Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Sehat pangkal Cantik, no make up needed!

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Assalamualaikum sahabat,

Bagaimana kabarnya hari ini?
Apapun kondisinya jangan lupa tetap jaga kesehatan dan kecantikan diri yaa, agar mood kita tetap terjaga dan lebih bersemangat menjalani hari-hari kita.

Tak terasa ya, saat ini sudah 2 bulan kita dalam masa pandemi COVID-19 yang bersamaan memasuki 10hari terakhir bulan Ramadhan 1441Hijriyah. Ayo kencangkan ikat pinggang ibadah kita karena tidak ada lagi kesibukan mengurusi mudik dan persiapan baju lebaran.

Walau hanya #dirumahAja dan tidak ada kumpul lebaran, yang namanya kecantikan diri tetap harus terjaga ya. Karena kecantikan itu hasil dari menjaga kebersihan, dan kebersihan itu adalah sebagian dari iman.

Sebagaimana dijelaskan dalam banyak hadits berikut ini:

"Bersuci (thaharah) itu setengah daripada iman." (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ada lima macam fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak." (HR. Bukhari dan Muslim).

Diriwayatkan Abu Hurairah r.a. dia berkata, Rasulullah saw bersabda, "Jika aku tidak menjadikan berat umatku, maka sungguh aku perintahkan bersiwak (menggosok gigi) setiap hendak shalat". (HR Bukhari)

"Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhoi oleh Allah." (HR. An Nasa'i, Ahmad)
Dari sahabat Abi Hurairah ra: Rasulullah Shallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian hendak barbaring di tempat tidurnya hendaklah ia kibas-kibas kasur itu dengan sarungnya. Karena dia tidak tahu apa yang terjadi pada tempat tidurnya setelah ia tinggalkan sebelumnya." (HR Bukhari Muslim).

Dari hadits-hadits diatas dapat kita pahami bahwa menjaga kebersihan itu sangat penting, bahkan sedari kecil kita sudah diajarkan bahwa bersih itu pangkal sehat. Nah, selain membuat badan menjadi sehat, ada manfaat lain bagi kita kaum perempuan. Sebagaimana kodrat kita, bahwa setiap wanita itu cantik, dan kecantikan itu bisa kita dapatkan jika kita selalu menjaga kebersihan.

Jaga kebersihan diri dengan rajin mencuci muka, mandi minimal 2x dalam sehari, dan cuci rambut 2hari sekali.

Beruntung ya kita sebagai umat muslim, diwajibkan berwudhu 5x dalam sehari. Jadi secara tidak langsung kita menjadi sering bersihin muka kita kan?
Nah saat mandi, kita juga bisa mencuci muka kita dengan menggunakan sabun muka yang disesuaikan dengan jenis dan kebutuhan kulit kita masing-masing, pastikan produk yang kita pilih sudah bersertifikat halal yaa...

Source:Canva
Source:Canva

Berikut tips dalam pemilihan produk yang disesuaikan dengan jenis kulit menurut halodoc.com

Kandungan Pembersih untuk Kulit Sensitif
Disarankan untuk memilih produk:
  • Pembersih wajah bebas sabun atau deterjen.
  • Produk berlabel hypoallergenic, karena tidak mengandung zat yang menyebabkan alergi.
  • Produk tanpa pewangi, karena pewangi tambahan bisa menyebabkan alergi.
  • Hindari produk yang berbahan iritatif, seperti sulfat dan alkohol.

Kandungan Pembersih untuk Kulit berminyak 
Bagi yang memiliki kulit berminyak, hindari sabun pembersih wajah yang mengandung minyak mineral, petrolatum, dan petroleum, karena kandungan ini bersifat comedogenic yang dapat menyumbat pori-pori dan meningkatkan risiko jerawat.

Sabun Pembersih untuk Kulit Kering
Untuk jenis kulit kering, hindari sabun pembersih wajah yang mengandung:
• Detergen/SLS (sodium laureth sulfate)
Sabun tanpa detergen mungkin tidak berbusa, namun hal ini tidak memengaruhi efektivitas produk dalam membersihkan kulit.
• Asam salisilat dan asam glikolat
Asam salisilat dan asam glikolat dianjurkan untuk pemilik kulit berminyak. Tapi jika digunakan oleh pemilik kulit kering, kedua zat ini dapat menyerap minyak yang justru dibutuhkan oleh kulit kering.
• Alkohol, pewangi tambahan, bahan antibakteri
Pilihlah produk bebas alkohol dan pewangi tambahan, karena kedua zat ini membuat kulit semakin kering. Sabun pembersih wajah antibakteri juga tidak dianjurkan bagi pemilik kulit kering karena dapat mengiritasi kulit sehingga memperparah kondisi kulit kering.

Pembersih Wajah untuk Kulit Kombinasi
Kulit kombinasi terasa berminyak di area T (kening, hidung, dan dagu), namun di area lainnya kering atau normal. Pemilik kulit kombinasi juga mungkin memiliki wajah yang mengkilap, berkomedo, dan pori-pori yang terlihat besar.
Karena tipe yang berbeda ini, Anda dapat menggunakan dua sabun pembersih wajah sesuai masalah pada kulit wajah. Namun tetap hindari pembersih wajah yang mengandung alkohol, pewangi, dan bersifat antibakteri. Pilihlah sabun pembersih wajah bertekstur gel yang dapat membersihkan dan melembapkan, namun tidak menyumbat pori-pori.

Kandungan Pembersih Wajah untuk Kulit Normal
Tidak terlalu kering dan tidak terlalu berminyak merupakan karateristik kulit normal. Pada umumnya, kulit normal tidak memiliki masalah dengan tampilan pori-pori halus dan kulit yang bersih.
Pilihlah sabun pembersih wajah yang dapat menghidrasi kulit. Jika kulit terasa kering setelah mencuci muka, ganti dengan sabun pembersih wajah yang formulanya lebih lembut.
Selain kandungan, jenis dan tekstur sabun pembersih wajah juga penting. Sabun berbentuk batang dapat membuat kulit lebih rentan kering dan mengalami iritasi, karena formulanya yang keras. Gunakan sabun pembersih wajah bertekstur cair atau busa karena lebih lembut.

Selain wajah, kebersihan kepala juga ga kalah penting untuk selalu kita jaga. Rajin keramas dan menggunakan hair conditioner seminggu sekali juga penting kita lakukan di sela-sela kesibukan harian kita. Sebelumnya sudah saya bahas dalam tulisan sebelumnya 
bisa langsung mampir ya...

Jaga kelembapan wajah dan kulitmu.

Setelah wajah bersih, jangan lupa oleskan pelembap untuk mengembalikan kelembapan kulit dan boleh juga gunakan tabir surya dengan minimal SPF 30 untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet saat pergi ke luar rumah. Hindari sinar matahari langsung terutama pukul 10 pagi sampai pukul 2 siang. Untungnya saat ini sudah banyak produk lokal yang berlabel halal, jadi kita semakin banyak pilihan yang bisa kita coba dan kita sesuaikan dengan jenis dan kebutuhan kulit wajah kita. Berikut beberapa produk lokal maupun manca yang sudah berlabel halal dan mendapat sertifikasi MUI lengkap beserta linknya:
Merk diatas yang banyak dicari dan harganya masih terbilang wajar dan aman di kantong. Pada dasarnya yang paling penting adalah kecocokan dengan jenis kulit kita masing-masing, jadi tidak akan direview disini bagaimana produk-produk kecantikan di atas ya...(karena tidak diendorse bukan pakarnya juga, heheheh)

Perhatikan juga nutrisi kulit tubuh yang lain seperti tangan dan kaki, di cuaca yang ekstrim seperti saat ini kulit akan semakin mudah kering lho..makanya kita juga perlu gunakan lotion setelah selesai mandi agar kulit semakin lembab. Apalagi yang tiap hari tidur dan aktivitas di ruangan ber AC harus rutin pakai lotionnya yaa.. Yang masih beraktivitas keluar rumah saat pandemi dan Ramadhan seperti sekarang ini, jangan lupa gunakan sunblock 30menit sebelum keluar rumah. Oleskan secara merata di area kulit yang terpapar inar matahari secara langsung.

Imbangi dengan gaya hidup sehat.

Untuk kulit wajah yang bersih secara menyeluruh, imbangi perawatan kulit dengan gaya hidup sehat, seperti banyak minum air putih, berolahraga, dan mengonsumsi makanan sehat.
Dalam sehari minum air putih minimal sebanyak 2 liter atau mudahnya sebanyak 8 gelas air putih. Untuk mensiasati di Bulan Ramadhan agar kebutuhan mineral tubuh tetap tercukupi, yaitu dengan cara: 1 gelas saat bangun tidur sebelum sahur, 2 gelas saat makan sahur, 2 gelas saat berbuka, 2 gelas setelah shalat tarawih, dan 1 gelas sebelum tidur. 
Selain itu, pilihlah makan yang kaya gizi dan seimbang, perbanyak makan sayur dan buah, kurangi gorengan dan makanan manis berlebih (padahal ini menu yang kebanyakan orang cari untuk berbuka ya 😆)
Lalu, yang tidak kalah penting, jangan lupa juga untuk rajin berolahraga. Walau sedang puasa Ramadhan, kita harus sempatkan waktu untuk berolahraga lho, dan waktu terbaik untuk olahraga adalah 1 jam sebelum berbuka. Hal ini sangat bagus untuk membakar lemak lebih banyak, sehingga efektif menurunkan berat badan. Selain itu, kita tidak perlu khawatir akan dehidrasai karena setelah selesai berolahraga kita hanya perlu menunggu waktu sebentar untuk bisa langsung minum. Tentunya sesuaikan jenis olahraga dan durasinya ya, pilih olahraga yang ringan dan tidak perlu terlalu lama agar tidak sampai kelelahan dan kehabisan tenaga.

untuk referensi olahraga yang simple dilakukan dirumah bisa langsung meluncur kesini yaa..


Berhias dan tampil rapi walau #diRumahAja

Nah, ini mungkin PR banget buat para emak2 yang masih bejibaku mengurus bayi atau batita tanpa bantuan asisten atau  saudara serumah. Karena saya pun pernah mengalaminya, tinggal di perantauan dan baru saja penyesuaian dengan status Ibu dan tanpa bantuan siapa-siapa, betul-betul menguras tenaga dan pikiran sehingga tanpa terasa tidak ada waktu lagi untuk mengurus diri dan  berada di rumah terus-terusan menjadi terlalu nyaman menggunakan baju minim anti gerah yang penting berkancing depan yang mudah untuk menyusui. (Nah kan jadi curcol..🙈)
Tapi, setelah waktu berganti tahun hingga anak sudah jadi toddler saat genap 2 tahun dan belajar manajemen waktu, akhirnya bisa juga kembali mengurus dan merawat diri. Apalagi pas dengerin kajian-kajian, seringkali dibahas bahwa sudah menjadi kewajiban istri untuk tampil cantik di depan suami. Langsung deh terbelalak dan harus gimana caranya bisa tampil cantik saat di rumah dengan segala pekerjaan domestik yang menanti. 
Eitss, tampil cantik disini bukan berarti yang harus full make up kayak orang mau nikahan gitu ya, cukup tampil rapi dengan mandi di awal hari, gunakan pelembap wajah dan riasan tipis-tipis agar terlihat fresh dan segar, pakai wewangian dan jangan pakai DASTER!!!
Siapa disini yang demen banget pake daster dirumah? 🙋‍♀️🙋‍♀️🙋‍♀️🙋‍♀️(saya pun seneng klo lagi uplek di dapur)
Nah usahakan waktu suami dirumah ga dipake dulu ya seragam kebesaran kita yang satu ini...usahakan saat suami dirumah kita selalu tampil rapi baik dalam busana atau pun gaya rambut kita. Nah, setelah kita mengantar suami ke depan pintu untuk berangkat kerja, baru deh kita ganti kostum kebesaran dan ikat rambut kuncir kuda dan berjibaku dengan urusan domestik dan "momong anak" 😁😁😁 
Sore harinya sebelum suami pulang, kita sudah kembali rapi dan wangi lagi untuk menyambut suami di depan pintu, tentunya siapkan juga makanan favoritnya yaa...
Karena menurut Ustadz Khalid Basalamah, "kebutuhan pria yang harus dipenuhi itu ada 3, matanya (dengan kita tampil cantik dan selalu tersenyum di depan suami), perutnya (dengan menyediakan makanan atau minuman favorit suami), kemaluannya (penuhi saat suami meminta "tidur bersama")."
Jadi, jangan sampe terbalik lagi ya, biasanya wanita itu akan tampil allout saat hendak pergi apalagi pergi kondangan, tapi malah awut-awutan saat dirumah padahal suami melihat kita setiap saat. Apalagi saat WFH seperti 2 bulanan ini, udah suami dirumah banyak tekanan pekerjaan, jangan sampai suami makin pusing karena melihat kita yang awut-awutan dan bau dapur.

Mungkin saat pandemi telah berakhir, kita juga bisa sesekali me time untuk perawatan diri seperti facial, creambath, atau body spa. Tapi untuk saat ini kita bisa juga bisa kok perawatan diri #dirumahAja seperti pake masker wajah yang bisa kita racik sendiri dari buah-buahan segar atau bahkan masker wajah kemasan dengan berbagai merk yang ada di pasaran. Lalu, 2 atau 3 kali dalam seminggu kita bisa luluran saat mandi dan pakai hairmask sendiri di rumah.


Intinya, cantik itu sudah fitrahnya kita sebagai perempuan. Yang terpenting adalah bagaimana cara kita merawat kecantikan yang telah Allah titipkan kepada kita. Cantik bukanlah berarti harus berkulit putih, tanpa jerawat atau noda. Cantik itu bagaimana kita bersikap dalam keseharian saat berinteraksi dengan orang lain, karena inner beauty lebih memancarkan sinarnya daripada kecantikan make up semata.
@ivacwicha 

Nah, sekian dulu tips n trick simple yang INSYA Allah applicable dilakukan dirumah. Tulisan ini mungkin jauh dari yang diharapkan, karena pada dasarnya bukan bidang saya membahas masalah beauty lifestyle seperti ini. Jadi tulisan ini saya buat sesuai tema yang ditentukan dalam komunitas Blogger Bengkel Diri selama bulan Ramadhan tahun ini. 
Maka dari itu, kritik dan saran serta masukan boleh banget di tulis di kolom komentar di bawah ya...

Selamat menikmati hari-hari terkahir Ramadhan tahun ini, semoga ibadah kita semakin optimal saat mendekati Lebaran walau di tengah pandemi 😊



Kupas Tuntas Isu Dukhan di Pertengahan Ramadhan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum...

Kembali lagi dalam tulisan  saya yang kali ini akan membahas sebuah isu yang sedang marak diributkan sebagian kalangan. Beredar isu adanya benturan asteroid dan terjadi dukhan di pertengahan Ramadhan tahun ini, yang diprediksi terjadi pada 15 Ramadhan 1441 Hijriyah yang bertepatan dengan hari Jumat, 8 Mei 2020. Entah isu tersebut bermula dari mana dan tidak perlu kita pusingkan mencari pelakunya.
Yang perlu cepat kita cari tau adalah kebenaran isu tersebut dengan menanyakan ke ahlinya. Kebetulan saat membuka beranda instagram, muncul postingan dari Ustadz Adi Hidayat (cek disini) yang akan membahas isu ini dalam program kajian rutin selama Ramadhan yaitu Aku Suka (Ayo Kultum Sejenak untuk Berbuka) di channel YouTube Ustadz Adi Hidayat Official (cek disini) edisi 14 Ramadhan tepatnya tanggal 7 Mei 2020.

Pembahasan isu ini dijelaskan secara jelas dan rinci secara ilmiah oleh beliau, baik dari sisi Sains dan juga dari sisi ilmu Hadits. Nah, langsung saja saya coba tulis rangkumannya disini ya.  


Mengenai isu benturan asteroid

Informasi dari LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), Bosscha, dan NASA, bahwa ada benda  langit yang mendekati bumi pada 7 Mei 2020 pukul 21.48 (universal time) atau sekitar pukul 04.48 WIB di tanggal 8 Mei 2020 yang tepatnya 15 Ramadhan 1441H. Benda itu bernama "Asteroid 2016 HP6" dengan kecepatan 5,72 km/s yang jaraknya 1,66 juta dari bumi atau lebih mudah jaraknya 4,3 kali lipat dari jarak bulan ke bumi. Menariknya, fakta dari LAPAN menjelaskan bahwa benda ini tidak dapat diamati baik dari segi magnitudo maupun ukuran, sehingga benda ini tidak berbahaya.

Kejadian serupa pun pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2018 silam, tepatnya pada tanggal 13 Mei 2018 dan jaraknya waktu itu lebih dekat ke bumi, yaitu 831.672km dan alhamdulillah tidak ada kejadian benturan pada 2018 yang lalu. Jadi, ini adalah fase yang kedua Asteroid 2016 HP6 mendekati bumi dan jaraknya justru semakin jauh, melebihi jaraknya bulan ke bumi yang setiap hari mengelilingi bumi.  
Lagi pula, maraknya isu ini hanya ada di Indonesia, karena di media asing manapun tidak ada yang memberitakan akan kejadian ini terlebih lagi NASA yang mempunyai teknologi yang paling canggih saat ini. 

Oleh karena itu, tidak ada lagi yang perlu kita khawatirkan akan ada benturan benda langit ke bumi ya...

Persoalan berikutnya, mengenai 15 Ramadhan yang diisukan akan terjadi dukhan dan semacamnya.

Sebelumnya kita akan bahas sedikit, apa itu dukhan?

Banyak ulama menyebutkan bahwa dukhan merupakan salah satu dari tanda-tanda kiamat akan tiba. Dukhan adalah kabut atau asap nyata yang turun dari langit yang akan menutupi bumi dan berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Sebagaimana tertuang dalam Al Quran surah ke 44 yaitu QS. Ad Dukhan yang dapat kita baca pada mushaf kita masing-masing.

Hadits yang dikaitkan dengan fenomena asteroid yang mendekati bumi pada Jumat, 8 Mei 2020 ini adalah sebuah hadits dalam kitab Al-Fitan yang diriwayatkan oleh Nu'aim bin Hammad pada halaman 228, hadits no 638 yang berbunyi:

إِذَا كَانَتْ صَيْحَةٌ فِي رَمَضَانَ فَإِنَّهُ يَكُونُ مَعْمَعَةٌ فِي شَوَّالٍ، وَتَمْيِيزُ الْقَبَائِلِ فِي ذِيِ الْقَعْدَةِ، وَتُسْفَكُ الدِّمَاءُ فِي ذِيِ الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمِ، وَمَا الْمُحَرَّمُ» ، يَقُولُهَا ثَلَاثًا، «هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ، يُقْتَلُ النَّاسُ فِيهَا هَرْجًا هَرْجًا» قَال َ: قُلْنَا : وَمَا الصَّيْحَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : ” هَدَّةٌ فِي النِّصْفِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ جُمُعَةٍ، فَتَكُونُ هَدَّةٌ تُوقِظُ النَّائِمَ، وَتُقْعِدُ الْقَائِمَ، وَتُخْرِجُ الْعَوَاتِقَ مِنْ خُدُورِهِنَّ، فِي لَيْلَةِ جُمُعَةٍ، فِي سَنَةٍ كَثِيرَةِ الزَّلَازِلِ، فَإِذَا صَلَّيْتُمُ الْفَجْرَ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَادْخُلُوا بُيُوتَكُمْ، وَاغْلِقُوا أَبْوَابَكُمْ، وَسُدُّوا كُوَاكُمْ، وَدِثِّرُوا أَنْفُسَكُمْ، وَسُدُّوا آذَانَكُمْ، فَإِذَا حَسَسْتُمْ بِالصَّيْحَةِ فَخِرُّوا لِلَّهِ سُجَّدًا، وَقُولُوا : سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، رَبُّنَا الْقُدُّوسُ، فَإِنَّ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ نَجَا، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ هَلَكَ “ 

Yang artinya adalah:  
"Bila terdengar suara dahsyat terjadi pada bulan Ramadhan, maka akan terjadi suatu huru-hara pada bulan Syawal, semua suku akan saling berselisih pada bulan Dzulqa'dah, pertumpahan darah terjadi pada bulan Dzulhijjah dan Muharram, dan apa itu Muharram? "Pada bulan itu banyak manusia yang terbunuh." Rasulullah sampai mengulangnya tiga kali.  Para sahabat pun bertanya, "Suara dahsyat apa itu, Rasul?"  Rasulullah menjawab, "Suara keras yang terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan, yaitu tepatnya malam Jumat, itu suara dahsyat yang nanti akan mengagetkan orang-orang yang sedang tertidur, membuat orang yang berdiri menjadi duduk, para wanita terhempas keluar dari kamarnya.  Pada malam Jumat di tahun tersebut banyak terjadi gempa bumi, jika kalian telah melaksanakan salat Subuh di hari Jumatnya, maka masuklah ke dalam rumah, kunci pintu rumah, tutup lubang-lubangnya, lindungi diri kalian dengan selimut, tutuplah telinga kalian.  Jika kalian merasakan suara dahsyat, maka agungkanlah Allah dengan bersujud, dan berdoa Subhanal Quddus, Subhanal Quddus, Rabbunal Quddus. Orang yang melakukan hal tersebut itu akan selamat, dan yang tidak melakukannya akan celaka." 

Dari hadits tersebut memunculkan asumsi terjadi pada tahun ini karena pertengahan Ramadhan tepatnya 15 Ramadhan 1441H bertepatan pada hari Jumat yang mana juga terdapat asteroid yang mendekati bumi (yang jaraknya 4,3 kali lipat dari jarak bulan ke bumi)

Lalu bagaimana sanad akan hadits tersebut?

Pada awal kitab biasanya terdapat ulasan dari beberapa imam atau ahli hadits mengenai isi hadits dari kitab yang ditulis. Pada jilid awal kitab tersebut dijelaskan bahwa hadits-hadits di dalamnya itu bisa dibilang mengingkari atau berbeda dengan imam atau ahli hadits yang lebih populer dan otoritatif, sehingga hadits tersebut menyelisihi riwayat lain. 
Oleh karena itu, hadits yang menyelisihi ini alangkah baiknya diabaikan saja karena tidak bisa dijadikan hujjah (dalil).
Selain itu, ditemukan pula bahwa hadits tersebut merupakan rangkaian suatu bab yang membahas mengenai jatuhnya Kekhalifahan Abbasiyah yang mana pada masa itu pernah terjadi suatu pekikan atau dentuman besar. 

Jadi sebenarnya hadits tersebut tidak bisa dijadikan landasan karena tidak ada kaitan sama sekali dengan masalah dukhan atau kiamat sekalipun.

Kesimpulannya:

1. Berdasarkan informasi dari LAPAN tidak ada kejadian benturan asteroid karena benda langit tersebut jaraknya sangat jauh, sehingga tidak berbahaya.
2. Hadits yang diklaim akan terjadi Dukhan di 15 Ramadhan, ternyata tidak ada kaitannya karena sebenarnya membahas tentang jatuhnya Bani Abbas.
3. Riwayat hadits yang diambil dari kitab Al Fitan tersebut menyelisihi riwayat lain, maka diabaikan saja.

Alangkah baiknya, kita sebagai umat muslim saat mendapat kabar atau isu yang beredar, tidak langsung panik atau langsung menyebarkannya kembali. Berikut kaidah ilmu selekti dalam ajaran Islam:

1. Seluruh Aktivitas Punya Dasar Ilmu

QS. Al-Isra' ayat 36

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.

2. Orang yang beriman wajib mengecek kebenaran informasi yang didapat

QS. Al-Hujarat ayat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.

3. Jika punya persoalan atau mencari informasi cepat tanyakan ke pakarnya

QS. An-Nahl ayat 43

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ ۚ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,

Semoga 3 langkah ini bisa kita jadikan pedoman untuk menjalani kehidupan saat ini dimana banyak hoaks yang beredar melalui media daring, yang justru membuat resah dan panik. 
Rasa panik dan ketakutan juga bisa kita jadikan tolok ukur sejauh mana tingkat keimanan kita.

Terakhir,
Kita tidak perlu memikirkan kapan kiamat terjadi (karena pasti akan tetap terjadi)

QS. Luqmān : 34

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.

Karena sesungguhnya kematian pun merupakan salah satu kiamat sugra yang bisa terjadi kapan saja tanpa ada pemberitahuan sama sekali.
Jadi, yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana amal kita untuk bekal ke akhirat nanti. Mari terus memperbaiki diri, memperbanyak ilmu, dan terus menebarkan manfaat agar bisa menjadi amal jariyah kelak..aamiin

Akhir kata, wassalamualaikum.


Sosial Distancing, apakah hanya slogan saja?


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum sahabat,

Marhaban ya Ramadhan,

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan ya semua..Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan puasa danibadah lainnya di bulan ini. Aamiin

Ramadhan tahun ini sungguh tak pernah dibayangkan, tidak seperti Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Menjalani ibadah puasa ditengah pandemi, tidak bisa shalat berjamaah di masjid, tidak ada acara buka bersama di luar, dan yang menyedihkan tidak bisa mudik untuk berkumpul dengan keluarga tercinta.

Yups, masih menyoal masalah COVID-19 yang belum juga sirna dari Indonesia. Sudah hampir 2 bulan sejak diberitakan 2 warga Depok positif virus tersebut, hingga kini (Jumat, 24 April 2020) sudah menembus angka 8.211 kasus positif yang tersebar di Indonesia. Belum lagi jumlah PDP dan ODP yang tidak kalah dengan jumlah korban positif. Untuk jumlah lengkap dan data perkembangan kasus ini bisa cek langsung ke sini yaa..

Kota Jakarta yang menjadi asal mula datangnya virus corona ini pun masih menjadi kota dengan jumlah terbanyak kasus positif, tepatnya 3.605 kasus. Padahal dari pemerintah daerah sudah mencanangkan berbagai program dan himbauan untuk masyarakat, tapi belum bisa juga menekan jumlah penyebaran virus corona ini. Sejak awal Maret sudah diberlakukan sosial distancing (jaga jarak), belajar dari rumah, dan work from home (bekerja dari rumah). Selain itu, pada awal April pemerintah Jakarta sudah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang akhirnya diperpanjang hingga 7 Mei 2020.




Bagi sebagian orang (termasuk saya) sudah benar-benar aware dengan melakukan Sosial Distancing atau kini lebih ke Physical Distancing, dengan berbagai cara, mulai dari
  • Tetap #dirumahAja jika tidak ada keperluan penting dan mendesak (sekolah, bekerja, dan ibadah dari rumah)
  • Tidak menerima tamu baik keluarga ataupun kerabat dan teman
  • Tidak berinteraksi secara langsung dengan orang lain, seperti tetangga, warga sekitar, dan petugas paket pengiriman
  • Jika ada barang atau paket datang, petugas paket diminta untuk menaruh di depan pintu rumah saja. Setelah petugas pergi semprot paket dengan disinfektan dan diamkan dahulu beberapa jam
  • Pembelian barang dialihkan melalui e-commerce atau media daring lainnya 
  • Mengurangi intensitas belanja bahan masakan yang awalnya harian menjadi seminggu sekali (baca tips n trick nya:Food Preparation agar Bahan Masakan Lebih Tahan Lama)
  • Jika terpaksa keluar rumah karena tuntutan pekerjaan atau ada kepentingan seperti membeli bahan makanan, maka wajib menggunakan masker, membawa hand sanitizer atau tisue basah, jika menemukan tempat cuci tangan sebisa mungkin langsung cuci tangan
  • Menggunakan transportasi umum adalah solusi terakhir saat harus WFO (work from office)

Namun, pada kenyataannya Jakarta masih macet saja. Pasar dan pusat pembelanjaan pun tak sepi pengunjung. Hal ini membuat saya heran, apakah ada yang salah dengan peraturan pemerintah atau memang masyarakat yang belum bisa menerapkannya?

Minggu lalu, setelah 2bulan tidak berbelanja bulanan ke sepermarket,  akhirnya saya pun memberanikan diri keluar rumah untuk membeli berbagai kebutuhan menjelang Ramadhan. Saya pergi ke salah satu swalayan yang sudah biasa saya kunjungi setiap bulannya. Kaget rasanya begitu masuk area parkir banyak orang yang mengantri di luar pintu masuk swalayan. Perasaan saya pun langsung tidak enak menduga-duga ada prosedur apa untuk belanja disini saat PSBB. Akhirnya saya pun masuk dan mencari tau apa yang terjadi. Swalayan ini sungguh membuat saya kagum, Tip Top namanya. Demi menerapkan program pemerintah saat PSBB, swalayan ini membatasi jumlah pengunjung yang masuk untuk berbelanja. Informasi dari Customer Service, pengunjung yang masuk akan dibatasi per 5 orang dan dipanggil sesuai nomer antrian yang sudah diberikan saat datang. 

Saya yang datang jam 11 siang mendapat nomer antrian 403 dan pengunjung yang masuk terakhir masih nomer 246. 😆

Lebih parah dari antrian bank ya..(dokpri)

Disana juga sudah disediakan kursi tunggu yang diletakkan berjauhan untuk menerapkan jaga jarak antar pengunjung. Tapi, karena terlalu banyaknya pengunjung yang rela antri, penerapan Physical Distancing pun tidak berlaku lagi disana. Dan seperti inilah yang terjadi

Situasi antrian pengunjung Tip Top (dokpri)
Akhirnya, setelah melihat kondisi dan memikirkan si toddler yang dirumah sama bapaknya aja, saya pun mengurungkan niat untuk berbelanja. Padahal saya begitu suka dan nyaman berbelanja di Tip Top, selain harganya yang lebih murah dan lengkap, Tip Top swalayan ini berkonsep islami, dimana semua karyawan perempuan menggunakan hijab dan disediakan masjid yang bersih dan nyaman. Jika di swalayan atau sepermarket lain diputarkan musik masa kini, di Tip Top diperdengarkan murotal tiada henti, jadi sambil berbelanja kita bisa mendapat pahala dari apa yang kita dengar disana.

Kembali ke masalah Physical Distancing, dari kasus di atas, jadi tersadar. Bukanlah peraturan pemerintah lah yang salah atau kurangnya himbauan secara luas, tapi masalahnya adalah pada kesadaran masyarakat akan bahayanya si virus corona ini. Rasa-rasanya masyarakat masih kurang serius dalam menjaga dirinya sendiri dan keluarga mereka masing-masing. Apakah karena virus corona ini tidak terlihat jadi mereka tidak merasa takut atau mawas diri?
Padahal sudah begitu banyak korban meninggal akan virus ini dan jumlah kasus positif pun terus semakin bertambah dengan jumlah yang sangat signifikan. 

Mari kita berdoa sejenak agar masyarakat Indonesia mau lebih aware menghadapi pandemi ini, dengan benar-benar melakukan Physical Distancing secara nyata semoga penyebaran virus ini bisa segera hilang, tentunya dengan seijin Allah Subhanahu wa ta'ala..
آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ





#COVID-19 #physicaldistancing #sosialdistancing #dirumahAja #BPNRamadan2020 #30dayblogchallenge #bloggerperempuan