Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan

Sosial Distancing, Tetap Produktif untuk Perkuat Iman dan Imun Bersama



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum,
Apa kabar Sahabat, semoga dalam keadaan sehat dan tenang walau negeri kita sedang dirundung virus corona sejak awal bulan Maret ini.

Melanjutkan tulisan sebelumnya, mengenai Corona dan Penangkalnya dimana saat itu COVID-19 baru saja masuk di Indonesia dengan diberitakannya 2 warga Depok positif corona, tepatnya tanggal 2 Maret 2020. Warga Indonesia sempat panik, harga masker melonjak tinggi dan banyak warga yang berbelanja dalam jumlah tidak wajar. Namun kepanikan itu hanya sesaat dan keadaan kembali normal tanpa ada pencegahan yang optimal.

Hingga akhirnya, 12 Maret 2020 WHO menyatakan bahwa corona menjadi pandemi global. Selang 1 hari, pada 13 Maret 2020 Gubernur Jakarta, Bapak Anies Baswedan melakukan penutupan sementara objek wisata di Jakarta selama 2 minggu terhitung tanggal 14-29 Maret 2020. Kemudian diikuti tindakan meliburkan kegiatan sekolah dan digantikan sistem pembelajaran online dirumah. Hingga akhirnya diberlakukan work from home untuk sebagian para pekerja. Semua tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk sosial distancing agar virus corona tidak semakin menyebar. 

Akan tetapi, hampir 1 minggu sudah...
Kondisi saat ini justru semakin genting, dimana sore tadi bapak Gubernur Jakarta menyatakan bahwa kondisi Jakarta sudah masuk ke tahap Tanggap Darurat karena jumlah kasus positif COVID-19 yang terus semakin meningkat dan korban meninggal semakin bertambah.
Per 20 Maret 2020, terdapat 369 kasus positif COVID-19 dengan 32 kematian dan 17 sembuh. Dimana dari jumlah tersebut, 224 kasus positif di DKI Jakarta dengan 20 kematian dan 13 orang dinyatakan sembuh.
Untuk lebih detailnya, berikut data kasus corona di Indonesia.

(https://corona.jakarta.go.id/id)



Sungguh perbandingan yang memprihatinkan dimana korban yang meninggal lebih banyak daripada yang sembuh.
Hal ini memaksa kita untuk semakin mawas diri, menjaga kebersihan dan kesehatan, dan benar benar mengikuti himbauan pemerintah untuk melakukan sosial distancing

Apa sih sosial distancing itu?
Pembatasan sosial atau jaga jarak dan interaksi dengan orang banyak di sekitar kita.

Pembatasan sosial adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular. Tujuan dari pembatasan sosial adalah untuk mengurangi kemungkinan kontak antara orang terinfeksi dan orang lain yang tidak terinfeksi, sehingga dapat meminimalkan penularan penyakit, morbiditas, dan terutama, kematian. (Wikipedia)

Biar lebih jelas berikut ilustrasinya.


Sosialisasi mengenai sosial distancing ini sudah banyak dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai media, tapi entah mengapa masyarakat Indonesia ini kurang aware dengan kondisi saat ini. Baru saja tadi pagi saat berkendara ke tukang sayur, sepanjang jalan mengamati kondisi sekitar yang masih banyak anak kecil diluar rumah sambil disuapi makan oleh ibunya, dan penjual warung makan berjualan seperti biasanya tanpa menggunakan penutup yang lebih aman. Saya pun yang menggunakan masker ke tukang sayur justru dipandang "aneh" oleh beberapa orang. Yaa...saya pakai masker ke luar rumah walau saya tidak sakit bukan lah hal yang seharusnya, tapi itu bentuk upaya saya menjaga diri terutama untuk anak saya yang masih balita karena kami termasuk golongan rentan terkena virus ini.

Hmmm...sepertinya terlalu panjang membahas si corona ini dan mungkin akan menyita banyak halaman jika tidak segera disudahi. Biar sesuai dengan judul, mari kita to the point aja...

Gencarnya sosial distancing memaksa kita untuk stay at home, yups #dirumahAja sampai menjadi hashtag nomer satu.
Mungkin bagi para extrovert fenomena ini menjadi ujian tersendiri karena tidak sesuai dengan kepribadiannya yang selalu ingin berhubungan sosial diluar. Namun kebalikannya, sosial distancing ini menjadi hal yang mudah dan biasa dilakukan karena berada dirumah adalah hal ternyaman bagi kami...
Well, saya seorang introvert (tapi sebenernya saya pun punya hasrat yang tinggi untuk keluar rumah di kala weekend 😁✌) Tapi di tiap harinya ketika suami bekerja, saya sangat menikmati berada di dalam rumah berduaan dengan anak saya, keluar rumah hanya sebatas belanja sayur pagi-pagi.

Maka dari itu, saya ingin mengulas apa-apa saja sih yang bisa kita lakukan selama masa sosial distancing agar tetap jadi produktif sehingga iman dan imun kita semakin kuat, terutama untuk para ladies nih.
Ladies disini pun pasti banyak tipe ya, nah sesuaikan dulu kamu termasuk yang mana nih?

Singlelillah

Untuk gadis-gadis hebat nan cantik jelita, apapun rutinitas yang biasa dilakukan baik sekolah, kuliah, ataupun bekerja, dengan adanya sosial distancing ini pasti kamu-kamu punya waktu lebih dari biasanya. Karena ga ada lagi waktu tersita untuk bermacet-macetan dijalan, ga ada lagi waktu kumpul bareng temen, dan melalang buana kesana kemari. 
Disinilah kamu bisa manfaatkan waktu untuk hal yang lebih manfaat, mulailah untuk quality time bersama orang tua atau saudara mu dirumah.
Perbanyak waktu untuk menghibur dan ngobrol bareng keluarga, manfaatkan lah waktu sebaik-baiknya untuk selalu menyenangkan orang tua terutama Ibumu. Karena jika sudah berkeluarga kamu tidak akan bisa sebebas sekarang.
Perbanyak ilmu dan skill, bisa dari berbagai buku atau media lainnya seperti kulwhap yang saat ini banyak sekali dipromosikan. Siapkan diri untuk menjadi istri dan ibu yang luar biasa dengan mempelajari ilmu berkeluarga dan parenting. Atau yang paling simple, kamu bisa juga belajar memasak,  dengan begitu kita bisa quality time dengan ibu plus bonus jadi jago masak untuk suami kita kelak (Aamiin...)

Working Moms

Sebelumnya mau menyapa dulu aah..
Hai mommy2 kece,
salut deh untuk kalian yang masih bekerja diluar sana yang bisa membagi waktu dengan ciamik antara tugas domestik mengurus anak dan suami tetapi masih bisa berkarya diluar sana. Baik untuk meringankan beban suami atau sebagai bentuk menebar manfaat ke sesama umat, kalian sungguh luar biasa....!
Nah, pasti adanya work from home ini menjadi moment yang langka ya, dimana bisa bekerja dirumah sambil memandangi anak dan bisa sambil ngemil dengan leluasa adalah kebahagiaan tersendiri ya...
Yang biasanya bangun pagi-pagi sudah berjibaku bersama suami untuk menghindari macetnya jalanan, kini bisa asyik dulu di dapur mencoba resep baru, menyiapkan makan untuk keluarga sambil quality time bersama suami. Mulai dari membahas pekerjaan masing-masing atau membahas rencana ke depan mengenai si corona ini.
Lalu disela-sela mengerjakan pekerjaan kantor atau orderan nih buat para pebisnis, kita bisa sambil membersamai aktivitas si kecil atau anak-anak kita saat sekolah dirumah.
Bersyukur kita masih diberi kesempatan untuk kembali ke kodrat kita sebagai madrasah utama bagi anak-anak kita. Menggantikan sementara peran guru di sekolah, menjadikan kita mengerti bahwa tidak mudah menjadi seorang pengajar, dimana kesabaran kita akan benar-benar diuji saat mengajari anak-anak kita. Tapi disitulah ladang pahala kita untuk bekal akhirat kelak.
Jika anak sudah mandiri, kita pun bisa mengupgrade diri menambah ilmu atau menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang selama ini tertunda, seperti merapikan barang-barang dirumah, menyortir barang yang bisa kita sumbangkan ke orang yang membutuhkan.

Full time Moms

Untuk para full mommies mungkin tidak banyak yang berubah ya, hanya saja tugas dirumah akan semakin banyak karena ditambah menjadi "guru" dijam-jam yang seharusnya anak sekolah.
Seperti halnya working moms diatas saat membersamai anak belajar dirumah ya Moms.
Tapi saat sosial distancing kita tidak perlu mengantar jemput anak sekolah, mengurus acara pertemuan atau pengajian, sehingga ada waktu untuk me time dengan tenang di rumah.
Dan tentunya merasa semakin bahagia karena saat mengerjakan pekerjaan domestik tidak sendirian lagi seperti biasanya. Akan lebih banyak waktu bersama dengan suami untuk sama-sama menerapkan kurikulum keluarga yang selama ini sudah dirancang bersama.

Nah, secuplik kegiatan saat sosial distancing tadi jika kita niatkan mengharap ridha Allah semoga bisa menjadi bekal amalan kita kelak di akhirat. Dan jika kita melakukannya dengan ikhlas pasti terasa ringan dan kita pun menjadi bahagia sehingga stress pun go away..
Dengan begitu imun kita semakin kuat dan insya Allah terhindar dari berbagai penyakit termasuk COVID-19 ini..

Gimana nih cara lain memperkuat imun kita?
Yuks Get The Sun alias rajin-rajin berjemur. Mari kita manfaatkan sinar matahari yang Allah berikan kepada kita secara gratisss..tiss.tisss....
Sebagaimana yang dijelaskan oleh dr. Vinci Edy Wibowo, SpP bahwa berjemur yang paling baik adalah saat matahari terik yaitu sekitar pukul 09.00-11.00 selama 15-30 menit. Usahakan mengenai kulit secara langsung dan saat berjemur pilih tempat yang terhindar dari polusi.
Selain itu, untuk meningkatkan imun atau daya tahan tubuh, tidur yang cukup selama 6-8 jam per hari. Waktu terbaik untuk tidur adalah malam hari. Jadi selama sosial distancing ini jangan malah begadang ngabisin waktu ga jelas buat streaming film atau hal yang kurang manfaat lainnya.

Trus gimana biar iman kita juga kuat?
Banyak-banyak istighfar, memohon ampun kepada Allah. Ketika aktifitas keluar semakin minim, tubuh tidak terlalu lelah. Cocok banget kita gunakan sepertiga malam kita untuk muhasabah diri bertaubat kepada Allah begitu banyak waktu yang kita habiskan untuk mengurus masalah duniawi hingga mengesampingkan bekal akhirat kita.
Selain itu, kita bisa banyak bersedekah untuk membantu keadaan yang kurang mampu dimana mereka tetap harus bekerja diluar sana sebagai sumber penghasilan keluarga.



Intinya, sosial distancing ini bisa menjadi moment yang berharga jika kita bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Terutama untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta اَللهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

Bagi yang masih harus berjuang keluar ditengah-tengah virus corona ini, mari luruskan niat agar menjadi ibadah dan bernilai pahala disisi اَللهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.
Tak lupa juga, mari kita dengan tulus ikhlas mendoakan para tenaga medis yang berada di garis terdepan menghadapi virus ini, semoga senantiasa diberi kesehatan dan perlindungan oleh اَللهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan menjadi amal jariyah karena telah berjuang menyelamatkan nyawa mereka yang terinfeksi virus corona ini.

Semoga kita semua bisa melewati wabah ini dengan sabar dan Allah segera angkat musibah ini sehingga kita bisa menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita, meramaikan masjid-masjid untuk shalat berjamaah dan berkumpul bersama keluarga saat lebaran nanti...
Aamiin ya Rabbal'alaamiin....



Corona dan Penangkalnya


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum sahabat...

Semoga dalam keadaan sehat dan tenang walaupun virus corona mulai "tercium" di Indonesia...
Sebelum kita bahas lebih mendalam, yuks kita bahas sebentar siapa sih si corona virus ini?

Koronavirus atau coronavirus (istilah populernya: virus korona, virus corona, atau virus Corona) adalah sekumpulan virus dari subfamili Orthocoronavirinae dalam keluarga Coronaviridae dan ordo Nidovirales. 
Kelompok virus ini yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia (termasuk manusia). Pada manusia, koronavirus menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang umumnya ringan, seperti pilek, meskipun beberapa bentuk penyakit seperti SARS, MERS, dan COVID-19 sifatnya lebih mematikan. Manifestasi klinis yang muncul cukup beragam pada spesies lain: pada ayam, koronavirus menyebabkan penyakit saluran pernapasan atas, sedangkanpada sapi dan babi menyebabkan diare. Belum ada vaksin atau obat antivirus untuk mencegah atau mengobati infeksi koronavirus pada manusia. Source:Wikipedia.

Sebenarnya masih simpang siur juga sih, siapa si corona virus ini? Awal mula menyerang masyarakat Wuhan China, diberitakan bahwa virus ini menyebar dari pasar seafood di Huanan China dimana kelelawar yang dijadikan korban atas penyebab virus ini menyebar. Bahkan santer berita pula bahwa corona ini adalah virus buatan china yang dibuat untuk senjata biologis untuk perang. 
Entah bagaimana kebenarannya wallahu a'lam bishawab.

Tapi jangan khawatir akan virus ini, karena sudah banyak pula informasi yang beredar tentang bagaimana penularan dan langkah-langkah antisipasinya, seperti dalam gambar dibawah ini.




Lalu, bagaimana dengan di Indonesia?
Awal bulan Februari masyarakat Indonesia masih tenang adem ayem tidak takut akan virus ini. Bahkan banyak meme yang mengatakan virus corona ini takut dengan orang Indonesia dikarenakan pola makan dan gaya hidup masyarakatnya yang tidak "sehigienis" negara maju. Tapi disini harga masker di pasaran sudah mulai membumbung tinggi. Karena saya termasuk orang yang selalu stock masker dirumah untuk berbagai keperluan jadi kaget ketika harga masker menjadi tidak wajar padahal virus itu belum "terdeteksi" di Indonesia. Harga 1 box surgical mask 3ply isi 50 pcs yang normalnya sekitar 18-20ribu tiba-tiba menjadi ratusan ribu di e-commerce dan di toko offline sudah banyak yang kosong. Entah manipulasi dari pihak mana, tapi begitulah yang terjadi di negara +62 ini, dimana banyak oknum yang tidak punya hati mencari keuntungan sebanyak mungkin bahkan dalam kondisi genting seperti ini.

Dan benar saja, akhir bulan Februari tiba-tiba Bapak Presiden (yang banyak dielu-elukan sebagian orang ini) mengumumkan bahwa ada 2 warga Depok yang positif corona. Sontak berita ini membuat heboh dan panik masyarakat. Banyak orang yang mulai memborong belanjaan dan harga maskerpun semakin menggila. Saya pun mencoba tetap woles (padahal lokasi saya tidak begitu jauh dari 2 warga tersebut) sembari mencari informasi melalui gawai di tangan. Tapi justru beragam asumsi yang saya dapatkan, tinggal di negara yang berflower ini sungguh penuh intrik yang mana pemerintahannya memang cukuplah "antik".

Akhirnya saya mendapati beberapa statement di media sosial yang bisa membuat saya lebih tenang dan tidak latah dengan kondisi yang ada. Serasa tertampar, bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama kita yakin dan selalu ingat kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

Yaa, memang benar segala sesuatu itu sudah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى atur sedemikian rupa, tugas kita hanya sabar dan ikhlas dalam menjalaninya. Memang tidak semudah mengucapkannya menuliskannya, butuh iman yang benar-benar kuat. Dan saya menulis disini sebagai bentuk untuk merefleksi diri agar bisa terus berpositif thinking dalam menghadapi wabah ini.


Yaaa..
Sebaik-baiknya penangkal dari semua virus dan wabah adalah berserah diri memohon perlindungan kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.
Yakin dan percaya sepenuhnya akan qadarullah, bahwa sakit datangnya dari Allah dan kesembuhan juga atas ijin Allah, dengan begitu insya Allah perasaan was-was dan khawatir berlebihan akan sirna dengan sendirinya. Dan yang tidak kalah penting senantiasa berdoa dan ikhtiar untuk selalu menjaga kesehatan sebagai bentuk tanggung jawab kita atas anugerah tubuh yang diberikan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى .

Lalu kita sebagai umat muslim, banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk ikhtiar dan tawakal kita kepada Allah.

1. Berdoa

Ada salah satu hadits yang menerangkan tentang doa memohon perlindungan dari segala penyakit mengerikan termasuk penyakit COVID-19 ini. Berikut doanya:

Source:@ShahihFiqih

2. Dzikir Pagi&Petang

Ada pepatah bilang "dzikir pagi petang bagaikan baju besi berperang" yang dapat melindungi kita dari berbagai mata bahaya, tentunya dengan seijin Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى .
Banyak penulis yang menuliskan buku dzikir pagi petang, saya sendiri membaca buku karya 
Yazid bin Abdul Qadir Jawas.
Bagi yang belum punya bisa download PDF ini ya..

3. Memelihara Wudhu 

Beruntunglah sebagai umat muslim kita wajib shalat 5 waktu, dimana sebelum shalat kita berwudhu terlebih dahulu. Bukankah saat berwudhu yang dibasuh pertama kali adalah kedua tangan? Sebagaimana yang dianjurkan oleh berbagai praktisi saat ini untuk rutin mencuci tangan sebelum memegang wajah.
Lalu, yang dimaksud memelihara disini adalah ketika Wudhu kita sudah batal, maka langsung berwudhu lagi tanpa menunggu waktu kita akan shalat. Tapi ini disesuaikan dengan kondisi dan aktivitas masing-masing individu ya...

4. Jaga Kesehatan dan Stamina Tubuh

Hal ini bisa dilakukan dengan banyak hal 
• Perbanyak makan sayur dan buah segar yang banyak mengandung vitamin C
• Jaga kebersihan makanan dan kebersihan diri
• Rutin berolahraga dan berjemur sekita jam 7-8 pagi untuk mendapat vitamin D alami
• Perbanyak konsumsi rempah yang banyak mengandung curcuma seperti kunyit, jahe, temulawak, dan sereh
• Konsumsi madu untuk meningkatkan imun tubuh 
• Be calm and dont panic agar tidak stres yang menyebabkan imun turun



Semoga dengan langkah-langkah di atas, biidznillah kita dapat terhindar dari berbagai macam penyakit, khususnya COVID-19 yang sedang menyerang negara kita tercinta. 

Akhir kata, wassalam.




#COVID-19 #viruscorona #rempah #qadarullah #doa #dzikir #dzikirpagipetang

Fimosis dan Sirkumsisi Bayi 10Months

Assalamualaikum,

Bagaimana kabar hari ini? Untuk para Mommies semangat terus ya mendampingi si kecil...

Sebagai seorang ibu pasti akan menderita sekali rasanya jika anak sedang sakit. Tapi jika diingat kembali, sakit merupakan qadarullah yang wajib kita jalani dengan sabar. Maka penderitaan itu akan berubah menjadi keikhlasan.


Sedikit berbagi pengalaman tentang anak saya yang harus sirkumsisi (khitan) saat usianya belum genap 10bulan karena terkena fimosis.
Menurut ajaran Rasulullah Shallallahu'alayhi wa Sallam, khitan dilakukan saat anak berusia 7hari. Tapi karena banyak pertimbangan, alhasil anak kami tidak kami khitan saat masih berumur hitungan hari.
Jadilah, saat anak berumur 9,5bulan tiba-tiba badannya panas tinggi, saya cek suhunya 38° lebih padahal tidak ada gejala apa2.
Langsung saat itu kami bawa anak kami ke RS dan alhamdulillah mendapat DSA (dokter spesialis anak) yang mumpuni, sehingga begitu dicek suhu anak kami sudah 39° dan tidak ada gejala flu atau apa2. Langsung diberikan obat penurun demam yang dimasukkan ke dubur agar tidak sampai kejang. Setelah berbagai pertanyaan, dokter mengecek penis anak kami dan benar saja penisnya merah seperti bengkak karena lengket jadi kulupnya tidak bisa ditarik keatas yang membuat pipisnya menjadi sulit keluar. Hasil diagnosa dokter anak kami kena fimosis dan saran dokter baiknya langsung sirkumsisi (khitan) agar bisa sembuh total.
Rasanya shock luar biasa, merasa ga percaya karena anak kami pake diapers hanya saat pergi saja untuk pencegahan hal2 semacam ini, tapi kata dokter penyebab lain juga faktor kulitnya yang sensitif. Dokter pun memberi resep obat salep dan antibiotik dan menyarankan saat membersihkan penis setelah buang air kecil sampai benar-benar kulupnya terbuka sampai ke atas. 
Kami pun pulang ke rumah dengan perasaan yang campur aduk, mengingat kesalahan yang saya lakukan, dimana selama ini saya membersihkan penis anak kami sampai kulupnya terbuka ke atas memang saat mandi saja, saat anak ngompol hanya dibilas air tanpa membuka kulupnya.
Begitu sampai rumah, setelah menenangkan hati dan pikiran, dan anak bisa tidur tenang langsung mencari informasi sebanyak mungkin mengenai penyakit fimosis ini dan bagaimana penanganan khitan pada bayi 10bulan.

Menurut penjelasan Mbah Google,
"Fimosis adalah kondisi ketika kulup ketat tidak dapat ditarik kembali pada kepala penis.
Kulup ketat dianggap normal pada anak yang tidak disunat. Ini akan hilang seiring waktu dengan retraksi yang lembut dan teratur
.
Fimosis pada bayi merupakan kondisi bawaan lahir. Sebagian kasus tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, hindari menarik secara paksa pelajaran antara kulup dan kepala penis, karena beresiko menimbulkan luka pada kulup bayi. Umumnya pelekatan ini akan terpisah secara alami pada usia 5-7 tahun atau usia pubertas." 

Source by Google

Akhirnya setelah banyak pertimbangan kami pun siap untuk mengkhitan anak kami dengan segala resiko yang ada, karena kami tinggal merantau dan tidak ada sanak saudara di kota perantauan. Sambil mencari hari yang pas karena suami harus mengajukan cuti terlebih dahulu, pagi hari anak kami rewel menangis terus dan mulai demam lagi. Langsung teringat kalo dia belum pipis sejak semalam. Saya pun langsung membuka kulup penisnya dan benar air kencing langsung keluar dan anak saya pun kembali tenang.
Saya pun langsung menghubungi suami untuk cuti secepatnya karena kondisi penisnya yang semakin sulit terbuka walau sudah diberi obat dari dokter.
Kami pun akhirnya kembali ke RS untuk meminta rujukan ke dokter bedah dan mencari jadwal untuk operasi.
Sebenarnya memang lebih ribet dan butuh proses panjang untuk khitan anak di RS, tapi pertimbangan kami saat itu untuk perawatan pasca operasi lebih nyaman untuk opname di RS terlebih dahulu agar lebih bersih dan penanganannya lebih baik.
Kami pun mendapat jadwal hari jumat malam untuk operasi sirkumsisi, jumat pagi kami pun mendaftar ke UGD untuk tes darah dan anak langsung diinfus dan disuruh puasa mulai jam 2 siang.
Saat pengambilan darah dan pasang infus benar-benar membuat hati saya teriris. Tangannya yang begitu mungil harus ditusuk-tusuk jarum untuk mendapat nadi yang pas untuk dipasang infus.
Belum sampai situ, malamnya saat masuk ruang operasi anak saya dibawa dalam keadaan sadar dan menangis sekenceng2nya karena dibawa dokter masuk dan kami pun hanya bisa menunggu diluar. Lama kelamaan suara tangisnya pun berhenti tandanya bius sudah disuntikkan.
Hanya bisa berdoa dan dzikir sambil memandangi jarum jam yang terus berputar.
Sebenarnya sirkumsisi ini termasuk operasi kecil dan bukan hal yang menyeramkan. Tapi hati saya sungguh campur aduk karena berpisah dengan anak dalam keadaan berderai air mata 😭😭😭
Akhirnya setelah 1jam lebih terdengar suara tangisan anak kami dan dokter membawa anak kami yang masih setengah sadar efek dari obat bius yang mulai hilang.
Seketika gemetar badan saya melihat anak menggeliat2 kesakitan sambil menangis seadanya. Hanya bisa menggendong dengan sangat hati-hati agar tidak mengenai area penisnya. Ketika obat bius sudah benar-benar hilang langsung saya nenenin dan diapun menghisap sekuat tenaga efek lapar puasa dan kelelahan menangis. Masih terlihat sekali dia kesakitan tapi saya harus tegar agar anak kami pun tidak bertambah rewel.
Malam itu saya tidak tidur karena anak kami hanya mau dalam pangkuan saya dan mudah sekali terbangun. Dan drama pun bertambah saat dia harus pipis, karena area penis harus langsung dibersihkan dan itu benar-benar membuatnya merasa tidak nyaman sekali. Untung saja para suster di RS itu sabar dan ramah sekali mengurusnya karena anak kami memberontak saat hendak dibersihkan.
Pagi harinya anak kami sudah bisa tersenyum dan rebahan sendiri di kasur, sambil terus ditemani agar tidak mengotak atik area penisnya. Tapi kehebohan terjadi kembali saat dia harus pipis dan minum obat 😆😆😆
Siangnya kami menunggu kunjungan dokter bedah untuk mengecek jahitan dan sorenya kami bisa pulang ke rumah dengan bekal obat salep dan antibiotik yang harus diminum.
Di rumah anak kami terlihat lebih nyaman dan langsung aktif kembali ingin merangkak kesana kemari. Sepertinya dia agak trauma dengan para tim medis yang menanganinya sendirian saat operasi. Jadi kalo liat baju putih putih dokter atau suster langsung berontak nangis ketakutan.
Untuk beberapa hari area penis tidak boleh terkena air dan harus selalu kering.
Hari ke 3 setelah operasi anak kami sudah mulai aktifitas normal dan tepat seminggu kami kembali kontrol ke dokter bedah dan alhamdulillah hasilnya bagus dan tidak ada masalah. Hanya saja psikisnya yang masih ketakutan dengan dokter dan suster.


Dari sini saya banyak belajar agar lebih memperhatikan dan mengikuti sunnah Rasulullah. Memang lebih baik mengkhitan anak saat masih dalam usia hitungan hari agar terhindar dari berbagai penyakit dan lebih mudah penanganannya karena semakin besar anak akan lebih aktif sehingga butuh penjagaan yang lebih. Selain itu, penting banget untuk para mommies yang punya anak laki-laki untuk lebih memperhatikan kebersihan penis anak, kalo kata DSA waktu itu, tiap anak habis pipis harus dibersihkan dengan membuka kulupnya sampai ke atas lalu dibilas dengan air bersih. Kebayang kan bagaimana ribetnya apalagi untuk para mommies yang pakein anaknya diapers setiap waktu, kan ga tau kapan anaknya pipis 😬.
Kalau ada yang berniat untuk menjalankan toilet training untuk anaknya bisa moms mampir kesini, karena biar gimana pun pemakaian diapers kurang baik untuk si kecil. Emang lebih ribet sih, tapi pahalanya insya Allah lebih banyak karena turut mengurangi limbah diapers di lingkungan kita.

Semoga cerita kali ini bisa bermanfaat dan diambil hikmahnya agar tidak mengalami yang saya alami saat itu harus melihat anak kesakitan tak berdaya 😥

Akhir kata, wassalamualaikum

4 Kunci Bahagia Dunia dan Akhirat


بسم الله الرحمن الرحيم 



Assalamualaikum sahabat semua,

Bagaimana suasana hati hari ini? Bahagia atau nestapa? Senang atau kecewa?
Jawabannya ada di dalam hati kita, karena bahagia kita sendiri yang ciptakan.
Gimana nih caranya?
Mengutip dari kajian Aa.Gym beberapa waktu yang lalu, bahwa dalam menjalani kehidupan ini pasti akan diberikan ujian untuk tiket kita menuju akhirat yang kekal.
Lalu bagaimana agar bisa selamat di dunia dan juga di akhirat?



Disini saya akan rangkum dalam 4 cara
1. Ikhlas
Kata yang mudah diucapkan tapi tidak sesederhana itu dalam menjalankannya. Sebagaimana Surat Al Ikhlas dimana tidak ada kata ikhlas sedikitpun dalam bacaannya.
Karena jika benar-benar ikhlas apa yang kita lakukan tidak akan diungkit atau dibahas lagi.
Sebagai manusia kita diperintahkan untuk selalu berbuat baik, lakukan lah dengan ikhlas semata-mata untuk mencari ridha dan keberkahan dari Allah Subhanallahi wa ta'ala. 
QS.Gafir : 65

هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۗ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dialah yang hidup kekal, tidak ada Tuhan selain Dia; maka sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.

2. Taubat 
Kita sebagai manusia biasa tidak akan luput dari kesalahan karena kita bukan malaikat yang selalu lurus di jalan Allah. Tapi sebagai manusia yang baik, ketika melakukan kesalahan atau kekhilafan hendaknya langsung bertaubat dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut lagi.
Karena 1 kemaksiatan yang kita perbuat akan menjadi setitik noda hitam di hati yang jika dibiarkan saja lama kelamaan akan menutupi hati dan menjadikan kerasnya hati.
QS. An-Nisā : 17

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

3. Syukur
Kunci bahagia yang terpenting adalah bersyukur. Dengan bersyukur kita tidak akan menjadi kufur nikmat atas kenikmatan yang begitu banyaknya diberikan oleh Allah.
Semakin kita bersyukur maka akan semakin nikmat apa-apa yang kita miliki. Apapun kondisinya selalu berusaha untuk berpikir positif atas apa yang terjadi. Selalu ingat orang- orang yang ada dibawah kita. Jangan sampai kita baru menyadari kenikmatan yang diberikan Allah saat kenikmatan itu sudah hilang. Naudzubillah...
QS.Ibrāhim : 7

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."

4. Sabar
Hidup adalah tempatnya diuji, tidak ada satu orang pun di bumi ini yang tidak mendapat ujian. Layaknya anak sekolah, untuk naik kelas perlu ujian terlebih dahulu, begitu pula dengan manusia yang membutuhkan bekal untuk di akhirat. Karena dengan ujian itu, bisa menjadi penghapus dosa jika kita bisa menjalaninya dengan penuh kesabaran.
QS.Muhammad : 31

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ

Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu. 

Demikian kunci bahagia dunia dan akhirat, semoga kita semua dimudahkan Allah untuk bisa slalu memiliki 4sikap tersebut dalam menjalani kehidupan ini..
Aamiin ya rabbal'alaamiin 

Problem Solving by Quran

بسم الله الر حمن الر حين



Assalamualaikum sahabat,

Ada pepatah bilang "Hidup itu penuh ujian"
Ya namanya juga hidup memang tempatnya diuji, anak sekolah pun ada ujiannya biar bisa naik kelas dan lanjut ke pendidikan yang lebih tinggi.
Sebagaimana firman Allah Subhanallahi wa ta'ala:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami." (QS.Al-Anbiyā : 35)

Setiap manusia memiliki ujian masing-masing sesuai dengan kemampuannya. Jadikan ujian tersebut sebagai jalan ke surga, dengan cara bersabar.


Ada 4 masalah pokok yang terjadi dalam kehidupan manusia.
1. Ujian melalui Syahwat
Syahwat ini bisa berbagai macam, tidak hanya syahwat lawan jenis yang biasanya ujian untuk para lelaki, tetapi juga termasuk syahwat atau nafsu makan yang berlebih, nafsu shopping yang tidak perlu, bahkan nafsu ghibah (nggosip) yang biasanya jadi rutinitas harian para ibu-ibu.
Masalah ini ada dalam QS.Maryam : 59

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

"Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan salat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat,".

Yuk, sama-sama cek n ricek bagaimana shalat kita, sudah khusyuk kah belum? Karena kekhhusyukan shalat kita akan berpengaruh dengan kepribadian diri kita. Jika kita bisa khusyuk dalam shalat maka kita akan terhindar atau akan disulitkan dari perbuatan-perbuatan yang tidak disukai Allah Subhanallahi wa ta'ala.

2. Ujian melalui Kesombongan Diri
Jika hati keras menjadikan lupa diri dan sombong, periksa bagaimana hubungan kita dengan orang tua kita, terutama dengan Ibu.
Sesuai firman Allah Subhanallahi wa ta'ala dalam QS.Maryam : 32

وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا

"dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka."

Yuk, mulai sekarang sering ajak ngobrol Ibu kita. Selagi beliau masih ada, selalu berusaha membahagiakan dan menyenangkan hatinya. Jika terpisah jarak, sering-seringlah menanyakan kabarnya, bisa via telepon atau melalui pesan singkat. Jika kita sudah menikah, tidak ada salahnya memperbaiki hubungan dengan Ibu mertua kita juga.

3. Ujian melalui Tekanan Batin atau Depresi
Jika kita merasa selalu tertekan atau tidak mudah menerima keadaan di sekitar kita, langsung periksa bagaimana hubungan kita dengan Al Quran dan perbanyaklah dzikir.

QS.Ṭāhā : 124

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta."

Sudah berapa lama musaf Al Quran yang kita miliki tidak tersentuh? Yuk ambil wudhu dan rutinkan baca Al Quran, paksa diri ini untuk membaca setiap hari. Jika tidak bisa 1 juz, bisa setengah juz. Jika belum bisa, bisa 1 lembar. Jika belum kuat juga, bisa 1 halaman. Karena 1 huruf Al Quran yang kita baca akan mendapat 10 kebaikan. Nah, semakin banyak bacaan Al Quran yang kita baca, insya Allah semakin banyak pula kebaikan yang kita dapatkan dan hati pun menjadi lebih tenang.

4. Ujian melalui Kebimbangan Hati
Jika kita tidak kokoh dan kuat dalam kebenaran agama kita, maka segera periksa bagaimana pelaksanaan terhadap nasihat atau ilmu yang didengar atau didapatkan.
QS.An-Nisā : 66

وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِنْ دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا

"Dan sekalipun telah Kami perintahkan kepada mereka, "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu," ternyata mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah yang diberikan, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),"

Mungkin selama ini banyak hal atau ilmu agama yang belum kita ketahui karena keterbatasan satu atau lain hal. Nah, begitu kita mendapat ilmu atau nasihat yang mengajak ke kebaikan alangkah baiknya segera dilaksanakan dan bertaubat atas kesalahan yang pernah dilakukan.

Demikian 4 masalah yang banyak terjadi dalam kehidupan manusia. Semoga kita bisa terus memperbaiki ibadah kita, memperbanyak interaksi dengan Al Quran dan slalu berdzikir, memperbaiki hubungan dengan orang tua khususnya Ibu kita, dan segera melaksanakan ilmu atau nasihat yang kita dapatkan.
Aamiin.


(Intisari materi kajian offline Bengkel Diri Jabodetabek by Ummu Balqis)

#problemsolving #masalahkehidupan #quran #bengkeldiri #byummubalqis