9 Metode Pengajaran untuk Menumbuhkan Kemandirian Anak

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم 
 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه



Apa kabar Moms yang hebat?

Senang rasanya bisa kembali menulis mengenai pengasuhan atau pendidikan anak. Pada tulisan sebelumnya, kita sudah membahas tentang seluk beluk homeschooling yaa...

Adakah yang sudah mempraktikan?

Atau ada yang terlewat belum membaca artikel sebelumya? Yuk, bisa langsung mampir dulu kesini ya.. 

👉Mengenal lebih dalam tentang Homeschooling secara Islami

👉 4 Hal yang Perlu Dipahami dalam Menjalani Homeschooling


Nah, tulisan kali ini kita akan membahas mengenai kemandirian anak.

"Duh..anak ku masih kecil sih, ntar ajalaah kalau anak sudah mulai sekolah…"

Jangan salah ya Moms, kemandirian itu bisa kita ajarkan ke anak sejak mereka masih kecil lho. Dengan pengenalan dan latihan sedini mungkin, maka akan lebih mudah menjadi suatu kebiasaan yang akan tertanam hingga anak sudah besar kelak. Apalagi dalam masa new normal seperti saat ini, dimana anak harus menjalankan Pengajaran Jarak jauh (PJJ) yang menuntut kemandirian anak dalam belajar. Jadi, yuk jangan tunda-tunda lagi, kita bisa mulai melatih kemandirian anak dalam belajar mulai sekarang.

Lalu bagaimana sih caranya?

Kita renungkan dulu ayat berikut yaa..


"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar."

Ayat ini menjadi pengingat bagi kita betapa pentingnya kita mempersiapkan masa depan anak keturunan kita, baik secara materi maupun dalam kematangan jiwa sehingga anak mampu mandiri. 

Sejak jaman para Nabi pun anak-anak sudah dilatih kemandiriannya sejak dini. Berikut hal-hal yang bisa menjembatani agar anak bisa berkembang secara mandiri di jaman Rasulullah.

1. Teladan dalam mengajarkan iman dan akhlak

Keimanan merupakan keyakinan sepenuhnya yang diikat atau dikokohkan dengan kuat dalam hati, diikrarkan dalam lisan, dan diwujudkan dalam tindakan. Sebagai umat muslim, keimanan atau ketauhidan adalah hal yang paling utama untuk kita ajarkan ke anak yang telah terangkum dalam rukun iman.

Memberikan teladan adalah sebaik-baiknya cara mengajarkan ke anak, dan sebaik-baiknya teladan adalah Rasulullah Shallallahu'alayhi wa salam.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Hendaknya kamu bersikap lemah lembut, kasih sayang, dan hindarilah sikap keras dan keji.” (HR. Bukhari)

Rasulullah selalu berlemah lembut kepada siapa pun, terlebih kepada anak-anak. Jadi sudah seharusnya kita pun berusaha untuk selalu bersikap lembut kepada anak-anak kita. Dengan begitu kita pun sekaligus sedang memberikan teladan yang baik bagi anak, karena teladan yang baik akan mengenai hati sehingga anak akan mengikutinya.


2. Mendidik dengan nasihat yang singkat dan pokok

Memberikan nasihat yang sederhana secara konsisten baik dari lisan dan maknanya, sangatlah berpengaruh secara kuat terhadap moral anak. Terlebih dalam hal-hal yang pokok, gunakan kalimat perintah secara langsung agar anak lebih paham. Baiknya, setiap perintah yang kita berikan ke anak diiringi dengan penjelasan yang memberikan landasan keyakinan.

Kita juga bisa menyampaikan nasihat melalui cerita atau kisah singkat untuk anak yang lebih kecil, karena konsentrasinya masih singkat. Dalam keseharian, kita bisa sampaikan secara langsung saat anak rileks bermain atau saat jeda membacakan buku ke anak menjelang tidur. 

Saat anak tiba-tiba menanyakan sesuatu, itulah kesempatan emas kita untuk menanamkan nilai sesuatu yang akan kita ajarkan ke anak. Jadi, jangan sia-siakan waktu membersamai anak kita dengan tidak mempersiapkan nilai-nilai apa saja yang akan kita tanamkan ke anak kita.


3. Al-quran sebagai media dan bahan ajar yang utama

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Al-quran adalah pedoman hidup manusia dan sumber pengetahuan. 

(Source:Canva)


يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman." (QS. Yunus : 57)

Mengajari anak dengan Al-quran adalah pondasi awal agar anak tumbuh sesuai dengan fitrahnya, yaitu beriman dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Selain itu, segala hal atau ilmu yang dipelajari bisa kita temukan dalam Al-quran. Sebagai contoh, proses penciptaan manusia yang mungkin mulai anak tanyakan atau mereka pelajari di sekolah, kita bisa mengajak anak untuk mencari pedomannya dalam Al-quran pada Surah Al-Ḥajj ayat 5 berikut

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّىٰ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

"Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) Kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah."

Jadi, kita pun sebagai orang tua hendaknya terus upgrade ilmu kita, terutama dalam mempelajari Al-quran. Sehingga kita bisa terus memberikan rujukan-rujukan yang semestinya dari Al-quran, dalam menjawab atau menjelaskan segala sesuatu yang anak tanyakan dan seharusnya mereka ketahui.


4. Rihlah dan tadabur (perenungan terhadap alam dan penciptaan Allah)

(Source:Canva)

Rihlah merupakan suatu kegiatan perjalanan atau bepergian untuk mentadaburi alam dan ciptaan Allah. Rihlah menjadi salah satu cara menanamkan keimanan kepada anak dengan cara mengajak anak untuk merenungi dan memikirkan penciptaan Allah. Saat bepergian kita bisa mengajarkan banyak hal ke anak dengan cara mengajak anak berpikir mengenai apa saja yang mereka lihat. Cara ini juga bisa membangun kemampuan berpikir anak untuk dijadikan modal belajar ke depan.

Bimbingan ini bisa dimulai sejak masa tamzis, dimana anak sudah bisa membedakan hal yang baik dan buruk. Secara bertahap sedikit demi sedikit, sesuatu yang bisa diindra hingga hal-hal yang rasional, dari yang sederhana ke hal yang kompleks, hingga kita bisa menanamkan keimanan dengan argumentasi yang memuaskan. 

Tugas kita sebagai orangtua adalah mengajak anak untuk merenungi dan berpikir tentang proses-proses kejadian yang terjadi di muka bumi ini, bukanlah serta merta terjadi tetapi Allah lah yang menciptakan dan mengatur segala sesuatu. Sehingga anak akan benar-benar memahami konsep kehidupan ini. Rihlah menjadi salah satu kegiatan belajar yang paling digemari, bahkan bagi orangtua sekalipun. Tapi, rihlah tidak perlu bepergian jauh tetapi cukup keluar dari rumah dan melihat keadaan sekitar dimana banyak hal yang bisa kita ajarkan ke anak, seperti daun yang berguguran, melihat serangga dan banyak hal lainnya. 


5. Menelaah buku yang bermanfaat

(Source:Canva)

Alhamdulillah ya sekarang sudah banyak sekali jenis buku bacaan anak, baik dengan pertimbangan jenis bahan buku, rentang usia, dan juga isi dari buku itu sendiri. Penggunaan buku menjadi alat bantu yang sangat cocok untuk media belajar anak kita. Berikut ini hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam menggunakan buku sebagai media belajar anak.

  • Memilihkan cerita yang disesuaikan dengan usia dan level kemampuan anak. Usia anak tidak bisa kita jadikan patokan khusus, karena mengingat perkembangan kemampuan tiap anak berbeda dengan rentang usia yang sama. 

• Sedikit demi sedikit kenalkan ke anak buku-buku yang berisi kisah para Nabi, Rasulullah dan para sahabah dan sahabiyah. Bersyukur ya, sekarang sudah banyak buku anak yang berisi kisah para Nabi dan akidah yang dikemas dalam cerita yang menarik.

• Jadikan buku sebagai media untuk memberikan wawasan ke anak. Hal ini sangat membatu para orangtua yang merasa ilmunya belum mumpuni, sehingga bisa memilih buku yang terstuktur dan komplit. Dengan demikan kita pun bisa mempelajarinya sekaligus saat membacakan ke anak kita.

• Melalui buku kita bisa menasehati anak tentang kebiasaan baik dalam sehari-hari. Bacakan buku secara berulang-ulang dan konsisten dalam waktu minimal 21 kali agar apa yang disampaikan dalam cerita tersebut bisa masuk ke memori anak kita sehingga anak pun bisa mengikuti atau melakukan kebiasaan baik yang ingin kita tanamkan.

Kuncinya, literasi bukanlah sekedar hanya membaca, tapi kemampuan memahami apa yang disampaikan dalam buku tersebut. Sehingga kelak anak pun bisa menganalisa, mengkaji dan mengajarkannya ke orang lain.


6. Pembiasaan yang diiringi dengan pemaknaan

Sebagaimana firman Allah dalam Surah Ar-Rum : 30


فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ


"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,"

Imam Ghazali menyebutkan bahwa "anak adalah amanah bagi orangtuanya, hatinya yang suci bagaikan substansi yang berharga, jika dibiasakan dengan kebaikan maka akan bahagia dunia akhirat".

Setelah deretan cara sebelumnya, kita lanjutkan dengan membiasakan yang diiringi dengan teori atau pemaknaan dari apa yang kita berikan. Agar pembiasaan yang telah kita lakukan sedari kecil bisa bertahan sampai anak dewasa. Sebagai contoh, mengajarkan anak shalat beserta dengan hukum atau ilmu fiqihnya. Tidak hanya dari sisi praktek mengajak anak shalat berjamaah tepat waktu, tetapi juga diikuti dengan pemaknaan fadilah shalat. Jadi fisiknya akan terbiasa dan maknanya pun akan terbangun juga.


7. Mendidik dengan memilihkan teman yang baik

Mengenai hal ini mungkin masih banyak pro dan kontra. Dimana kita tidak bisa menjaga sepenuhnya lingkungan atau pergaulan anak yang 100% "steril". Terlebih ketika anak semakin bertambah usia, menjadi seorang remaja yang kita tidak bisa kita pantau 24jam. Jadi, alangkah baiknya sejak dini sudah kita ajarkan bagaimana konsep bergaul.

Mulai dengan menyediakan lingkungan yang baik untuk anak, terutama untuk anak dibawah usia tamzis, dimana anak belum bisa membedakan hal yang baik dan buruk. Ajarkan juga berbagai adab dalam berteman, baik dengan sesama muslim maupun yang tidak. Kita bisa juga mengajarkan hak dalam berteman, seperti mengucap salam, mengunjungi teman saat sakit, memberi hadiah, dll.

Jika sedari dini kita sudah menyediakan lingkungan yg baik dan mengajarkan sesuai nilai islam, maka ketika anak semakin besar dia akan bisa memilih teman yang baik untuknya dan tidak akan mudah terpengaruh dengan pergaulan yang salah. 


8. Pelibatan, Penugasan, Magang

Semakin bertambah usia anak, maka kita bisa mulai libatkan anak dalam berbagai tanggung jawab. Sebagaimana dicontohkan dalam Surah Al Baqarah ayat 127

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Dari ayat tersebut, bisa kita ketahui bahwa Ismail kecil sudah diberi kepercayaan oleh Nabi ibrahim untuk ikut terlibat dalam melakukan sesuatu yang besar, yaitu meninggikan Baitullah. 

Mari kita mulai libatkan anak dalam tugas keseharian kita, janganlah menganggap anak kita tidak mampu mengerjakannya jika kita pun tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk mencoba. Dengan demikian, anak akan tumbuh dengan memahami apa itu tanggung jawab. 


9. Memfasilitasi Minat Belajar Anak di bidang-bidang yang bermanfaat

Di jaman Rasulullah anak usia belasan tahun sudah difasilitasi untuk belajar pedang (untuk bekal berperang). Di era saat ini, anak bisa dibekali dengan belajar bela diri atau berperang di bidang lain seperti perlombaan diberbagai bidang keahlian yang bisa kita sesuaikan dengan minat belajar anak. Jika anak difasilitasi dalam belajar maka rasa keingintahuan anak bisa terpenuhi dan semangat belajarnya pun akan terus terjaga hingga dewasa.


Yang tidak kalah penting dari ke semua cara di atas adalah kita berdoa kepada Allah untuk diberi penjagaan dan kemudahan dalam mendidik anak-anak kita hingga anak kita bisa menjadi anak yang mandiri, matang secara lahir dan batinnya. Sehingga kelak bisa menjadi generasi yang membanggakan baik di dunia maupun di akhirat..aamiin


Akhir kata, wassalam.

Manajemen Pengelolaan Homeschooling


 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه



Mengingat sistem pengajaran saat ini yang masih menjalankan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), dikarenakan pandemi yang masih belum berakhir. Adakah disini yang sudah mulai ingin beralih ke homeschooling?
Bahkan ada wacana yang menyebutkan bahwa PJJ akan berlangsung hingga bulan Januari tahun depan. Sungguh miris rasanya, terlebih banyak pro dan kontra mengenai sistem pengajaran daring selama pandemi ini. Banyak kendala dan kesulitan bagi siswa maupun orang tua dalam mendampingi anaknya, mulai dari kurangnya fasilitas yang dimiliki, seperti gawai dan koneksi internet yan membutuhkan banyak kuota sehingga mereka harus merogoh kocek lebih banyak dalam situasi yang sedang sulit seperti ini.

Sehingga tak sedikit yang mulai melirik metode homeschooling untuk Pendidikan anak mereka. Disini saya tidak sedang mempromosikan homeschooling dari pihak manapun yaa, sebagai pelaku homeschooling pun tidak belum. Hanya sedang mempelajari dan ingin berbagi sedikit seluk beluk pengajaran homeschooling yang siapa tau bisa memberikan gambaran yang lebih untuk para pembaca disini.
 

Belum lama ini sengaja meluangkan waktu, tenaga dan biaya untuk mempelajari ilmu dalam mendidik anak dalam Kelas Online Bengkel Diri Siap Mendidik, yang sayang banget kalau apa yang saya dapatkan saya simpan sendiri dalam ingatan dan coretan tulisan saja. Nah, salah satu pengisi yang memang sudah expert sekaligus pelaku dari homeschooling adalah Ibu Karina Hakman atau lebih akrab disapa Teh Karin.

Jadi langsung aja yaa, kita mulai dari persiapan awal terlebih dahulu, khususnya untuk pemula (sambil tunjuk diri sendiri).

Manajemen Pengelolaan Homeschooling untuk Pemula


Teh Karin sendiri mengingatkan di awal pertemuan, bahwa panduan ini bukanlah suatu hal yang mutlak. Jadi, bukan suatu patokan yang harus dilakukan sama persis, hanya sebagai guideline agar kita tidak bingung dan bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan diri kita masing-masing. Langsung aja ya...

Checklist Pra Homeschooling

  • Ruang ramah anak
Source:freepik

Usahakan siapkan ruang yang terpisah antara ruangan tenang untuk membaca dan ruang bermain. Jika memiliki rumah yang luas, sediakan ruang salat tersendiri di dalam rumah. Selain itu berikan fasilitas yang memudahkan anak mengakses sendiri apa-apa yang ia perlukan agar anak menjadi mandiri dan punya gagasan sendiri.
  • Rough Trial Schedule Ready (Jadwal Kasar)

Atur jadwal agar tidak bertabrakan dengan waktu salat, waktu orang tua untuk melakukan pekerjaannya, dan sesuaikan juga dengan jadwal anak kita lainnya (jika anak lebih dari satu).
  • Rough Short Term Curriculum Ready
Tidak perlu langsung membuat kurikulum untuk 1 tahun, tetapi kita bisa mulai buat secara garis besar terlebih dahulu untuk skala mingguan. 
  • Bahan Ajar
Source:freepik

Persiapkan terlebih dahulu bahan ajar yang akan digunakan. Baik berupa buku, catatan, printable, alat peraga, permainan edukasi, atau bahkan dengan DIY kreativitas sesuai dengan kebutuhan atau passion.
Yang butuh ide-ide DIY untuk toddler bisa langsung mampir disini yaa..

  • Pengajar dan support system
Kita sebagai orang tua bisa menjadi pengajar jika dirasa berkompeten dan mumpuni dalam mengajar anak kita. Tapi kita bisa juga menggunakan pengajar dari luar untuk materi-materi tertentu atau bahkan secara keseluruhan. Kelola juga adakah yang bisa kita minta bantuannya dalam kegiatan mengajar dirumah, baik itu suami, orang tua, saudara si anak, atau bahkan ART untuk pendelegasian tugas domestik.

Pengelolaan teknis harian untuk beberapa pekan pertama

1. Merekam perkembangan belajar anak
  • Observasi pelaksanaan homeschooling dengan optimal dan lapang dada
    Cari tau gaya belajar dan modaliti anak dalam belajar agar kita lebih mudah dalam memilih metode pengajaran yang tepat untuknya.
  • Fokus pada progres belajar bukan pada hasil
    Terkadang kita lupa diri dan terlalu fokus pada hasil yang ingin anak kita capai, padahal ada yang lebih penting dari sebuah hasil yaitu proses. Kita upayakan semaksimal mungkin segala usaha dan biarkan anak melewati setiap proses tersebut dan kita amati bagaimana progresnya, urusan hasil kita serahkan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
  • Catat hal-hal yang penting (terutama untuk ibu yang pelupa)
    Banyaknya pekerjaan domestik atau pikiran yang harus dipikul seorang Ibu, bisa membuat kita menjadi sering lupa. Lebih baik buat catatan mengenai kurang atau lebihnya proses pengajaran kita, agar lebih mudah dalam menyusun kurikulum periode berikutnya.
  • Evaluasi dan follow up sesuai kebutuhan
    Dari catatan yang kita buat, bisa kita jadikan bahan evaluasi yang kelak akan menjadi guideline dalam menentukan metode atau kurikulum pengajaran yang lebih pas.
2. Merespon kebutuhan belajar anak
  • Saat anak memanggil atau menanyakan sesuatu, hendaknya kita tanggapi secepatnya. Jangan sepelekan anak saat berbicara atau memanggil kita, segera jawab dan perhatikan anak kita agar anak merasa diperhatikan dan keingintahuannya bisa terpenuhi.
  • Mengoptimalkan sesi tanya jawab dan waktu anak meminta "belajar"
    Terkadang ada moment tertentu dimana anak yang dengan sendirinya meminta untuk belajar sesuatu, gunakan kesempatan tersebut dan jangan sia-siakan dengan menjawab "nanti". Hal ini akan memutus semangat belajarnya, begitu pula saat anak dengan polos melontarkan berbagai pertanyaan kepada kita usahakan jawab dengan penuh perhatian dan penuh makna. Dari sesi tanya jawab yang spontan inilah kita dapat menanamkan atau mengajarkan banyak hal ke anak.
  • Melatih on off kerja karena interupsi dari anak
    Tidak hanya untuk ibu pekerja kantoran atau yang bekerja online di rumah, sebagai full time mom yang memiliki tugas domestik pun hendaknya membiasakan diri untuk bisa berhenti sejenak saat anak membutuhkan kita, dan bisa melanjutkan kembali saat anak sudah terpenuhi kebutuhannya.
    Bertahap mengajarkan anak tentang tanggung jawab orangtua selain mengaja.

Pengelolaan teknis berkala

  1. Bertahap dalam menerapkan rutinitas yang ingin dibangun jangan langsung semua diajarkan 
  2. Bertahap mengajarkan anak tentang tanggung jawab terhadap kelas belajarnya seiring dengan bertambahnya usia sang anak, seperti membereskan mainan sendiri, membuat jadwal sendir.
  3. Bertahap mengajarkan anak belajar secara mandiri
    Latih dengan kebiasaan kecil terlebih dahulu dan lakukan secara konsisten
  4. Monitoring dan evaluasi pekanan
    Pentingnya membuat evaluasi atau catatan pribadi sebagai track record yang bisa kita jadikan untuk bahan belajar kita, karena seringnya ada yang terlupa.
  5. Prepare and reprepare, dari hasil evaluasi untuk pekan selanjutnya.
    Kuncinya konsisten dan istiqomah karena sangat berbeda hasil dan perubahannya dalam harian antara prepare dengan tidak.

Antara homeschooling dan aktivitas orang tua

Hal ini yang paling membuat para ibu merasa tidak belum sanggup melakukan homeschooling. Banyak yang merasa bahwa pekerjaan domestik saja tiada akhir, bagaimana kalau ditambah dengan homeschooling?
Tenang ya Moms, semua pasti ada solusinya...yang perlu kita lakukan adalah:
  • Mengintegrasikan materi ajar anak dalam aktivitas orang tua
    Salah satu kelebihan dari homeschooling adlah kita tidak terpatuk waktu dan tidak melulu belajar harus duduk manis dimeja belajar. Sembari berkegiatan pun kita bisa mengajarkan banyak hal ke anak kita. Sebagai contoh, saat kita memasak dan anak ingin ikut terlibat di dalamnya, kita bisa mengajarkan tauhid bahwa Allah yang menciptakan ikan atau ayam yang akan kita makan. Lalu juga mengajarkan jenis-jenis bahan makanan (umbi, sayur, atau biji-bijian) dan juga kita bisa mengajarkannya berhitung.
  • Atur pekerjaan yang bisa dikerjakan sembari mendampingi anak dan pekerjaan yang memang memerlukan waktu sendiri
  • Pelajari siklus belajar anak Kapan belajar mandiri dan kapan perlu pendampingan
  • Bertahap mengajarkan anak tentang tanggung jawab orang tua
  • Delegasikan tugas kepada support system yang ada

Hectic schedule time management

Saat stress melanda, karena banyaknya pekerjaan atau pikiran yang sedang kalut entah yang disebabkan satu atau lain hal, baiknya lakukan hal-hal dibawah ini yaa..
  • Berhenti sejenak lepaskan semua schedule, ambil wudhu dan salat 2 rakaat agar pikiran kembali tenang
  • Cek kembali to do list kita dan anak-anak 
  • Pilih dan tentukan yang prioritas terlebih dahulu
  • Lakukan apa yang bisa dilakukan saat itu juga
  • Pada malam harinya, susun ulang jadwal untuk besok 
  • Bersyukur, bersabar dan tawakal

Pada dasarnya, apapun yang kita kerjakan pasti akan ada tantangan dan cobaan dalam menjalaninya, terlebih lagi dalam mendidik anak yang memang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita sebagai orangtua.
Luruskan niat, terus bersemangat dan latih teris kesabaran kita. Semoga Allah senantiasa menggenggam hati kita agar selalu ingat dan istiqomah di jalanNya..
Aamiin.



2 hal yang Mempengaruhi Mood Belajar Anak


بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم


 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


Mood belajar anak

Berbicara soal mood, pasti tak lepas dengan yang namanya perasaan atau lebih akrab dengan kata "feeling". Begitu pula dengan anak-anak, yang juga memiliki mood dalam kesehariannya. Selain dipengaruhi oleh perasaaan anak terhadap orang-orang yang ada disekelilingnya, mood anak juga dipengaruhi oleh kinerja otak (brain) lho...
Jadi, saat otak anak kewalahan karena merasa stress, otak akan berubah ke mode survival atau disebut  mode 3F - fight, flight, freeze. Pada mode ini, otak akan melawan apa-apa yang diterimanya, sehingga otak akan ngeblank dan menolaknya. 

3F ini bisa terjadi saat anak merasa cemas dan atau merasa seperti terancam, yakni pada saat anak menerima bentakan atau teriakan. Jadi teriakan kita membuat otak anak yang awalnya siap untuk belajar menjadi tidak bisa menerima dan menolaknya. 
Jika otak anak sudah dalam mode freeze maka mood anak pun hilang untuk belajar. Jadi, lebih baik berhenti atau break sejenak sampai mood anak kembali baik dan otak anak pun siap menerima apa yang kita berikan.  

Nah, dua hal tadi yang sangat berpengaruh dalam menjaga mood anak dalam belajar. Lalu bagaimana kota mempersiapkan 2 hal tersebut?
Yuk kita bahas lebih detail lagi..

RELATIONSHIP

Ada landasan paling kuat dalam mengasuh anak, Allah Subhanahu wa ta'ala dalam surah Al-Baqarah ayat 233 berfirman

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Dari ayat tersebut dapat kita jadikan sebagai Power of emotional relationship antara orang tua dan anak. Pentingnya menjaga hubungan dan bonding dengan anak selama 2 tahun, baik dengan menyusui langsung atau pun tidak. 
Dalam ilmu psikologi pun dijelaskan bahwa selama usia 2 tahun itulah akhir pembentukan attachment atau kelekatan hubungan ibu dan anak. Saat anak mulai lahir hingga usia 3 tahun adalah masa-masa yang paling berpengaruh dalam menjalin hubungan atau bonding dengan anak.

Source:freepik


Hubungan antara orang tua dengan anak inilah yang sangat mempengaruhi mood anak. Jika hubungan anak dengan orang tua sudah baik, maka mood anak akan lebih mudah dipengaruhi. 

Interaksi yang perlu dijalin dengan anak agar relationship terjalin dengan baik dan mempengaruhi mood anak, yaitu nurture and protection. Yup, pengasuhan dan perlindungan  yang utuh dari kita sebagai orang tua ke anak yang mampu memberikan signal menyenangkan ke otak anak. Semakin banyak interaksi atau hubungan yang positif dan menyenangkan, maka otak anak pun akan semakin tersimulasi untuk mengeksplore lebih banyak hal yang ada disekitarnya. 

BRAIN

Selain peran kita dalam membersamai anak bermain dan belajar agar tercipta bonding dan relationship yang baik, kita juga harus memperhatikan perkembangan otak anak, yang disebut executive function.

Source:freepik


Executive function adalah bagian terpenting pada perkembangan otak anak di usia dini, hal ini akan membantu anak mempelajari kemampuan untuk bertahan hidup, bahkan menjadi pribadi yang lebih bahagia. Ada 8 hal yang perlu kita optimalkan dalam perkembangan otak anak,

  • Impulse control (think before acting)
Kemampuan anak untuk mengontrol impulsifnya

  • Emotional control (keep feelings in check)
Kemampuan anak untuk mengontrol emosinya

  • Flexible thinking (adjust to the unexpected)
Kemampuan anak dalam menyesuaikan kondisi yang dialaminya

  • Working memory (keep key information in mind)
Kemampuan anak untuk mengingat sesuatu atau informasi yang ia terima

  • Self monitoring (evaluate how they are doing)
Kemampuan anak untuk mengevaluasi dirinya

  • Planning & prioritizing (decide on a goal and a plan to meet it)
Kemampuan anak untuk merencanakan dan memprioritaskan apa yang akan ia kerjakan

  • Task invitation (take action and get started)
Kemampuan untuk memulai suatu tugas

  • Organization (keep track of things physically & mentally)
Kemampuan anak dalam pengorganisasian atau penyusunan banyak hal


Bagi yang penasaran detail mengenai 8 executive function ini bisa nantikan di tulisan selanjutnya. Atau yang mau cek n ricek dahulu kira-kira anak kita ada gejala gangguan executive function ga ya nih, bisa langsung Screening Awal disini yaa..

See you 😉



Source:Materi Bengkel Diri Kelas Mendidik oleh Ibu Devi Sani (Psikolog Anak)

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah



بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

 

Tak terasa minggu depan sudah lebaran haji saja ya, padahal rasanya baru kemaren shalat Idul Fitri di rumah dan belum bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan perlindungan dari segala penyakit, khususnya terhindar dari virus COVID-19.

Membahas tentang bulan Dzulhijjah yang identik dengan berkurban dan hari raya Idul Adha, sebenarnya ada banyak keutamaan yang bisa diraih di bulan ini, karena bulan ini merupakan salah satu bulan yang dicintai Allah selain bulan Ramadhan. Kenapa?

Bulan Dzulhijjah ini merupakan bulan yang dicintai Allah karena 2 hal:

1. Merupakan bulan salah satu kekasih Allah yaitu Nabi Ibrahim alayhi salam.

Perjuangan Nabi Ibrahim 'alayhi sallam saat mendakwahkan agama Islam kepada kaum Namrud, tetapi tidak ada yang mau mengikuti. Bahkan mereka justru memusuhi Nabi Ibrahim dan membakarnya, tetapi Allah Subhanahu wa ta'ala menyelamatkan beliau dari api. 

Bulan ini juga menjadi bulan dimana Nabi Ibrahim 'alayhi sallam dengan patuh mengikuti perintah Allah untuk menyembelih Nabi Ismail 'alayhi sallam. Namun, atas keimanan mereka Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba. Dan hingga sekarang menjadi suatu ajaran islam untuk berkurban di tanggal 10 Dzulhijjah.

2. Bulan dimana Islam menjadi agama yang sempurna

QS.Al-Mā'idah : 3

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah) (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barang siapa terpaksa karena lapar bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.


Nah itu mengapa bulan ini merupakan bulan yang amat dicintai Allah, karena bulan ini memiliki nilai histori yang tinggi. Oleh karena itu, kita sehendaknya memperbanyak amalan kita karena bulan ini merupakan "prime time" untuk menabung pahala di sisi Allah, terutama di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.


Dari Ibn Abbas radhiallahu'anhu, Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tidak ada hari dimana suatu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10hari pertama bulan Dzulhijjah).”

Para sahabat bertanya: “Wahai rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah?"

Nabi shallahu’alaihi wa sallam menjawab: “Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Turmudzi)

Sangat jelas sekali bagaimana keutamaan bulan ini, terutama di 10 hari pertamanya, bahkan keutamaannya bisa melebihi keutamaan 10 hari terakhir bulan Ramadhan dari suatu sisi. Para ulama menyebutkan, bahwa 10 hari pertama lebih utama dibanding 10 hari terakhir bulan Ramadhan pada siang hari. Sedangkan dari sisi malam, 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah yang paling utama.

Dari Abu Bakrah radhiyallahu'anhu, Rasulullah Shallallahu'alahi wa sallam bersabda:

"Ada dua bulan yang pahala amalnya tidak akan berkurang. Keduanya dua bulan hari raya: bulan Ramadhan dan bulan Dzulhijjah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Shallallahu'alahi wa sallam menggandengkan bulan Dzulhijjah dengan Ramadhan, sebagai motivasi beliau menyebutkan bahwa pahala amal di dua bulan ini tidak berkurang. 

Jadi inilah kesempatan terbaik kita untuk memperbanyak amalan shalih kita, jika di bulan Ramadhan yang lalu masih ada amalan yang tertinggal dan kurang optimal, saat inilah kita diberi kesempatan lagi untuk memperbanyak amalan yang mana bisa saja menggugurkan dosa-dosa kita sebelumnya. 

Memperbanyak amalan shaleh disini bisa banyak sekali bentuknya. Amalan shaleh bisa kita temukan di dalam Al Quran dimana amalan-amalan tersebut disandingkan dengan kata iman. Sebagai contoh, surah Al Baqarah ayat 3:

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,

Dari ayat ini, disebutkan bahwa orang yang beriman akan menjalankan shalat. Shalat disini tidak hanya shalat fardhu saja, tetapi kita bisa menjalankan shalat sunnah rawatib, shalat malam, shalat dhuha dan shalat syuruk. 

Adapun amalan-amalan shaleh yang lain diantaranya,

1. Berpuasa

Pada bulan ini kita bisa menjalankan puasa selama 9 hari pertama bulan Dzulhijjah. Tidak ada kewajiban untuk berpuasa selama 9 hari full, akan tetapi semakin banyak puasa yang kita lakukan maka semakin besar kesempatan kita untuk mendapatkan pahala di sisi allah Subhanahu wa ta'ala. Jika kita sebagai kaum wanita mendapat halangan berupa haid atau pun merasa tidak mampu selama 9 hari, maka setidak-setidaknya kita berpuasa Arafah di hari ke 9 Dzulhijjah. Berpuasa menjadi amalan yang paling utama dibandingkan amalan lain, karena ketika berpuasa akan menunjang amalan-amalan shaleh lainnya. Sebagai contoh, ketika puasa kita akan semangat membaca Al Quran, tidak hanya tepat shalat fardhu tetapi semangat mengerjakan shalat sunnah, dan juga dengan berpuasa bisa menekan melakukan hal yang maksiat.

2. Takbir dan Dzikir 

QS. Al-Ḥajj : 28

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.

Ibnu 'Abbas radhiyallahu'anhuma berkata, "Hari-hari yang telah ditentukan adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah."

Yang termasuk didalamnya bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristighfar, dan memperbanyak doa. Disunnahkan untuk mengangkat (mengeraskan) suara ketika bertakbir di pasar, jalan, masid, dan tempat lainnya. Walaupun hal ini sudah sangat jarang sekali kita temukan dewasa ini. 

3. Memperbanyak  membaca Al Quran 

Saat Ramadhan kita selalu mempunyai target untuk bisa khatam minimal 1 kali. Begitu pula saat bulan Dzulhijjah ini, mari kita targetkan untuk bisa khatam di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini.

4. Memperbanyak bertaubat

Temasuk yang ditekankan pula adalah bertaubat dari berbagai dosa dan maksiat yang telah dilakukan dan meninggalkan tindakan zalim terhadap sesama. Karena Allah cinta kepada hamba-Nya yang "kembali" pada hari-hari istimewa ini.

5. Memperbanyak Sedekah

Dalam bersedekah, tidak ada batasan kepada siapa sedekah diberikan, dalam bentuk apa sedekah diberikan, maupun besaran sedekah itu diberikan.

QS. Al-Baqarah : 271

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

6. Berkurban

Dihari Nahr (10 Dzulhijjah) dan hari tasyriq disunnahkan untuk berkurban sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim 'alayhisalam. Di dalam berkurban pun terdapat sunnah-sunnah yang bisa kita lakukan untuk tabungan pahala kita. Diantaranya dilarang memotong kuku dan rambut sampai hewan kurban disembelih. Yang dilarang disini adalah orang yang sudah memiliki niat atau kemampuan untuk berkurban, bukan hewan kurban yang akan disembelih.


Intinya, keutamaan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini berlaku untuk amalan shalih apa saja, tidak terbatas pada amalan tertentu.

Semoga kita semua dimampukan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala untuk memperbanyak amalan shaleh kita dan kita diberi kesempatan untuk bertemu di bulan Dzulhijjah berikutnya.

Aamiin..


Referensi: Kajian Syameela Ustadz Oemar Mita dan beberapa kajian bersama Ustadz Adi Hidayat.