5 Cara Menghindari Rasa Insecure

25 komentar

Perasaan insecure kerap sekali menyerang mereka yang suka membandingkan diri dengan orang lain. Terlebih pada seseorang yang sedang memasuki fase baru dalam kehidupannya. Dimana masih kurang ilmu dan pengalaman sehingga mudah sekali merasa insecure dengan kondisi yang sedang dialaminya.

Seperti halnya seorang new Moms yang masih meraba-raba akan peran barunya. Belum lagi kalau mendapat cibiran orang-orang yang disekitarnya. Langsung deh auto baper atau ngerasa insecure dengan kondisi yang sedang dialami.

Motherhood insecurities masih saja menyerang mereka yang masih perlu belajar banyak hal. Padahal sesama Moms sudah ga jamannya lagi saling nyinyir atau julid dengan bebas berkomentar tanpa menggunakan hati. Tapi namanya mulut manusia, kita ga bisa kontrol apa yang mau mereka katakan. Jadi cukup gunakan dua tangan kita untuk tutup telinga dari nyinyiran orang yang membuat kita insecure. Moms bisa juga tutup mata dari postingan instragramable yang membuat kita terlena untuk membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan dunia maya yang kita tak tau cerita dibaliknya.

Di tulisan sebelumnya kita sudah membahas apa-apa saja yang menjadi pemicu perasaan insecure ini. Kalau sudah tahu pemicu-pemicunya, baiknya kita hindari sedini mungkin agar tidak menjadi penghambat kita untuk terus bersosialisasi secara sehat dan juga percaya diri untuk bisa mengaktualisasi diri.

 

Lalu, bagaimana agar kita bisa terhindar dari perasaan tidak aman ini?

 
CARA MENGELOLA MOTHERHOOD INSECURITY


1. Perbanyak Bersyukur

Klasik namun merubah secara pasti. Walaupun kata bersyukur ini sering kita dengar tapi rasanya mudah sekali terlupakan atau masih salah penafsiran. Tidak sedikit yang masih merasa bahwa bersyukur dilakukan saat mendapat nikmat. Padahal, bukan nikmat yang membuat kita bersyukur. Tapi bersyukurlah yang membuat semua menjadi lebih nikmat.

Bahkan jika kita hitung nikmat yang sudah kita dapat, pasti kita ga akan mampu menghitungnya. Banyak nikmat akan terasa saat kita ikhlas menjalaninya. Kalau sudah merasa nikmat dengan apa-apa yang kita miliki, maka kita ga akan merasa cemas, minder, atau ga nyaman dengan kondisi yg ada di sekitar kita.

Banyak hal yang bisa kita syukuri meski hanya menjadi Ibu Rumah Tangga. Jika kita menengok ke belasan tahun yang lalu, peran Ibu Rumah Tangga masih menjadi suatu tittle yang dianggap ga keren dan kurang berdaya. Padahal peran ini sangat penting untuk mencetak generasi-generasi penerus bangsa yang lebih hebat di kemudian hari. Bersyukur ya, saat ini Fulltime Moms sudah tidak dianggap sebelah mata lagi. Walaupun masih ada beberapa Moms yang merasa minder atau terpaksa menjalani peran penuh di rumah.

Mau jadi working Moms atau fulltime Moms, masing-masing kita punya peranan penting kok. Syukuri apapun itu yang menjadi peran kita, dengan begitu kita akan lebih happy saat menjalaninya dan tidak mudah merasa insecure.


2. Berusaha untuk Selalu Berpikir Positif

Langkah kedua, setelah kita mensyukuri apa yang kita punya, kita akan lebih mudah menemukan sisi positif dari apa yang kita risaukan sebelumnya. Kita harus yakini, bahwa setiap hal dalam kehidupan kita sudah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Semua hal pasti ada hikmah yang bisa kita petik dan jadikan pelajaran hidup. Kegagalan atau ketidakmampuan kita pada suatu hal bukanlah akhir untuk kita ratapi. Daripada kita menggerutu pada keadaan yang bisa membuat kita insecure, lebih baik kita temukan hal lain yang lebih bermanfaat dan menjadi peluang untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


3. Yakin pada Kemampuan Diri

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tidak ada manusia yang sempurna. Jangan karena kita tidak mampu melalukan atau memiliki apa yang kita lihat dari orang lain, lalu kita merasa malu dan tidak percaya diri. Tapi gali potensi apa yang bisa kita optimalkan, karena masing-masing kita telah Allah titipkan sesuatu yang lebih yang bisa bermanfaat selama di dunia ini.


4. Upgrade Diri

Melanjutkan langkah sebelumnya, kita bisa memperkaya ilmu dan upgrade skill yang kita miliki. Karena ketidaktahuan bisa membuat kita merasa ga pede sehingga insecure bersosialisai di lingkungan yang baru sebagai Ibu. Beruntung lho kita jadi Moms milenial dimana kita bisa memperoleh ilmu secara mudah melalui berbagai sumber. Apalagi saat pandemi ini, banyak sekali acara seminar secara online yang membahas banyak hal, baik dari bidang parenting, kesehatan, bisnis, dan juga lifestyle. Jadi manfaatkanlah sebaik mungkin kemudahan era digital ini untuk mengasah skill dan mempelajari banyak hal sehingga kita bisa merasa lebih secure lagi.


5. Temukan Circle yang Mendukung

Langkah terakhir yang juga tak kalah penting, saatnya kita temukan lingkungan yang bisa saling mendukung dan memotivasi. Segera tinggalkan mereka yang suka bicara tanpa hati. Berlama-lama dalam lingkungan yang saling julid dan membuat kita tertekan akan berpengaruh pada kesehatan mental kita. Saat ini sudah banyak sekali komunitas sebagai wadah kita untuk bertukar pikiran secara nyaman tanpa saling menjatuhkan. Dengan berada di lingkungan yang saling menguatkan seperti ini, kita tidak akan merasa sendiri dan bisa melupakan nyinyiran ga penting yang kita terima.

Tentunya kita juga perlu menciptakan inner circle yang saling terbuka juga, terutama terhadap pasangan. Karena tempat terbaik setelah mengadu kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk berbagi cerita dan segala uneg-uneg yang kita rasakan adalah pasangan kita sendiri.

 

Jadi, yuks kita agendakan untuk berbagi cerita dengan pasangan kita secara rutin untuk mengurangi rasa insecure ini. Moms bisa sering pillow talks atau agendakan rutin untuk couple time bersama pasangan. Next, kita akan bahas dalam tulisan berikutnya yaa…

 

Be positive, be happy, bye bye insecurity… 



 

Iva C Wicha
24/7 Full Mom and Wife Parenting Enthusiast, Hanya hamba Allah yang tak luput dari salah dan khilaf, tapi slalu berusaha menebar manfaat dan mengUpgrade diri.

Related Posts

25 komentar

  1. Yeiy ditunggu next pot untuk pillow talks nya mbak... Aku team pillow talks untuk Komunikasi sama pasangan. Kalau ga pinter2 berbagi cerita insecure bisa menjadi toxic dalam diri dan berujung depresi juga

    BalasHapus
  2. Kadang pun aku merasa insecure kalau lagi nggak ngapa-ngapain mba, jadi lebih suka menyibukkan diri dengan hal bermanfaat jadi nggak ada waktu untuk insecure :)

    BalasHapus
  3. Saya juga kadang sedikit merasa iri sih ke teman-teman saya yang mereka kok cerdas banget ya dan banyak sekali punya pengalaman organisasi yang mereka ikuti. Untungnya saya merasa bersyukur punya kemampuan yang saya miliki dan saat ini terus berjuang untuk mengupgrade skill diri sekaligus mencari pengalaman baru dengan cara sering mendaftar volunteer atau magang meskipun beberapa kali saya gak lolos :)

    BalasHapus
  4. berusaha untuk selalu berfikiran positif itu ternyata nggak mudah...

    BalasHapus
  5. Wah .. coba saat hamil anak pertama dulu tahu bacaan macam gini. Perlu banget emang circle positive ya.. yes to be happy!

    BalasHapus
  6. Wah ternyata meng-upgrade diri juga merupakan poin penting dalam masalah per-insekyuran.

    BalasHapus
  7. Yang perlu di highlight memang circle yang mendukung ya. Kalau ngga sulit juga buat aku. Insecure memang harus di hindari ya.

    BalasHapus
  8. Jaman sekarang gampang banget memang insecure. Apalagi dalam hal motherhood, karena terpampang nyata di sosmed. Makaya penting sekali untuk menentukan prioritas agar gak jadi tsunami info dan FOMO. Solusinya ada si diri sendiri memang :'') bagaimana membawa diri untuk melakukan hal-hal yang terbaik utk diri dan keluarganya sendiri.

    BalasHapus
  9. Bener juga ya, jaman sekarang mau upgrade diri makin dipermudah dengan online. Ketika pikiran disibukkan dengan berkreatifitas maka tak akan ada lagi celah untuk insecure.

    BalasHapus
  10. Kadang madih suka insecure sihh meskipun udah 25jam rasanya otak ngga berhenti huhuuuu. Ada apa denganku yaa

    BalasHapus
  11. Masih mencoba dan berusaha untuk nggak insecure, walaupun ada saatnya sulit dan juga nggak mudah.
    Boleh nih dicoba tipsnya

    BalasHapus
  12. Selain karena membandingkan diri dengan orang lain. biasanya insecurity juga bisa muncul karena kurangnya acceptance terhadap diri sendiri. Maka penting sekali buat kita belajar menerima kekurangan plus kelebihan diri, menerima bahwa hidup itu ya ada manisnya, ada asamnya. Ketika sudah bisa di titik acceptance, menghadirkan syukur akan terasa lebih mudah.

    BalasHapus
  13. circle yang mendukung menurutku poin yang cukup penting juga mba, selain tentu lebih aware dengan kelebihan diri sendiri. support dari lingkungan tuh yang kadang bisa bikin kita, oh iyaaa.... semangat jangan insecure lagi

    BalasHapus
  14. kalo mikirin insecure, gak akan ada habisnya... wajar tapi hadapi dengan secukupnya ;)

    BalasHapus
  15. Emang harus saling dukung y mom jangan menjatuhkan semangat para mommy

    BalasHapus
  16. Aduh tulisan ini "kena" banget ke saya. Seringkali saya lupa dengan "bersyukur". Trims sudah mengingatkan.

    BalasHapus
  17. Bersyukur... kadang ada dari ucapan sehari hari saya yang masih belum mengadung syukur. Malu ya Allah, setelah sekian banyak nikmat dan rezki dari Allah.

    BalasHapus
  18. Insecure ini susah susah gampang untuk mengobatinya. Harus kesadaran dari dalam sendiri dulu yang diperbaiki khususnga dengan cara bersyukur itu tadi. Jitu sekali.

    BalasHapus
  19. Intinya di point 1 dan 2 ya Mbak, yang lain akan mengikuti. nice sharing Mbaa

    BalasHapus
  20. Lingkingan memang punya dampak yang besar untuk kesehatan mental kita. Kalau rasanya kita sering ga nyaman dan tersiksa ada di suatu lingkungan, lebih baik ditinggalkan

    BalasHapus
  21. Kadang kalo lagi insecure datang, aku milih untuk gak gabung ke lingkungan yang ns bikin aku insecure sih.. wajar gak ya ?

    BalasHapus
  22. Syukur adalah koentji mak. Siapapun bisa merasa insekyur

    BalasHapus
  23. sejak jadi ibu, aku merasa lebih rentan merasa insecure. mental health nya itu bener-bener harus dijaga supaya bisa tetep positif, cara-caranya dengan apa yang mba iva tulis di sini :)

    BalasHapus
  24. Syukur emang klasik, tapi ketika ketemu momennya jadi malu sendiri terkadang huhu

    BalasHapus
  25. Ini seeinh banhet dialami banyak orang. Bersyukur jadi poin penting ya, apalagi tiap orang punya kelebihan masing-masing

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email