Lebaran 2020 saat pandemi, banyak ibroh dibaliknya.

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم


Assalamualaikum sahabat bloggerku..

Lebaran 2020 yang tidak akan terlupakan ya..
Oiya sebelumnya, ijinkan saya mengucapkan



تَقَبَلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ،صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ وَكُلُّ عَامٍِ بِخَيْرٍ
وجعلنا الله مِنَ العَائِديْنِ وَالفَائِزِيْنَ


Semoga kita semua mendapat kemenangan dan amal ibadah kita mendapat keridhaan dari Allah Subhanahu wa ta'ala. 
Masih dalam suasana lebaran ya, sudah berapa piring ketupat opor yang dilahap? Lebaran tahun ini sungguh tak seperti biasa, bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. 
Pandemi COVID-19 yang belum berakhir juga sudah hampir 3bulan lamanya, membuat kita harus menahan rindu tidak dapat berkumpul merayakan hari nan fitri ini. Bukan karena alasan takut akan virus ini, tapi lebih untuk menjaga orang tua dan keluarga kita tersayang yang sudah masuk dalam kategori rentan terkena covid, semua itu sebagai bentuk ikhtiar kita dalam memohon perlindungan dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Sebagaimana sebuah hadits 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطَّاعُونُ آيَةُ الرِّجْزِ ابْتَلَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ نَاسًا مِنْ عِبَادِهِ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ فَلَا تَدْخُلُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَفِرُّوا مِنْهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia.
Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu.Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.” 
(HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).

Maka dari itu, kita harus ikhlas dan sabar di lebaran 2020 ini kita tidak perlu mudik, tidak berkunjung ke rumah-rumah untuk bersalam-salaman, tidak perlu kumpul-kumpul atau bepergian ke luar di pusat pembelanjaan atau nongkrong di cafe.

@ivacwicha
@ivacwicha (dokpri)

Allah sungguh Maha Baik, pandemi terjadi saat tekhnologi sudah semakin canggih, sehingga silaturahmi pun masih bisa berjalan via daring dan kita masih bisa bertatap muka walau sebatas layar gawai kita. Selain itu, kita juga masih bisa berkirim-kirim hampers untuk orang yang kita rindukan.

Jadi, daripada kita berkeluh kesah dan bersedih hati karena tidak bisa mudik dan berkumpul dengan keluarga, lebih baik fokus akan hal-hal yang masih bisa kita lakukan dan tentunya wajib kita syukuri.
Nah, sedikit berbagi cerita tentang lebaran 2020 versi aku nih, ternyata banyak banget ibroh yang bisa kita nikmati dibalik pandemi yang belum kunjung berakhir ini.

1. Mengasah kemampuan memasak yang mungkin masih terpendam

Biasanya kalo lebaran gini selalu mudik dan otomatis jadi "nyonyah" (read:no masak2 dan uprek kerjaan rumah) jadi hanya intip-intip ke dapur sambil ngobrol ringan "gangguin" ibu memasak di dapur. 
Tapi tidak untuk lebaran kali ini, dimana harus bejibaku sendirian menyiapkan hidangan khas lebaran untuk keluarga kecilku tercinta. Jadi bersyukur atas pandemi ini, diberikan kesempatan untuk menyajikan yang terbaik saat lebaran seperti saat dulu ku masih anak-anak selalu diberikan yang terbaik. Buat kenang-kenangan, tak lupa hasilnya pun diabadikan 😁

Lontong opor, rendang daging kentang, tumis labu (Dokpri)


Masakan khas lebaran itu identik yang bersantan dan berlemak ya, makanya aku seimbangkan dengan sayur (walau sedikit ga matching ya) dan juga tidak lupa minum rimpang.
Ketidakmatchingan ini akibat semua belanja serba mendadak (karena awalnya ga mau masak berlebih). Jadi, belanja bahan pun h-1 lebaran dan tukang sayur sudah ramai sesak diserbu para ibu-ibu (pada lupa kalo harus physical distancing kali yaa..)
Kalau yang lain mungkin banyak yang udah nyiapin  masakan dari malam lebaran ya, ku malah baru mulai masak mendekati subuh, yang penting masih keburu dimakan sebelum shalat ied sebagaimana sunnahnya untuk makan terlebih dahulu sebelum shalat idul fitri.

2. Memberi kesempatan para imam rumah tangga untuk menjadi imam sesungguhnya

Suami sapa disini yang menyangka akan menjadi imam shalat ied? 
Walaupun hanya shalat ied di rumah dan makmumnya pun hanya keluarga sendiri, tapi kesempatan seperti ini mungkin hanya bisa di dapat saat pandemi seperti ini. Shalat ied yang biasa dilakukan berjamaah di masjid-masjid terutama masjid besar dan juga di lapangan, kini banyak dilakukan dirumah dan menjadi shalat ied dengan jumlah imam terbanyak mungkin sepanjang masa.
Jadi, lebih hemat waktu juga karena semua dilakukan di rumah. 

3. Bersilaturahmi secara daring dan mengakrabkan suasana di rumah

Nah ini dia yang bikin gregel dihati, tradisi sungkeman dan bersalam-salaman tidak bisa dilakukan saat lebaran tahun ini. Tapi itulah ibrohnya, karena sebenarnya makna idul fitri bukanlah hal itu. Meminta maaf harusnya langsung dilakukan saat kita ada salah kepada seseorang, tapi terkadang kita saja yang tidak sadar melakukan kesalahan ke orang lain. Dalam sebuah kajian, Ustadz Abdullah Gymnastiar pernah menyampaikan bahwa setiap malam menjelang tidur alangkah baiknya kita bermuhasabah diri untuk mensyukuri apa yang telah kita dapat dan adakah kesalahan yang kita perbuat, jika ada kesalahan hendaknya meminta maaf saat itu juga. Jadi tidak perlu menunggu lebaran untuk meminta maaf ke orang lain, terutama keluarga kita sendiri.
Itulah tradisi, sulit sekali untuk ditinggalkan, terlebih tidak ada hal negatif dari bermaaf-maafan di saat lebaran. Tapi untuk lebaran 2020 ini, kita hanya bisa bersilaturahmi secara virtual melalui media sosial ataupun video call. Bisa melalui chat atau video call di whatsapp, zoom meeting, atau google duo. Setidaknya itu masih bisa untuk pengobat rindu.

Beberapa tangkapan layar saat video call dengan keluarga tercinta.

4. Mengasah kemampuan desain saya secara pribadi

Nah kalo ini, sekedar menyalurkan hobi atas permintaan ayah mertua yang meminta dibuatkan template foto keluarga seakan-akan sedang berkumpul saat lebaran ini. Karena emang suka bikin desain template jadilah tukang desain dadakan bikin ucapan hari raya idul fitri untuk seluruh keluarga dan rekan divisi suami di kantor.
Alhamdulillah semua suka dan banyak yang mengira kumpul beneran. Kalau lebaran biasanya suka bingung mau ikut mudik kemana dulu, tapi lebaran kali ini bisa 2x foto keluarga dalam waktu setengah hari, ya walaupun hanya virtual..heheheh



5. Bisa fokus untuk mengoptimalkan ibadah Syawal

Ramadhan telah usai tapi kita masih diberi kesempatan untuk mengoptimalkan ibadah kita di bulan-bulan selanjutnya. Terutama di bulan Syawal ini, Allah memberi kita nikmat yang luar biasa, dengan berpuasa 6 hari tapi dianggap seperti berpuasa satu tahun penuh. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits.
Dari sahabat Abu Ayyub Al-Anshoriy, Rasulullah Shallallahu'alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim)

Sayang banget kan kalau kita lewatkan?
Terlebih puasa 6 hari ini tidak harus dilakukan 6 hari berturut-turut, bisa dilakukan kapan saja mulai tanggal 2 sampai tanggal 30 bulan Syawal. Akan tetapi, bagi yang memiliki hutang puasa seperti kita kaum wanita yang kena uzur haid, hendaknya membayar hutang puasanya terlebih dahulu, setelah lunas baru deh berpuasa Syawal sebanyak 6 hari.
Mumpung masih pandemi dan tidak banyak acara bepergian dan tidak menjadi musafir, jadi bisa kita optimalkan untuk berpuasa langsung di bulan Syawal ini. Insya Allah, dengan menambah ibadah puasa ini, semakin terbiasa lah kita dalam menjaga nafsu dan memperbanyak ibadah sehingga harapannya bisa istiqomah hingga diberi nikmat berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun berikutnya.
آمِيّنْ… آمِيّنْ… يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّن


Kalau kita telusuri lebih dalam lagi, pasti masih banyak ibroh lainnya yang terkadang tidak kita sadari. Tentunya masih banyak juga nikmat lain yang wajib kita syukuri walau lebaran masih dalam kondisi pandemi seperti ini.
Nah, kalau lebaran 2020 kalian seperti apa nih?
Share ya di kolom komentar di bawah...
Sebagai penutup, salam dari keluarga kami untuk anda sekeluarga.



13 komentar:

  1. Selalu ada hikmah untuk yang bisa bersabar ua mba :"

    BalasHapus
  2. Samaaa, Lebaran virtual via Zoom dari 5 pulau berbeda. Perdana dan ternyata seru juga walau tetap gak menggantikan silahturahim secara langsung 😁

    BalasHapus
  3. Semoga Allah ridho dengan setiap ikhtiar yg kita lakukan di masa pandemi ini....aamiin insyaaAllah

    BalasHapus
  4. Lebarannya pake videocall dan zoom Mbak

    BalasHapus
  5. Selamat hari raya mba. Keren editannya

    BalasHapus
  6. Memang disaat seperti ini harus pandai bersyukur dan jeli cari hikmah ya mba, semoga kita bukan termasuk yg kufur nikmat. Editannya bagus mbaa 👏😄

    BalasHapus
  7. Sama Mba via online juga, tapi aku pakai FB juga biar bisa nge tag temen2 yang udah lama ga berkabar 😅

    BalasHapus
  8. Lebaran via video call mbak sama saudara². Alhamdulillaah... Tetep seru meski tak bisa memeluk langsung.

    BalasHapus
  9. ku juga video call mbak, tapi sinyal di kampung sana subhanallah menguji sekaliii huhuu

    BalasHapus
  10. Masya Allah keren-keren kreasinya. Btw, berul. Selalu ada hikmah di setiap yang Allah tetapkan. Semangat terus. Peluk virtual 🤗

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah ya mba.. Kita masih bisa mengambil sisi positifnya.. semoga ini segera berlalu

    BalasHapus
  12. MasyaAllah.. Di tengah ujian dan dalam kesabaran, skill2 tersembunyi pun bisa makin bersinar ya Mba ternyata ☺️👍

    BalasHapus
  13. Wa'alaikumsalam.. MasyaAllah.. bagus desain kolasenya ❤️

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung, dengan senang hati menerima masukan saran dan komentar Anda 😊🙏