ivacwicha-header

Rekomendasi Gendongan Bayi yang Tidak Bikin Pegal

Konten [Tampil]

Sebagai new Moms pasti butuh gendongan bayi yang tidak bikin pegal saat bepergian atau pun untuk di rumah saja. Beberapa bayi memang lebih suka digendong terus menerus dan menangis saat diletakkan di kasur atau pun bouncer.

Alhasil Moms harus menggendong bayi dalam waktu yang cukup lama hingga bayi tidur dan tidak menangis terbangun saat ditaruh. Selain itu menggendong bayi juga lebih praktis saat bepergian daripada harus menggunakan stroller.

Sebagai Ibu Rumah Tangga dan juga Mom Blogger, memiliki newborn menjadi moment yang penuh suka cita dan juga sedikit drama. Dimana kita harus pintar membagi waktu dengan baik. Apalagi saat si Kakak lebih mencari perhatian ketika mempunyai adik baru. Ditambah si bayi yang maunya digendong sepanjang waktu di awal-awal kelahirannya. Sungguh menjadi pengalaman tersendiri menjadi ibu kembali dengan segala drama dan perjuangannya. 

Namun teringat lagi, bahwa moment gendong menggendong ini tak akan berlangsung lama. Biasanya hanya sekitar 1-2 bulan saja. Jadi semangat kembali untuk melewati waktu-waktu berdekatan dengan bayi selalu. Ditambah lagi, mengingat banyak sekali manfaat dari menggendong bayi.

Manfaat Menggendong Bayi

Banyak mitos yang beredar seputar menggendong bayi. Pasti telinga kita sudah tidak asing mendengar teguran,
Jangan digendong terus, nanti bau tangan lho…
Nah, ternyata itu hanyalah mitos belaka lho Moms. Tidak ada istilah "bayi bau tangan" karena sering digendong. Justru menggendong bayi memiliki banyak manfaat untuk perkembangan dan juga kesehatan bayi. 

Jadi tak perlu ragu dan khawatir lagi intuk berlama-lama menggendong bayi kita ya Moms. Berikut beberapa manfaat dari menggendong bayi.

Membuat bayi lebih tenang dan nyaman

Ketika bayi menangis maka refleks pertama kali Moms adalah menggendongnya. Apalagi untuk bayi newborn, yang butuh dekapan dan skin to skin dengan ibunya. Posisi menggendong M-Shape membuat bayi merasa seperti masih dalam kandungan sehingga bayi akan lebih tenang dan nyaman.

Memperkuat bonding

Selain membuat nyaman, menggendong bayi dapat memperkuat bonding antara Moms dengan bayinya. Saat menggendong bayi, keintiman anatara Moms dan bayi akan semakin erat. Moms juga jadi lebih mudah mencium, berkomunikasi dan eye contact dengan bayi. Tak perlu khawatir bayi menjadi manja, karena masa menggendong ini hanya sebentar saja lho Moms.

Mengurangi resiko flathead

Bagian kepala bayi yang baru lahir masih sangat lunak dan bisa berubah tergantung pada posisi tidurnya. Ketika bayi tidur dalam satu posisi yang sama dalam waktu yang lama, bisa mengubah bentuk kepalanya atau sering disebut juga kepala peyang. Kondisi dimana kepala bayi tidak membulat sempurna tapi datar pada satu bagian akibat penekanan pada satu sisi saja saat bayi tidur. 

Nah, menggendong bayi menjadi salah satu cara yang ampuh untuk mengurangi resiko kepala bayi peyang atau flathead. Usahakan Moms juga sering mengubah posisi menggendongnya yaa agar tidak terjadi penekanan pada satu sisi saja yang mengakibatkan flathead yang mana bisa menghambat perkembangan otak bayi.

Meningkatkan perkembangan otak bayi

Bayi yang sering digendong akan merasa lebih nyaman dan bahagia. Saat itulah saraf-saraf otak bayi akan terhubung satu sama lain sehingga perkembangan otaknya akan lebih maksimal. Selain itu, saat menggendong bayi juga sekaligus untuk menstimulasi bayi melalui kata-kata yang Moms ucapkan. Sehingga membantu anak untuk lebih cepat dan mudah berbicara.

Mengurangi resiko bayi muntah

Menyusui dalam posisi tidur lebih rawan membuat bayi gumoh atau bahkan muntah jika tidak segera disendawakan. Menggendong bayi dapat mengurangi risiko tersebut.

Dari sekian banyak manfaat menggendong bayi, hal minus yang mungkin dialami hanya lebih butuh banyak tenaga untuk menggendong. Apalagi jika bayi kita memiliki berat badan yang lebih alias “gemuk berisi”. Menggendong bayi dalam kurun waktu yang lama akan membuat tangan keram dan terasa pegal. Untuk itu Moms butuh gendongan yang nyaman dan juga praktis tentunya. 

Menggunakan gendongan yang tepat dan sesuai dengan kondisi Moms adalah salah satu cara untuk menghindari pegal pada bahu maupun tangan pada satu sisi. Saat menggunakan gendongan, beban tumpuan bisa terbagi dan tidak bertumpu pada satu bagian saja yang membuat terasa pegal.

Jenis-jenis Gendongan Bayi

Saat ini ada banyak sekali jenis dan macam gendongan bayi. Baik dari jenis kain, posisi menggendong, dan juga bentuk gendongan itu sendiri. Masing-masing jenis memiliki kelebihan atau keunggulan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan Moms.

Selendang Jarik

Kita mulai dari yang paling jadul terlebih dahulu. Gendongan dari kain jarik dengan motif atau corak seperti batik yang sudah dipakai oleh para ibu generasi baby boomers. Gendongan ini hingga kini masih banyak peminatnya dan tersedia dalam berbagai ukuran panjang. 

Meski tergolong gendongan jadul tapi gendong ini bisa dipakai untuk menggendong berbagai model termasuk M-Shape. Selendang jarik ini sangat awet karena bisa digunakan mulai new born hingga balita. Meski sangat praktis dan harga lebih terjangkau, gendongan ini kurang eye catching saat digunakan untuk bepergian bagi Moms Milenials masa kini.

Ring sling

Hampir sama dengan gendongan jarik atau selendang, hanya saja gendong ini lebih praktis karena dilengkapi dengan ring sebagai simpul gendongan. Jika menggunakan gendongan jarik Moms kesulitan membuat simpul manual atau merasa khawatir terlepas, ring sling menjadi pilihan yang cocok untuk Moms. 

Kain yang digunakan untuk ring sling ini biasanya jenis kain bamboo yang tidak stretch. Kebanyakan tidak bermotif tapi dengan pilihan warna yang beragam. Sama dengan gendongan selendang, ring sling bisa digunakan untuk newborn hingga balita.

Gendongan Kaos Instan

Salah satu gendongan praktis dengan harga terjangkau. Gendongan berbahan kaos yang stretch yang anti ribet, tinggal dikalungkan ke bahu dan satu sisi di bawah tangan. Disediakan dalam berbagai ukuran dengan acuan berat badan penggendong, bukan berat badan bayi.

Jadi gendongan kaos ini cukup berisiko jika Moms membelinya secara online. Karena terkadang ukurannya kurang sesuai dengan postur tubuh Moms. Jadi jika berminat membeli gendongan jenis ini, lebih baik beli langsung ke toko dan mencobanya terlebih dahulu.

Baby wrap

Gendongan jenis ini perlu sedikit latihan untuk pertama kali menggunakannya, karena Moms harus membuat pola tertentu dan mengikatnya secara manual. Pertama kali mencoba memang terlihat sangatlah rumit. Tetapi jika sudah terbiasa, gendongan ini justru sangat praktis dan juga sangat nyaman digunakan, terutama untuk new born.

Gendongan baby wrap yang awalnya berupa selendang kain yang stretch, kini sudah banyak tersedia dengan model instan. Jadi tak perlu repot saat akan memakainya. Namun sama halnya dengan gendongan kaos di atas, untuk instan baby wrap juga harus menggunakan ukuran yang sesuai air bayi lebih nyaman saat digendong.

Baby Carrier

Baby carrier saat ini banyak sekali macamnya. Mulai dari Narrow Based Carrier (kurang recomended karena tidak M-Shape), Soft Structure Carrier (SSC), hingga hip seat dengan dudukan untuk bayi sehingga lebih nyaman dipakai. Ketiga baby carrier ini bisa digunakan untuk menggendong hingga balita. Namun untuk mulai dipakainya, bisa dicek terlebih dahulu. karena masing-masing merk ada ketentuan berat badan bayi tertentu yang aman digendong dengan baby carrier ini.

Rekomendasi Gendongan Bayi yang Tidak Bikin Pegal

Dalam pemilihan gendongan untuk bayi, tidak hanya semata melihat motif dan kepraktisan saat memakainya ya Moms. Ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan dalam memilih jenis gendongan yang akan dipakai. 

Standar gendongan yang aman untuk bayi 

  • Ergonomis
  • Support M-shape
  • Memenuhi prinsip TICKS: tight (ketat mendekap bayi), in view at all times (wajah bayi selalu dan mudah terlihat), close enough to kiss (mudah mencium bayi, dimana bagian kepala bayi berada cukup dekat dengan wajah dagu penggendong), keep chin off the chest (dagu bayi tidak menempel dengan dadanya), dan supported back (punggung bayi harus senantiasa tersangga).
Nah, jika melihat syarat-syarat tersebut, gendongan yang kurang memenuhi rekomendasi adalah Narrow Based Carrier dan gendongan kaos. Untuk jenis gendongan lain, bisa memenuhi syarat tergantung cara pemakaian dan usia bayi yang digendong.

Dari beberapa jenis gendongan di atas, hampir semua sudah pernah aku coba. Kecuali untuk Soft Structure Carrier (SSC) dan ring sling yang mana hampir sama dengan pengunaan selendang jarik. Untuk aku pribadi paling nyaman dan merekomendasikan penggunaan baby wrap dengan bahan kain yang strechy. Namun ketika bayi semakin besar, penggunaan hipseat akan terasa lebih nyaman karena ada bagian bawah bayi, sehingga titik tumpu tidak sepenuhnya di pundak. 

Apapun pilihan Moms untuk gendongan bayi, utamakan kenyamanan dan kondisi masing-masing. Jangan gunakan standar orang lain untuk pemakaian barang, terutama untuk anak. Bagian terpenting adalah seberapa mahal dan apa merk gendongan yang dipakai, tetapi kedekatan dengan bayi saat menggendong itu sendiri. Menggendong secara mindfull, dimana mata saling menatap dengan anak akan menjadi Good Childhood Memories yang tak akan terlupakan.

Demikian ya Moms beberapa referensi dan rekomendasi gendongan bayi yang tidak bikin pegal. Semoga bisa memberi gambaran yag bisa membantu Moms menentukan gendongan jenis apa yang paling cocok untuk dipakai untuk menggendong bayi. Baik untuk sehari-hari beraktifitas di rumah, atau pun untuk bepergian. 


Iva C Wicha
Parenting Enthusiast, Happy to share #FunLearning idea for Kids on my Instagram, Email: ivacwicha@gmail.com

Related Posts

1 komentar

  1. Aku happy baca ini, jadi punya referensi gendongan bayi yang tidak bikin pegal, cocok untuk dipakai untuk menggendong bayi, untuk sehari-hari beraktifitas di rumah, atau pun untuk bepergian. Terima kasih :)

    BalasHapus

Posting Komentar