13 Kesalahan Komunikasi Orang Tua ke Anak



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum sahabat semua,

Semoga selalu mendapat perlindungan
اَللهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dari virus corona yang semakin menyebar ke seluruh Indonesia. Apa nih kesibukan para mommies selama sosial distancing dan tetap #dirumahAja? 
Pastinya tetep harus produktif dan semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta yaa...


Minggu lalu, coba ikut kulwap lagi nih, kali ini diadakan oleh High Class Response yang membahas tentang kesalahan-kesalahan umum orangtua dalam berkomunikasi dengan anak. Dalam kulwap ini, kita mendapat banyak keuntungan lho...
Apa aja itu?
- E-book
- Challenge harian (Selama 7 hari)
- Tanya Jawab dan Feedback selama 24 jam
- Hadiah Buku "Lima Langkah Komunikasi
Efektif, agar Anak Tumbuh Optimal" untuk Peserta Teraktif

Di hari pertama materi disampaikan oleh Pak Adlil Umarat atau lebih akrab dipanggil Pak Ading, yang merupakan seorang Childhood Optimizer Trainer. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi Q&A yang dikirim ke email moderator, dimana sesi tanya jawab ini dilakukan secara langsung dan bisa langsung kasih feed back jadi bisa jelas dan tuntas. Setelah itu kita diminta mengikuti challenge selama 7hari yang dilaporkan melalui website HCR for Parents, dari challenge itu kita diminta untuk share insight via wa group dan boleh juga di sosial media.
Nah, sayang banget klo saya simpen sendiri kan? makanya saya mau coba share disini, sapa tau bisa bermanfaat..Aamiin

Langsung aja ya...

13 kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua kepada anak-anak mereka

1. Direct melulu

Maksudnya? Dalam komunikasi, orangtua selalu men-direct anaknya alias mengarahkan terus anaknya. Dia langsung memberitahu apa yang harus dikerjakan anaknya. Pada kasus lain, orangtua yang otoriter, merasa dirinya paling benar, paling banyak memakan asam-garam
kehidupan, dibandingkan anaknya. So, anak harus manut kepada apapun perkataan orangtua. Ketika anak balik bertanya, orangtua menganggap itu sebagai bantahan, keras kepala, melawan, dan lain sebagainya. 
Hal ini kurang bagus buat perkembangan anak, karena anak akan jadi kurang inisiatif. Dia tidak terbiasa berpikir pada solusi jika menghadapi masalah di kemudian hari. Yang ada, ketika mendapat masalah, dia akan menunggu, menunggu, dan terus menunggu. Padahal, zaman now, kita butuh orang yang inisiatifnya tinggi jika ingin berperan besar.

2. Komunikasi hanya 1 arah

Orangtua tidak memberi jeda kepada anak untuk merespon apa pesan yang disampaikan orangtua. Belum sempat menjawab, anaknya sudah diberondong pertanyaan yang bejibun jumlahnya. 
Maka dari itu, jadilah orangtua yang memberi kesempatan kepada anak untuk menjalankan critical thinkingnya. Dengan begitu otak anak akan bekerja secara optimal untuk menghubungkan data yang ia terima. Tidak melulu menerima doktrin-doktrin belaka, agar otaknya sehat, banyak koneksi di neuronnya.

3. Bernada kelewat tinggi di 5 oktaf

Nah ini nih, kelatahan emak-emak dari jaman dahulu kala. Orangtua kerap kali bicara dengan nada tinggi kepada anak dengan harapan nada tinggi yang diucapkan itu bisa membuat anak langsung patuh, manut dan langsung mengerjakan apa yang diperintahkan. Memang, anaknya akan patuh saat itu, tapi sesungguhnya dia merasa tidak nyaman.
Bisa jadi anak patuh karena merasa takut saja, sehingga saat tidak ada orangtuanya, anak akan 180 derajat berbalik arah melakukan apa-apa yang dilarang dan tidak melakukan apa-apa yang disuruh orangtuanya. 
Alangkah baiknya, sebagai orang tua bicara ke anak dengan nada 2 oktaf. Itu seperti bicaranya orang yang sedang duduk berdampingan, seperti orang menyapa orang lain disampingnya ketika menunggu bus di halte, “Ibu mau kemana?” Tidak mungkin kita teriak-teriak menanyakan orang untuk basa-basi bukan?

4. Bicara penuh amarah

Banyak orangtua sudah terpancing amarahnya, lalu pakai nada tinggi dan berteriak-teriak memanggil nama anaknya, disertai suara yang parau sehingga pesan inti yang ingin disampaikan malah tertutupi. Anak yang mendengarnya jadi merasa kaget, takut, dan ketika ia dengarkan lebih jelas lagi, ternyata ia tak menangkap apa esensi dari pesan yang disampaikan orangtuanya. “Sebenarnya orangtuaku itu maunya apa sih?” Itu pesannya belum mampu ditangkap anak, keburu dia sudah ketakutan mendengar suara tinggi, suara parau, muka merah padam. 
Akhirnya, yang terdelivery ke anak secara paripurna dan sempurna adalah RASA AMARAH. Rasa amarah itu, selalu saja bikin anak tidak nyaman, bahkan sampai trauma.

5. No eye-contact sama sekali

Banyak orangtua kalau bicara dengan anaknya dari jauh saja, tanpa menatap mata anaknya. Persentase kegagalan anak memahami pesan jadi lebih tinggi tanpa tatap mata. Jika Anda ingin menyampaikan hal penting, pastikan Anda tatap mata anak Anda. Lebih keren dan efektif lagi, jika Anda tatap mata anak Anda dari jarak 45 cm, apalagi jika pesan yang Anda ingin sampaikan itu, begitu penting. Insya Allah pesannya akan jauh lebih mudah sampai, dibandingkan teriak-teriak dari jauh. Mungkin bisa saja anak paham pesan kita, tapi kita secara tidak langsung sedang mengajarkan cara komunikasi yang TIDAK HORMAT kepada anak kita dan bisa jadi kelak anak meniru hal yang sama kepada orang lain. Na'udhubillah

6. Eye-level tidak sama

Banyak orang tua bicara dengan anaknya yang masih kecil dengan mata yang tidak sama levelnya. Maksudnya tidak sejajar, dimana orangtua berdiri dan tinggi posisinya, sementara anak ada di bawah dan dia harus mendongak melihat orangtuanya di ketinggian. Pesan yang terselubung dari posisi berdiri orangtua-anak ini adalah orangtua sebagai bos, tuan, raja, sementara anak adalah bawahan, pesuruh atau rakyat jelata. Relasi yang tercipta seperti master and slave (tuan dan budak), dimana derajatnya sudah beda jauh.
Jika hal ini berlangsung terus, anak bisa jadi takut ke orangtua. Ada masalah, dia akan pendam yang lama kelamaan bisa jadi bibit penyakit karena hormonnya tidak stabil. Ada masalah dipikirin terus, tanpa dibicarakan atau dicari solusinya.
Maka dari itu, saat berbicara dengan anak (apalagi anak kecil) sebaiknya orang tua jongkok menyesuaikan posisi tinggi anak kita. Setarakan level mata Anda, dengan begitu insya Allah anak akan lebih merasa dihargai dan lebih mudah menangkap apa yang disampaikan orangtuanya.

7. Not being present

Tidak hadir jiwa dan pikirannya saat bicara dengan anak. Jika kita ingin pesan kita efektif sampai dan dipahami dengan cepat oleh anak, maka jadilah orangtua yang hadir sepenuhnya 
dan seutuhnya bersama anak saat kita menyampaikan pesan tersebut. Jangan disambi dengan pikiran kita melayang-layang ke urusan kantor atau urusan domestik lainnya atau bahkan parahnya lebih fokus ke HP yang selalu ada di tangan.
Hadirlah buat anak saat Anda bicara dengan anak. Ini terkait dengan SOUL yang ingin kita hadirkan dalam interaksi.

8. Ketika diajak bicara oleh anak, orangtua sering menyambi dengan kegiatan tertentu

Hayoo...siapa nih yang sering ngelakuin?karena saya pun salah satunya.
Sebagai full moms dimana semua pekerjaan rumah di handle sendiri, anak bermain adalah waktu yang pas untuk nyambi kerjaan. Misalnya saat sedang memasak (wah, tanggung nih nanti gosong masakanku) atau saat mencuci piring tiba-tiba anak menghampiri dan mengajak bicara. Maka,berhentilah dari kegiatan apapun saat itu juga dan fokus menanggapi apa yang sedang dibicarakan oleh anak kita. 
Dengan demikian, kita sedang mengajarkan kepada anak kita untuk HORMAT kepada lawan bicara. Ini bagian dari berlatih atentif dalam komunikasi dengan orang lain dan merupakan attitude yang mahal.

9. Melarang anak untuk menangis

Banyak orangtua melarang anaknya menangis karena malu saat ada orang banyak atau merasa berisik. Padahal menangis adalah bagian dari penyaluran emosi seseorang dengan merilisnya. Apakah masalah besar jika seseorang menangis? Sebenarnya tidak juga. Semua orang boleh menangis. Mau itu anak laki-laki ataupun perempuan. Menangis menjadi barometer bahwa hatinya masih ada sensitifitas tingkat tinggi. “Silakan menangis jika itu membuat hatimu nyaman, nak. Tapi pastikan segera regulasi diri ya.” Itu jauh lebih baik, agar anak kita tidak kaku atau beku hatinya.

10. Menghindar atau membohongi anak untuk menyelesaikan suatu masalah

Misalnya saat melihat anak jatuh di bebatuan dan kesakitan, kita ingin membuat anak tenang dan tidak menangis. Kemudian kita berusaha alihkan ke hal lain, “Lihat ada pesawat tuh…?” Padahal tidak ada pesawat. 
Jika anak jatuh, beri rasa empati terlebih dahulu. “Sakit ya? Kita obati dulu ya. Mama paham, pasti sakit jika kena batu begini,” setelah itu follow up dengan mengobatinya.
Justru saat ada masalah seperti ini adalah kesempatan kita sebagai orang tua untuk menanamkan konsep qadha dan qadr ke anak, setelah anak merasa tenang dan tidak kesakitan lagi.

11. Orangtua sering membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya

Bahkan ada orang tua yang membandingkan dengan dirinya saat kecil dulu. Misalnya, “Mama dulu tuh, Matematika 100 terus. Masak kamu dapat nilainya segini doang? Bikin malu aja.” Tidak ada orang yang senang dibanding-bandingkan, termasuk anak kecil sekalipun. Selain sudah beda zaman, juga kompleksitas dan tantangan kehidupan juga sangat berbeda jauh dibandingkan zaman dulu. 
Ketika Anda membandingkan ananda dengan saudara kandung, saudara sepupu, atau anak lain yang seusianya, anak akan mempunyai 2 respon. Jika anak kita kuat mental, dia akan tetap percaya diri. Tapi kalau anak kita lemah mental, dia akan drop dan jadi pribadi yang minder saat berhadapan dengan orang lain.

12. Menakut-nakuti anak dengan sesuatu yang tidak masuk akal

Misalnya nih ya pas anak sakit dan harus minum obat, orang tua biasanya menakut-nakuti dengan berkata “Ayo minum obat, biar tidak disuntik pak dokter” 
Mungkin saat itu anak mau minum obat, karena merasa takut dan selanjutnya kita akan mencari alasan-alasan lain agar anak mau minum obat, seperti “Awas polisi…. Ayok makan ada polisi. Jangan main jauh-jauh, Nanti kamu ditangkap polisi lho…” Itu contoh-contoh pembodohan anak yang tidak masuk akal dan anak jadi mengalami distorsi dalam berpikir dan bertindak.
Seharusnya ajarkan konsekuensi atau manfaat dari setiap apa-apa yang kita ajarkan ke anak. Tidak perlu menakut-nakuti atau memberi iming-iming hadiah agar anak menuruti mau kita. Jangan sampai kita menciptakan ketakutan atau berhala-berhala baru di hati anak untuk melakukan sesuatu, terlebih sesuatu itu suatu kewajiban baginya.

13. Orang tua tanya sendiri, dan dijawab sendiri

Yang terakhir nih, yang kadang kita secara tidka sadar melakukannya. Misalnya, “Kamu mau dimasakin sayur apa hari ini? Kangkung atau bayam?” Pas anaknya jawab kangung, orangtuanya langsung balas “Ah, kalau kangkung mah bikin ngantuk, sayur bayam aja ya….”
Atau pertanyaan-pertanyaan lain yang kita ucapkan hanya sekedar basa-basi aja ke anak. Anak justru merasa tidak dihargai dan merasa malas menjawab saat kita benar-benar menanyakan suatu hal yang penting...
Jangan sampai kayak gitu yah Moms...


Nah itu dia tadi kesalahan yang sering terjadi saat berkomunikasi dengan anak. Jika kita renungkan lebih dalam, mana sih poin kesalahan yang paling sering kita lakukan dalam berkomunikasi dengan anak kita? 
Semoga dengan list ini kita jadi paham dan menyadari, serta berusaha setiap harinya untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut. Sehingga hubungan dengan anak terjalin dengan baik dan anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.
Yuks moms kita sama-sama mencetak generasi anak yang percaya diri, inisiatif, dan empati. Dimana semua itu bisa terwujud dari konsistensi kita dalam memperlakukan anak kita setiap harinya..
Semangat ya, kita pasti bisa!!

Sosial Distancing, Tetap Produktif untuk Perkuat Iman dan Imun Bersama



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum,
Apa kabar Sahabat, semoga dalam keadaan sehat dan tenang walau negeri kita sedang dirundung virus corona sejak awal bulan Maret ini.

Melanjutkan tulisan sebelumnya, mengenai Corona dan Penangkalnya dimana saat itu COVID-19 baru saja masuk di Indonesia dengan diberitakannya 2 warga Depok positif corona, tepatnya tanggal 2 Maret 2020. Warga Indonesia sempat panik, harga masker melonjak tinggi dan banyak warga yang berbelanja dalam jumlah tidak wajar. Namun kepanikan itu hanya sesaat dan keadaan kembali normal tanpa ada pencegahan yang optimal.

Hingga akhirnya, 12 Maret 2020 WHO menyatakan bahwa corona menjadi pandemi global. Selang 1 hari, pada 13 Maret 2020 Gubernur Jakarta, Bapak Anies Baswedan melakukan penutupan sementara objek wisata di Jakarta selama 2 minggu terhitung tanggal 14-29 Maret 2020. Kemudian diikuti tindakan meliburkan kegiatan sekolah dan digantikan sistem pembelajaran online dirumah. Hingga akhirnya diberlakukan work from home untuk sebagian para pekerja. Semua tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk sosial distancing agar virus corona tidak semakin menyebar. 

Akan tetapi, hampir 1 minggu sudah...
Kondisi saat ini justru semakin genting, dimana sore tadi bapak Gubernur Jakarta menyatakan bahwa kondisi Jakarta sudah masuk ke tahap Tanggap Darurat karena jumlah kasus positif COVID-19 yang terus semakin meningkat dan korban meninggal semakin bertambah.
Per 20 Maret 2020, terdapat 369 kasus positif COVID-19 dengan 32 kematian dan 17 sembuh. Dimana dari jumlah tersebut, 224 kasus positif di DKI Jakarta dengan 20 kematian dan 13 orang dinyatakan sembuh.
Untuk lebih detailnya, berikut data kasus corona di Indonesia.

(https://corona.jakarta.go.id/id)



Sungguh perbandingan yang memprihatinkan dimana korban yang meninggal lebih banyak daripada yang sembuh.
Hal ini memaksa kita untuk semakin mawas diri, menjaga kebersihan dan kesehatan, dan benar benar mengikuti himbauan pemerintah untuk melakukan sosial distancing

Apa sih sosial distancing itu?
Pembatasan sosial atau jaga jarak dan interaksi dengan orang banyak di sekitar kita.

Pembatasan sosial adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular. Tujuan dari pembatasan sosial adalah untuk mengurangi kemungkinan kontak antara orang terinfeksi dan orang lain yang tidak terinfeksi, sehingga dapat meminimalkan penularan penyakit, morbiditas, dan terutama, kematian. (Wikipedia)

Biar lebih jelas berikut ilustrasinya.


Sosialisasi mengenai sosial distancing ini sudah banyak dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai media, tapi entah mengapa masyarakat Indonesia ini kurang aware dengan kondisi saat ini. Baru saja tadi pagi saat berkendara ke tukang sayur, sepanjang jalan mengamati kondisi sekitar yang masih banyak anak kecil diluar rumah sambil disuapi makan oleh ibunya, dan penjual warung makan berjualan seperti biasanya tanpa menggunakan penutup yang lebih aman. Saya pun yang menggunakan masker ke tukang sayur justru dipandang "aneh" oleh beberapa orang. Yaa...saya pakai masker ke luar rumah walau saya tidak sakit bukan lah hal yang seharusnya, tapi itu bentuk upaya saya menjaga diri terutama untuk anak saya yang masih balita karena kami termasuk golongan rentan terkena virus ini.

Hmmm...sepertinya terlalu panjang membahas si corona ini dan mungkin akan menyita banyak halaman jika tidak segera disudahi. Biar sesuai dengan judul, mari kita to the point aja...

Gencarnya sosial distancing memaksa kita untuk stay at home, yups #dirumahAja sampai menjadi hashtag nomer satu.
Mungkin bagi para extrovert fenomena ini menjadi ujian tersendiri karena tidak sesuai dengan kepribadiannya yang selalu ingin berhubungan sosial diluar. Namun kebalikannya, sosial distancing ini menjadi hal yang mudah dan biasa dilakukan karena berada dirumah adalah hal ternyaman bagi kami...
Well, saya seorang introvert (tapi sebenernya saya pun punya hasrat yang tinggi untuk keluar rumah di kala weekend 😁✌) Tapi di tiap harinya ketika suami bekerja, saya sangat menikmati berada di dalam rumah berduaan dengan anak saya, keluar rumah hanya sebatas belanja sayur pagi-pagi.

Maka dari itu, saya ingin mengulas apa-apa saja sih yang bisa kita lakukan selama masa sosial distancing agar tetap jadi produktif sehingga iman dan imun kita semakin kuat, terutama untuk para ladies nih.
Ladies disini pun pasti banyak tipe ya, nah sesuaikan dulu kamu termasuk yang mana nih?

Singlelillah

Untuk gadis-gadis hebat nan cantik jelita, apapun rutinitas yang biasa dilakukan baik sekolah, kuliah, ataupun bekerja, dengan adanya sosial distancing ini pasti kamu-kamu punya waktu lebih dari biasanya. Karena ga ada lagi waktu tersita untuk bermacet-macetan dijalan, ga ada lagi waktu kumpul bareng temen, dan melalang buana kesana kemari. 
Disinilah kamu bisa manfaatkan waktu untuk hal yang lebih manfaat, mulailah untuk quality time bersama orang tua atau saudara mu dirumah.
Perbanyak waktu untuk menghibur dan ngobrol bareng keluarga, manfaatkan lah waktu sebaik-baiknya untuk selalu menyenangkan orang tua terutama Ibumu. Karena jika sudah berkeluarga kamu tidak akan bisa sebebas sekarang.
Perbanyak ilmu dan skill, bisa dari berbagai buku atau media lainnya seperti kulwhap yang saat ini banyak sekali dipromosikan. Siapkan diri untuk menjadi istri dan ibu yang luar biasa dengan mempelajari ilmu berkeluarga dan parenting. Atau yang paling simple, kamu bisa juga belajar memasak,  dengan begitu kita bisa quality time dengan ibu plus bonus jadi jago masak untuk suami kita kelak (Aamiin...)

Working Moms

Sebelumnya mau menyapa dulu aah..
Hai mommy2 kece,
salut deh untuk kalian yang masih bekerja diluar sana yang bisa membagi waktu dengan ciamik antara tugas domestik mengurus anak dan suami tetapi masih bisa berkarya diluar sana. Baik untuk meringankan beban suami atau sebagai bentuk menebar manfaat ke sesama umat, kalian sungguh luar biasa....!
Nah, pasti adanya work from home ini menjadi moment yang langka ya, dimana bisa bekerja dirumah sambil memandangi anak dan bisa sambil ngemil dengan leluasa adalah kebahagiaan tersendiri ya...
Yang biasanya bangun pagi-pagi sudah berjibaku bersama suami untuk menghindari macetnya jalanan, kini bisa asyik dulu di dapur mencoba resep baru, menyiapkan makan untuk keluarga sambil quality time bersama suami. Mulai dari membahas pekerjaan masing-masing atau membahas rencana ke depan mengenai si corona ini.
Lalu disela-sela mengerjakan pekerjaan kantor atau orderan nih buat para pebisnis, kita bisa sambil membersamai aktivitas si kecil atau anak-anak kita saat sekolah dirumah.
Bersyukur kita masih diberi kesempatan untuk kembali ke kodrat kita sebagai madrasah utama bagi anak-anak kita. Menggantikan sementara peran guru di sekolah, menjadikan kita mengerti bahwa tidak mudah menjadi seorang pengajar, dimana kesabaran kita akan benar-benar diuji saat mengajari anak-anak kita. Tapi disitulah ladang pahala kita untuk bekal akhirat kelak.
Jika anak sudah mandiri, kita pun bisa mengupgrade diri menambah ilmu atau menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang selama ini tertunda, seperti merapikan barang-barang dirumah, menyortir barang yang bisa kita sumbangkan ke orang yang membutuhkan.

Full time Moms

Untuk para full mommies mungkin tidak banyak yang berubah ya, hanya saja tugas dirumah akan semakin banyak karena ditambah menjadi "guru" dijam-jam yang seharusnya anak sekolah.
Seperti halnya working moms diatas saat membersamai anak belajar dirumah ya Moms.
Tapi saat sosial distancing kita tidak perlu mengantar jemput anak sekolah, mengurus acara pertemuan atau pengajian, sehingga ada waktu untuk me time dengan tenang di rumah.
Dan tentunya merasa semakin bahagia karena saat mengerjakan pekerjaan domestik tidak sendirian lagi seperti biasanya. Akan lebih banyak waktu bersama dengan suami untuk sama-sama menerapkan kurikulum keluarga yang selama ini sudah dirancang bersama.

Nah, secuplik kegiatan saat sosial distancing tadi jika kita niatkan mengharap ridha Allah semoga bisa menjadi bekal amalan kita kelak di akhirat. Dan jika kita melakukannya dengan ikhlas pasti terasa ringan dan kita pun menjadi bahagia sehingga stress pun go away..
Dengan begitu imun kita semakin kuat dan insya Allah terhindar dari berbagai penyakit termasuk COVID-19 ini..

Gimana nih cara lain memperkuat imun kita?
Yuks Get The Sun alias rajin-rajin berjemur. Mari kita manfaatkan sinar matahari yang Allah berikan kepada kita secara gratisss..tiss.tisss....
Sebagaimana yang dijelaskan oleh dr. Vinci Edy Wibowo, SpP bahwa berjemur yang paling baik adalah saat matahari terik yaitu sekitar pukul 09.00-11.00 selama 15-30 menit. Usahakan mengenai kulit secara langsung dan saat berjemur pilih tempat yang terhindar dari polusi.
Selain itu, untuk meningkatkan imun atau daya tahan tubuh, tidur yang cukup selama 6-8 jam per hari. Waktu terbaik untuk tidur adalah malam hari. Jadi selama sosial distancing ini jangan malah begadang ngabisin waktu ga jelas buat streaming film atau hal yang kurang manfaat lainnya.

Trus gimana biar iman kita juga kuat?
Banyak-banyak istighfar, memohon ampun kepada Allah. Ketika aktifitas keluar semakin minim, tubuh tidak terlalu lelah. Cocok banget kita gunakan sepertiga malam kita untuk muhasabah diri bertaubat kepada Allah begitu banyak waktu yang kita habiskan untuk mengurus masalah duniawi hingga mengesampingkan bekal akhirat kita.
Selain itu, kita bisa banyak bersedekah untuk membantu keadaan yang kurang mampu dimana mereka tetap harus bekerja diluar sana sebagai sumber penghasilan keluarga.



Intinya, sosial distancing ini bisa menjadi moment yang berharga jika kita bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Terutama untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta اَللهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

Bagi yang masih harus berjuang keluar ditengah-tengah virus corona ini, mari luruskan niat agar menjadi ibadah dan bernilai pahala disisi اَللهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.
Tak lupa juga, mari kita dengan tulus ikhlas mendoakan para tenaga medis yang berada di garis terdepan menghadapi virus ini, semoga senantiasa diberi kesehatan dan perlindungan oleh اَللهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan menjadi amal jariyah karena telah berjuang menyelamatkan nyawa mereka yang terinfeksi virus corona ini.

Semoga kita semua bisa melewati wabah ini dengan sabar dan Allah segera angkat musibah ini sehingga kita bisa menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita, meramaikan masjid-masjid untuk shalat berjamaah dan berkumpul bersama keluarga saat lebaran nanti...
Aamiin ya Rabbal'alaamiin....



Bookish Play, Tumbuhkan Generasi Anak Cinta Buku



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Assalamualaikum mommies hebat,

Bagaimana cerita membersamai anak hari ini? Semoga tercipta kenangan indah setiap harinya ya...

Siapa disini yang pengen banget anaknya suka baca buku..?
Pasti hampir semua mommies ingin anaknya cinta buku ya, walaupun entah mommy nya sendiri suka baca buku atau tidak 😁✌
Karena seperti kita ketahui semua, bahwa buku adalah jendela dunia. Dengan mengenalkan buku sedari kecil, harapannya anak akan gemar membaca dan mencintai buku. Membaca buku akan menjadi sebuah kebutuhan hingga dewasa dan anak akan mendapat ilmu dari sumber yang jelas yaitu dari buku bukan dari media internet yang memang lebih mudah kita dapatkan tetapi belum pasti kebenarannya.🤐

Maka dari itu, disini sedikit sharing gimana caranya agar anak lebih menyukai buku.

Salah satunya dengan cara bookish play.

Siapa disini yang baru denger istilah bookish play?

Jadi, bookish play ini merupakan aktivitas bermain anak yang berhubungan dengan tema sebuah buku. Bagaimana caranya?

Saat akan membacakan sebuah buku ke anak kita bisa menyiapkan terlebih dahulu permainan apa yang berhubungan dengan isi dari buku itu. Ga perlu cari yang ribet-ribet dulu, kita bisa kok pakai bahan seadanya dirumah, atau dengan mainan anak yang sudah siap pakai. Setelah kita menemukan tema yang sesuai dan bahan mainannya, kita bisa memulai dengan membacakan isi buku, biasanya buku yang dipilih untuk anak balita kita adalah buku yang berisi kegiatan sehari-hari dengan tokoh yang lucu atau kehidupan binatang (kalau saya memilih buku yang mengandung unsur islami untuk menanamkan akidah ke anak sejak kecil).

Setelah membacakan isi buku, kita bisa retelling story dengan cara yang interaktif dengan menggunakan mainan yang sudah disiapkan sebelumnya.

Berikut sedikit contoh bookish play yang simple dengan bahan yang simple pula, ya Moms.

Bermain origami hewan laut (dokpri)

Menyusun balok bangunan masjid (dokpri)

Gunting tempel dan mewarnai (dokpri)


Dengan permainan yang seru, anak akan jadi lebih antusias dan lebih memahami isi buku. Selain itu diharapkan anak bisa enganged dengan buku dan mencintai buku, dengan begitu anak akan ketagihan membaca buku dan menanti-nanti buku baru dari mommies nya ketimbang meminta gadget. Jika si anak sudah semakin besar biarkan anak memilih ide bermain sendiri yang sesuai dengan isi buku yang ia pilih untuk dibaca.

Dan yang terpenting adalah dampingi, bersamai kegiatan bermain dengan si kecil, fokus sepenuhnya dengan anak kita. 


Yuks moms boleh banget yang mau sharing ide bookish play di kolom komentar dibawah ya...
Semangat membersamai anaknya moms..🤗🤗



#bookishplay #montessoriathome #sensoryplay #playathome #fitrahbelajaranak

Corona dan Penangkalnya


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum sahabat...

Semoga dalam keadaan sehat dan tenang walaupun virus corona mulai "tercium" di Indonesia...
Sebelum kita bahas lebih mendalam, yuks kita bahas sebentar siapa sih si corona virus ini?

Koronavirus atau coronavirus (istilah populernya: virus korona, virus corona, atau virus Corona) adalah sekumpulan virus dari subfamili Orthocoronavirinae dalam keluarga Coronaviridae dan ordo Nidovirales. 
Kelompok virus ini yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia (termasuk manusia). Pada manusia, koronavirus menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang umumnya ringan, seperti pilek, meskipun beberapa bentuk penyakit seperti SARS, MERS, dan COVID-19 sifatnya lebih mematikan. Manifestasi klinis yang muncul cukup beragam pada spesies lain: pada ayam, koronavirus menyebabkan penyakit saluran pernapasan atas, sedangkanpada sapi dan babi menyebabkan diare. Belum ada vaksin atau obat antivirus untuk mencegah atau mengobati infeksi koronavirus pada manusia. Source:Wikipedia.

Sebenarnya masih simpang siur juga sih, siapa si corona virus ini? Awal mula menyerang masyarakat Wuhan China, diberitakan bahwa virus ini menyebar dari pasar seafood di Huanan China dimana kelelawar yang dijadikan korban atas penyebab virus ini menyebar. Bahkan santer berita pula bahwa corona ini adalah virus buatan china yang dibuat untuk senjata biologis untuk perang. 
Entah bagaimana kebenarannya wallahu a'lam bishawab.

Tapi jangan khawatir akan virus ini, karena sudah banyak pula informasi yang beredar tentang bagaimana penularan dan langkah-langkah antisipasinya, seperti dalam gambar dibawah ini.




Lalu, bagaimana dengan di Indonesia?
Awal bulan Februari masyarakat Indonesia masih tenang adem ayem tidak takut akan virus ini. Bahkan banyak meme yang mengatakan virus corona ini takut dengan orang Indonesia dikarenakan pola makan dan gaya hidup masyarakatnya yang tidak "sehigienis" negara maju. Tapi disini harga masker di pasaran sudah mulai membumbung tinggi. Karena saya termasuk orang yang selalu stock masker dirumah untuk berbagai keperluan jadi kaget ketika harga masker menjadi tidak wajar padahal virus itu belum "terdeteksi" di Indonesia. Harga 1 box surgical mask 3ply isi 50 pcs yang normalnya sekitar 18-20ribu tiba-tiba menjadi ratusan ribu di e-commerce dan di toko offline sudah banyak yang kosong. Entah manipulasi dari pihak mana, tapi begitulah yang terjadi di negara +62 ini, dimana banyak oknum yang tidak punya hati mencari keuntungan sebanyak mungkin bahkan dalam kondisi genting seperti ini.

Dan benar saja, akhir bulan Februari tiba-tiba Bapak Presiden (yang banyak dielu-elukan sebagian orang ini) mengumumkan bahwa ada 2 warga Depok yang positif corona. Sontak berita ini membuat heboh dan panik masyarakat. Banyak orang yang mulai memborong belanjaan dan harga maskerpun semakin menggila. Saya pun mencoba tetap woles (padahal lokasi saya tidak begitu jauh dari 2 warga tersebut) sembari mencari informasi melalui gawai di tangan. Tapi justru beragam asumsi yang saya dapatkan, tinggal di negara yang berflower ini sungguh penuh intrik yang mana pemerintahannya memang cukuplah "antik".

Akhirnya saya mendapati beberapa statement di media sosial yang bisa membuat saya lebih tenang dan tidak latah dengan kondisi yang ada. Serasa tertampar, bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama kita yakin dan selalu ingat kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

Yaa, memang benar segala sesuatu itu sudah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى atur sedemikian rupa, tugas kita hanya sabar dan ikhlas dalam menjalaninya. Memang tidak semudah mengucapkannya menuliskannya, butuh iman yang benar-benar kuat. Dan saya menulis disini sebagai bentuk untuk merefleksi diri agar bisa terus berpositif thinking dalam menghadapi wabah ini.


Yaaa..
Sebaik-baiknya penangkal dari semua virus dan wabah adalah berserah diri memohon perlindungan kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.
Yakin dan percaya sepenuhnya akan qadarullah, bahwa sakit datangnya dari Allah dan kesembuhan juga atas ijin Allah, dengan begitu insya Allah perasaan was-was dan khawatir berlebihan akan sirna dengan sendirinya. Dan yang tidak kalah penting senantiasa berdoa dan ikhtiar untuk selalu menjaga kesehatan sebagai bentuk tanggung jawab kita atas anugerah tubuh yang diberikan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى .

Lalu kita sebagai umat muslim, banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk ikhtiar dan tawakal kita kepada Allah.

1. Berdoa

Ada salah satu hadits yang menerangkan tentang doa memohon perlindungan dari segala penyakit mengerikan termasuk penyakit COVID-19 ini. Berikut doanya:

Source:@ShahihFiqih

2. Dzikir Pagi&Petang

Ada pepatah bilang "dzikir pagi petang bagaikan baju besi berperang" yang dapat melindungi kita dari berbagai mata bahaya, tentunya dengan seijin Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى .
Banyak penulis yang menuliskan buku dzikir pagi petang, saya sendiri membaca buku karya 
Yazid bin Abdul Qadir Jawas.
Bagi yang belum punya bisa download PDF ini ya..

3. Memelihara Wudhu 

Beruntunglah sebagai umat muslim kita wajib shalat 5 waktu, dimana sebelum shalat kita berwudhu terlebih dahulu. Bukankah saat berwudhu yang dibasuh pertama kali adalah kedua tangan? Sebagaimana yang dianjurkan oleh berbagai praktisi saat ini untuk rutin mencuci tangan sebelum memegang wajah.
Lalu, yang dimaksud memelihara disini adalah ketika Wudhu kita sudah batal, maka langsung berwudhu lagi tanpa menunggu waktu kita akan shalat. Tapi ini disesuaikan dengan kondisi dan aktivitas masing-masing individu ya...

4. Jaga Kesehatan dan Stamina Tubuh

Hal ini bisa dilakukan dengan banyak hal 
• Perbanyak makan sayur dan buah segar yang banyak mengandung vitamin C
• Jaga kebersihan makanan dan kebersihan diri
• Rutin berolahraga dan berjemur sekita jam 7-8 pagi untuk mendapat vitamin D alami
• Perbanyak konsumsi rempah yang banyak mengandung curcuma seperti kunyit, jahe, temulawak, dan sereh
• Konsumsi madu untuk meningkatkan imun tubuh 
• Be calm and dont panic agar tidak stres yang menyebabkan imun turun



Semoga dengan langkah-langkah di atas, biidznillah kita dapat terhindar dari berbagai macam penyakit, khususnya COVID-19 yang sedang menyerang negara kita tercinta. 

Akhir kata, wassalam.




#COVID-19 #viruscorona #rempah #qadarullah #doa #dzikir #dzikirpagipetang

4 Langkah Mendidik Bayi ala Rasulullah



Assalamualaikum sahabat,

Tulisan kali ini mungkin akan sedikit berbeda ya, karena biasanya hanya tulisan yang base of experience ajah. Nah kali ini aku mau share tentang buku yang lagi aku baca nih, judulnya “Prophetic Parenting, Cara Nabi Shallallahu’alayhi wa Sallam Mendidik Anak” dimana isinya penting banget karena dewasa ini orang-orang muslim lebih banyak mengadopsi gaya barat dan masih ada yang melakukan hal-hal yang berbau adat atau tradisi keluarga masing-masing. Padahal sebagai orang muslim sudah seharusnya kita meneladani ajaran Rasulullah, terutama dalam mendidik anak kita. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS. al-Ahzab:21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."


Ini dia penampakan bukunya.

Di dalam buku ini ada 19 bab yang membahas dengan sangat lengkap dan detail dari awal mula bagaimana seharusnya menemukan pasangan hidup hingga mengarahkan kecenderungan seksual anak.

Tapi disini akan dibedah satu Bahasan terlebih dahulu ya, yang mana saat ini masih banyak yang salah kaprah dalam menjalankannya. Bahasan apakah itu?

Mendidik Bayi pada Hari ke Tujuh Kelahiran


1. Memberikan Nama Bayi

Dalam memberikan nama untuk buah hati tercinta, pasti kita akan memikirkan matang-matang jauh sebelum bayi ini lahir, biasanya sih saat udah tau gender si jabang bayi ini apa. Itupun kita tetap akan mempersiapkan dua nama (untuk laki-laki dan perempuan) karena hasil USG pun belum 100% akurat. Begitu bayi lahir, jadi bisa langsung launching nama anak kita untuk kebutuhan data rumah sakit. Itupun kadang masih belum fix nama anak kita karena pergulatan antara bapak ibu nya atau bahkan ada nama request dari eyang2nya...😬😬

Yang pasti, kita akan mempersiapkan nama yang terbaik, dengan harapan nama yang diberikan bisa menjadi doa untuk anak kita. Akan tetapi, belum lama ini sempat viral adanya banyak nama-nama yang tidak lazim dan cukup menggelitik. Dimana atas ketidakpahaman dan ketidakbijakan orang tua, anak yang justru menanggung beban nama itu.
Selain itu, kebanyakan anak-anak milenial saat ini mempunyai nama yang kebarat-baratan dimana namanya begitu sulit diucapkan karena berbeda antara tulisan dan pelafalannya.

Oleh karena itu, disini saya akan share bagaimana memilih nama yang baik untuk anak kita.

Ada tiga pilihan yang diberikan menurut Imam Al- Mawardi:

• Diambil dari nama orang-orang yang berpegang teguh pada agama, seperti para nabi dan rasul serta orang-orang saleh. Dan nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa’i dari Abu Wahb al-Jusysyami:
Rasulullah Shallallahu’alayhi wa Sallam bersabda, “Pakailah nama-nama para Nabi. Nama yang palng dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman. Nama yang paling jujur adalah Harits (orang yang memiliki keinginan) dan Hammam (orang yang memiliki cita-cita). Nama yang paling buruk adalah Harb (perang) dan Murrah (pahit).”

• Nama yang diberikan memiliki jumlah huruf yang sedikit, ringan di lidah, mudah diucapkan dan gampang didengar.

• Nama yang diberikan memiliki makna yang baik dan sesuai dengan si pemilik nama serta sesui dengan status sosialnya dalam masyarakat.

2. Mencukur rambut

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq:
Rasulullah Shallallahu’alayhi wa Sallam bersabda kepada Fatimah setelah dia melahirkan Hasan, “Hai Fatimah, cukurlah habis rambutnya dan bersedekahlah perak seberat hasil timbangan rambut itu.”

Hal ini dilakukan sebagai wujud syukur atas kenikmatan berpindahnya masa janin menjadi masa bayi. Dan bentuk syukur yang paling baik yaitu dengan bersedekah. Pertimbangan menggunakan perak dikarenakan harga emas yang terlalu tinggi sehingga tidak mungkin dilakukan selain oleh orang kaya. Sementara benda lainnya tidak akan bernilai tinggi apabila disedekahkan seberat rambut bayi.

Nah seringkali saya jumpai, bahwa orang tua saat ini tidak melakukan cukur rambut sang bayi dengan berbagai argumen. Yang saya alami sendiri waktu dulu mau mencukur rambut anak saya, sempat dilarang oleh mertua karena takut si bayi kedinginan karena ga punya rambut lagi, padahal ada topi atau penutup kepala lain yang bisa untuk menghangatkannya. Belum lagi argumen lain, yang merasa sayang dengan rambut si bayi yang udah lebat sejak lahir jadi merasa takut kalo rambutnya susah tumbuh ke depannya.
Padahal jika kita mengikuti sunnah Rasulullah pasti akan ada dampak positif baik dari segi kesehatan dan bisa menjadi tabungan amalan shalih di sisi Allah.

3. Aqiqah

Aqiqah dilakukan sebagai pemberitahuan tentang garis keturunan dengan cara yang baik agar tidak sampai timbul fitnah yang tidak dikehendaki. Ketentuannya, untuk anak lak-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Aqiqah diakukan diawal kelahiran sebagai penyerahan si anak di jalan Allah sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim'alayhissalam. Sebagai upaya untuk mendekatkan si bayi kepada Allah di waktu-waktu pertama bersentuhan dengan kehidupan dunia.
Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dan adh-Dhya’ dari Buraidah radhiyallahu’ahu yang diriwayatkan secara mafu’: “Kambing aqiqah disembelih pada hari ketujuh, atau ke empat belas, atau hari ke dua puluh satu.”

Pasti pembaca disini sudah paham betul makna aqiqah sehingga banyak masyarakat muslim yang melakukannya selang beberapa hari dari kelahiran. Biasanya acara aqiqah ini dilakukan bebarengan dengan cukur rambut si bayi. Yang perlu ditekankan disini adalah niat kita saat melakukan aqiqah adalah semata-mata untuk mendapat ridha Allah Subhanallahu wa ta’ala bukan perayaan acara aqiqahnya.

4. Khitan

Diriwayatkan oleh Ahmad dari Syaddad bin Aus radhiyallahu'anhu: Nabi Shallallahu’alayhi wa Sallam bersabda, “Khitan adalah sunnah bagi laki-laki dan penghormatan bagi wanita.”

Demikianlah kita dapati perhatian besar yang diberikan oleh Islam dalam masalah khitan bagi anak laki-laki dan perempuan. Hal ini bisa dilakukan mulai dari hari ketujuh kelahiran. Hal ini berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh al Baihaqi dari Jabir radhiyallahu’anhu, dia katakan: “Rasulullah Shalallahu’alayhi wa Sallam melakukan aqiqah Hasan dan Al Husain, dan mengkhitan merekan berdua pada hari ketujuh.”
Ibnu Juzzi mengatakan, "Makruh hukumnya mengkhitan pada hari pertama kelahiran, karena itu merupakan perilaku kaum Yahudi."

Nah ini dia yang masih jarang dilakukan masyarakat saat ini, dimana kebanyakan mereka mengkhitan anak lelaki mereka saat sudah menduduki bangku SD. Padahal jika dikhitan saat bayi, banyak manfaat yang bisa diperoleh dimana anak akan terhindar dari penyakit yang biasa menyerang bayi seperti phimosis (melekatnya kulup penis) atau ISK (infeksi saluran kemih). Selain itu, setelah dikhitan akan lebih mudah dibersihkan saat anak selesai buang air.
Pastikan sebelum melakukan khitan, bayi dalam keadaan sehat yang bisa dipastikan melalui konsultasi dengan dokter.
Yang ingin lebih paham apa itu Fimosis dan bagaimana penanganan khitan pada bayi bisa mampir disini  yaa...

Sekian dulu bahasan kali ini ya, insya Allah bisa membahas bahasan lain dari buku ini yang tidak kalah penting juga...

Wassalam. 

Fimosis dan Sirkumsisi Bayi 10Months

Assalamualaikum,

Bagaimana kabar hari ini? Untuk para Mommies semangat terus ya mendampingi si kecil...

Sebagai seorang ibu pasti akan menderita sekali rasanya jika anak sedang sakit. Tapi jika diingat kembali, sakit merupakan qadarullah yang wajib kita jalani dengan sabar. Maka penderitaan itu akan berubah menjadi keikhlasan.


Sedikit berbagi pengalaman tentang anak saya yang harus sirkumsisi (khitan) saat usianya belum genap 10bulan karena terkena fimosis.
Menurut ajaran Rasulullah Shallallahu'alayhi wa Sallam, khitan dilakukan saat anak berusia 7hari. Tapi karena banyak pertimbangan, alhasil anak kami tidak kami khitan saat masih berumur hitungan hari.
Jadilah, saat anak berumur 9,5bulan tiba-tiba badannya panas tinggi, saya cek suhunya 38° lebih padahal tidak ada gejala apa2.
Langsung saat itu kami bawa anak kami ke RS dan alhamdulillah mendapat DSA (dokter spesialis anak) yang mumpuni, sehingga begitu dicek suhu anak kami sudah 39° dan tidak ada gejala flu atau apa2. Langsung diberikan obat penurun demam yang dimasukkan ke dubur agar tidak sampai kejang. Setelah berbagai pertanyaan, dokter mengecek penis anak kami dan benar saja penisnya merah seperti bengkak karena lengket jadi kulupnya tidak bisa ditarik keatas yang membuat pipisnya menjadi sulit keluar. Hasil diagnosa dokter anak kami kena fimosis dan saran dokter baiknya langsung sirkumsisi (khitan) agar bisa sembuh total.
Rasanya shock luar biasa, merasa ga percaya karena anak kami pake diapers hanya saat pergi saja untuk pencegahan hal2 semacam ini, tapi kata dokter penyebab lain juga faktor kulitnya yang sensitif. Dokter pun memberi resep obat salep dan antibiotik dan menyarankan saat membersihkan penis setelah buang air kecil sampai benar-benar kulupnya terbuka sampai ke atas. 
Kami pun pulang ke rumah dengan perasaan yang campur aduk, mengingat kesalahan yang saya lakukan, dimana selama ini saya membersihkan penis anak kami sampai kulupnya terbuka ke atas memang saat mandi saja, saat anak ngompol hanya dibilas air tanpa membuka kulupnya.
Begitu sampai rumah, setelah menenangkan hati dan pikiran, dan anak bisa tidur tenang langsung mencari informasi sebanyak mungkin mengenai penyakit fimosis ini dan bagaimana penanganan khitan pada bayi 10bulan.

Menurut penjelasan Mbah Google,
"Fimosis adalah kondisi ketika kulup ketat tidak dapat ditarik kembali pada kepala penis.
Kulup ketat dianggap normal pada anak yang tidak disunat. Ini akan hilang seiring waktu dengan retraksi yang lembut dan teratur
.
Fimosis pada bayi merupakan kondisi bawaan lahir. Sebagian kasus tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, hindari menarik secara paksa pelajaran antara kulup dan kepala penis, karena beresiko menimbulkan luka pada kulup bayi. Umumnya pelekatan ini akan terpisah secara alami pada usia 5-7 tahun atau usia pubertas." 

Source by Google

Akhirnya setelah banyak pertimbangan kami pun siap untuk mengkhitan anak kami dengan segala resiko yang ada, karena kami tinggal merantau dan tidak ada sanak saudara di kota perantauan. Sambil mencari hari yang pas karena suami harus mengajukan cuti terlebih dahulu, pagi hari anak kami rewel menangis terus dan mulai demam lagi. Langsung teringat kalo dia belum pipis sejak semalam. Saya pun langsung membuka kulup penisnya dan benar air kencing langsung keluar dan anak saya pun kembali tenang.
Saya pun langsung menghubungi suami untuk cuti secepatnya karena kondisi penisnya yang semakin sulit terbuka walau sudah diberi obat dari dokter.
Kami pun akhirnya kembali ke RS untuk meminta rujukan ke dokter bedah dan mencari jadwal untuk operasi.
Sebenarnya memang lebih ribet dan butuh proses panjang untuk khitan anak di RS, tapi pertimbangan kami saat itu untuk perawatan pasca operasi lebih nyaman untuk opname di RS terlebih dahulu agar lebih bersih dan penanganannya lebih baik.
Kami pun mendapat jadwal hari jumat malam untuk operasi sirkumsisi, jumat pagi kami pun mendaftar ke UGD untuk tes darah dan anak langsung diinfus dan disuruh puasa mulai jam 2 siang.
Saat pengambilan darah dan pasang infus benar-benar membuat hati saya teriris. Tangannya yang begitu mungil harus ditusuk-tusuk jarum untuk mendapat nadi yang pas untuk dipasang infus.
Belum sampai situ, malamnya saat masuk ruang operasi anak saya dibawa dalam keadaan sadar dan menangis sekenceng2nya karena dibawa dokter masuk dan kami pun hanya bisa menunggu diluar. Lama kelamaan suara tangisnya pun berhenti tandanya bius sudah disuntikkan.
Hanya bisa berdoa dan dzikir sambil memandangi jarum jam yang terus berputar.
Sebenarnya sirkumsisi ini termasuk operasi kecil dan bukan hal yang menyeramkan. Tapi hati saya sungguh campur aduk karena berpisah dengan anak dalam keadaan berderai air mata 😭😭😭
Akhirnya setelah 1jam lebih terdengar suara tangisan anak kami dan dokter membawa anak kami yang masih setengah sadar efek dari obat bius yang mulai hilang.
Seketika gemetar badan saya melihat anak menggeliat2 kesakitan sambil menangis seadanya. Hanya bisa menggendong dengan sangat hati-hati agar tidak mengenai area penisnya. Ketika obat bius sudah benar-benar hilang langsung saya nenenin dan diapun menghisap sekuat tenaga efek lapar puasa dan kelelahan menangis. Masih terlihat sekali dia kesakitan tapi saya harus tegar agar anak kami pun tidak bertambah rewel.
Malam itu saya tidak tidur karena anak kami hanya mau dalam pangkuan saya dan mudah sekali terbangun. Dan drama pun bertambah saat dia harus pipis, karena area penis harus langsung dibersihkan dan itu benar-benar membuatnya merasa tidak nyaman sekali. Untung saja para suster di RS itu sabar dan ramah sekali mengurusnya karena anak kami memberontak saat hendak dibersihkan.
Pagi harinya anak kami sudah bisa tersenyum dan rebahan sendiri di kasur, sambil terus ditemani agar tidak mengotak atik area penisnya. Tapi kehebohan terjadi kembali saat dia harus pipis dan minum obat 😆😆😆
Siangnya kami menunggu kunjungan dokter bedah untuk mengecek jahitan dan sorenya kami bisa pulang ke rumah dengan bekal obat salep dan antibiotik yang harus diminum.
Di rumah anak kami terlihat lebih nyaman dan langsung aktif kembali ingin merangkak kesana kemari. Sepertinya dia agak trauma dengan para tim medis yang menanganinya sendirian saat operasi. Jadi kalo liat baju putih putih dokter atau suster langsung berontak nangis ketakutan.
Untuk beberapa hari area penis tidak boleh terkena air dan harus selalu kering.
Hari ke 3 setelah operasi anak kami sudah mulai aktifitas normal dan tepat seminggu kami kembali kontrol ke dokter bedah dan alhamdulillah hasilnya bagus dan tidak ada masalah. Hanya saja psikisnya yang masih ketakutan dengan dokter dan suster.


Dari sini saya banyak belajar agar lebih memperhatikan dan mengikuti sunnah Rasulullah. Memang lebih baik mengkhitan anak saat masih dalam usia hitungan hari agar terhindar dari berbagai penyakit dan lebih mudah penanganannya karena semakin besar anak akan lebih aktif sehingga butuh penjagaan yang lebih. Selain itu, penting banget untuk para mommies yang punya anak laki-laki untuk lebih memperhatikan kebersihan penis anak, kalo kata DSA waktu itu, tiap anak habis pipis harus dibersihkan dengan membuka kulupnya sampai ke atas lalu dibilas dengan air bersih. Kebayang kan bagaimana ribetnya apalagi untuk para mommies yang pakein anaknya diapers setiap waktu, kan ga tau kapan anaknya pipis 😬.
Kalau ada yang berniat untuk menjalankan toilet training untuk anaknya bisa moms mampir kesini, karena biar gimana pun pemakaian diapers kurang baik untuk si kecil. Emang lebih ribet sih, tapi pahalanya insya Allah lebih banyak karena turut mengurangi limbah diapers di lingkungan kita.

Semoga cerita kali ini bisa bermanfaat dan diambil hikmahnya agar tidak mengalami yang saya alami saat itu harus melihat anak kesakitan tak berdaya 😥

Akhir kata, wassalamualaikum

4 Kunci Bahagia Dunia dan Akhirat


بسم الله الرحمن الرحيم 



Assalamualaikum sahabat semua,

Bagaimana suasana hati hari ini? Bahagia atau nestapa? Senang atau kecewa?
Jawabannya ada di dalam hati kita, karena bahagia kita sendiri yang ciptakan.
Gimana nih caranya?
Mengutip dari kajian Aa.Gym beberapa waktu yang lalu, bahwa dalam menjalani kehidupan ini pasti akan diberikan ujian untuk tiket kita menuju akhirat yang kekal.
Lalu bagaimana agar bisa selamat di dunia dan juga di akhirat?



Disini saya akan rangkum dalam 4 cara
1. Ikhlas
Kata yang mudah diucapkan tapi tidak sesederhana itu dalam menjalankannya. Sebagaimana Surat Al Ikhlas dimana tidak ada kata ikhlas sedikitpun dalam bacaannya.
Karena jika benar-benar ikhlas apa yang kita lakukan tidak akan diungkit atau dibahas lagi.
Sebagai manusia kita diperintahkan untuk selalu berbuat baik, lakukan lah dengan ikhlas semata-mata untuk mencari ridha dan keberkahan dari Allah Subhanallahi wa ta'ala. 
QS.Gafir : 65

هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۗ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dialah yang hidup kekal, tidak ada Tuhan selain Dia; maka sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.

2. Taubat 
Kita sebagai manusia biasa tidak akan luput dari kesalahan karena kita bukan malaikat yang selalu lurus di jalan Allah. Tapi sebagai manusia yang baik, ketika melakukan kesalahan atau kekhilafan hendaknya langsung bertaubat dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut lagi.
Karena 1 kemaksiatan yang kita perbuat akan menjadi setitik noda hitam di hati yang jika dibiarkan saja lama kelamaan akan menutupi hati dan menjadikan kerasnya hati.
QS. An-Nisā : 17

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

3. Syukur
Kunci bahagia yang terpenting adalah bersyukur. Dengan bersyukur kita tidak akan menjadi kufur nikmat atas kenikmatan yang begitu banyaknya diberikan oleh Allah.
Semakin kita bersyukur maka akan semakin nikmat apa-apa yang kita miliki. Apapun kondisinya selalu berusaha untuk berpikir positif atas apa yang terjadi. Selalu ingat orang- orang yang ada dibawah kita. Jangan sampai kita baru menyadari kenikmatan yang diberikan Allah saat kenikmatan itu sudah hilang. Naudzubillah...
QS.Ibrāhim : 7

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."

4. Sabar
Hidup adalah tempatnya diuji, tidak ada satu orang pun di bumi ini yang tidak mendapat ujian. Layaknya anak sekolah, untuk naik kelas perlu ujian terlebih dahulu, begitu pula dengan manusia yang membutuhkan bekal untuk di akhirat. Karena dengan ujian itu, bisa menjadi penghapus dosa jika kita bisa menjalaninya dengan penuh kesabaran.
QS.Muhammad : 31

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ

Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu. 

Demikian kunci bahagia dunia dan akhirat, semoga kita semua dimudahkan Allah untuk bisa slalu memiliki 4sikap tersebut dalam menjalani kehidupan ini..
Aamiin ya rabbal'alaamiin 

Weaning with Love, Awali dengan Cinta, Akhiri dengan Lebih Banyak Cinta.


بسم الله الرحمن الرحيم 


Assalamualaikum Mommy Hebat,


Yuks, yang baby nya mau jadi toddler, dah persiapan sejauh apa nih untuk menyapih anaknya?
Sebenernya saat berhenti menyusui, secara tidak langsung berkuranglah amalan tabungan pahala kita. Tapi jangan sedih, karena masih banyak amalan-amalan lain yang tidak kalah besar pahalanya.
Jadi, tetap semangat ya Mommy...

Pasti mellow deh saat masa menyusui akan berakhir, seperti ada rasa kehilangan, udah ga bisa bonding lagi sama si kecil. Tapi itulah babak baru menjadi seorang Ibu, dimana kita harus tega tidak menyusuinya saat anak meronta-ronta minta nenen.

Pada dasarnya menyusui anak adalah moment berharga yang penuh cinta dan disitulah bonding terjadi sangat kuat. Terbayang langsung saat dulu melahirkan anak kita dan dokter memberi waktu untuk IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Saat itulah pondasi cinta saat buah hati dalam kandungan menjadi terbangun utuh. Moment yang diawali dengan penuh cinta ini sudah seharusnya diakhiri dengan penuh cinta pula ya..no drama bahkan tipu daya.

Lalu bagaimana caranya menyapih anak dengan penuh cinta?

1. Harus tega dan komit kapan waktunya untuk stop menyusui si kecil

Anak sangat paham perasaan Ibunya, karena ada keterikatan batin, jika Mommy sudah mantap dan tidak merasa setengah hati, maka anak akan paham dan tidak terus menerus minta nenen.



2. Kurangi frekuensi menyusui anak

Mendekati usia 2 tahun, biasanya anak akan minta menyusu saat hendak tidur atau terbangun di tengah tidurnya, baik tidur siang ataupun malam. Jadi mulai coba saat hendak tidur alihkan dengan membaca dongeng atau bernyanyi bersama.

3. Alihkan perhatian anak saat anak minta menyusu

Saat belum waktu tidur dan anak minta menyusu, alihkan dengan memberi cemilan atau buah favoritnya, ajak anak bermain yang menyenangkan sambil ngemil dan minum susu tambahan baik susu formula atau susu UHT.

4. Berikan penjelasan ke anak bahwa dia sudah besar
Lakukan sesering mungkin, berikan positive insight ketika anak sedang bermain atau anak hendak tidur. Cara ini dikenal dengan istilah hypnoterapy atau sounding. Cara ini bisa digunakan untuk berbagai hal untuk merubah perilaku anak. Saat hendak mau tidur atau saat anak sudah terlelap selama 5 menit, belai rambutnya dan bisikan kata-kata positif mengenai perilakunya yang ingin dirubah.

5. Saat terbangun tengah malam, jangan langsung menyusuinya
Coba tawarkan anak untuk minum air putih atau susu. Jika anak belum pernah pakai dot, langsung berikan minum dalam gelas atau dengan kemasan sedotan. Karena pemakaian dot dan minum susu  tengah malam akan berdampak pada kesehatan giginya. Jika anak tidak mau minum, coba gendong sebentar atau dipeluk belai dikasur dan bacakan dongeng kembali.
Yah, sounding itu ga bisa sekali 2x langsung berhasil, minimal 14hari berturut-turut dan konsisten tiap malam dilakukan.

Sedikit cerita pengalaman pribadi saat menyapih anak ni yaa...


Saat anak memasuki usia 21bulan, sudah mulai ku sounding untuk self weaning, tapi responnya selalu nangis seakan-akan mau berpisah jauh. Akhirnya fokus untuk mengurangi frekuensi nenennya dulu, dimulai dari bobo malem dicoba tanpa nenen dan berhasil bisa bobo malem hanya dengan dongeng atau cuma diajak berdoa sambil dipuk2 saja. Saat anak sudah terlelap baru deh dikasih insight positif, kurang lebih begini kata-katanya "Azka sudah besar yaa... sudah ga perlu ninen lgi, karena ninen untuk bayi kecil"
Jadilah PRnya ngilangin ninen pas bobo siang ma pas kebangun malem aja. Lalu, saat Azka sudah 22,5bulan rundingan dengan suami dan deal mau bener2 nyapih next weekend. Sambil terus sounding tiap malam untuk self weaning dan Azka sudah bisa menyikapinya sambil becanda. 
Beberapa hari kemudian, iseng nyoba bobo siang tanpa ninen, aku temani di kasur sambil tilawah dan tau-tau Azka sudah bobo sndiri. Sejam kebangun biasanya aku kasih ninen biar lanjut bobo lagi, tapi dengan sekuat hati aku niatin untuk ga ninen dan jadilah kebangun sambil cranky.
Malam harinya, setelah makan sore aku bikin full perutnya dengan cemilan dan susu. Lalu saat mau bobo seperti biasa, sambil cerita2 aku sounding lagi sambil becanda "Azka dah gedhe ya, dah bisa makan sndiri, minum sndiri, sikat gigi sndiri, kumur2 sndiri..bobo ga perlu ninen lagi ya"
Dan biidznillah, yang biasanya setelah lelap tidur malem aku tinggal keluar kamar sejam selalu bangun nyariin, ini bisa bertahan sampai 2,5jam kebangun terus dipuk2 lanjut bobo lgi. Langsung deh mnta approval pak suamik kalau mau dilanjut ga ni nyapihnya? Dan pak suami setuju, tengah malam kebangun nangis cuma  ku peluk-peluk sayang sambil diajak ngobrol dan akhirnya lanjut bobo lagi.
Alhamdulillah...satu hari itu berhasil weaning with love dan berlanjut ke hari-hari selanjutnya.

Semoga bisa memberi gambaran bagaimana memulai self weaning ke anaknya ya Mommy.
Dan bagi yang sudah siap dan mantap, semoga diberikan kelancaran oleh Allah Subhanallahi wa ta'ala. Pastinya, jangan lupa berdoa ya Moms, karena semua bisa terjadi atas ijin Allah Subhanallahi wa ta'ala.

Wassalam.

#weaningwithlove #selfweaning #Menyapih anak #Parenting #sharingforinspiring

Seluk Beluk Kawah Putih Bandung

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamualaikum sahabat,

Masya Allah Tabarakallah, kali ini sedikit share mengenai keindahan kota tetangga di Ciwideuy Bandung.
Apalagi kalau bukan Kawah Putih, siapa yang tidak tau dengan wisata yang satu ini. Sudah sering wara wiri di televisi bahkan pernah juga dijadikan lokasi syuting film.

Lokasi nya pun sangat mudah untuk dijangkau. Dari kota Bandung sendiri kita hanya butuh satu jam perjalanan dan saat tiba di lokasi, sudah disediakan akomodasi untuk menuju tempat wisata dengan jalanan yang berliku dan naik turun. Akomodasi tersebut dinamakan orang anting, semacam mobil angkot yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa hingga mampu membawa 12-15 orang.

Oiya, tarifnya sekali perjalanan cuma 10k, jadi untuk pulang pergi ke area parkir dibutuhkan kocek 20k per orang.
Untuk HTM nya sendiri ditarif 25k saja, cukup murah kan? Selain itu kita juga dapat bonus masker untuk digunakan selama di dalam area kawah yang lumayan menyengat aroma belerangnya.


Sedikit penampakan area kawah putih yang saat itu sedang padat pengunjung. Semua berebut mendapat spot yang epic dan instagramable 😂.
Di tengah danau juga terdapat spot tersendiri yang harus dilalui melalui jembatan kayu, yang mana untuk bisa berfoto ria kita harus merogoh kocek lagi 😁.

Setelah puas foto-foto dan menikmati pemandangan yang Masya Allah indahnya, disana juga disediakan arena menunggang kuda untuk anak-anak dan skywalk seperti arena out bound berjalan diatas jembatan tali jerami.
Setelah anak-anak puas bermain, saatnya para Mommy yang beraksi. Di area parkir terdapat penjual buah berry seperti strawberry dan blackberry segar dengan harga yang sangat miring..ada juga oleh-oleh lain seperti dodol strawberry, kripik daun teh, manisan, dan banyak jajanan lain yang tak kalah enak...pokoknya jangan lupa nawar ya kalo belanja di tempat rekreasi, yang penting nawarnya yang wajar. 😉

Nah, sekian dulu sharing kali ini..moga bisa jadi referensi untuk wisata di akhir pekan bersama keluarga, teman atau sahabat...
Akhir kata, wassalamualaikum

#kawahputih #ciwideuy #bandung #wisatabandung #travelling #wisatahemat #wisatakeluarga


Problem Solving by Quran

بسم الله الر حمن الر حين



Assalamualaikum sahabat,

Ada pepatah bilang "Hidup itu penuh ujian"
Ya namanya juga hidup memang tempatnya diuji, anak sekolah pun ada ujiannya biar bisa naik kelas dan lanjut ke pendidikan yang lebih tinggi.
Sebagaimana firman Allah Subhanallahi wa ta'ala:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami." (QS.Al-Anbiyā : 35)

Setiap manusia memiliki ujian masing-masing sesuai dengan kemampuannya. Jadikan ujian tersebut sebagai jalan ke surga, dengan cara bersabar.


Ada 4 masalah pokok yang terjadi dalam kehidupan manusia.
1. Ujian melalui Syahwat
Syahwat ini bisa berbagai macam, tidak hanya syahwat lawan jenis yang biasanya ujian untuk para lelaki, tetapi juga termasuk syahwat atau nafsu makan yang berlebih, nafsu shopping yang tidak perlu, bahkan nafsu ghibah (nggosip) yang biasanya jadi rutinitas harian para ibu-ibu.
Masalah ini ada dalam QS.Maryam : 59

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

"Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan salat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat,".

Yuk, sama-sama cek n ricek bagaimana shalat kita, sudah khusyuk kah belum? Karena kekhhusyukan shalat kita akan berpengaruh dengan kepribadian diri kita. Jika kita bisa khusyuk dalam shalat maka kita akan terhindar atau akan disulitkan dari perbuatan-perbuatan yang tidak disukai Allah Subhanallahi wa ta'ala.

2. Ujian melalui Kesombongan Diri
Jika hati keras menjadikan lupa diri dan sombong, periksa bagaimana hubungan kita dengan orang tua kita, terutama dengan Ibu.
Sesuai firman Allah Subhanallahi wa ta'ala dalam QS.Maryam : 32

وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا

"dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka."

Yuk, mulai sekarang sering ajak ngobrol Ibu kita. Selagi beliau masih ada, selalu berusaha membahagiakan dan menyenangkan hatinya. Jika terpisah jarak, sering-seringlah menanyakan kabarnya, bisa via telepon atau melalui pesan singkat. Jika kita sudah menikah, tidak ada salahnya memperbaiki hubungan dengan Ibu mertua kita juga.

3. Ujian melalui Tekanan Batin atau Depresi
Jika kita merasa selalu tertekan atau tidak mudah menerima keadaan di sekitar kita, langsung periksa bagaimana hubungan kita dengan Al Quran dan perbanyaklah dzikir.

QS.Ṭāhā : 124

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta."

Sudah berapa lama musaf Al Quran yang kita miliki tidak tersentuh? Yuk ambil wudhu dan rutinkan baca Al Quran, paksa diri ini untuk membaca setiap hari. Jika tidak bisa 1 juz, bisa setengah juz. Jika belum bisa, bisa 1 lembar. Jika belum kuat juga, bisa 1 halaman. Karena 1 huruf Al Quran yang kita baca akan mendapat 10 kebaikan. Nah, semakin banyak bacaan Al Quran yang kita baca, insya Allah semakin banyak pula kebaikan yang kita dapatkan dan hati pun menjadi lebih tenang.

4. Ujian melalui Kebimbangan Hati
Jika kita tidak kokoh dan kuat dalam kebenaran agama kita, maka segera periksa bagaimana pelaksanaan terhadap nasihat atau ilmu yang didengar atau didapatkan.
QS.An-Nisā : 66

وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِنْ دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا

"Dan sekalipun telah Kami perintahkan kepada mereka, "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu," ternyata mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah yang diberikan, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),"

Mungkin selama ini banyak hal atau ilmu agama yang belum kita ketahui karena keterbatasan satu atau lain hal. Nah, begitu kita mendapat ilmu atau nasihat yang mengajak ke kebaikan alangkah baiknya segera dilaksanakan dan bertaubat atas kesalahan yang pernah dilakukan.

Demikian 4 masalah yang banyak terjadi dalam kehidupan manusia. Semoga kita bisa terus memperbaiki ibadah kita, memperbanyak interaksi dengan Al Quran dan slalu berdzikir, memperbaiki hubungan dengan orang tua khususnya Ibu kita, dan segera melaksanakan ilmu atau nasihat yang kita dapatkan.
Aamiin.


(Intisari materi kajian offline Bengkel Diri Jabodetabek by Ummu Balqis)

#problemsolving #masalahkehidupan #quran #bengkeldiri #byummubalqis