9 Metode Pengajaran untuk Menumbuhkan Kemandirian Anak

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم 
 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه



Apa kabar Moms yang hebat?

Senang rasanya bisa kembali menulis mengenai pengasuhan atau pendidikan anak. Pada tulisan sebelumnya, kita sudah membahas tentang seluk beluk homeschooling yaa...

Adakah yang sudah mempraktikan?

Atau ada yang terlewat belum membaca artikel sebelumya? Yuk, bisa langsung mampir dulu kesini ya.. 

👉Mengenal lebih dalam tentang Homeschooling secara Islami

👉 4 Hal yang Perlu Dipahami dalam Menjalani Homeschooling


Nah, tulisan kali ini kita akan membahas mengenai kemandirian anak.

"Duh..anak ku masih kecil sih, ntar ajalaah kalau anak sudah mulai sekolah…"

Jangan salah ya Moms, kemandirian itu bisa kita ajarkan ke anak sejak mereka masih kecil lho. Dengan pengenalan dan latihan sedini mungkin, maka akan lebih mudah menjadi suatu kebiasaan yang akan tertanam hingga anak sudah besar kelak. Apalagi dalam masa new normal seperti saat ini, dimana anak harus menjalankan Pengajaran Jarak jauh (PJJ) yang menuntut kemandirian anak dalam belajar. Jadi, yuk jangan tunda-tunda lagi, kita bisa mulai melatih kemandirian anak dalam belajar mulai sekarang.

Lalu bagaimana sih caranya?

Kita renungkan dulu ayat berikut yaa..


"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar."

Ayat ini menjadi pengingat bagi kita betapa pentingnya kita mempersiapkan masa depan anak keturunan kita, baik secara materi maupun dalam kematangan jiwa sehingga anak mampu mandiri. 

Sejak jaman para Nabi pun anak-anak sudah dilatih kemandiriannya sejak dini. Berikut hal-hal yang bisa menjembatani agar anak bisa berkembang secara mandiri di jaman Rasulullah.

1. Teladan dalam mengajarkan iman dan akhlak

Keimanan merupakan keyakinan sepenuhnya yang diikat atau dikokohkan dengan kuat dalam hati, diikrarkan dalam lisan, dan diwujudkan dalam tindakan. Sebagai umat muslim, keimanan atau ketauhidan adalah hal yang paling utama untuk kita ajarkan ke anak yang telah terangkum dalam rukun iman.

Memberikan teladan adalah sebaik-baiknya cara mengajarkan ke anak, dan sebaik-baiknya teladan adalah Rasulullah Shallallahu'alayhi wa salam.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Hendaknya kamu bersikap lemah lembut, kasih sayang, dan hindarilah sikap keras dan keji.” (HR. Bukhari)

Rasulullah selalu berlemah lembut kepada siapa pun, terlebih kepada anak-anak. Jadi sudah seharusnya kita pun berusaha untuk selalu bersikap lembut kepada anak-anak kita. Dengan begitu kita pun sekaligus sedang memberikan teladan yang baik bagi anak, karena teladan yang baik akan mengenai hati sehingga anak akan mengikutinya.


2. Mendidik dengan nasihat yang singkat dan pokok

Memberikan nasihat yang sederhana secara konsisten baik dari lisan dan maknanya, sangatlah berpengaruh secara kuat terhadap moral anak. Terlebih dalam hal-hal yang pokok, gunakan kalimat perintah secara langsung agar anak lebih paham. Baiknya, setiap perintah yang kita berikan ke anak diiringi dengan penjelasan yang memberikan landasan keyakinan.

Kita juga bisa menyampaikan nasihat melalui cerita atau kisah singkat untuk anak yang lebih kecil, karena konsentrasinya masih singkat. Dalam keseharian, kita bisa sampaikan secara langsung saat anak rileks bermain atau saat jeda membacakan buku ke anak menjelang tidur. 

Saat anak tiba-tiba menanyakan sesuatu, itulah kesempatan emas kita untuk menanamkan nilai sesuatu yang akan kita ajarkan ke anak. Jadi, jangan sia-siakan waktu membersamai anak kita dengan tidak mempersiapkan nilai-nilai apa saja yang akan kita tanamkan ke anak kita.


3. Al-quran sebagai media dan bahan ajar yang utama

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Al-quran adalah pedoman hidup manusia dan sumber pengetahuan. 

(Source:Canva)


يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman." (QS. Yunus : 57)

Mengajari anak dengan Al-quran adalah pondasi awal agar anak tumbuh sesuai dengan fitrahnya, yaitu beriman dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Selain itu, segala hal atau ilmu yang dipelajari bisa kita temukan dalam Al-quran. Sebagai contoh, proses penciptaan manusia yang mungkin mulai anak tanyakan atau mereka pelajari di sekolah, kita bisa mengajak anak untuk mencari pedomannya dalam Al-quran pada Surah Al-Ḥajj ayat 5 berikut

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّىٰ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

"Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) Kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah."

Jadi, kita pun sebagai orang tua hendaknya terus upgrade ilmu kita, terutama dalam mempelajari Al-quran. Sehingga kita bisa terus memberikan rujukan-rujukan yang semestinya dari Al-quran, dalam menjawab atau menjelaskan segala sesuatu yang anak tanyakan dan seharusnya mereka ketahui.


4. Rihlah dan tadabur (perenungan terhadap alam dan penciptaan Allah)

(Source:Canva)

Rihlah merupakan suatu kegiatan perjalanan atau bepergian untuk mentadaburi alam dan ciptaan Allah. Rihlah menjadi salah satu cara menanamkan keimanan kepada anak dengan cara mengajak anak untuk merenungi dan memikirkan penciptaan Allah. Saat bepergian kita bisa mengajarkan banyak hal ke anak dengan cara mengajak anak berpikir mengenai apa saja yang mereka lihat. Cara ini juga bisa membangun kemampuan berpikir anak untuk dijadikan modal belajar ke depan.

Bimbingan ini bisa dimulai sejak masa tamzis, dimana anak sudah bisa membedakan hal yang baik dan buruk. Secara bertahap sedikit demi sedikit, sesuatu yang bisa diindra hingga hal-hal yang rasional, dari yang sederhana ke hal yang kompleks, hingga kita bisa menanamkan keimanan dengan argumentasi yang memuaskan. 

Tugas kita sebagai orangtua adalah mengajak anak untuk merenungi dan berpikir tentang proses-proses kejadian yang terjadi di muka bumi ini, bukanlah serta merta terjadi tetapi Allah lah yang menciptakan dan mengatur segala sesuatu. Sehingga anak akan benar-benar memahami konsep kehidupan ini. Rihlah menjadi salah satu kegiatan belajar yang paling digemari, bahkan bagi orangtua sekalipun. Tapi, rihlah tidak perlu bepergian jauh tetapi cukup keluar dari rumah dan melihat keadaan sekitar dimana banyak hal yang bisa kita ajarkan ke anak, seperti daun yang berguguran, melihat serangga dan banyak hal lainnya. 


5. Menelaah buku yang bermanfaat

(Source:Canva)

Alhamdulillah ya sekarang sudah banyak sekali jenis buku bacaan anak, baik dengan pertimbangan jenis bahan buku, rentang usia, dan juga isi dari buku itu sendiri. Penggunaan buku menjadi alat bantu yang sangat cocok untuk media belajar anak kita. Berikut ini hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam menggunakan buku sebagai media belajar anak.

  • Memilihkan cerita yang disesuaikan dengan usia dan level kemampuan anak. Usia anak tidak bisa kita jadikan patokan khusus, karena mengingat perkembangan kemampuan tiap anak berbeda dengan rentang usia yang sama. 

• Sedikit demi sedikit kenalkan ke anak buku-buku yang berisi kisah para Nabi, Rasulullah dan para sahabah dan sahabiyah. Bersyukur ya, sekarang sudah banyak buku anak yang berisi kisah para Nabi dan akidah yang dikemas dalam cerita yang menarik.

• Jadikan buku sebagai media untuk memberikan wawasan ke anak. Hal ini sangat membatu para orangtua yang merasa ilmunya belum mumpuni, sehingga bisa memilih buku yang terstuktur dan komplit. Dengan demikan kita pun bisa mempelajarinya sekaligus saat membacakan ke anak kita.

• Melalui buku kita bisa menasehati anak tentang kebiasaan baik dalam sehari-hari. Bacakan buku secara berulang-ulang dan konsisten dalam waktu minimal 21 kali agar apa yang disampaikan dalam cerita tersebut bisa masuk ke memori anak kita sehingga anak pun bisa mengikuti atau melakukan kebiasaan baik yang ingin kita tanamkan.

Kuncinya, literasi bukanlah sekedar hanya membaca, tapi kemampuan memahami apa yang disampaikan dalam buku tersebut. Sehingga kelak anak pun bisa menganalisa, mengkaji dan mengajarkannya ke orang lain.


6. Pembiasaan yang diiringi dengan pemaknaan

Sebagaimana firman Allah dalam Surah Ar-Rum : 30


فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ


"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,"

Imam Ghazali menyebutkan bahwa "anak adalah amanah bagi orangtuanya, hatinya yang suci bagaikan substansi yang berharga, jika dibiasakan dengan kebaikan maka akan bahagia dunia akhirat".

Setelah deretan cara sebelumnya, kita lanjutkan dengan membiasakan yang diiringi dengan teori atau pemaknaan dari apa yang kita berikan. Agar pembiasaan yang telah kita lakukan sedari kecil bisa bertahan sampai anak dewasa. Sebagai contoh, mengajarkan anak shalat beserta dengan hukum atau ilmu fiqihnya. Tidak hanya dari sisi praktek mengajak anak shalat berjamaah tepat waktu, tetapi juga diikuti dengan pemaknaan fadilah shalat. Jadi fisiknya akan terbiasa dan maknanya pun akan terbangun juga.


7. Mendidik dengan memilihkan teman yang baik

Mengenai hal ini mungkin masih banyak pro dan kontra. Dimana kita tidak bisa menjaga sepenuhnya lingkungan atau pergaulan anak yang 100% "steril". Terlebih ketika anak semakin bertambah usia, menjadi seorang remaja yang kita tidak bisa kita pantau 24jam. Jadi, alangkah baiknya sejak dini sudah kita ajarkan bagaimana konsep bergaul.

Mulai dengan menyediakan lingkungan yang baik untuk anak, terutama untuk anak dibawah usia tamzis, dimana anak belum bisa membedakan hal yang baik dan buruk. Ajarkan juga berbagai adab dalam berteman, baik dengan sesama muslim maupun yang tidak. Kita bisa juga mengajarkan hak dalam berteman, seperti mengucap salam, mengunjungi teman saat sakit, memberi hadiah, dll.

Jika sedari dini kita sudah menyediakan lingkungan yg baik dan mengajarkan sesuai nilai islam, maka ketika anak semakin besar dia akan bisa memilih teman yang baik untuknya dan tidak akan mudah terpengaruh dengan pergaulan yang salah. 


8. Pelibatan, Penugasan, Magang

Semakin bertambah usia anak, maka kita bisa mulai libatkan anak dalam berbagai tanggung jawab. Sebagaimana dicontohkan dalam Surah Al Baqarah ayat 127

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Dari ayat tersebut, bisa kita ketahui bahwa Ismail kecil sudah diberi kepercayaan oleh Nabi ibrahim untuk ikut terlibat dalam melakukan sesuatu yang besar, yaitu meninggikan Baitullah. 

Mari kita mulai libatkan anak dalam tugas keseharian kita, janganlah menganggap anak kita tidak mampu mengerjakannya jika kita pun tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk mencoba. Dengan demikian, anak akan tumbuh dengan memahami apa itu tanggung jawab. 


9. Memfasilitasi Minat Belajar Anak di bidang-bidang yang bermanfaat

Di jaman Rasulullah anak usia belasan tahun sudah difasilitasi untuk belajar pedang (untuk bekal berperang). Di era saat ini, anak bisa dibekali dengan belajar bela diri atau berperang di bidang lain seperti perlombaan diberbagai bidang keahlian yang bisa kita sesuaikan dengan minat belajar anak. Jika anak difasilitasi dalam belajar maka rasa keingintahuan anak bisa terpenuhi dan semangat belajarnya pun akan terus terjaga hingga dewasa.


Yang tidak kalah penting dari ke semua cara di atas adalah kita berdoa kepada Allah untuk diberi penjagaan dan kemudahan dalam mendidik anak-anak kita hingga anak kita bisa menjadi anak yang mandiri, matang secara lahir dan batinnya. Sehingga kelak bisa menjadi generasi yang membanggakan baik di dunia maupun di akhirat..aamiin


Akhir kata, wassalam.

57 komentar:

  1. Di usianya yang ke4 tahun, anak saya mulai banyak bertanya nih mbak, jadi musti jawab satupersatu dengan perlahan, membersamai dengan nilai-nilai baik ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mba, makin besar anak akan makin kompleks pertanyaannya, jdi harus bijak dan konsisten dalam menjawabnya

      Hapus
  2. Masya Allah senang sekali bisa mampir ke mari dan dapat bacaan bergizi malam ini. Terima kasih banyak, Mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah Tabrakallah, alhamdulillah seneng klo bisa bermanfaat mba

      Hapus
  3. Memang ya MasyaAllah al Quran itu pedoman hidup manusia... Mau berdasarkan apa lagi kita kalau bukan dalil dalam al Quran

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mba, al quran untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan

      Hapus
  4. keteladanan ini menurut saya yang paling penting karena dengan contoh yang baik akan jadi panutan bagi mereka dan semua itu ternyata ada di Quran ya

    BalasHapus
  5. Masya Allah petuahnya lengkap sekali ini mah.

    Semoga selalu dimampukan utk meneladani ajaran rasulNya yaa. Peer bgt skrg ini tuh menemukan teman dan lingkungan yg baik dna suportif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, tulisan ini pun buat pengingat saya pribadi mba

      Hapus
  6. Mengajari anak tidak harus kayak di sekolah ya. Lewat teladan bisa jadi media pembelajaran anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah klo bahas pembelajaran di sekolah bisa lebih panjang lagi, bisa coba mampir ke artikel saya sebelumnya tentang homeschooling

      Hapus
  7. paling takut memang di bagian pergaulan. Sebaik apapun kita mencoba di rumah, tapi jika sudah remaja dan pergaulannya salah, ya bisa berantakan jadinya uhuhu. Hanya bisa berdoa agar Allah melindungi anak-anak kita aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya doa ga boleh ketinggalan mba, setidaknya klo pondasi kita dah bangun insya Allah ke depan lebih mudah

      Hapus
  8. MasyaAllah terima kasih pengingatnya mbak..memang menjadi org tua itu harus sekolah seumur hidup yaa..smg anak keturunan kita selalu dilindungi Allah ya Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, betul mba dan anak adalah guru terbaik

      Hapus
  9. MasyaAllah baru aja kemarin aku juga baca soal metode hafalin Quran sebagai salah 1 sarana untuk memahami pelajaran yg lain.
    Begitu indahnya dan begitu dahsyatnya mukjizat Quran ini ya mbaa.

    BalasHapus
  10. Nah ini kudu wajin banget ya mbak untuk menanamkan nilai-nilai agama pada anak. Agar kelak ia tumbuh dengan dasar agama yang kokoh karena sudah diajarkan sejak kecil :)

    BalasHapus
  11. Sekarang ada metode quran based play, jadi mengenalkan ayat quran dengan bermain yang menyenangkan. Jadi anak ga bosan kalo di suruh belajar.

    BalasHapus
  12. Wah ada banyak tips yang bisa dikembangkan untuk mendidik anak. TErtarik nomer 9 yang memberikan fasilitas pendukung sesuai dengan minatnya. Semoga orangtua makin hebat untuk pendidikan anaknya.

    BalasHapus
  13. Bener banget nih mom, kita sebagai orang tua harus memberikan pemahaman yang baik untuk setiap kebiasaan yang kita ajarkan kepada anak agar anak mengerjakan kebiasaan tersebut atas kesadarannya atau tanpa paksaan

    BalasHapus
  14. Saya sangat setuju dengan keteladanan pengasuhan anak dengan cara Rasullulah, karena semuanya sudah pas dan ideal. Terutama mengedepankan akhlak dan keimanan kalau dasar ini sudah kuat yang lain2nya In syaa Allah akan baik juga.
    Great Post Mba :)

    BalasHapus
  15. aamiin ya rabbal alamin. semoga kita semua diberi kekuatan kesabaran dalam mendidik anak-anak menjadi penerus bangsa yang rabbani.
    artikelnya daging semua ini mba.

    BalasHapus
  16. Dari semua poin ini. Poin terakhir yang masih jadi pr banget. Aku masih mendalami apa yang menjadi minat anak-anak.

    BalasHapus
  17. MasyaAllah lengkap banget mba ulasannya.
    Zaman now tantangan menjadi orang tua jauh lebih challenging sih menurut saya.
    Bukan cuma perlu belajar namun juga harus mau memperbaiki mindset yg udah tetanam sebelumnya

    BalasHapus
  18. Secara muslim, pastinya mendidik anak sesuai ajaran Rasulullah itu sangat dianjurkan. Apalagi sahabat Nabi banyak mengisahkan bagaimana Rasulullah mendidik anak, khususnya jadi teladan bagi mereka. Dan itu yg berat buat saya khususnya.

    BalasHapus
  19. Alhamdulillah dapat ilmu baru tentang mendidik anak, terima kasih sudah diingatkan tentang mendidik anak secara islami sesuai ajaran nabi

    BalasHapus
  20. Setuju banget tentang pelibatan dan magang untuk anak karena pengalaman itu guru yang terbaik. Aku belajar sih dari cara parenting ortu dulu, aku merasa kurang dilibatkan, setelah dewasa baru tau tentang banyak hal karena aku coba sendiri hehe

    BalasHapus
  21. MasyaAllah terima kasih kak sudah sharing, kebutulan aku punya keponakan yang masih kecil dan dekat dengan aku. Jadi aku bisa sambil belajar sebelum menjadi bapak beneran hehe

    BalasHapus
  22. MasyaAllah aku jadi banyak belajar nih dari tulisan Kakak, nambah ilmu untuk bekal nanti setelah berkeluarga dan punya anak hehe

    BalasHapus
  23. Sedihnya untuk urusan pendidikan anak saya harus bertengkar dengan ayah mereka dan keluarga besarnya

    Saya didik mandiri, mereka bilang: kasihan masa masih kecil disuruh ini itu

    Saya didik agama, mereka bilang: ngga usah, dosa anak-anak saya yang tanggung

    Lha jadi curcol :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak kasus soal ini sih mba, kuncinya kita harus komit dan sepakat dlu sama suami, lancarin komunikasi dan jelaskan manfaat ke depan aja mba biar suami juga mau ikut serta

      Hapus
  24. Masya Allah, setuju banget mba. Alquran dan kisah teladan selalu jadi media yang tepat dalam mendidik anak. Khususnya tentang kemandirian. Bismillah ya mba, semoga selalu bisa menjadikan dua hal ini sebagai pegangan. Aamiin

    BalasHapus
  25. Aku masih jauh banget nih. Susah karena belum pisah rumah sama ibu. Kami ajar kan mereka mandir I tapi nenek ya selalu kasih kelonggaran. Thanks for sharing mba

    BalasHapus
  26. Jadi orang tua emang gak mudah ya terutama dalam pengasuhan anak2 kita.
    Saya setuju kemandirian kudu diajarkan sejak anak kecil supaya si anak terbiasa melakukan segala hal sendiri sampai dewwasa kelak, gk tergantung ke org lain.
    BTW jd kangen mbak ngajak anak rihlah tp zaman skrng kyknya mesti ditunda dulu huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. rihlah ga perlu jauh2 sih mba, ke taman rumah liat sekitar byk hal yg bisa kita ajarkan,,klo butuh refreshing bisa rihlah virtual jga, asal kita dampingi dan jelaskan lebih makna dari yg kita tonton

      Hapus
  27. Tidak mudah ya membesarkan dan mengajar anak di jaman sekarang. Tapi bukannya tidak mungkin. Semoga dengan pengajaran, contoh anak anak bisa tumbuh menjadi orang yang sesuai dengan doa kita

    BalasHapus
  28. Masyaallah, penghapal Quran memang istimewa, memudahkan penyerapan ilmu yang lainnya. Terus belajar jadi orangtua yang baik, sehingga anak-anak juga ikut baik akhlaknya.

    BalasHapus
  29. Wah, bagus banget tulisannya. Bikin aku jadi mengingat semuanya di anak-anakku. kayaknya ada beberapa yang belom aku praktekkan ke anak-anak. Terima kasih untuk remindernya. Semoga aku bisa memaksimalkan tipsnya. Biar anak-anak bisa mandiri.

    BalasHapus
  30. Ilmu Parenting pun sudah ada di Al-Qur'an, semoga pas berkeluarga kelak aku bisa menerapkan poin-poin di atas , aamiin

    BalasHapus
  31. wah thanks ya kak utk sharingnya aq baru tau nih metode seperti ini cara mendidik anak yg memang sudah ada dlm alquran

    BalasHapus
  32. aku selalu suka sama tulisan kamu kak.. banyak manfaatnya buat dunia dan akhirat, maasyaallah

    BalasHapus
    Balasan
    1. masya Allah tabarakallah, doakan bisa istiqomah ya kak

      Hapus
  33. Sebenernya agak puyeng bacanya karena belum kepikiran sama sekali tentang mendidik anak. Tapi aku suka karena bisa menambah ilmu untuk bekal mendidik anak nantinya. Thank you for sharing ya, kak.

    BalasHapus
  34. wah pembelajaran untuk anak memang penting, apalagi dari kita orang tuanya jg menentukan :)

    BalasHapus
  35. Saya setuju pengajaran harus berkiblat pada agama. Juga harus di terapkan dari sejak dini ya metode ini.

    BalasHapus
  36. kalo untuk anak-anak baiknya ya sedari dini sudah diberikan penanaman mengenai pendidikan yang baik dan bisa menjadi akhlaqul karimah ya mba

    BalasHapus
  37. Orang tua makin banyak tanggung jawabnya apalagi dalam pengajaran anak di zaman now, memang metode pengajaran yang pertama agama, iman dan akhlaknya .

    BalasHapus
  38. Aku setuju banget, poin menjadikan Alquran sebagai bahan ajar yang pertama. Kalau sudah bersumber dari Alquran insya Allah ya akan menjadikan anak generasi yang punya akhlak terpuji.

    BalasHapus
  39. teladan ini yang paling utama apalagi para orang tua akan senantantiasa menjadi contoh bagi anak2

    BalasHapus
  40. Rasul itu teladan yang sebenar-benarnya mendidik anak. Sungguh mulia akhlaknya.
    Masih terus belajar sabar menghadapi anak-anak selama di rumah aja.
    Mumpung di rumah aja, dimantepin dasarnya ya bun.

    BalasHapus
  41. Memfasilitasi anak dalam belajar emang salah satu modal sukses parenting ya mbak.. kebayang seorang anak hidup dalam lingkungan ini pastilah sehat Jiwa raga^^

    BalasHapus
  42. Tulisannya sangat menarik, mba. Mengajarkan kemandirian pada anak dengan dasar agama memang terbaik.

    BalasHapus
  43. Karakter anak memang harus dibentuk sejak dini. Dan sumbernya Alquran nggak pernah ketinggalan zaman. Semua ilmu yang ada kalau dilihat, intisarinya memang dari Alquran itu.

    BalasHapus
  44. Masya Allah tulisannya sarat dengan manfaat, dan menariknya ini mengambil sudut pandang soal parenting.
    Makasih mbak

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung, dengan senang hati menerima masukan saran dan komentar Anda 😊🙏