga 
Selain itu, banyak manfaat lainnya juga lho..

  • Badan jadi lebih segar dan tidak lemas ketika bangun tidur
  • Badan lebih fit jadi tidak mudah sakit saat cuaca ekstrim yang sering bikin flu atau meriang
  • Pencernaan lebih lancar jadi ga ada lagi masalah susah BAB
  • Plus bonusnya lagi badan jadi kencang tidak bergelambir karena lemak-lemak sudah terbakar dan berat badan pun bisa turun.


Gampang dan praktis banget kan olahraga macam ini, waktu dirumah jadi bermanfaat, badan jadi sehat dan bonusnya tubuh jadi makin ideal.
Tidak lupa juga, sebelum memulai rutinitas olahraga ini mari luruskan niat dulu bahwa aktivitas ini sebagai bentuk ikhtiar kita dalam menjaga kesehatan tubuh yang Allah titipkan untuk kita (dan juga bentuk ikhtiar untuk menyenangkan suami)..agar aktivitas ini insya Allah bisa bernilai pahala di sisi Allah..

آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ

13 Kesalahan Komunikasi Orang Tua ke Anak



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum sahabat semua,

Semoga selalu mendapat perlindungan
اَللهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dari virus corona yang semakin menyebar ke seluruh Indonesia. Apa nih kesibukan para mommies selama sosial distancing dan tetap #dirumahAja? 
Pastinya tetep harus produktif dan semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta yaa...


Minggu lalu, coba ikut kulwap lagi nih, kali ini diadakan oleh High Class Response yang membahas tentang kesalahan-kesalahan umum orangtua dalam berkomunikasi dengan anak. Dalam kulwap ini, kita mendapat banyak keuntungan lho...
Apa aja itu?
- E-book
- Challenge harian (Selama 7 hari)
- Tanya Jawab dan Feedback selama 24 jam
- Hadiah Buku "Lima Langkah Komunikasi
Efektif, agar Anak Tumbuh Optimal" untuk Peserta Teraktif

Di hari pertama materi disampaikan oleh Pak Adlil Umarat atau lebih akrab dipanggil Pak Ading, yang merupakan seorang Childhood Optimizer Trainer. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi Q&A yang dikirim ke email moderator, dimana sesi tanya jawab ini dilakukan secara langsung dan bisa langsung kasih feed back jadi bisa jelas dan tuntas. Setelah itu kita diminta mengikuti challenge selama 7hari yang dilaporkan melalui website HCR for Parents, dari challenge itu kita diminta untuk share insight via wa group dan boleh juga di sosial media.
Nah, sayang banget klo saya simpen sendiri kan? makanya saya mau coba share disini, sapa tau bisa bermanfaat..Aamiin

Langsung aja ya...

13 kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua kepada anak-anak mereka

1. Direct melulu

Maksudnya? Dalam komunikasi, orangtua selalu men-direct anaknya alias mengarahkan terus anaknya. Dia langsung memberitahu apa yang harus dikerjakan anaknya. Pada kasus lain, orangtua yang otoriter, merasa dirinya paling benar, paling banyak memakan asam-garam
kehidupan, dibandingkan anaknya. So, anak harus manut kepada apapun perkataan orangtua. Ketika anak balik bertanya, orangtua menganggap itu sebagai bantahan, keras kepala, melawan, dan lain sebagainya. 
Hal ini kurang bagus buat perkembangan anak, karena anak akan jadi kurang inisiatif. Dia tidak terbiasa berpikir pada solusi jika menghadapi masalah di kemudian hari. Yang ada, ketika mendapat masalah, dia akan menunggu, menunggu, dan terus menunggu. Padahal, zaman now, kita butuh orang yang inisiatifnya tinggi jika ingin berperan besar.

2. Komunikasi hanya 1 arah

Orangtua tidak memberi jeda kepada anak untuk merespon apa pesan yang disampaikan orangtua. Belum sempat menjawab, anaknya sudah diberondong pertanyaan yang bejibun jumlahnya. 
Maka dari itu, jadilah orangtua yang memberi kesempatan kepada anak untuk menjalankan critical thinkingnya. Dengan begitu otak anak akan bekerja secara optimal untuk menghubungkan data yang ia terima. Tidak melulu menerima doktrin-doktrin belaka, agar otaknya sehat, banyak koneksi di neuronnya.

3. Bernada kelewat tinggi di 5 oktaf

Nah ini nih, kelatahan emak-emak dari jaman dahulu kala. Orangtua kerap kali bicara dengan nada tinggi kepada anak dengan harapan nada tinggi yang diucapkan itu bisa membuat anak langsung patuh, manut dan langsung mengerjakan apa yang diperintahkan. Memang, anaknya akan patuh saat itu, tapi sesungguhnya dia merasa tidak nyaman.
Bisa jadi anak patuh karena merasa takut saja, sehingga saat tidak ada orangtuanya, anak akan 180 derajat berbalik arah melakukan apa-apa yang dilarang dan tidak melakukan apa-apa yang disuruh orangtuanya. 
Alangkah baiknya, sebagai orang tua bicara ke anak dengan nada 2 oktaf. Itu seperti bicaranya orang yang sedang duduk berdampingan, seperti orang menyapa orang lain disampingnya ketika menunggu bus di halte, “Ibu mau kemana?” Tidak mungkin kita teriak-teriak menanyakan orang untuk basa-basi bukan?

4. Bicara penuh amarah

Banyak orangtua sudah terpancing amarahnya, lalu pakai nada tinggi dan berteriak-teriak memanggil nama anaknya, disertai suara yang parau sehingga pesan inti yang ingin disampaikan malah tertutupi. Anak yang mendengarnya jadi merasa kaget, takut, dan ketika ia dengarkan lebih jelas lagi, ternyata ia tak menangkap apa esensi dari pesan yang disampaikan orangtuanya. “Sebenarnya orangtuaku itu maunya apa sih?” Itu pesannya belum mampu ditangkap anak, keburu dia sudah ketakutan mendengar suara tinggi, suara parau, muka merah padam. 
Akhirnya, yang terdelivery ke anak secara paripurna dan sempurna adalah RASA AMARAH. Rasa amarah itu, selalu saja bikin anak tidak nyaman, bahkan sampai trauma.

5. No eye-contact sama sekali

Banyak orangtua kalau bicara dengan anaknya dari jauh saja, tanpa menatap mata anaknya. Persentase kegagalan anak memahami pesan jadi lebih tinggi tanpa tatap mata. Jika Anda ingin menyampaikan hal penting, pastikan Anda tatap mata anak Anda. Lebih keren dan efektif lagi, jika Anda tatap mata anak Anda dari jarak 45 cm, apalagi jika pesan yang Anda ingin sampaikan itu, begitu penting. Insya Allah pesannya akan jauh lebih mudah sampai, dibandingkan teriak-teriak dari jauh. Mungkin bisa saja anak paham pesan kita, tapi kita secara tidak langsung sedang mengajarkan cara komunikasi yang TIDAK HORMAT kepada anak kita dan bisa jadi kelak anak meniru hal yang sama kepada orang lain. Na'udhubillah

6. Eye-level tidak sama

Banyak orang tua bicara dengan anaknya yang masih kecil dengan mata yang tidak sama levelnya. Maksudnya tidak sejajar, dimana orangtua berdiri dan tinggi posisinya, sementara anak ada di bawah dan dia harus mendongak melihat orangtuanya di ketinggian. Pesan yang terselubung dari posisi berdiri orangtua-anak ini adalah orangtua sebagai bos, tuan, raja, sementara anak adalah bawahan, pesuruh atau rakyat jelata. Relasi yang tercipta seperti master and slave (tuan dan budak), dimana derajatnya sudah beda jauh.
Jika hal ini berlangsung terus, anak bisa jadi takut ke orangtua. Ada masalah, dia akan pendam yang lama kelamaan bisa jadi bibit penyakit karena hormonnya tidak stabil. Ada masalah dipikirin terus, tanpa dibicarakan atau dicari solusinya.
Maka dari itu, saat berbicara dengan anak (apalagi anak kecil) sebaiknya orang tua jongkok menyesuaikan posisi tinggi anak kita. Setarakan level mata Anda, dengan begitu insya Allah anak akan lebih merasa dihargai dan lebih mudah menangkap apa yang disampaikan orangtuanya.

7. Not being present

Tidak hadir jiwa dan pikirannya saat bicara dengan anak. Jika kita ingin pesan kita efektif sampai dan dipahami dengan cepat oleh anak, maka jadilah orangtua yang hadir sepenuhnya 
dan seutuhnya bersama anak saat kita menyampaikan pesan tersebut. Jangan disambi dengan pikiran kita melayang-layang ke urusan kantor atau urusan domestik lainnya atau bahkan parahnya lebih fokus ke HP yang selalu ada di tangan.
Hadirlah buat anak saat Anda bicara dengan anak. Ini terkait dengan SOUL yang ingin kita hadirkan dalam interaksi.

8. Ketika diajak bicara oleh anak, orangtua sering menyambi dengan kegiatan tertentu

Hayoo...siapa nih yang sering ngelakuin?karena saya pun salah satunya.
Sebagai full moms dimana semua pekerjaan rumah di handle sendiri, anak bermain adalah waktu yang pas untuk nyambi kerjaan. Misalnya saat sedang memasak (wah, tanggung nih nanti gosong masakanku) atau saat mencuci piring tiba-tiba anak menghampiri dan mengajak bicara. Maka,berhentilah dari kegiatan apapun saat itu juga dan fokus menanggapi apa yang sedang dibicarakan oleh anak kita. 
Dengan demikian, kita sedang mengajarkan kepada anak kita untuk HORMAT kepada lawan bicara. Ini bagian dari berlatih atentif dalam komunikasi dengan orang lain dan merupakan attitude yang mahal.

9. Melarang anak untuk menangis

Banyak orangtua melarang anaknya menangis karena malu saat ada orang banyak atau merasa berisik. Padahal menangis adalah bagian dari penyaluran emosi seseorang dengan merilisnya. Apakah masalah besar jika seseorang menangis? Sebenarnya tidak juga. Semua orang boleh menangis. Mau itu anak laki-laki ataupun perempuan. Menangis menjadi barometer bahwa hatinya masih ada sensitifitas tingkat tinggi. “Silakan menangis jika itu membuat hatimu nyaman, nak. Tapi pastikan segera regulasi diri ya.” Itu jauh lebih baik, agar anak kita tidak kaku atau beku hatinya.

10. Menghindar atau membohongi anak untuk menyelesaikan suatu masalah

Misalnya saat melihat anak jatuh di bebatuan dan kesakitan, kita ingin membuat anak tenang dan tidak menangis. Kemudian kita berusaha alihkan ke hal lain, “Lihat ada pesawat tuh…?” Padahal tidak ada pesawat. 
Jika anak jatuh, beri rasa empati terlebih dahulu. “Sakit ya? Kita obati dulu ya. Mama paham, pasti sakit jika kena batu begini,” setelah itu follow up dengan mengobatinya.
Justru saat ada masalah seperti ini adalah kesempatan kita sebagai orang tua untuk menanamkan konsep qadha dan qadr ke anak, setelah anak merasa tenang dan tidak kesakitan lagi.

11. Orangtua sering membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya

Bahkan ada orang tua yang membandingkan dengan dirinya saat kecil dulu. Misalnya, “Mama dulu tuh, Matematika 100 terus. Masak kamu dapat nilainya segini doang? Bikin malu aja.” Tidak ada orang yang senang dibanding-bandingkan, termasuk anak kecil sekalipun. Selain sudah beda zaman, juga kompleksitas dan tantangan kehidupan juga sangat berbeda jauh dibandingkan zaman dulu. 
Ketika Anda membandingkan ananda dengan saudara kandung, saudara sepupu, atau anak lain yang seusianya, anak akan mempunyai 2 respon. Jika anak kita kuat mental, dia akan tetap percaya diri. Tapi kalau anak kita lemah mental, dia akan drop dan jadi pribadi yang minder saat berhadapan dengan orang lain.

12. Menakut-nakuti anak dengan sesuatu yang tidak masuk akal

Misalnya nih ya pas anak sakit dan harus minum obat, orang tua biasanya menakut-nakuti dengan berkata “Ayo minum obat, biar tidak disuntik pak dokter” 
Mungkin saat itu anak mau minum obat, karena merasa takut dan selanjutnya kita akan mencari alasan-alasan lain agar anak mau minum obat, seperti “Awas polisi…. Ayok makan ada polisi. Jangan main jauh-jauh, Nanti kamu ditangkap polisi lho…” Itu contoh-contoh pembodohan anak yang tidak masuk akal dan anak jadi mengalami distorsi dalam berpikir dan bertindak.
Seharusnya ajarkan konsekuensi atau manfaat dari setiap apa-apa yang kita ajarkan ke anak. Tidak perlu menakut-nakuti atau memberi iming-iming hadiah agar anak menuruti mau kita. Jangan sampai kita menciptakan ketakutan atau berhala-berhala baru di hati anak untuk melakukan sesuatu, terlebih sesuatu itu suatu kewajiban baginya.

13. Orang tua tanya sendiri, dan dijawab sendiri

Yang terakhir nih, yang kadang kita secara tidka sadar melakukannya. Misalnya, “Kamu mau dimasakin sayur apa hari ini? Kangkung atau bayam?” Pas anaknya jawab kangung, orangtuanya langsung balas “Ah, kalau kangkung mah bikin ngantuk, sayur bayam aja ya….”
Atau pertanyaan-pertanyaan lain yang kita ucapkan hanya sekedar basa-basi aja ke anak. Anak justru merasa tidak dihargai dan merasa malas menjawab saat kita benar-benar menanyakan suatu hal yang penting...
Jangan sampai kayak gitu yah Moms...


Nah itu dia tadi kesalahan yang sering terjadi saat berkomunikasi dengan anak. Jika kita renungkan lebih dalam, mana sih poin kesalahan yang paling sering kita lakukan dalam berkomunikasi dengan anak kita? 
Semoga dengan list ini kita jadi paham dan menyadari, serta berusaha setiap harinya untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut. Sehingga hubungan dengan anak terjalin dengan baik dan anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.
Yuks moms kita sama-sama mencetak generasi anak yang percaya diri, inisiatif, dan empati. Dimana semua itu bisa terwujud dari konsistensi kita dalam memperlakukan anak kita setiap harinya..
Semangat ya, kita pasti bisa!!

Sosial Distancing, Tetap Produktif untuk Perkuat Iman dan Imun Bersama



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum,
Apa kabar Sahabat, semoga dalam keadaan sehat dan tenang walau negeri kita sedang dirundung virus corona sejak awal bulan Maret ini.

Melanjutkan tulisan sebelumnya, mengenai Corona dan Penangkalnya dimana saat itu COVID-19 baru saja masuk di Indonesia dengan diberitakannya 2 warga Depok positif corona, tepatnya tanggal 2 Maret 2020. Warga Indonesia sempat panik, harga masker melonjak tinggi dan banyak warga yang berbelanja dalam jumlah tidak wajar. Namun kepanikan itu hanya sesaat dan keadaan kembali normal tanpa ada pencegahan yang optimal.

Hingga akhirnya, 12 Maret 2020 WHO menyatakan bahwa corona menjadi pandemi global. Selang 1 hari, pada 13 Maret 2020 Gubernur Jakarta, Bapak Anies Baswedan melakukan penutupan sementara objek wisata di Jakarta selama 2 minggu terhitung tanggal 14-29 Maret 2020. Kemudian diikuti tindakan meliburkan kegiatan sekolah dan digantikan sistem pembelajaran online dirumah. Hingga akhirnya diberlakukan work from home untuk sebagian para pekerja. Semua tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk sosial distancing agar virus corona tidak semakin menyebar. 

Akan tetapi, hampir 1 minggu sudah...
Kondisi saat ini justru semakin genting, dimana sore tadi bapak Gubernur Jakarta menyatakan bahwa kondisi Jakarta sudah masuk ke tahap Tanggap Darurat karena jumlah kasus positif COVID-19 yang terus semakin meningkat dan korban meninggal semakin bertambah.
Per 20 Maret 2020, terdapat 369 kasus positif COVID-19 dengan 32 kematian dan 17 sembuh. Dimana dari jumlah tersebut, 224 kasus positif di DKI Jakarta dengan 20 kematian dan 13 orang dinyatakan sembuh.
Untuk lebih detailnya, berikut data kasus corona di Indonesia.

(https://corona.jakarta.go.id/id)



Sungguh perbandingan yang memprihatinkan dimana korban yang meninggal lebih banyak daripada yang sembuh.
Hal ini memaksa kita untuk semakin mawas diri, menjaga kebersihan dan kesehatan, dan benar benar mengikuti himbauan pemerintah untuk melakukan sosial distancing

Apa sih sosial distancing itu?
Pembatasan sosial atau jaga jarak dan interaksi dengan orang banyak di sekitar kita.

Pembatasan sosial adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular. Tujuan dari pembatasan sosial adalah untuk mengurangi kemungkinan kontak antara orang terinfeksi dan orang lain yang tidak terinfeksi, sehingga dapat meminimalkan penularan penyakit, morbiditas, dan terutama, kematian. (Wikipedia)

Biar lebih jelas berikut ilustrasinya.


Sosialisasi mengenai sosial distancing ini sudah banyak dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai media, tapi entah mengapa masyarakat Indonesia ini kurang aware dengan kondisi saat ini. Baru saja tadi pagi saat berkendara ke tukang sayur, sepanjang jalan mengamati kondisi sekitar yang masih banyak anak kecil diluar rumah sambil disuapi makan oleh ibunya, dan penjual warung makan berjualan seperti biasanya tanpa menggunakan penutup yang lebih aman. Saya pun yang menggunakan masker ke tukang sayur justru dipandang "aneh" oleh beberapa orang. Yaa...saya pakai masker ke luar rumah walau saya tidak sakit bukan lah hal yang seharusnya, tapi itu bentuk upaya saya menjaga diri terutama untuk anak saya yang masih balita karena kami termasuk golongan rentan terkena virus ini.

Hmmm...sepertinya terlalu panjang membahas si corona ini dan mungkin akan menyita banyak halaman jika tidak segera disudahi. Biar sesuai dengan judul, mari kita to the point aja...

Gencarnya sosial distancing memaksa kita untuk stay at home, yups #dirumahAja sampai menjadi hashtag nomer satu.
Mungkin bagi para extrovert fenomena ini menjadi ujian tersendiri karena tidak sesuai dengan kepribadiannya yang selalu ingin berhubungan sosial diluar. Namun kebalikannya, sosial distancing ini menjadi hal yang mudah dan biasa dilakukan karena berada dirumah adalah hal ternyaman bagi kami...
Well, saya seorang introvert (tapi sebenernya saya pun punya hasrat yang tinggi untuk keluar rumah di kala weekend 😁✌) Tapi di tiap harinya ketika suami bekerja, saya sangat menikmati berada di dalam rumah berduaan dengan anak saya, keluar rumah hanya sebatas belanja sayur pagi-pagi.

Maka dari itu, saya ingin mengulas apa-apa saja sih yang bisa kita lakukan selama masa sosial distancing agar tetap jadi produktif sehingga iman dan imun kita semakin kuat, terutama untuk para ladies nih.
Ladies disini pun pasti banyak tipe ya, nah sesuaikan dulu kamu termasuk yang mana nih?

Singlelillah

Untuk gadis-gadis hebat nan cantik jelita, apapun rutinitas yang biasa dilakukan baik sekolah, kuliah, ataupun bekerja, dengan adanya sosial distancing ini pasti kamu-kamu punya waktu lebih dari biasanya. Karena ga ada lagi waktu tersita untuk bermacet-macetan dijalan, ga ada lagi waktu kumpul bareng temen, dan melalang buana kesana kemari. 
Disinilah kamu bisa manfaatkan waktu untuk hal yang lebih manfaat, mulailah untuk quality time bersama orang tua atau saudara mu dirumah.
Perbanyak waktu untuk menghibur dan ngobrol bareng keluarga, manfaatkan lah waktu sebaik-baiknya untuk selalu menyenangkan orang tua terutama Ibumu. Karena jika sudah berkeluarga kamu tidak akan bisa sebebas sekarang.
Perbanyak ilmu dan skill, bisa dari berbagai buku atau media lainnya seperti kulwhap yang saat ini banyak sekali dipromosikan. Siapkan diri untuk menjadi istri dan ibu yang luar biasa dengan mempelajari ilmu berkeluarga dan parenting. Atau yang paling simple, kamu bisa juga belajar memasak,  dengan begitu kita bisa quality time dengan ibu plus bonus jadi jago masak untuk suami kita kelak (Aamiin...)

Working Moms

Sebelumnya mau menyapa dulu aah..
Hai mommy2 kece,
salut deh untuk kalian yang masih bekerja diluar sana yang bisa membagi waktu dengan ciamik antara tugas domestik mengurus anak dan suami tetapi masih bisa berkarya diluar sana. Baik untuk meringankan beban suami atau sebagai bentuk menebar manfaat ke sesama umat, kalian sungguh luar biasa....!
Nah, pasti adanya work from home ini menjadi moment yang langka ya, dimana bisa bekerja dirumah sambil memandangi anak dan bisa sambil ngemil dengan leluasa adalah kebahagiaan tersendiri ya...
Yang biasanya bangun pagi-pagi sudah berjibaku bersama suami untuk menghindari macetnya jalanan, kini bisa asyik dulu di dapur mencoba resep baru, menyiapkan makan untuk keluarga sambil quality time bersama suami. Mulai dari membahas pekerjaan masing-masing atau membahas rencana ke depan mengenai si corona ini.
Lalu disela-sela mengerjakan pekerjaan kantor atau orderan nih buat para pebisnis, kita bisa sambil membersamai aktivitas si kecil atau anak-anak kita saat sekolah dirumah.
Bersyukur kita masih diberi kesempatan untuk kembali ke kodrat kita sebagai madrasah utama bagi anak-anak kita. Menggantikan sementara peran guru di sekolah, menjadikan kita mengerti bahwa tidak mudah menjadi seorang pengajar, dimana kesabaran kita akan benar-benar diuji saat mengajari anak-anak kita. Tapi disitulah ladang pahala kita untuk bekal akhirat kelak.
Jika anak sudah mandiri, kita pun bisa mengupgrade diri menambah ilmu atau menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang selama ini tertunda, seperti merapikan barang-barang dirumah, menyortir barang yang bisa kita sumbangkan ke orang yang membutuhkan.

Full time Moms

Untuk para full mommies mungkin tidak banyak yang berubah ya, hanya saja tugas dirumah akan semakin banyak karena ditambah menjadi "guru" dijam-jam yang seharusnya anak sekolah.
Seperti halnya working moms diatas saat membersamai anak belajar dirumah ya Moms.
Tapi saat sosial distancing kita tidak perlu mengantar jemput anak sekolah, mengurus acara pertemuan atau pengajian, sehingga ada waktu untuk me time dengan tenang di rumah.
Dan tentunya merasa semakin bahagia karena saat mengerjakan pekerjaan domestik tidak sendirian lagi seperti biasanya. Akan lebih banyak waktu bersama dengan suami untuk sama-sama menerapkan kurikulum keluarga yang selama ini sudah dirancang bersama.

Nah, secuplik kegiatan saat sosial distancing tadi jika kita niatkan mengharap ridha Allah semoga bisa menjadi bekal amalan kita kelak di akhirat. Dan jika kita melakukannya dengan ikhlas pasti terasa ringan dan kita pun menjadi bahagia sehingga stress pun go away..
Dengan begitu imun kita semakin kuat dan insya Allah terhindar dari berbagai penyakit termasuk COVID-19 ini..

Gimana nih cara lain memperkuat imun kita?
Yuks Get The Sun alias rajin-rajin berjemur. Mari kita manfaatkan sinar matahari yang Allah berikan kepada kita secara gratisss..tiss.tisss....
Sebagaimana yang dijelaskan oleh dr. Vinci Edy Wibowo, SpP bahwa berjemur yang paling baik adalah saat matahari terik yaitu sekitar pukul 09.00-11.00 selama 15-30 menit. Usahakan mengenai kulit secara langsung dan saat berjemur pilih tempat yang terhindar dari polusi.
Selain itu, untuk meningkatkan imun atau daya tahan tubuh, tidur yang cukup selama 6-8 jam per hari. Waktu terbaik untuk tidur adalah malam hari. Jadi selama sosial distancing ini jangan malah begadang ngabisin waktu ga jelas buat streaming film atau hal yang kurang manfaat lainnya.

Trus gimana biar iman kita juga kuat?
Banyak-banyak istighfar, memohon ampun kepada Allah. Ketika aktifitas keluar semakin minim, tubuh tidak terlalu lelah. Cocok banget kita gunakan sepertiga malam kita untuk muhasabah diri bertaubat kepada Allah begitu banyak waktu yang kita habiskan untuk mengurus masalah duniawi hingga mengesampingkan bekal akhirat kita.
Selain itu, kita bisa banyak bersedekah untuk membantu keadaan yang kurang mampu dimana mereka tetap harus bekerja diluar sana sebagai sumber penghasilan keluarga.



Intinya, sosial distancing ini bisa menjadi moment yang berharga jika kita bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Terutama untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta اَللهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

Bagi yang masih harus berjuang keluar ditengah-tengah virus corona ini, mari luruskan niat agar menjadi ibadah dan bernilai pahala disisi اَللهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.
Tak lupa juga, mari kita dengan tulus ikhlas mendoakan para tenaga medis yang berada di garis terdepan menghadapi virus ini, semoga senantiasa diberi kesehatan dan perlindungan oleh اَللهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan menjadi amal jariyah karena telah berjuang menyelamatkan nyawa mereka yang terinfeksi virus corona ini.

Semoga kita semua bisa melewati wabah ini dengan sabar dan Allah segera angkat musibah ini sehingga kita bisa menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita, meramaikan masjid-masjid untuk shalat berjamaah dan berkumpul bersama keluarga saat lebaran nanti...
Aamiin ya Rabbal'alaamiin....