Ramadhan di tengah Pandemi, tetap bisa lakukan 20 Amalan ini.


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum Sahabat,

Tak terasa ya, sudah satu minggu menjalani idah puasa. Bulan Ramadhan yang selalu dinanti karena seperti kita ketahui semua, bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan ampunan dari Allah Subhanahu wa ta'ala.
Sedih rasanya Ramadhan tahun ini tidak seperti Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, dimana kita semua sedang menghadapi pandemi COVID-19 yang mengharuskan kita untuk physical distancing. Sehingga Ramadhan tahun ini kita tidak bisa berbondong-bondong meramaikan masjid untuk shalat berjamaah dan shalat tarawih.
Tapi, masih ada hikmah yang bisa kita ambil walaupun Ramadhan di tengah pandemi. Karena tidak ada lagi jadwal atau ajakan buka bersama, sahur on the road, atau kesibukan berbagai acara lain yang terkadang justru melalaikan kita untuk fokus ibadah di bulan yang penuh berkah ini. Jadi, saat inilah yang sangat tepat untuk kita bermuhasabah diri dan lebih khusyuk atau fokus menjalankan ibadah yang mungkin di Ramadhan sebelumnya masih kurang optimal.

Jangan sampai kita menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang Allah berikan sehingga kita bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun ini. Bulan yang penuh ampunan dan pahala dari amal ibadah yang kita lakukan dilipatgandakan. Meskipun hanya #dirumahAja bukan berarti kita bisa santai-santai, tetapi harus tetap produktif dan tentunya no mager-mager club yaa 😉

Mengenai produktifitas harian selama Physical Distancing yang mengharuskan kita untuk #StayAtHome sudah pernah saya bahas di tulisan sebelumnya..
Bisa langsung mampir kesini aja ya.. 
>> Sosial Distancing, Tetap Produktif untuk Perkuat Iman dan Imun Bersama

Nah, untuk tulisan kali ini akan membahas lebih detail tentang amalan-amalan apa saja yang bisa kita optimalkan saat Ramadhan di tengah pandemi seperti sekarang ini. Tentunya amalan yang sesuai dengan dalil dan tuntunan Rasulullah Shallallahu'alayhi wa Sallam.
Bisa langsung di ceklist masing-masing dan cek ricek apa aja ya yang belum optimal di Ramadhan sebelumnya sehingga masih bisa kita kejar di Ramadhan tahun ini.



20 Amalan Ringkas di Bulan Ramadhan

Disusun oleh: Rafif Zufarihsan, S.T.
Dimurajaah oleh:Ustadz Hasim Ikhwanuddin, S.Ars

1. Segera bangun di waktu sahur, berdzikir, dan mengerjakan sholat malam

Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan sholat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas.” (HR. Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776).

Nah ini nih, yang mungkin masih dirasakan berat bagi beberapa orang. Bangun diwaktu biasanya masih tidur ditambah perut kenyang setelah makan sahur membuat mata terasa berat dan ingin segera tidur kembali. Disinilah saatnya kita berjuang melawan bisikan syaitan dan berusaha untuk tetap terjaga menunggu adzan subuh berkumandang dan segera shalat kemudian dilanjutkan aktivitas pagi seperti biasa.


2. Makan sahur dan berharap keberkahan dari sahur tersebut

Dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan”. (Muttafaqun ‘alaih)

Waktu terbaik untuk makan sahur adalah menjelang subuh dan waktu berhenti makan adalah adzan sebagaimana contoh dari Rasulullah Shalllahu"alayhi wa sallam dalam sebuh hadits:
Anas radhiallahu'anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiallahu'anhu bahwasanya ia berkata,
"Kami makan sahur bersama Rasulullah Shallallahu'alayhi wa sallam, kemudian beliau shalat (subuh), kemudian aku bertanya, 'berapa lama antara adzan dan sahur?', beliau berkata "sekitar (lama membaca) lima puluh ayat". (HR. Al Bukhari IV/118, Mulim no.1097)
Berdasarkan hadits ini, bukan termasuk makan sahur jika kita makan tengah malam untuk berpuasa esok harinya, sehingga makan tengah malam tidak mendapatkan keutamaan dari makan sahur.

3. Memperbanyak istighfar dan membaca Al-Qur’an sampai terdengar adzan subuh 

Allah Ta’ala berfirman dalam QS.Āli 'Imrān : 17

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar.

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, dimana waktu sahur adalah sebelum fajar (subuh). Maka dari itu, setelah kita makan sahur alangkah baiknya kita berdzikir kepada Allah dengan cara membaca Al Quran atau dengan memperbanyak istighfar.

4. Mulai berpuasa sejak masuknya fajar shodiq (ditandai dengan adzan subuh)

Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah : 187

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beritikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.

5. Menjawab adzan dan melaksanakan sholat sunnah fajar (qobliyah subuh) dua rakaat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.”
(HR. Muslim no. 725)

Walaupun hanya sunah, shalat sunah Rawatib sangat banyak keutamaannya. Maka dari itu, di bulan Ramadhan ini kita tidak ingin menyia-nyiakannya kan ya.. Yuk lengkapi shalat sunah Rawatib kita, baik qabliyah maupun ba'diyah.

6. Bagi laki-laki hendaknya melaksanakan sholat berjama’ah di masjid selama tidak ada udzur

Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kedatangan seorang lelaki yang buta. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki seorang penuntun yang menuntunku ke masjid.’ Maka ia meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memberinya keringanan sehingga dapat shalat di rumahnya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberinya keringanan tersebut. Namun ketika orang itu berbalik, beliau memanggilnya, lalu berkata kepadanya, ‘Apakah engkau mendengar panggilan shalat?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Maka penuhilah panggilan azan tersebut.’ "(HR. Muslim, no. 503)

Nah, saat ini kita semua sedang ada udzur dimana kita berada di tengah pandemi yang mengharuskan kita untuk beribadah di rumah masing-masing (sesuai dengan ketetapan para ulama). Walaupun tidak bisa berjamaah di masjid, sudah seharusnya kita segera melaksanakan shalat begitu mendengar adzan berkumandang dan dilakukan berjamaah dengan anggota keluarga yang lain. Tanpa kita sadari Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan dengan jumlah imam paling banyak yaa..

7. Meraih pahala haji dan umrah dengan berdzikir di masjid sampai terbit matahari

Dari Anass bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Seperti halnya point no.6, amalan ini masih bisa kita kerjakan walau hanya #dirumahAja. Yang penting niat kita ikhlas semata-mata mengharap Ridha Allah Subhanahu wa ta'ala.

8. Beraktivitas dan bekerja dengan mengharap keberkahan di dalamnya

Dari Rafi’ bin Khadij, ada yang pernah bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Wahai Rasulullah, mata pencaharian (kasb) apakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi).” (HR. Ahmad 4: 141, Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan hadits ini hasan dilihat dari jalur lainnya).

Walaupun berpuasa kita masih bisa bekerja atau beraktifitas seperti biasa yaa, tinggal disesuaikan dengan kegiatan masing-masing. Luruskan niat kita agar pekerjaan yang kita lakukan dapat bernilai ibadah disisi Allah Subhanahu wa ta'ala.

9. Mengerjakan sholat dhuha

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

10. Memperbanyak sedekah meski hanya seribu rupiah

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307).

11. Menjaga diri dari perkataan sia-sia, buruk, dan perbuatan haram lainnya

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan kotor. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhibno. 1082 mengatakan bahwa hadits ini shohih).

Selama physical distancing mungkin kita lebih banyak melakukan Sosial media distancing ya, nah kita juga wajib banget menjaga ketikan komentar kita, jangan sampai kita menjadi netizen yang selalu merasa benar itu ya..na'udhubillah

12. Memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan amal sholih lainnya

Allah Ta’ala berfirman dalam QS.Al-Baqarah : 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.”
(QS. Al Baqarah: 185)

Nah ini nih PR saya, semoga target khatam Ramadhan bulan ini bisa tercapai. Seperti sudah kita ketahui, untuk bisa khatam kita harus membaca 1 juz per hari. Biar tidak berat, kita bisa cicil setiap habis shalat membaca 2 lembar. TaPi apalah daya emak2 yang shalat saja masih digondelin my toddler 😆 jadi menyiasatinya dengan cara baca sebanyak-banyaknya saat anak tidur. Karena kalo lagi main disambi masih belum mau, maunya full perhatian ke dia..(uups malah curcol)


13. Memberi makan bagi orang yang berpuasa

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

14. Memperbanyak do’a menjelang berbuka puasa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
ِ"Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)

15. Menyegerakan berbuka meski hanya dengan sebiji kurma atau seteguk air kemudian berdo’a

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthob (kurma basah), maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3:164. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika telah berbuka mengucapkan: ‘Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)’.” (HR. Abu Daud no. 2357, hasan).

16. Mengerjakan Shalat tarawih bersama imam hingga selesai

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
َ“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda,
“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. An-Nasai, no. 1605; Tirmidzi, no. 806; Ibnu Majah, no. 1327. Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ Al-Ghalil, no. 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Nah, pandemi ini membuat kita shalat tarawih hanya di rumah. Hikmahnya, kita bisa tarawih sekalian quality time bersama keluarga dan mengasah kemampuan hafalan surah Al quran pak suamik ya moms..

17. Menutup sholat malam dengan mengerjakan sholat witir dan membaca do’a

Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata,
ُّ“Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan salam, beliau mengucapkan, ‘Subhaanal Malikil Qudduus’ sebanyak tiga kali; ketika bacaan yang ketiga, beliau memanjangkan suaranya, lalu beliau mengucapkan, ‘Rabbil malaa-ikati war ruuh.’” (HR. As-Sunan Al-Kubra Al-Baihaqi, 3:40 dan Sunan Ad-Daruquthni, 4: 371. Tambahan “Rabbil malaa-ikati war ruuh” adalah tambahan maqbulah 
yang diterima.)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : َ
“Kekasihku—Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam—mewasiatkan kepadaku untuk puasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, dan melakukan shalat witir sebelum tidur.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 1178 dan Muslim, no. 721]

18. Melakukan tadarrus Al-Qur’an

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
َ“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar memberi. Semangat beliau dalam memberi lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Quran kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihiwa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari, no. 3554 dan Muslim, no. 2307)

19. Segera tidur dan tidak begadang jika tidak ada keperluan dan berniat berpuasa untuk esok hari

Larangan begadang disebutkan dalam hadits Abi Barzah, beliau berkata,yang artinya:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan mengobrol setelahnya.” (HR. Bukhari, no. 568)
Dari Hafshah—Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha–, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang belum berniat di malam hari sebelum Shubuh, maka tidak ada puasa untuknya.” (HR. An-Nasai, no. 2333; Ibnu Majah, no. 1700; dan Abu Daud, no. 2454. Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini).

20. Beri’tikaf dan lebih bersemangat ketika 10 hari terakhir di bulan ramadhan agar meraih kemuliaan lailatul qadar

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. (HR. Bukhari, no. 2026 dan Muslim, no. 1172).
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim, no. 1175)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, no. 1901)


Cukup panjang juga tulisan kali ini ya ternyata, semoga tidak ada yang terlewat terbaca. Tulisan ini sebagai bentuk refleksi diri agar lebih konsisten dan khusyuk dalam beribadah. Semoga semua pembaca diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini, serta masih diberikan kesempatan untuk berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan, aamiin...

Sekian, wassalamualaikum...



21 komentar:

  1. MasyaaAllah m nice sharing Mba.

    BalasHapus
  2. MasyaAllah.. Tulisannya bagus Mba, kaya ilmu dan manfaat.. Ternyata begitu banyak amalan yang perlu kita fokuskan ya selama Ramadhan. Jadi rasanya ga boleh ada lagi alasan untuk gabung di mager club ya Mba hehe

    BalasHapus
  3. MasyaAllah trimakasih infonya mba 😊

    BalasHapus
  4. MasyaaAllah...nice sharing mba
    Semangat ramadhan...barakallah
    Saya aja yg anaknya udh gede, hrus memecut diri u bisa produktif ibadah setidaknya ramadhan ini...perjuangan banget😊
    Semoga Allah mampukan...aamiin yaa mujiib

    BalasHapus
  5. Aamiin 😊

    Thanks sharingnya mba

    BalasHapus
  6. Masyaallah terima kasih ilmu nya mbaa

    BalasHapus
  7. Thanks sharingnya mbaaa padat dan lengkap..

    BalasHapus
  8. Jazakillah khair atas sharing nya mbaa

    BalasHapus
  9. Terima kasih sharingnya mba, lengkap sekali. Semoga bisa segera keluar dan terjauhkan dari mager club. Amin.

    BalasHapus
  10. Jazaakillahu khairan info tipsnya paket kumplit 😁

    BalasHapus
  11. Masya Allah, paket lengkap mba tipsnya hehe

    BalasHapus
  12. Terima Kasih ilmunya, MasyaAllah sy jd nambah ilmu baru

    BalasHapus
  13. Semangat no mager-mager club mbak

    BalasHapus
  14. makasih mbaaak reminder nya, ternyata ada banyak bangeeeet yang bisa dilakukan dan di maksimalkan di bulan ramadan ini meski di tengah pandemi yaaa

    BalasHapus
  15. Masya Allah, makasih sharing ilmunya Mba 😊

    BalasHapus
  16. Masyallah....manfaat sekali tulisannya syarat akan ilmu untuk dapat dijalanlan

    BalasHapus
  17. Wa'alaikumsalam... terima kasih sudah memgingatkan ❤️

    BalasHapus
  18. banyak ilmu baru yang baru saya tau

    BalasHapus
  19. Masya Allah. Amalan yang luar biasa. Semoga kita semua dimampukan dan diberi jesempatan menuntaskan ramadhan tahun ini. Semoga wabah segera berakhir. Aamiin. Tetap semangat ya!

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung, dengan senang hati menerima masukan saran dan komentar Anda 😊🙏