Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan

Lebaran 2020 saat pandemi, banyak ibroh dibaliknya.

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم


Assalamualaikum sahabat bloggerku..

Lebaran 2020 yang tidak akan terlupakan ya..
Oiya sebelumnya, ijinkan saya mengucapkan



تَقَبَلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ،صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ وَكُلُّ عَامٍِ بِخَيْرٍ
وجعلنا الله مِنَ العَائِديْنِ وَالفَائِزِيْنَ


Semoga kita semua mendapat kemenangan dan amal ibadah kita mendapat keridhaan dari Allah Subhanahu wa ta'ala. 
Masih dalam suasana lebaran ya, sudah berapa piring ketupat opor yang dilahap? Lebaran tahun ini sungguh tak seperti biasa, bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. 
Pandemi COVID-19 yang belum berakhir juga sudah hampir 3bulan lamanya, membuat kita harus menahan rindu tidak dapat berkumpul merayakan hari nan fitri ini. Bukan karena alasan takut akan virus ini, tapi lebih untuk menjaga orang tua dan keluarga kita tersayang yang sudah masuk dalam kategori rentan terkena covid, semua itu sebagai bentuk ikhtiar kita dalam memohon perlindungan dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Sebagaimana sebuah hadits 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطَّاعُونُ آيَةُ الرِّجْزِ ابْتَلَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ نَاسًا مِنْ عِبَادِهِ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ فَلَا تَدْخُلُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَفِرُّوا مِنْهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia.
Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu.Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.” 
(HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).

Maka dari itu, kita harus ikhlas dan sabar di lebaran 2020 ini kita tidak perlu mudik, tidak berkunjung ke rumah-rumah untuk bersalam-salaman, tidak perlu kumpul-kumpul atau bepergian ke luar di pusat pembelanjaan atau nongkrong di cafe.

@ivacwicha
@ivacwicha (dokpri)

Allah sungguh Maha Baik, pandemi terjadi saat tekhnologi sudah semakin canggih, sehingga silaturahmi pun masih bisa berjalan via daring dan kita masih bisa bertatap muka walau sebatas layar gawai kita. Selain itu, kita juga masih bisa berkirim-kirim hampers untuk orang yang kita rindukan.

Jadi, daripada kita berkeluh kesah dan bersedih hati karena tidak bisa mudik dan berkumpul dengan keluarga, lebih baik fokus akan hal-hal yang masih bisa kita lakukan dan tentunya wajib kita syukuri.
Nah, sedikit berbagi cerita tentang lebaran 2020 versi aku nih, ternyata banyak banget ibroh yang bisa kita nikmati dibalik pandemi yang belum kunjung berakhir ini.

1. Mengasah kemampuan memasak yang mungkin masih terpendam

Biasanya kalo lebaran gini selalu mudik dan otomatis jadi "nyonyah" (read:no masak2 dan uprek kerjaan rumah) jadi hanya intip-intip ke dapur sambil ngobrol ringan "gangguin" ibu memasak di dapur. 
Tapi tidak untuk lebaran kali ini, dimana harus bejibaku sendirian menyiapkan hidangan khas lebaran untuk keluarga kecilku tercinta. Jadi bersyukur atas pandemi ini, diberikan kesempatan untuk menyajikan yang terbaik saat lebaran seperti saat dulu ku masih anak-anak selalu diberikan yang terbaik. Buat kenang-kenangan, tak lupa hasilnya pun diabadikan 😁

Lontong opor, rendang daging kentang, tumis labu (Dokpri)


Masakan khas lebaran itu identik yang bersantan dan berlemak ya, makanya aku seimbangkan dengan sayur (walau sedikit ga matching ya) dan juga tidak lupa minum rimpang.
Ketidakmatchingan ini akibat semua belanja serba mendadak (karena awalnya ga mau masak berlebih). Jadi, belanja bahan pun h-1 lebaran dan tukang sayur sudah ramai sesak diserbu para ibu-ibu (pada lupa kalo harus physical distancing kali yaa..)
Kalau yang lain mungkin banyak yang udah nyiapin  masakan dari malam lebaran ya, ku malah baru mulai masak mendekati subuh, yang penting masih keburu dimakan sebelum shalat ied sebagaimana sunnahnya untuk makan terlebih dahulu sebelum shalat idul fitri.

2. Memberi kesempatan para imam rumah tangga untuk menjadi imam sesungguhnya

Suami sapa disini yang menyangka akan menjadi imam shalat ied? 
Walaupun hanya shalat ied di rumah dan makmumnya pun hanya keluarga sendiri, tapi kesempatan seperti ini mungkin hanya bisa di dapat saat pandemi seperti ini. Shalat ied yang biasa dilakukan berjamaah di masjid-masjid terutama masjid besar dan juga di lapangan, kini banyak dilakukan dirumah dan menjadi shalat ied dengan jumlah imam terbanyak mungkin sepanjang masa.
Jadi, lebih hemat waktu juga karena semua dilakukan di rumah. 

3. Bersilaturahmi secara daring dan mengakrabkan suasana di rumah

Nah ini dia yang bikin gregel dihati, tradisi sungkeman dan bersalam-salaman tidak bisa dilakukan saat lebaran tahun ini. Tapi itulah ibrohnya, karena sebenarnya makna idul fitri bukanlah hal itu. Meminta maaf harusnya langsung dilakukan saat kita ada salah kepada seseorang, tapi terkadang kita saja yang tidak sadar melakukan kesalahan ke orang lain. Dalam sebuah kajian, Ustadz Abdullah Gymnastiar pernah menyampaikan bahwa setiap malam menjelang tidur alangkah baiknya kita bermuhasabah diri untuk mensyukuri apa yang telah kita dapat dan adakah kesalahan yang kita perbuat, jika ada kesalahan hendaknya meminta maaf saat itu juga. Jadi tidak perlu menunggu lebaran untuk meminta maaf ke orang lain, terutama keluarga kita sendiri.
Itulah tradisi, sulit sekali untuk ditinggalkan, terlebih tidak ada hal negatif dari bermaaf-maafan di saat lebaran. Tapi untuk lebaran 2020 ini, kita hanya bisa bersilaturahmi secara virtual melalui media sosial ataupun video call. Bisa melalui chat atau video call di whatsapp, zoom meeting, atau google duo. Setidaknya itu masih bisa untuk pengobat rindu.

Beberapa tangkapan layar saat video call dengan keluarga tercinta.

4. Mengasah kemampuan desain saya secara pribadi

Nah kalo ini, sekedar menyalurkan hobi atas permintaan ayah mertua yang meminta dibuatkan template foto keluarga seakan-akan sedang berkumpul saat lebaran ini. Karena emang suka bikin desain template jadilah tukang desain dadakan bikin ucapan hari raya idul fitri untuk seluruh keluarga dan rekan divisi suami di kantor.
Alhamdulillah semua suka dan banyak yang mengira kumpul beneran. Kalau lebaran biasanya suka bingung mau ikut mudik kemana dulu, tapi lebaran kali ini bisa 2x foto keluarga dalam waktu setengah hari, ya walaupun hanya virtual..heheheh



5. Bisa fokus untuk mengoptimalkan ibadah Syawal

Ramadhan telah usai tapi kita masih diberi kesempatan untuk mengoptimalkan ibadah kita di bulan-bulan selanjutnya. Terutama di bulan Syawal ini, Allah memberi kita nikmat yang luar biasa, dengan berpuasa 6 hari tapi dianggap seperti berpuasa satu tahun penuh. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits.
Dari sahabat Abu Ayyub Al-Anshoriy, Rasulullah Shallallahu'alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim)

Sayang banget kan kalau kita lewatkan?
Terlebih puasa 6 hari ini tidak harus dilakukan 6 hari berturut-turut, bisa dilakukan kapan saja mulai tanggal 2 sampai tanggal 30 bulan Syawal. Akan tetapi, bagi yang memiliki hutang puasa seperti kita kaum wanita yang kena uzur haid, hendaknya membayar hutang puasanya terlebih dahulu, setelah lunas baru deh berpuasa Syawal sebanyak 6 hari.
Mumpung masih pandemi dan tidak banyak acara bepergian dan tidak menjadi musafir, jadi bisa kita optimalkan untuk berpuasa langsung di bulan Syawal ini. Insya Allah, dengan menambah ibadah puasa ini, semakin terbiasa lah kita dalam menjaga nafsu dan memperbanyak ibadah sehingga harapannya bisa istiqomah hingga diberi nikmat berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun berikutnya.
آمِيّنْ… آمِيّنْ… يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّن


Kalau kita telusuri lebih dalam lagi, pasti masih banyak ibroh lainnya yang terkadang tidak kita sadari. Tentunya masih banyak juga nikmat lain yang wajib kita syukuri walau lebaran masih dalam kondisi pandemi seperti ini.
Nah, kalau lebaran 2020 kalian seperti apa nih?
Share ya di kolom komentar di bawah...
Sebagai penutup, salam dari keluarga kami untuk anda sekeluarga.



Sehat pangkal Cantik, no make up needed!

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Assalamualaikum sahabat,

Bagaimana kabarnya hari ini?
Apapun kondisinya jangan lupa tetap jaga kesehatan dan kecantikan diri yaa, agar mood kita tetap terjaga dan lebih bersemangat menjalani hari-hari kita.

Tak terasa ya, saat ini sudah 2 bulan kita dalam masa pandemi COVID-19 yang bersamaan memasuki 10hari terakhir bulan Ramadhan 1441Hijriyah. Ayo kencangkan ikat pinggang ibadah kita karena tidak ada lagi kesibukan mengurusi mudik dan persiapan baju lebaran.

Walau hanya #dirumahAja dan tidak ada kumpul lebaran, yang namanya kecantikan diri tetap harus terjaga ya. Karena kecantikan itu hasil dari menjaga kebersihan, dan kebersihan itu adalah sebagian dari iman.

Sebagaimana dijelaskan dalam banyak hadits berikut ini:

"Bersuci (thaharah) itu setengah daripada iman." (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ada lima macam fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak." (HR. Bukhari dan Muslim).

Diriwayatkan Abu Hurairah r.a. dia berkata, Rasulullah saw bersabda, "Jika aku tidak menjadikan berat umatku, maka sungguh aku perintahkan bersiwak (menggosok gigi) setiap hendak shalat". (HR Bukhari)

"Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhoi oleh Allah." (HR. An Nasa'i, Ahmad)
Dari sahabat Abi Hurairah ra: Rasulullah Shallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian hendak barbaring di tempat tidurnya hendaklah ia kibas-kibas kasur itu dengan sarungnya. Karena dia tidak tahu apa yang terjadi pada tempat tidurnya setelah ia tinggalkan sebelumnya." (HR Bukhari Muslim).

Dari hadits-hadits diatas dapat kita pahami bahwa menjaga kebersihan itu sangat penting, bahkan sedari kecil kita sudah diajarkan bahwa bersih itu pangkal sehat. Nah, selain membuat badan menjadi sehat, ada manfaat lain bagi kita kaum perempuan. Sebagaimana kodrat kita, bahwa setiap wanita itu cantik, dan kecantikan itu bisa kita dapatkan jika kita selalu menjaga kebersihan.

Jaga kebersihan diri dengan rajin mencuci muka, mandi minimal 2x dalam sehari, dan cuci rambut 2hari sekali.

Beruntung ya kita sebagai umat muslim, diwajibkan berwudhu 5x dalam sehari. Jadi secara tidak langsung kita menjadi sering bersihin muka kita kan?
Nah saat mandi, kita juga bisa mencuci muka kita dengan menggunakan sabun muka yang disesuaikan dengan jenis dan kebutuhan kulit kita masing-masing, pastikan produk yang kita pilih sudah bersertifikat halal yaa...

Source:Canva
Source:Canva

Berikut tips dalam pemilihan produk yang disesuaikan dengan jenis kulit menurut halodoc.com

Kandungan Pembersih untuk Kulit Sensitif
Disarankan untuk memilih produk:
  • Pembersih wajah bebas sabun atau deterjen.
  • Produk berlabel hypoallergenic, karena tidak mengandung zat yang menyebabkan alergi.
  • Produk tanpa pewangi, karena pewangi tambahan bisa menyebabkan alergi.
  • Hindari produk yang berbahan iritatif, seperti sulfat dan alkohol.

Kandungan Pembersih untuk Kulit berminyak 
Bagi yang memiliki kulit berminyak, hindari sabun pembersih wajah yang mengandung minyak mineral, petrolatum, dan petroleum, karena kandungan ini bersifat comedogenic yang dapat menyumbat pori-pori dan meningkatkan risiko jerawat.

Sabun Pembersih untuk Kulit Kering
Untuk jenis kulit kering, hindari sabun pembersih wajah yang mengandung:
• Detergen/SLS (sodium laureth sulfate)
Sabun tanpa detergen mungkin tidak berbusa, namun hal ini tidak memengaruhi efektivitas produk dalam membersihkan kulit.
• Asam salisilat dan asam glikolat
Asam salisilat dan asam glikolat dianjurkan untuk pemilik kulit berminyak. Tapi jika digunakan oleh pemilik kulit kering, kedua zat ini dapat menyerap minyak yang justru dibutuhkan oleh kulit kering.
• Alkohol, pewangi tambahan, bahan antibakteri
Pilihlah produk bebas alkohol dan pewangi tambahan, karena kedua zat ini membuat kulit semakin kering. Sabun pembersih wajah antibakteri juga tidak dianjurkan bagi pemilik kulit kering karena dapat mengiritasi kulit sehingga memperparah kondisi kulit kering.

Pembersih Wajah untuk Kulit Kombinasi
Kulit kombinasi terasa berminyak di area T (kening, hidung, dan dagu), namun di area lainnya kering atau normal. Pemilik kulit kombinasi juga mungkin memiliki wajah yang mengkilap, berkomedo, dan pori-pori yang terlihat besar.
Karena tipe yang berbeda ini, Anda dapat menggunakan dua sabun pembersih wajah sesuai masalah pada kulit wajah. Namun tetap hindari pembersih wajah yang mengandung alkohol, pewangi, dan bersifat antibakteri. Pilihlah sabun pembersih wajah bertekstur gel yang dapat membersihkan dan melembapkan, namun tidak menyumbat pori-pori.

Kandungan Pembersih Wajah untuk Kulit Normal
Tidak terlalu kering dan tidak terlalu berminyak merupakan karateristik kulit normal. Pada umumnya, kulit normal tidak memiliki masalah dengan tampilan pori-pori halus dan kulit yang bersih.
Pilihlah sabun pembersih wajah yang dapat menghidrasi kulit. Jika kulit terasa kering setelah mencuci muka, ganti dengan sabun pembersih wajah yang formulanya lebih lembut.
Selain kandungan, jenis dan tekstur sabun pembersih wajah juga penting. Sabun berbentuk batang dapat membuat kulit lebih rentan kering dan mengalami iritasi, karena formulanya yang keras. Gunakan sabun pembersih wajah bertekstur cair atau busa karena lebih lembut.

Selain wajah, kebersihan kepala juga ga kalah penting untuk selalu kita jaga. Rajin keramas dan menggunakan hair conditioner seminggu sekali juga penting kita lakukan di sela-sela kesibukan harian kita. Sebelumnya sudah saya bahas dalam tulisan sebelumnya 
bisa langsung mampir ya...

Jaga kelembapan wajah dan kulitmu.

Setelah wajah bersih, jangan lupa oleskan pelembap untuk mengembalikan kelembapan kulit dan boleh juga gunakan tabir surya dengan minimal SPF 30 untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet saat pergi ke luar rumah. Hindari sinar matahari langsung terutama pukul 10 pagi sampai pukul 2 siang. Untungnya saat ini sudah banyak produk lokal yang berlabel halal, jadi kita semakin banyak pilihan yang bisa kita coba dan kita sesuaikan dengan jenis dan kebutuhan kulit wajah kita. Berikut beberapa produk lokal maupun manca yang sudah berlabel halal dan mendapat sertifikasi MUI lengkap beserta linknya:
Merk diatas yang banyak dicari dan harganya masih terbilang wajar dan aman di kantong. Pada dasarnya yang paling penting adalah kecocokan dengan jenis kulit kita masing-masing, jadi tidak akan direview disini bagaimana produk-produk kecantikan di atas ya...(karena tidak diendorse bukan pakarnya juga, heheheh)

Perhatikan juga nutrisi kulit tubuh yang lain seperti tangan dan kaki, di cuaca yang ekstrim seperti saat ini kulit akan semakin mudah kering lho..makanya kita juga perlu gunakan lotion setelah selesai mandi agar kulit semakin lembab. Apalagi yang tiap hari tidur dan aktivitas di ruangan ber AC harus rutin pakai lotionnya yaa.. Yang masih beraktivitas keluar rumah saat pandemi dan Ramadhan seperti sekarang ini, jangan lupa gunakan sunblock 30menit sebelum keluar rumah. Oleskan secara merata di area kulit yang terpapar inar matahari secara langsung.

Imbangi dengan gaya hidup sehat.

Untuk kulit wajah yang bersih secara menyeluruh, imbangi perawatan kulit dengan gaya hidup sehat, seperti banyak minum air putih, berolahraga, dan mengonsumsi makanan sehat.
Dalam sehari minum air putih minimal sebanyak 2 liter atau mudahnya sebanyak 8 gelas air putih. Untuk mensiasati di Bulan Ramadhan agar kebutuhan mineral tubuh tetap tercukupi, yaitu dengan cara: 1 gelas saat bangun tidur sebelum sahur, 2 gelas saat makan sahur, 2 gelas saat berbuka, 2 gelas setelah shalat tarawih, dan 1 gelas sebelum tidur. 
Selain itu, pilihlah makan yang kaya gizi dan seimbang, perbanyak makan sayur dan buah, kurangi gorengan dan makanan manis berlebih (padahal ini menu yang kebanyakan orang cari untuk berbuka ya 😆)
Lalu, yang tidak kalah penting, jangan lupa juga untuk rajin berolahraga. Walau sedang puasa Ramadhan, kita harus sempatkan waktu untuk berolahraga lho, dan waktu terbaik untuk olahraga adalah 1 jam sebelum berbuka. Hal ini sangat bagus untuk membakar lemak lebih banyak, sehingga efektif menurunkan berat badan. Selain itu, kita tidak perlu khawatir akan dehidrasai karena setelah selesai berolahraga kita hanya perlu menunggu waktu sebentar untuk bisa langsung minum. Tentunya sesuaikan jenis olahraga dan durasinya ya, pilih olahraga yang ringan dan tidak perlu terlalu lama agar tidak sampai kelelahan dan kehabisan tenaga.

untuk referensi olahraga yang simple dilakukan dirumah bisa langsung meluncur kesini yaa..


Berhias dan tampil rapi walau #diRumahAja

Nah, ini mungkin PR banget buat para emak2 yang masih bejibaku mengurus bayi atau batita tanpa bantuan asisten atau  saudara serumah. Karena saya pun pernah mengalaminya, tinggal di perantauan dan baru saja penyesuaian dengan status Ibu dan tanpa bantuan siapa-siapa, betul-betul menguras tenaga dan pikiran sehingga tanpa terasa tidak ada waktu lagi untuk mengurus diri dan  berada di rumah terus-terusan menjadi terlalu nyaman menggunakan baju minim anti gerah yang penting berkancing depan yang mudah untuk menyusui. (Nah kan jadi curcol..🙈)
Tapi, setelah waktu berganti tahun hingga anak sudah jadi toddler saat genap 2 tahun dan belajar manajemen waktu, akhirnya bisa juga kembali mengurus dan merawat diri. Apalagi pas dengerin kajian-kajian, seringkali dibahas bahwa sudah menjadi kewajiban istri untuk tampil cantik di depan suami. Langsung deh terbelalak dan harus gimana caranya bisa tampil cantik saat di rumah dengan segala pekerjaan domestik yang menanti. 
Eitss, tampil cantik disini bukan berarti yang harus full make up kayak orang mau nikahan gitu ya, cukup tampil rapi dengan mandi di awal hari, gunakan pelembap wajah dan riasan tipis-tipis agar terlihat fresh dan segar, pakai wewangian dan jangan pakai DASTER!!!
Siapa disini yang demen banget pake daster dirumah? 🙋‍♀️🙋‍♀️🙋‍♀️🙋‍♀️(saya pun seneng klo lagi uplek di dapur)
Nah usahakan waktu suami dirumah ga dipake dulu ya seragam kebesaran kita yang satu ini...usahakan saat suami dirumah kita selalu tampil rapi baik dalam busana atau pun gaya rambut kita. Nah, setelah kita mengantar suami ke depan pintu untuk berangkat kerja, baru deh kita ganti kostum kebesaran dan ikat rambut kuncir kuda dan berjibaku dengan urusan domestik dan "momong anak" 😁😁😁 
Sore harinya sebelum suami pulang, kita sudah kembali rapi dan wangi lagi untuk menyambut suami di depan pintu, tentunya siapkan juga makanan favoritnya yaa...
Karena menurut Ustadz Khalid Basalamah, "kebutuhan pria yang harus dipenuhi itu ada 3, matanya (dengan kita tampil cantik dan selalu tersenyum di depan suami), perutnya (dengan menyediakan makanan atau minuman favorit suami), kemaluannya (penuhi saat suami meminta "tidur bersama")."
Jadi, jangan sampe terbalik lagi ya, biasanya wanita itu akan tampil allout saat hendak pergi apalagi pergi kondangan, tapi malah awut-awutan saat dirumah padahal suami melihat kita setiap saat. Apalagi saat WFH seperti 2 bulanan ini, udah suami dirumah banyak tekanan pekerjaan, jangan sampai suami makin pusing karena melihat kita yang awut-awutan dan bau dapur.

Mungkin saat pandemi telah berakhir, kita juga bisa sesekali me time untuk perawatan diri seperti facial, creambath, atau body spa. Tapi untuk saat ini kita bisa juga bisa kok perawatan diri #dirumahAja seperti pake masker wajah yang bisa kita racik sendiri dari buah-buahan segar atau bahkan masker wajah kemasan dengan berbagai merk yang ada di pasaran. Lalu, 2 atau 3 kali dalam seminggu kita bisa luluran saat mandi dan pakai hairmask sendiri di rumah.


Intinya, cantik itu sudah fitrahnya kita sebagai perempuan. Yang terpenting adalah bagaimana cara kita merawat kecantikan yang telah Allah titipkan kepada kita. Cantik bukanlah berarti harus berkulit putih, tanpa jerawat atau noda. Cantik itu bagaimana kita bersikap dalam keseharian saat berinteraksi dengan orang lain, karena inner beauty lebih memancarkan sinarnya daripada kecantikan make up semata.
@ivacwicha 

Nah, sekian dulu tips n trick simple yang INSYA Allah applicable dilakukan dirumah. Tulisan ini mungkin jauh dari yang diharapkan, karena pada dasarnya bukan bidang saya membahas masalah beauty lifestyle seperti ini. Jadi tulisan ini saya buat sesuai tema yang ditentukan dalam komunitas Blogger Bengkel Diri selama bulan Ramadhan tahun ini. 
Maka dari itu, kritik dan saran serta masukan boleh banget di tulis di kolom komentar di bawah ya...

Selamat menikmati hari-hari terkahir Ramadhan tahun ini, semoga ibadah kita semakin optimal saat mendekati Lebaran walau di tengah pandemi 😊



Ramadhan di tengah Pandemi, tetap bisa lakukan 20 Amalan ini.


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum Sahabat,

Tak terasa ya, sudah satu minggu menjalani idah puasa. Bulan Ramadhan yang selalu dinanti karena seperti kita ketahui semua, bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan ampunan dari Allah Subhanahu wa ta'ala.
Sedih rasanya Ramadhan tahun ini tidak seperti Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, dimana kita semua sedang menghadapi pandemi COVID-19 yang mengharuskan kita untuk physical distancing. Sehingga Ramadhan tahun ini kita tidak bisa berbondong-bondong meramaikan masjid untuk shalat berjamaah dan shalat tarawih.
Tapi, masih ada hikmah yang bisa kita ambil walaupun Ramadhan di tengah pandemi. Karena tidak ada lagi jadwal atau ajakan buka bersama, sahur on the road, atau kesibukan berbagai acara lain yang terkadang justru melalaikan kita untuk fokus ibadah di bulan yang penuh berkah ini. Jadi, saat inilah yang sangat tepat untuk kita bermuhasabah diri dan lebih khusyuk atau fokus menjalankan ibadah yang mungkin di Ramadhan sebelumnya masih kurang optimal.

Jangan sampai kita menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang Allah berikan sehingga kita bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun ini. Bulan yang penuh ampunan dan pahala dari amal ibadah yang kita lakukan dilipatgandakan. Meskipun hanya #dirumahAja bukan berarti kita bisa santai-santai, tetapi harus tetap produktif dan tentunya no mager-mager club yaa 😉

Mengenai produktifitas harian selama Physical Distancing yang mengharuskan kita untuk #StayAtHome sudah pernah saya bahas di tulisan sebelumnya..
Bisa langsung mampir kesini aja ya.. 
>> Sosial Distancing, Tetap Produktif untuk Perkuat Iman dan Imun Bersama

Nah, untuk tulisan kali ini akan membahas lebih detail tentang amalan-amalan apa saja yang bisa kita optimalkan saat Ramadhan di tengah pandemi seperti sekarang ini. Tentunya amalan yang sesuai dengan dalil dan tuntunan Rasulullah Shallallahu'alayhi wa Sallam.
Bisa langsung di ceklist masing-masing dan cek ricek apa aja ya yang belum optimal di Ramadhan sebelumnya sehingga masih bisa kita kejar di Ramadhan tahun ini.



20 Amalan Ringkas di Bulan Ramadhan

Disusun oleh: Rafif Zufarihsan, S.T.
Dimurajaah oleh:Ustadz Hasim Ikhwanuddin, S.Ars

1. Segera bangun di waktu sahur, berdzikir, dan mengerjakan sholat malam

Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan sholat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas.” (HR. Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776).

Nah ini nih, yang mungkin masih dirasakan berat bagi beberapa orang. Bangun diwaktu biasanya masih tidur ditambah perut kenyang setelah makan sahur membuat mata terasa berat dan ingin segera tidur kembali. Disinilah saatnya kita berjuang melawan bisikan syaitan dan berusaha untuk tetap terjaga menunggu adzan subuh berkumandang dan segera shalat kemudian dilanjutkan aktivitas pagi seperti biasa.


2. Makan sahur dan berharap keberkahan dari sahur tersebut

Dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan”. (Muttafaqun ‘alaih)

Waktu terbaik untuk makan sahur adalah menjelang subuh dan waktu berhenti makan adalah adzan sebagaimana contoh dari Rasulullah Shalllahu"alayhi wa sallam dalam sebuh hadits:
Anas radhiallahu'anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiallahu'anhu bahwasanya ia berkata,
"Kami makan sahur bersama Rasulullah Shallallahu'alayhi wa sallam, kemudian beliau shalat (subuh), kemudian aku bertanya, 'berapa lama antara adzan dan sahur?', beliau berkata "sekitar (lama membaca) lima puluh ayat". (HR. Al Bukhari IV/118, Mulim no.1097)
Berdasarkan hadits ini, bukan termasuk makan sahur jika kita makan tengah malam untuk berpuasa esok harinya, sehingga makan tengah malam tidak mendapatkan keutamaan dari makan sahur.

3. Memperbanyak istighfar dan membaca Al-Qur’an sampai terdengar adzan subuh 

Allah Ta’ala berfirman dalam QS.Āli 'Imrān : 17

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar.

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, dimana waktu sahur adalah sebelum fajar (subuh). Maka dari itu, setelah kita makan sahur alangkah baiknya kita berdzikir kepada Allah dengan cara membaca Al Quran atau dengan memperbanyak istighfar.

4. Mulai berpuasa sejak masuknya fajar shodiq (ditandai dengan adzan subuh)

Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah : 187

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beritikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.

5. Menjawab adzan dan melaksanakan sholat sunnah fajar (qobliyah subuh) dua rakaat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.”
(HR. Muslim no. 725)

Walaupun hanya sunah, shalat sunah Rawatib sangat banyak keutamaannya. Maka dari itu, di bulan Ramadhan ini kita tidak ingin menyia-nyiakannya kan ya.. Yuk lengkapi shalat sunah Rawatib kita, baik qabliyah maupun ba'diyah.

6. Bagi laki-laki hendaknya melaksanakan sholat berjama’ah di masjid selama tidak ada udzur

Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kedatangan seorang lelaki yang buta. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki seorang penuntun yang menuntunku ke masjid.’ Maka ia meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memberinya keringanan sehingga dapat shalat di rumahnya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberinya keringanan tersebut. Namun ketika orang itu berbalik, beliau memanggilnya, lalu berkata kepadanya, ‘Apakah engkau mendengar panggilan shalat?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Maka penuhilah panggilan azan tersebut.’ "(HR. Muslim, no. 503)

Nah, saat ini kita semua sedang ada udzur dimana kita berada di tengah pandemi yang mengharuskan kita untuk beribadah di rumah masing-masing (sesuai dengan ketetapan para ulama). Walaupun tidak bisa berjamaah di masjid, sudah seharusnya kita segera melaksanakan shalat begitu mendengar adzan berkumandang dan dilakukan berjamaah dengan anggota keluarga yang lain. Tanpa kita sadari Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan dengan jumlah imam paling banyak yaa..

7. Meraih pahala haji dan umrah dengan berdzikir di masjid sampai terbit matahari

Dari Anass bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Seperti halnya point no.6, amalan ini masih bisa kita kerjakan walau hanya #dirumahAja. Yang penting niat kita ikhlas semata-mata mengharap Ridha Allah Subhanahu wa ta'ala.

8. Beraktivitas dan bekerja dengan mengharap keberkahan di dalamnya

Dari Rafi’ bin Khadij, ada yang pernah bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Wahai Rasulullah, mata pencaharian (kasb) apakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi).” (HR. Ahmad 4: 141, Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan hadits ini hasan dilihat dari jalur lainnya).

Walaupun berpuasa kita masih bisa bekerja atau beraktifitas seperti biasa yaa, tinggal disesuaikan dengan kegiatan masing-masing. Luruskan niat kita agar pekerjaan yang kita lakukan dapat bernilai ibadah disisi Allah Subhanahu wa ta'ala.

9. Mengerjakan sholat dhuha

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

10. Memperbanyak sedekah meski hanya seribu rupiah

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307).

11. Menjaga diri dari perkataan sia-sia, buruk, dan perbuatan haram lainnya

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan kotor. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhibno. 1082 mengatakan bahwa hadits ini shohih).

Selama physical distancing mungkin kita lebih banyak melakukan Sosial media distancing ya, nah kita juga wajib banget menjaga ketikan komentar kita, jangan sampai kita menjadi netizen yang selalu merasa benar itu ya..na'udhubillah

12. Memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan amal sholih lainnya

Allah Ta’ala berfirman dalam QS.Al-Baqarah : 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.”
(QS. Al Baqarah: 185)

Nah ini nih PR saya, semoga target khatam Ramadhan bulan ini bisa tercapai. Seperti sudah kita ketahui, untuk bisa khatam kita harus membaca 1 juz per hari. Biar tidak berat, kita bisa cicil setiap habis shalat membaca 2 lembar. TaPi apalah daya emak2 yang shalat saja masih digondelin my toddler 😆 jadi menyiasatinya dengan cara baca sebanyak-banyaknya saat anak tidur. Karena kalo lagi main disambi masih belum mau, maunya full perhatian ke dia..(uups malah curcol)


13. Memberi makan bagi orang yang berpuasa

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

14. Memperbanyak do’a menjelang berbuka puasa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
ِ"Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)

15. Menyegerakan berbuka meski hanya dengan sebiji kurma atau seteguk air kemudian berdo’a

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthob (kurma basah), maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3:164. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika telah berbuka mengucapkan: ‘Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)’.” (HR. Abu Daud no. 2357, hasan).

16. Mengerjakan Shalat tarawih bersama imam hingga selesai

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
َ“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda,
“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. An-Nasai, no. 1605; Tirmidzi, no. 806; Ibnu Majah, no. 1327. Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ Al-Ghalil, no. 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Nah, pandemi ini membuat kita shalat tarawih hanya di rumah. Hikmahnya, kita bisa tarawih sekalian quality time bersama keluarga dan mengasah kemampuan hafalan surah Al quran pak suamik ya moms..

17. Menutup sholat malam dengan mengerjakan sholat witir dan membaca do’a

Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata,
ُّ“Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan salam, beliau mengucapkan, ‘Subhaanal Malikil Qudduus’ sebanyak tiga kali; ketika bacaan yang ketiga, beliau memanjangkan suaranya, lalu beliau mengucapkan, ‘Rabbil malaa-ikati war ruuh.’” (HR. As-Sunan Al-Kubra Al-Baihaqi, 3:40 dan Sunan Ad-Daruquthni, 4: 371. Tambahan “Rabbil malaa-ikati war ruuh” adalah tambahan maqbulah 
yang diterima.)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : َ
“Kekasihku—Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam—mewasiatkan kepadaku untuk puasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, dan melakukan shalat witir sebelum tidur.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 1178 dan Muslim, no. 721]

18. Melakukan tadarrus Al-Qur’an

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
َ“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar memberi. Semangat beliau dalam memberi lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Quran kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihiwa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari, no. 3554 dan Muslim, no. 2307)

19. Segera tidur dan tidak begadang jika tidak ada keperluan dan berniat berpuasa untuk esok hari

Larangan begadang disebutkan dalam hadits Abi Barzah, beliau berkata,yang artinya:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan mengobrol setelahnya.” (HR. Bukhari, no. 568)
Dari Hafshah—Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha–, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang belum berniat di malam hari sebelum Shubuh, maka tidak ada puasa untuknya.” (HR. An-Nasai, no. 2333; Ibnu Majah, no. 1700; dan Abu Daud, no. 2454. Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini).

20. Beri’tikaf dan lebih bersemangat ketika 10 hari terakhir di bulan ramadhan agar meraih kemuliaan lailatul qadar

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. (HR. Bukhari, no. 2026 dan Muslim, no. 1172).
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim, no. 1175)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, no. 1901)


Cukup panjang juga tulisan kali ini ya ternyata, semoga tidak ada yang terlewat terbaca. Tulisan ini sebagai bentuk refleksi diri agar lebih konsisten dan khusyuk dalam beribadah. Semoga semua pembaca diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini, serta masih diberikan kesempatan untuk berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan, aamiin...

Sekian, wassalamualaikum...



No ribet, bikin sambal awet tahan lama.


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Assalamualaikum...

Tulisan pertama membahas masak memasak, awalnya ga ada niatan nulis resep..
Berhubung kemarin posting foto stock sambal 3 jar, eh langsung diserbu chat nanyain resep dan caranya. Mungkin untuk resep sambal udah jadi rahasia umum ya, cuma banyak yang belum tau gimana caranya biar awet tahan lama. Bagi pecinta sambal wajib banget nyetok sambal kayak gini, biar tiap hari ga capek ngulek kayak tukang pecel...😁 maklum, buat saya dan suami makan tanpa sambal itu kurang nikmat rasanya..
Apalagi di bulan Ramadhan seperti sekarang ini, sangat praktis banget nyetok seperti ini.
Maka dari itu, sekalian aja aku tulis di blog ini biar bisa terjawab secara lengkap ya Mommies...


Nah, ini dia penampakan sambalnya


Sambal bawang, sambal ijo, sambal terasi (dokpri)
Foto belepotan karena ga niat buat properti blog 🙈

Bahan dan takaran bisa disesuaikan dengan selera masing-masing ya..karena aku kalo masak pake ilmu kira-kira aja (main feeling gitu) 🤭
Yang penting antara cabai dan bawang merah takarannya 1:1 yaa biar rasanya mantaaaps..

Pertama, sambal bawang

ini yang paling netral dan paling banyak orang suka..
Soalnya cocok banget buat semua jenis sayur dan lauk. 

Bahan:
  • 250gr cabai rawit merah (me:campur cabai merah keriting biar ga terlalu pedas)
  • 250gr bawang merah, kupas
  • 4 siung bawang putih, kupas
  • Garam, gula secukupnya
  • Kaldu bubuk totole (opsional, boleh juga saori)
  • Minyak goreng secukupnya

Cara:
  • Cuci bersih cabai dan bawang 
  • Potong2 agar mudah dihaluskan dan tidak meletus saat digoreng
  • Panaskan minyak, tumis cabai dan bawang sampai agak layu dan harum, lalu tiriskan
  • Haluskan, boleh manual pake ulangan atau pake blender (me:pake blender ditambah sedikit minyak, tapi jangan sampe halus ya, biar cakep masih setengah kasar)
  • Tuang ke wajan, nyalakan kompor. Tambahkan minyak, Garam, gula, dan kaldu bubuk. Masak sampai minyak bewarna kemerahan dan meletup. Cicip sedikit dan koreksi rasa.
  • Matikan kompor, biarkan dingin lalu masukan ke dlam jar.
  • Setelah benar-benar dingin, tutup rapat wadah lalu simpan dalam kulkas.

Sambal ijo

Sesuai namanya, sambal ijo ini bewarna hijau dari full cabai hijau. Sambal ini cocok banget buat sayuran berempah seperti menu nasi padang. Bikin sambal ini buat mengobati rindu makan nasi padang Citra Bundo di Semarang. Pecinta Padang wajib coba ya..

Bahan:
  • 200gr cabai hijau mix cabai besar, cabai keriting dan rawit 
  • 12 siung bawang merah, kupas
  • 2 buah tomat hijau, potong 4
  • Garam, gula secukupnya
  • Kaldu bubuk totole (opsional, boleh juga saori)
  • Minyak goreng secukupnya

Cara:
  • Cuci bersih cabai, tomat dan bawang 
  • Potong2 agar mudah dihaluskan dan tidak meletus saat digoreng
  • Panaskan minyak, tumis cabai, tomat, dan bawang sampai agak layu dan harum, lalu tiriskan
  • Haluskan, boleh manual pake ulangan atau pake blender (me:pake blender ditambah sedikit minyak, tapi jangan sampe halus ya, biar cakep masih setengah kasar)
  • Tuang ke wajan, nyalakan kompor. Tambahkan minyak, Garam, gula, dan kaldu bubuk. Masak sampai minyak bewarna kemerahan dan meletup. Cicip sedikit dan koreksi rasa.
  • Matikan kompor, biarkan dingin lalu masukan ke dalam jar.
  • Setelah benar-benar dingin, tutup rapat wadah lalu simpan dalam kulkas.

Sambal terasi

Kalo ini pastinya buat pecinta terasi...
(Favoritnya pak suam deh kalo ini)

Bahan:
  • 250gr cabai rawit merah (me:campur cabai merah keriting biar ga terlalu pedas)
  • 250gr bawang merah, kupas
  • 2 buah tomat ukuran besar, potong 4
  • Terasi secukupnya, bakar sebentar sampai semerbak aromanya 😆
  • Garam, gula secukupnya
  • Kaldu bubuk totole (opsional, boleh juga saori)
  • Minyak goreng secukupnya

Cara:
  • Cuci bersih cabai, tomat dan bawang 
  • Potong2 agar mudah dihaluskan dan tidak meletus saat digoreng
  • Panaskan minyak, tumis cabai, tomat dan bawang sampai agak layu dan harum, lalu tiriskan
  • Haluskan, boleh manual pake ulangan atau pake blender (me:pake blender ditambah sedikit minyak, tapi jangan sampe halus ya, biar cakep masih setengah kasar)
  • Tuang ke wajan, nyalakan kompor. Tambahkan minyak, terasi yang sudah dihaluskan manual, Garam, gula, dan kaldu bubuk. Masak sampai minyak bewarna kemerahan dan meletup. Cicip sedikit dan koreksi rasa.
  • Matikan kompor, biarkan dingin lalu masukan ke dalam jar.
  • Setelah benar-benar dingin, tutup rapat wadah lalu simpan dalam kulkas.

Kuncinya agar bisa awet lama adalah masak sambal sampai matang , tunggu benar-benar dingin lalu masukan dalam wadah tertutup rapat dan kedap udara. Simpan dalam kulkas dan sambal pun akan awet sampai 2minggu bahkan lebih. Yang penting saat mau menyajikan untuk makan, ambil dengan sendok bersih lalu tutup rapat dan masukan kulkas kembali. Sebelum disiapkan untuk makan, taruh sambal dalam wadah saji, bisa diamkan hingga dingin atau bisa juga tambahkan sedikit minyak goreng panas.

Nah sekian dulu sharing resep kali ini, semoga bisa bermanfaat ya Mommies..


😊💜

Sosial Distancing, apakah hanya slogan saja?


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum sahabat,

Marhaban ya Ramadhan,

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan ya semua..Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan puasa danibadah lainnya di bulan ini. Aamiin

Ramadhan tahun ini sungguh tak pernah dibayangkan, tidak seperti Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Menjalani ibadah puasa ditengah pandemi, tidak bisa shalat berjamaah di masjid, tidak ada acara buka bersama di luar, dan yang menyedihkan tidak bisa mudik untuk berkumpul dengan keluarga tercinta.

Yups, masih menyoal masalah COVID-19 yang belum juga sirna dari Indonesia. Sudah hampir 2 bulan sejak diberitakan 2 warga Depok positif virus tersebut, hingga kini (Jumat, 24 April 2020) sudah menembus angka 8.211 kasus positif yang tersebar di Indonesia. Belum lagi jumlah PDP dan ODP yang tidak kalah dengan jumlah korban positif. Untuk jumlah lengkap dan data perkembangan kasus ini bisa cek langsung ke sini yaa..

Kota Jakarta yang menjadi asal mula datangnya virus corona ini pun masih menjadi kota dengan jumlah terbanyak kasus positif, tepatnya 3.605 kasus. Padahal dari pemerintah daerah sudah mencanangkan berbagai program dan himbauan untuk masyarakat, tapi belum bisa juga menekan jumlah penyebaran virus corona ini. Sejak awal Maret sudah diberlakukan sosial distancing (jaga jarak), belajar dari rumah, dan work from home (bekerja dari rumah). Selain itu, pada awal April pemerintah Jakarta sudah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang akhirnya diperpanjang hingga 7 Mei 2020.




Bagi sebagian orang (termasuk saya) sudah benar-benar aware dengan melakukan Sosial Distancing atau kini lebih ke Physical Distancing, dengan berbagai cara, mulai dari
  • Tetap #dirumahAja jika tidak ada keperluan penting dan mendesak (sekolah, bekerja, dan ibadah dari rumah)
  • Tidak menerima tamu baik keluarga ataupun kerabat dan teman
  • Tidak berinteraksi secara langsung dengan orang lain, seperti tetangga, warga sekitar, dan petugas paket pengiriman
  • Jika ada barang atau paket datang, petugas paket diminta untuk menaruh di depan pintu rumah saja. Setelah petugas pergi semprot paket dengan disinfektan dan diamkan dahulu beberapa jam
  • Pembelian barang dialihkan melalui e-commerce atau media daring lainnya 
  • Mengurangi intensitas belanja bahan masakan yang awalnya harian menjadi seminggu sekali (baca tips n trick nya:Food Preparation agar Bahan Masakan Lebih Tahan Lama)
  • Jika terpaksa keluar rumah karena tuntutan pekerjaan atau ada kepentingan seperti membeli bahan makanan, maka wajib menggunakan masker, membawa hand sanitizer atau tisue basah, jika menemukan tempat cuci tangan sebisa mungkin langsung cuci tangan
  • Menggunakan transportasi umum adalah solusi terakhir saat harus WFO (work from office)

Namun, pada kenyataannya Jakarta masih macet saja. Pasar dan pusat pembelanjaan pun tak sepi pengunjung. Hal ini membuat saya heran, apakah ada yang salah dengan peraturan pemerintah atau memang masyarakat yang belum bisa menerapkannya?

Minggu lalu, setelah 2bulan tidak berbelanja bulanan ke sepermarket,  akhirnya saya pun memberanikan diri keluar rumah untuk membeli berbagai kebutuhan menjelang Ramadhan. Saya pergi ke salah satu swalayan yang sudah biasa saya kunjungi setiap bulannya. Kaget rasanya begitu masuk area parkir banyak orang yang mengantri di luar pintu masuk swalayan. Perasaan saya pun langsung tidak enak menduga-duga ada prosedur apa untuk belanja disini saat PSBB. Akhirnya saya pun masuk dan mencari tau apa yang terjadi. Swalayan ini sungguh membuat saya kagum, Tip Top namanya. Demi menerapkan program pemerintah saat PSBB, swalayan ini membatasi jumlah pengunjung yang masuk untuk berbelanja. Informasi dari Customer Service, pengunjung yang masuk akan dibatasi per 5 orang dan dipanggil sesuai nomer antrian yang sudah diberikan saat datang. 

Saya yang datang jam 11 siang mendapat nomer antrian 403 dan pengunjung yang masuk terakhir masih nomer 246. 😆

Lebih parah dari antrian bank ya..(dokpri)

Disana juga sudah disediakan kursi tunggu yang diletakkan berjauhan untuk menerapkan jaga jarak antar pengunjung. Tapi, karena terlalu banyaknya pengunjung yang rela antri, penerapan Physical Distancing pun tidak berlaku lagi disana. Dan seperti inilah yang terjadi

Situasi antrian pengunjung Tip Top (dokpri)
Akhirnya, setelah melihat kondisi dan memikirkan si toddler yang dirumah sama bapaknya aja, saya pun mengurungkan niat untuk berbelanja. Padahal saya begitu suka dan nyaman berbelanja di Tip Top, selain harganya yang lebih murah dan lengkap, Tip Top swalayan ini berkonsep islami, dimana semua karyawan perempuan menggunakan hijab dan disediakan masjid yang bersih dan nyaman. Jika di swalayan atau sepermarket lain diputarkan musik masa kini, di Tip Top diperdengarkan murotal tiada henti, jadi sambil berbelanja kita bisa mendapat pahala dari apa yang kita dengar disana.

Kembali ke masalah Physical Distancing, dari kasus di atas, jadi tersadar. Bukanlah peraturan pemerintah lah yang salah atau kurangnya himbauan secara luas, tapi masalahnya adalah pada kesadaran masyarakat akan bahayanya si virus corona ini. Rasa-rasanya masyarakat masih kurang serius dalam menjaga dirinya sendiri dan keluarga mereka masing-masing. Apakah karena virus corona ini tidak terlihat jadi mereka tidak merasa takut atau mawas diri?
Padahal sudah begitu banyak korban meninggal akan virus ini dan jumlah kasus positif pun terus semakin bertambah dengan jumlah yang sangat signifikan. 

Mari kita berdoa sejenak agar masyarakat Indonesia mau lebih aware menghadapi pandemi ini, dengan benar-benar melakukan Physical Distancing secara nyata semoga penyebaran virus ini bisa segera hilang, tentunya dengan seijin Allah Subhanahu wa ta'ala..
آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ





#COVID-19 #physicaldistancing #sosialdistancing #dirumahAja #BPNRamadan2020 #30dayblogchallenge #bloggerperempuan

Pikiran Positif Berawal dari Kepala yang Bersih

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Assalamualaikum sahabat,

"Berpikir positif akan membiarkan Anda melakukan segala sesuatu lebih baik daripada berpikir negatif." 

- Zig Ziglar


Kutipan ini semoga bisa menyemangati kita dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang sudah 1,5 bulan lebih lamanya menyerang Indonesia.
Bagaimana rasanya? 
Sudah terbiasa dengan rutinitas yang tiba-tiba semua berubah dilakukan di rumah kan? 
Atau justru sudah mulai bosan? 
Jangan sampai bosan dulu ya, karena diperkirakan pandemi ini puncaknya 5 atau 6 minggu lagi. Sebagaimana pernyataan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona RI sekaligus Kepala BNPB, Doni Monardo.

"Karena puncak di negara Indonesia, diprediksi 5-6 pekan yang akan datang," Senin (13/4/2020).

Apa yang terbayang saat baca pernyataan itu? (saya langsung terbayang lebaran bulan depan tidak bisa berkumpul dengan keluarga besar 😢 )
Apapun itu, jangan membuat kita menjadi panik yaa...tetap tenang, bersabar dan berpikir positif saja, semoga pandemi ini segera berakhir dan kita semua bisa beraktivitas normal kembali.

Tulisan kali ini, ingin berbagi tentang kegiatan apa aja yang bisa dilakukan selama physical distancing agar tidak merasa bosan dan jenuh terus-terusan berada #DirumahAja. Apalagi saat ini di Jakarta sudah sepekan diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sehingga kegiatan di luar rumah semakin terbatas.
Sebagai full time Moms berada dirumah selama 24jam per 7hari mungkin sudah hal yang biasa buat saya. Tapi, jadwal belanja bahan masakan yang awalnya dilakukan harian, kini saya rubah menjadi seminggu sekali. Jadwal belanja kebutuhan bulanan yang biasanya bisa sekalian cuci mata ke Mall sekarang beralih melalui media online. 
Jadi selama PSBB ini, semua kegiatan dari bangun tidur sampai tidur kembali di malam hari semua dikerjakan dirumah. Awalnya sih bosan, tapi lama kelamaan mulai menikmati ritme ini juga. Dan saat pandemi ini, merasa peran saya sangat berarti karena berperan besar dalam program pemerintah untuk tetap #DirumahAja agar penyebaran virus ini segera berhenti secepatnya. Berjuta rasa bangga dan salut kepada para tenaga medis dan pejuang keluarga yang masih harus bekerja diluaran sana. Semoga Allah selalu melindungi dan memberikan pahala yang berlimpah atas dedikasi dan pengorbanannya selama pandemi ini. (Aamiin)

Nah, untuk kita para perempuan hebat yang bisa #DirumahAja juga jangan kalah berjuang yaa...
Selama berada di rumah bukan berarti hanya bermalas-malasan saja, karena banyak sekali aktivitas yang masih bisa kita lakukan di rumah, baik untuk keluarga maupun masyarakat sekitar kita. 

Dahulukan aktivitas prioritas dahulu, lakukan peran utama mu secara maksimal selama di rumah. 

Sebagai Ibu Rumah Tangga dengan 1 anak balita, aktivitas mulai dari memasak, mengurus anak setiap waktu, cuci-cucian, dan bersih-bersih rumah adalah santapan setiap hari. Bismillah, lakukan dengan ikhlas dan penuh syukur untuk keluarga tercinta. Karena dari tangan kita lah, masakan yang sehat dan bersih bisa tersaji, pakaian yang bersih dan wangi bisa siap dipakai, ruangan yang bersih dan rapi untuk aktivitas keluarga agar nyaman berada di rumah.
Selain itu, membersamai waktu bermain anak adalah tugas utama sebagai seorang ibu selama di rumah. Bermain dengan anak dengan membuat mainan DIY bersama-sama dari bahan-bahan seadanya di rumah menjadi suatu hal yang mengasyikan apalagi ketika anak sangat antusias memainkannya. (doakan bisa saya tulis di lain waktu ya, DIY apa saja itu... heheheh)

Disela-sela pekerjaan yang "seabrek" tadi, jangan lupa untuk berjemur ya..

"Sinar matahari pagi menghasilkan sinar UV (ultraviolet) yang menyentuh permukaan kulit untuk diubah oleh tubuh menjadi vitamin D. Vitamin D dibutuhkan untuk menjalankan fungsi metabolisme kalsium, imunitas tubuh, serta mentransmisi kerja otot dengan saraf." (Alodokter)

Beruntung ya kita tinggal di daerah khatulistiwa yang mana sinar matahari dengan mudah kita dapatkan. Terlebih lagi, aktivitas pagi yang biasanya menghambat kita untuk berjemur sekarang bisa dilakukan dirumah, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak berjemur yaa..

Setelah berjemur optimalkan kesehatan tubuh dengan berolahraga.

Ga perlu olahraga yang berat, olahraga yang ringan seperti workout atau yoga di rumah bisa kita lakukan agar badan menjadi lebih fit dan sehat. Yang ingin tau olahraga apa yang hanya butuh waktu singkat tapi hasil optimal, bisa mampir ke tulisan saya sebelum ini yaa...


Setelah berjemur dan olahraga, badan otomatis akan berkeringat semua. Ditambah cuaca ekstrim yang sebentar panas dan sebentar mendung, rasanya gerah dan sumpek berada di dalam rumah. Mau melakukan aktivitas lain pun jadi enggan rasanya.
Kalau sudah mulai suntuk begini, saya memilih rehat untuk mandi keramas sejenak biar badan jadi fresh dan siap melanjutkan aktivitas yang lain.

Ini dia nih, yang membuat mood kembali segar..(Dokpri)

Emeron Shampoo Complete Haircare

Pilihan saya jatuh ke shampo Emeron yang varian Hijab Clean & Fresh seperti foto di atas. Selain karena saya berhijab (tentunya), Emeron Hijab Nutritive Shampoo Clean & Fresh ini mengandung tea tree oil dan active provit amino yang memberikan perawatan maksimal untuk rambut yang sering tertutup hijab agar tidak apek dan rambut akan semakin kuat. Selain itu, shampoo ini diperkaya dengan MOC Perfume yang membuat rambut segar dan wangi sepanjang hari. Aromanya pun dijamin harum menyegarkan dan ada sensasi dingin saat keramas, jadi gerah pun langsung sirna seketika. 
Kalau rambut sudah segar, pikiran pun jadi tenang dan energi positif akan datang dengan sendirinya, kita pun jadi semangat lagi untuk melanjutkan aktivitas tanpa merasa gerah atau  gangguan ramput lepek. 

Setelah pekerjaan domestik beres, kita bisa melanjutkan untuk memanjakan diri sejenak.

Memanjakan diri atau lebih akrab disebut dengan me time, sangat baik dilakukan untuk seorang ibu. Setidaknya dalam 1 minggu, luangkan satu waktu khusus untuk memanjakan diri sejenak. Sambil mengawasi buah hati di rumah, pilihlah me time harian yang bermanfaat agar waktu yang kita gunakan tidak sia-sia. Bagi yang suka baking, bisa mulai dengan mencoba resep baru dengan menu yang lebih sehat. Jika tidak suka berlama-lama di dapur, bisa mencoba kreativitas baru seperti merajut atau menulis blog seperti ini agar "uneg-uneg" dalam hati bisa tersalurkan 🤭.
Selain itu, kita juga bisa melanjutkan bacaan buku yang sudah lama kita beli tapi belum sempat kita baca. Bisa juga merapikan lagi koleksi dan pernak-pernik kita di dalam rumah yang sepertinya butuh sentuhan hangat tangan kita.
Yang pasti, apapun itu me time kamu, akan terasa menyenangkan jika pikiran dalam kepala kita pun sudah segar dengan bantuan dari produk Emeron Complete Hair Care. Pikiran yang segar akan membantu kita untuk selalu berpikir secara positif dan menghasilkan pekerjaan yang optimal.

#DengarkanHatimu untuk melanjutkan aktivitas, saat pandemi seperti inilah waktu yang sangat tepat untuk kita saling berbagi dan menebar kebaikan. Jangan sampai virus corona menghalangi langkahmu untuk tetap aktif dan produktif. Dengan menggunakan produk Emeron Complete Haircare apapun kegiatan harian mu akan terasa ringan dengan kondisi rambut yang segar tanpa gangguan bau apek dan ramput lepek.

Ingin tau apa saja produk dari Emeron Complete Hair Care? 
Bisa langsung kunjungi website Emeron ini ya, karena produk emeron kini semakin lengkap dan banyak variannya jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis rambut kamu. Jadi tidak perlu khawatir lagi, rambut gatal dan lepek menggangu hari-hari mu di masa pandemi seperti saat ini yaa..


Semoga sharing ini bisa bermanfaat dan memberikan dampak positif kepada para pembaca.
Tetap semangat berada di rumah, jaga kesehatan dan tetap berpikiran positif  selalu yaa…

Wassalamualaikum.


Food Preparation agar Bahan Masakan Lebih Tahan Lama


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum sahabat,

Terimakasih sudah berkunjung di halaman ini, bagaimana kabar hari ni? Semoga senantiasa dalam perlindungan Allah SWT.

Kali ini, saya ingin sharing tentang masalah perdapuran nih, yang cocok banget buat para mommies yang lagi nyiapin masa MPASi sang buah hati atau yang hanya sempat belanja mingguan ke pasar. Terlebih lagi kondisi di Indonesia saat ini yang sedang dilanda virus corona sehingga diharuskan melakukan social distancing yang mana memaksa kita untuk meminimalkan keluar rumah. Jadi, yang biasanya belanja sayur setiap hari bisa mengurangi jadwalnya menjadi per 3 hari atau bahkan seminggu sekali.

Pada dasarnya, sayur dan perlaukan memang lebih fresh jika belanja harian dan langsung dimasak, tapi dalam beberapa kondisi seperti di atas, memaksa kita untuk mencari cara yang lebih efektif dan efisien. Tentunya dengan berbagai pertimbangan ya, seperti jenis sayur dan lauk apa saja yang bisa bertahan lama di kulkas dan seberapa besar ukuran kulkas kita.

Contoh beberapa food preparation by Google


Nah, biasanya weekend adalah waktu yang paling cocok untuk kita berbelanja komplit ke pasar atau tukang sayur dan melakukan food preparation. Kenapa? Karena food preparation ini memang membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga di awal tapi untuk beberapa hari ke depan, proses masak pun akan lebih cepat dan praktis, jadi bisa kekejar untuk nyiapin sarapan keluarga atau bekal sekolah.

Nah, sebelum kita memulai list belanjanya, kita siapin dlu nih peralatan perangnya...

(Sebagian alat yang tersisa dari kulkas. Dokpri)

Plastic Box/Sealware/Food Container

Kotak plastik atau tempat makanan yang bisa kedap udara. Ini bisa banget untuk menyimpan lauk seperti daging, udang, dan ikan. Selain itu juga cocok banget untuk tempat cabe, tomat, daun bawang, wortel dan sayur lainnya. Untuk merk, ukuran, dan warna bisa disesuaikan kebutuhan masing_masing yaa..Kalo saya pribadi lebih suka pakai yang bening atau transparan agar terlihat apa isinya, jadi lebih mudah aja waktu mau ambil ga perlu intip-intip atau buka tutupnya.

Zipper Bag

Ini bisa banget buat alternatif yang belum punya box plastik di atas karena harganya yang lebih murah. Selain itu menggunakan ini jadi lebih hemat tempat. Jadi yang punya kulkas kecil bisa banget pakai si zipper bag satu ini. Saya pakai merk bagus, plastiknya cukup tebal, zippernya juga kuat banget. Ini tersedia dalam berbagai ukuran dan model ziplock yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan budget. Untuk yang mau kepo bisa banget mampir ke Official Online Store Bagus ini yaa...

Cling Wrap/ plastik biasa asal bersih dan kering

Nah kalo yang ini, ga begitu wajib sih...saya pakai ini seringnya untuk membungkus potongan buah semangka atau melon. Tapi cling wrap ini bisa banget untuk membungkus sayuran utuh seperti sawi putih, brokoli, paprika seperti di supermarket gitu moms. Insya Allah sayur akan lebih awet tahan lama di kulkas.

Setelah peralatan siap...
Next, list belanjaannya yaaa...
Saya bagi dalam 3 jenis

1. Lauk

Ini yang paling bertahan lama-lama di kulkas, bisa sampe berbulan-bulan bahkan. Jadi yang punya kulkas guede dan belanja via online, mending belanja banyak sekalian agar lebih hemat ongkir.

  • Daging sapi
Daging ini yang paling awet bertahan di dalam freezer bisa 4-8 bulan. Asalkan setelah beli, jangan dicuci air langsung dimasukkan ke salah satu wadah di atas. Paling aman masuk dalam box container atau zipper bag. Ketika sudah beku dan akan dimasak, lakukan defrosting (pencairan) dahulu ya moms, malam harinya ambil daging dari freezer dan pindahkan ke bagian bawah kulkas agar daging kembali lunak dan esok paginya bisa langsung dimasak.
Tambahan juga nih buat mommies, tips untuk mengolah daging agar cepat empuk. Pakai cara 5.30.7 aja moms, pasti sudah banyak yang tahu kan? Jadi, daging direbus dalam air mendidih dalam panci yang tertutup rapat selama 5 menit, matikan kompor tanpa mengubah posisi panci, setelah 30menit nyalakan api kembali dan tunggu hingga 7 menit. Panci boleh mulai dibuka dan proses masak pun bisa berlanjut.
Untuk para mommies yang sedang berjibaku dengan MPASi, bisa pilih daging sapi giling yang lebih praktis untuk menu babynya, penyimpanan sama seperti daging di atas tanpa dicuci terlebih dahulu, hanya saja langsung dipisahkan dalam plastik ziplock ukuran kecil per porsi makan si kecil, sekitar 3-4 sdm.

  • Ayam atau unggas lainnya
Cara penyimpanan sama dengan daging sapi, lama penyimpanan dalam freezer bisa sampai 9 bulan bahkan 1 tahun jika unggas dalam keadaan utuh. Kalau saya pribadi, lebih suka sudah dipotong-potong sesuai rencana menu masakan yang akan dibuat. Yang terpenting, pastikan unggas sudah dalam keadaaan bersih. Jika beli di supermarket sudah terjamin bersih jadi bisa langsung masuk ke freezer, tapi yang berbelanja di pasar tradisional atau tukang sayur dekat rumah, saya sarankan untuk dibersihkan dahulu atau sekalian proses blansir untuk membuang kotoran dan darah sisa-sisanya.

  • Ikan mentah fresh
Ikan laut, ikan tawar, atau ikan yang sudah di fillet bisa bertahan selama 6-8 bulan di dalam freezer. Cuci bersih ikan, hilangkan sisik dan kotoran dalam perutnya, beri perasan jeruk nipis, kemudian bilas. Tapi untuk stock selama seminggu, saya lebih suka marinasi ikan terlebih dahulu dengan bumbu2 seperti garam, lada, ketumbar, kunyit, dan bawang putih bubuk. Lalu disimpan dalam box container dan taruh dalam freezer. Jadi waktunya mau masak tinggal cemplung goreng tanpa perlu beramis-amisan lagi…jangan lupa pindahkan ke kulkas bagian bawah pada malam hari sebelumnya yaa…

  • Seafood
Seafood yang paling banyak dijumpai dan praktis pengolahannya adalah udang dan cumi. Tapi harus dibersihkan dahulu ya, untuk udang buang kepala, kulit dan kakinya, sisakan ekor biar tetap cantik. Lalu cuci bersih dan masukan ke dalam box container. Untuk kepala dan kulit udang bisa banget untuk dibuat kaldu udang dahulu daripada langsung dibuang, caranya pun mudah hanya cuci bersih dan rebus dalam air mendidih sampai air mulai menyusut dan keluar kaldunya. Simpan kaldu dalam wadah kaca dan simpan dalam kulkas untuk kuah masakan agar lebih sedap tanpa menambahkan bumbu penyedap. Untuk cumi, ini tidak bisa bertahan lama, jadi bisa dimasak paling awal ya…

  • Telur (telur ayam, telur puyuh, telur bebek, telur asin)
Kalo ini pasti sudah jadi rahasia umum ya, tinggal taruh dalam wadah telur dalam kulkas, beres deh…
Tapi sebelum masukan kulkas, cuci dengan air mengalir dulu ya, agar sisa-sisa kotoran yang menempel di telur hilang jadi tidak membuat kuman di dalam kulkas.

  • Ikan yang sudah dikeringkan
Seperti teri nasi, teri jengki, dan ikan teri lainnya, cocok banget untuk campuran bikin sambal. Biasanya saya tinggal masukan ke box container atau plastik zip lock, karena tidak lama-lama saya simpan di kulkas, langsung di eksekusi buat sambal teri favorit pak suam. Kalau mau awet, boelh juga dicuci bersih lalu digoreng sampai kering.

  • Frozen food (sosis, bakso, nugget)
Ini sih optional aja, biasanya saya tetep stock untuk berjaga-jaga kalo ada kondisi yang diluar dugaan. Untuk sosis dan bakso saya juga biasa stock untuk pelengkap sayur sop atau sayur lainnya.


2. Sayuran

Untuk keluarga pecinta sayur dan mempunyai anak kecil, pasti menu sayur berkuah wajib ada di menu masakan harian kita. Tapi sayangnya, sayuran rentan sekali layu sehingga kurang cocok berada lama-lama di dalam kulkas. Setelah berbagai pengamatan dan uji coba pribadi, ternyata sayur mayur bisa juga kok bertahan lama untuk stock masakan kita selama hampir 1 minggu. Tapi saya lebih sering stock 2 kali dalam seminggu. Untung sayuran berdaun hijau (seperti bayam dan kangkung) siangi terlebih dahulu, bersihkan kotoran yang menempel dengan tisu, lalu petik daunnya dan simpan dalam plastik bersih dan kering, lalu ikat rapat plastik. 

(Penyimpanan bayam. Dokpri)

Untuk sawi putih, brokoli, bunga kol, pare, dan oyong bisa dibungkus dengan cling wrap. Untuk jagung pilih yang masih terbungkus daun agar lebih awet lama.
Saya list dari yang paling rentan layu, jadi urut sesuai hari esoknya memasak, tinggal pilih sesuai selera ya Moms...

  • Pokcoy, sawi caisim, brokoli, tauge
  • Racikan sayur asem, sop, cap jay
  • Bayam, kangkung, jagung
  • Sawi putih, pare
  • Wortel, jagung muda
  • Buncis, kacang panjang
  • Labu siam utuh

3. Bumbu dan pelengkap


  • Tempe (bertahan 2 hari, untuk hari selanjutnya rasa sudah berbeda tapi cocok untuk buat sambal tempe lho..)
  • Tahu putih, tahu kuning, tahu bakso. Untuk tahu putih saya rebus dulu dalam air mendidih yang sudah diberi garam dan sedikit lada. Lalu simpan dalam box dengan diberi air rebusannya sedikit.
  • Jamur kuping, jamur kancing (Simpan dengan cara yang sama dengan tahu putih)
  • Bawang merah, bawang putih, bombay. Tidak disimpan dalam kulkas, bersihkan dan cari apakah ada yang busuk dan buah kulit bawang yang kotor
  • Bumbu dapur, Untuk daun salam dan daun jeruk, saya simpan dalam box container dan masukan ke freezer jadi bisa bertahan lama tanpa layu dan berubah hitam. Untuk rimpang, saya simpan diluar kulkas.
  • Daun bawang, seledtomat, jeruk nipis. Untuk daun bawang bersihkan bagian bawahnya, lalu masukan dalam box container atau zipper bag.
  • Cabai, buang tangkainya dan bersihkan bagian yang kotor, lalu masukan dalam box yang sudah dialasi tisu dan tambahan bawang putih kupas 1 siung. Insya Allah cabai akan awet sampai 2 minggu lamanya seperti dalam foto ini yaa..
(Contoh penyimpanan cabai, daun bawang dan tomat. Dokpri)

Demikian sharing perdapuran kali ini, semoga bisa bermanfaat dan memunculkan rasa semangat untuk memasak ya Mommies, karena bagaimana pun masakan rumah adalah yang paling sehat karena terjamin kebersihan dan perbumbuannya..😁

Kalau ada yang ingin ditambahkan bisa tulis komentar di bawah ya… Kalau ada yang ingin ditanyakan dan butuh jawaban cepat bisa langsung klik plug in medsos saya di atas.

Sekian dari saya, wassalam.