4 Langkah Mendidik Bayi ala Rasulullah



Assalamualaikum sahabat,

Tulisan kali ini mungkin akan sedikit berbeda ya, karena biasanya hanya tulisan yang base of experience ajah. Nah kali ini aku mau share tentang buku yang lagi aku baca nih, judulnya “Prophetic Parenting, Cara Nabi Shallallahu’alayhi wa Sallam Mendidik Anak” dimana isinya penting banget karena dewasa ini orang-orang muslim lebih banyak mengadopsi gaya barat dan masih ada yang melakukan hal-hal yang berbau adat atau tradisi keluarga masing-masing. Padahal sebagai orang muslim sudah seharusnya kita meneladani ajaran Rasulullah, terutama dalam mendidik anak kita. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS. al-Ahzab:21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."


Ini dia penampakan bukunya.

Di dalam buku ini ada 19 bab yang membahas dengan sangat lengkap dan detail dari awal mula bagaimana seharusnya menemukan pasangan hidup hingga mengarahkan kecenderungan seksual anak.

Tapi disini akan dibedah satu Bahasan terlebih dahulu ya, yang mana saat ini masih banyak yang salah kaprah dalam menjalankannya. Bahasan apakah itu?

Mendidik Bayi pada Hari ke Tujuh Kelahiran


1. Memberikan Nama Bayi

Dalam memberikan nama untuk buah hati tercinta, pasti kita akan memikirkan matang-matang jauh sebelum bayi ini lahir, biasanya sih saat udah tau gender si jabang bayi ini apa. Itupun kita tetap akan mempersiapkan dua nama (untuk laki-laki dan perempuan) karena hasil USG pun belum 100% akurat. Begitu bayi lahir, jadi bisa langsung launching nama anak kita untuk kebutuhan data rumah sakit. Itupun kadang masih belum fix nama anak kita karena pergulatan antara bapak ibu nya atau bahkan ada nama request dari eyang2nya...😬😬

Yang pasti, kita akan mempersiapkan nama yang terbaik, dengan harapan nama yang diberikan bisa menjadi doa untuk anak kita. Akan tetapi, belum lama ini sempat viral adanya banyak nama-nama yang tidak lazim dan cukup menggelitik. Dimana atas ketidakpahaman dan ketidakbijakan orang tua, anak yang justru menanggung beban nama itu.
Selain itu, kebanyakan anak-anak milenial saat ini mempunyai nama yang kebarat-baratan dimana namanya begitu sulit diucapkan karena berbeda antara tulisan dan pelafalannya.

Oleh karena itu, disini saya akan share bagaimana memilih nama yang baik untuk anak kita.

Ada tiga pilihan yang diberikan menurut Imam Al- Mawardi:

• Diambil dari nama orang-orang yang berpegang teguh pada agama, seperti para nabi dan rasul serta orang-orang saleh. Dan nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa’i dari Abu Wahb al-Jusysyami:
Rasulullah Shallallahu’alayhi wa Sallam bersabda, “Pakailah nama-nama para Nabi. Nama yang palng dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman. Nama yang paling jujur adalah Harits (orang yang memiliki keinginan) dan Hammam (orang yang memiliki cita-cita). Nama yang paling buruk adalah Harb (perang) dan Murrah (pahit).”

• Nama yang diberikan memiliki jumlah huruf yang sedikit, ringan di lidah, mudah diucapkan dan gampang didengar.

• Nama yang diberikan memiliki makna yang baik dan sesuai dengan si pemilik nama serta sesui dengan status sosialnya dalam masyarakat.

2. Mencukur rambut

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq:
Rasulullah Shallallahu’alayhi wa Sallam bersabda kepada Fatimah setelah dia melahirkan Hasan, “Hai Fatimah, cukurlah habis rambutnya dan bersedekahlah perak seberat hasil timbangan rambut itu.”

Hal ini dilakukan sebagai wujud syukur atas kenikmatan berpindahnya masa janin menjadi masa bayi. Dan bentuk syukur yang paling baik yaitu dengan bersedekah. Pertimbangan menggunakan perak dikarenakan harga emas yang terlalu tinggi sehingga tidak mungkin dilakukan selain oleh orang kaya. Sementara benda lainnya tidak akan bernilai tinggi apabila disedekahkan seberat rambut bayi.

Nah seringkali saya jumpai, bahwa orang tua saat ini tidak melakukan cukur rambut sang bayi dengan berbagai argumen. Yang saya alami sendiri waktu dulu mau mencukur rambut anak saya, sempat dilarang oleh mertua karena takut si bayi kedinginan karena ga punya rambut lagi, padahal ada topi atau penutup kepala lain yang bisa untuk menghangatkannya. Belum lagi argumen lain, yang merasa sayang dengan rambut si bayi yang udah lebat sejak lahir jadi merasa takut kalo rambutnya susah tumbuh ke depannya.
Padahal jika kita mengikuti sunnah Rasulullah pasti akan ada dampak positif baik dari segi kesehatan dan bisa menjadi tabungan amalan shalih di sisi Allah.

3. Aqiqah

Aqiqah dilakukan sebagai pemberitahuan tentang garis keturunan dengan cara yang baik agar tidak sampai timbul fitnah yang tidak dikehendaki. Ketentuannya, untuk anak lak-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Aqiqah diakukan diawal kelahiran sebagai penyerahan si anak di jalan Allah sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim'alayhissalam. Sebagai upaya untuk mendekatkan si bayi kepada Allah di waktu-waktu pertama bersentuhan dengan kehidupan dunia.
Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dan adh-Dhya’ dari Buraidah radhiyallahu’ahu yang diriwayatkan secara mafu’: “Kambing aqiqah disembelih pada hari ketujuh, atau ke empat belas, atau hari ke dua puluh satu.”

Pasti pembaca disini sudah paham betul makna aqiqah sehingga banyak masyarakat muslim yang melakukannya selang beberapa hari dari kelahiran. Biasanya acara aqiqah ini dilakukan bebarengan dengan cukur rambut si bayi. Yang perlu ditekankan disini adalah niat kita saat melakukan aqiqah adalah semata-mata untuk mendapat ridha Allah Subhanallahu wa ta’ala bukan perayaan acara aqiqahnya.

4. Khitan

Diriwayatkan oleh Ahmad dari Syaddad bin Aus radhiyallahu'anhu: Nabi Shallallahu’alayhi wa Sallam bersabda, “Khitan adalah sunnah bagi laki-laki dan penghormatan bagi wanita.”

Demikianlah kita dapati perhatian besar yang diberikan oleh Islam dalam masalah khitan bagi anak laki-laki dan perempuan. Hal ini bisa dilakukan mulai dari hari ketujuh kelahiran. Hal ini berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh al Baihaqi dari Jabir radhiyallahu’anhu, dia katakan: “Rasulullah Shalallahu’alayhi wa Sallam melakukan aqiqah Hasan dan Al Husain, dan mengkhitan merekan berdua pada hari ketujuh.”
Ibnu Juzzi mengatakan, "Makruh hukumnya mengkhitan pada hari pertama kelahiran, karena itu merupakan perilaku kaum Yahudi."

Nah ini dia yang masih jarang dilakukan masyarakat saat ini, dimana kebanyakan mereka mengkhitan anak lelaki mereka saat sudah menduduki bangku SD. Padahal jika dikhitan saat bayi, banyak manfaat yang bisa diperoleh dimana anak akan terhindar dari penyakit yang biasa menyerang bayi seperti phimosis (melekatnya kulup penis) atau ISK (infeksi saluran kemih). Selain itu, setelah dikhitan akan lebih mudah dibersihkan saat anak selesai buang air.
Pastikan sebelum melakukan khitan, bayi dalam keadaan sehat yang bisa dipastikan melalui konsultasi dengan dokter.
Yang ingin lebih paham apa itu Fimosis dan bagaimana penanganan khitan pada bayi bisa mampir disini  yaa...

Sekian dulu bahasan kali ini ya, insya Allah bisa membahas bahasan lain dari buku ini yang tidak kalah penting juga...

Wassalam. 

Fimosis dan Sirkumsisi Bayi 10Months

Assalamualaikum,

Bagaimana kabar hari ini? Untuk para Mommies semangat terus ya mendampingi si kecil...

Sebagai seorang ibu pasti akan menderita sekali rasanya jika anak sedang sakit. Tapi jika diingat kembali, sakit merupakan qadarullah yang wajib kita jalani dengan sabar. Maka penderitaan itu akan berubah menjadi keikhlasan.


Sedikit berbagi pengalaman tentang anak saya yang harus sirkumsisi (khitan) saat usianya belum genap 10bulan karena terkena fimosis.
Menurut ajaran Rasulullah Shallallahu'alayhi wa Sallam, khitan dilakukan saat anak berusia 7hari. Tapi karena banyak pertimbangan, alhasil anak kami tidak kami khitan saat masih berumur hitungan hari.
Jadilah, saat anak berumur 9,5bulan tiba-tiba badannya panas tinggi, saya cek suhunya 38° lebih padahal tidak ada gejala apa2.
Langsung saat itu kami bawa anak kami ke RS dan alhamdulillah mendapat DSA (dokter spesialis anak) yang mumpuni, sehingga begitu dicek suhu anak kami sudah 39° dan tidak ada gejala flu atau apa2. Langsung diberikan obat penurun demam yang dimasukkan ke dubur agar tidak sampai kejang. Setelah berbagai pertanyaan, dokter mengecek penis anak kami dan benar saja penisnya merah seperti bengkak karena lengket jadi kulupnya tidak bisa ditarik keatas yang membuat pipisnya menjadi sulit keluar. Hasil diagnosa dokter anak kami kena fimosis dan saran dokter baiknya langsung sirkumsisi (khitan) agar bisa sembuh total.
Rasanya shock luar biasa, merasa ga percaya karena anak kami pake diapers hanya saat pergi saja untuk pencegahan hal2 semacam ini, tapi kata dokter penyebab lain juga faktor kulitnya yang sensitif. Dokter pun memberi resep obat salep dan antibiotik dan menyarankan saat membersihkan penis setelah buang air kecil sampai benar-benar kulupnya terbuka sampai ke atas. 
Kami pun pulang ke rumah dengan perasaan yang campur aduk, mengingat kesalahan yang saya lakukan, dimana selama ini saya membersihkan penis anak kami sampai kulupnya terbuka ke atas memang saat mandi saja, saat anak ngompol hanya dibilas air tanpa membuka kulupnya.
Begitu sampai rumah, setelah menenangkan hati dan pikiran, dan anak bisa tidur tenang langsung mencari informasi sebanyak mungkin mengenai penyakit fimosis ini dan bagaimana penanganan khitan pada bayi 10bulan.

Menurut penjelasan Mbah Google,
"Fimosis adalah kondisi ketika kulup ketat tidak dapat ditarik kembali pada kepala penis.
Kulup ketat dianggap normal pada anak yang tidak disunat. Ini akan hilang seiring waktu dengan retraksi yang lembut dan teratur
.
Fimosis pada bayi merupakan kondisi bawaan lahir. Sebagian kasus tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, hindari menarik secara paksa pelajaran antara kulup dan kepala penis, karena beresiko menimbulkan luka pada kulup bayi. Umumnya pelekatan ini akan terpisah secara alami pada usia 5-7 tahun atau usia pubertas." 

Source by Google

Akhirnya setelah banyak pertimbangan kami pun siap untuk mengkhitan anak kami dengan segala resiko yang ada, karena kami tinggal merantau dan tidak ada sanak saudara di kota perantauan. Sambil mencari hari yang pas karena suami harus mengajukan cuti terlebih dahulu, pagi hari anak kami rewel menangis terus dan mulai demam lagi. Langsung teringat kalo dia belum pipis sejak semalam. Saya pun langsung membuka kulup penisnya dan benar air kencing langsung keluar dan anak saya pun kembali tenang.
Saya pun langsung menghubungi suami untuk cuti secepatnya karena kondisi penisnya yang semakin sulit terbuka walau sudah diberi obat dari dokter.
Kami pun akhirnya kembali ke RS untuk meminta rujukan ke dokter bedah dan mencari jadwal untuk operasi.
Sebenarnya memang lebih ribet dan butuh proses panjang untuk khitan anak di RS, tapi pertimbangan kami saat itu untuk perawatan pasca operasi lebih nyaman untuk opname di RS terlebih dahulu agar lebih bersih dan penanganannya lebih baik.
Kami pun mendapat jadwal hari jumat malam untuk operasi sirkumsisi, jumat pagi kami pun mendaftar ke UGD untuk tes darah dan anak langsung diinfus dan disuruh puasa mulai jam 2 siang.
Saat pengambilan darah dan pasang infus benar-benar membuat hati saya teriris. Tangannya yang begitu mungil harus ditusuk-tusuk jarum untuk mendapat nadi yang pas untuk dipasang infus.
Belum sampai situ, malamnya saat masuk ruang operasi anak saya dibawa dalam keadaan sadar dan menangis sekenceng2nya karena dibawa dokter masuk dan kami pun hanya bisa menunggu diluar. Lama kelamaan suara tangisnya pun berhenti tandanya bius sudah disuntikkan.
Hanya bisa berdoa dan dzikir sambil memandangi jarum jam yang terus berputar.
Sebenarnya sirkumsisi ini termasuk operasi kecil dan bukan hal yang menyeramkan. Tapi hati saya sungguh campur aduk karena berpisah dengan anak dalam keadaan berderai air mata 😭😭😭
Akhirnya setelah 1jam lebih terdengar suara tangisan anak kami dan dokter membawa anak kami yang masih setengah sadar efek dari obat bius yang mulai hilang.
Seketika gemetar badan saya melihat anak menggeliat2 kesakitan sambil menangis seadanya. Hanya bisa menggendong dengan sangat hati-hati agar tidak mengenai area penisnya. Ketika obat bius sudah benar-benar hilang langsung saya nenenin dan diapun menghisap sekuat tenaga efek lapar puasa dan kelelahan menangis. Masih terlihat sekali dia kesakitan tapi saya harus tegar agar anak kami pun tidak bertambah rewel.
Malam itu saya tidak tidur karena anak kami hanya mau dalam pangkuan saya dan mudah sekali terbangun. Dan drama pun bertambah saat dia harus pipis, karena area penis harus langsung dibersihkan dan itu benar-benar membuatnya merasa tidak nyaman sekali. Untung saja para suster di RS itu sabar dan ramah sekali mengurusnya karena anak kami memberontak saat hendak dibersihkan.
Pagi harinya anak kami sudah bisa tersenyum dan rebahan sendiri di kasur, sambil terus ditemani agar tidak mengotak atik area penisnya. Tapi kehebohan terjadi kembali saat dia harus pipis dan minum obat 😆😆😆
Siangnya kami menunggu kunjungan dokter bedah untuk mengecek jahitan dan sorenya kami bisa pulang ke rumah dengan bekal obat salep dan antibiotik yang harus diminum.
Di rumah anak kami terlihat lebih nyaman dan langsung aktif kembali ingin merangkak kesana kemari. Sepertinya dia agak trauma dengan para tim medis yang menanganinya sendirian saat operasi. Jadi kalo liat baju putih putih dokter atau suster langsung berontak nangis ketakutan.
Untuk beberapa hari area penis tidak boleh terkena air dan harus selalu kering.
Hari ke 3 setelah operasi anak kami sudah mulai aktifitas normal dan tepat seminggu kami kembali kontrol ke dokter bedah dan alhamdulillah hasilnya bagus dan tidak ada masalah. Hanya saja psikisnya yang masih ketakutan dengan dokter dan suster.


Dari sini saya banyak belajar agar lebih memperhatikan dan mengikuti sunnah Rasulullah. Memang lebih baik mengkhitan anak saat masih dalam usia hitungan hari agar terhindar dari berbagai penyakit dan lebih mudah penanganannya karena semakin besar anak akan lebih aktif sehingga butuh penjagaan yang lebih. Selain itu, penting banget untuk para mommies yang punya anak laki-laki untuk lebih memperhatikan kebersihan penis anak, kalo kata DSA waktu itu, tiap anak habis pipis harus dibersihkan dengan membuka kulupnya sampai ke atas lalu dibilas dengan air bersih. Kebayang kan bagaimana ribetnya apalagi untuk para mommies yang pakein anaknya diapers setiap waktu, kan ga tau kapan anaknya pipis 😬.
Kalau ada yang berniat untuk menjalankan toilet training untuk anaknya bisa moms mampir kesini, karena biar gimana pun pemakaian diapers kurang baik untuk si kecil. Emang lebih ribet sih, tapi pahalanya insya Allah lebih banyak karena turut mengurangi limbah diapers di lingkungan kita.

Semoga cerita kali ini bisa bermanfaat dan diambil hikmahnya agar tidak mengalami yang saya alami saat itu harus melihat anak kesakitan tak berdaya 😥

Akhir kata, wassalamualaikum

4 Kunci Bahagia Dunia dan Akhirat


بسم الله الرحمن الرحيم 



Assalamualaikum sahabat semua,

Bagaimana suasana hati hari ini? Bahagia atau nestapa? Senang atau kecewa?
Jawabannya ada di dalam hati kita, karena bahagia kita sendiri yang ciptakan.
Gimana nih caranya?
Mengutip dari kajian Aa.Gym beberapa waktu yang lalu, bahwa dalam menjalani kehidupan ini pasti akan diberikan ujian untuk tiket kita menuju akhirat yang kekal.
Lalu bagaimana agar bisa selamat di dunia dan juga di akhirat?



Disini saya akan rangkum dalam 4 cara
1. Ikhlas
Kata yang mudah diucapkan tapi tidak sesederhana itu dalam menjalankannya. Sebagaimana Surat Al Ikhlas dimana tidak ada kata ikhlas sedikitpun dalam bacaannya.
Karena jika benar-benar ikhlas apa yang kita lakukan tidak akan diungkit atau dibahas lagi.
Sebagai manusia kita diperintahkan untuk selalu berbuat baik, lakukan lah dengan ikhlas semata-mata untuk mencari ridha dan keberkahan dari Allah Subhanallahi wa ta'ala. 
QS.Gafir : 65

هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۗ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dialah yang hidup kekal, tidak ada Tuhan selain Dia; maka sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.

2. Taubat 
Kita sebagai manusia biasa tidak akan luput dari kesalahan karena kita bukan malaikat yang selalu lurus di jalan Allah. Tapi sebagai manusia yang baik, ketika melakukan kesalahan atau kekhilafan hendaknya langsung bertaubat dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut lagi.
Karena 1 kemaksiatan yang kita perbuat akan menjadi setitik noda hitam di hati yang jika dibiarkan saja lama kelamaan akan menutupi hati dan menjadikan kerasnya hati.
QS. An-Nisā : 17

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

3. Syukur
Kunci bahagia yang terpenting adalah bersyukur. Dengan bersyukur kita tidak akan menjadi kufur nikmat atas kenikmatan yang begitu banyaknya diberikan oleh Allah.
Semakin kita bersyukur maka akan semakin nikmat apa-apa yang kita miliki. Apapun kondisinya selalu berusaha untuk berpikir positif atas apa yang terjadi. Selalu ingat orang- orang yang ada dibawah kita. Jangan sampai kita baru menyadari kenikmatan yang diberikan Allah saat kenikmatan itu sudah hilang. Naudzubillah...
QS.Ibrāhim : 7

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."

4. Sabar
Hidup adalah tempatnya diuji, tidak ada satu orang pun di bumi ini yang tidak mendapat ujian. Layaknya anak sekolah, untuk naik kelas perlu ujian terlebih dahulu, begitu pula dengan manusia yang membutuhkan bekal untuk di akhirat. Karena dengan ujian itu, bisa menjadi penghapus dosa jika kita bisa menjalaninya dengan penuh kesabaran.
QS.Muhammad : 31

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ

Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu. 

Demikian kunci bahagia dunia dan akhirat, semoga kita semua dimudahkan Allah untuk bisa slalu memiliki 4sikap tersebut dalam menjalani kehidupan ini..
Aamiin ya rabbal'alaamiin