header blog ivacwicha

11 Hal untuk Mengajarkan Tarbiyah Jinsiyah untuk Anak

25 komentar
Konten [Tampil]

Dewasa ini mulai banyak digaungkan tentang pendidikan seks untuk anak usia dini. Padahal dalam Islam, tarbiyah jinsiyah untuk anak menjadi salah satu hal wajib yang perlu diajarkan ke anak sejak dahulu kala. Berbeda dengan sex education yang hanya membahas seksualitas yang sehat. Tarbiyah jinsiyah lebih mengacu kepada pendidikan akhlak dan adab yang berlandaskan pada keimanan dan syariat.

Tarbiyah jinsiyah merupakan upaya mendidik nafsu syahwat agar sesuai dengan nilai-nilai Islami, sehingga ia menjadi nafsu yang dirahmati Allah Ta’ala. Memberikan edukasi masalah seksual ke anak ini menjadi salah satu hal yang penting dalam ajaran Islam. Tentu bukan tanpa sebab, karena pada dasarnya manusia diciptakan dengan hawa nafsu dan kecenderungan seksual.

Melihat kondisi pergaulan dan penyelewengan seksual yang makin menggila saat ini, membuat kita sebagai orang tua merasa khawatir melepas anak dalam lingkungan luar. Peran orang tua (khususnya Ayah) sangat dibutuhkan untuk membangun banteng yang kuat dan kokoh untuk anak-anak kita. Agar ke depan, anak bisa kuat iman menjaga diri dari kerasnya pergaulan masa kini.

Masalah seksual ini tidak perlu lagi dibangun atau dibentuk, namun perlu pengarahan sedini mungkin. Agar kecenderungan yang sudah tertanam dalam diri tersebut bisa mengalir sebagaimana mestinya. Memang bukan hal yang mudah, terlebih mengajarkan pendidikan seksual masih dianggap tabu bagi sebagian orang. Namun dengan cara yang santun dah bertahap kita tetap bisa mengajarkan pendidikan seksual ini kepada anak sejak usia dini.

Pendidikan seksual anak

TARBIYAH JINSIYAH UNTUK ANAK SEJAK USIA DINI

Dalam Islam segala sesuatu diatur sedekimian rinci dengan perintah dan larangan yang sangat jelas. Dari buku “Prophetic Parenting” dan beberapa kajian online yang pernah saya ikuti. Ada beberapa hal yang bisa kita ajarkan secara bertahap mengenai Tarbiyah Jinsiyah ke anak.

1. Batasan aurat

Meski usia anak masih kecil kita bisa lho membiasakan si kecil untuk menjaga auratnya. Pertama, tentu kita mencotohkan dengan menjaga aurat kita sendiri terlebih dahulu. Menjelaskan pakaian untuk ke luar rumah dan di dalam rumah. Lalu, kita memilihkan pakaian untuk anak yang menutup aurat saat keluar rumah. Menjelaskan Batasan-batasan aurat yang boleh terlihat dan tidak.

Tentunya dengan cara bertahap, dilatih sedikit demi sedikit khususnya untuk anak perempuan agar senang memakai hijab. Dengan pembiasaan sedari kecil maka anak akan lebih bisa untuk menjaga auratnya saat di luar rumah meski tanpa pengawasan dari kita.

2. Gadhul bashar

Membiasakan anak untuk menundukan pandangan pada lawan jenis ini sangat penting lho. Pandangan layaknya jendela anak untuk melihat alam luar. Dari pandangan itulah bisa memantik atau memunculkan syahwat pada seseorang. Maka perlu dijaga dan dilatih sedini mungkin, agar menjadi habits hingga dewasa kelak.

3. Memisahkan tempat tidur anak


“Apabila anak-anak kalian mencapai usia tujuh tahun, maka pisahkanlah tempat tidur mereka. Dan apabila sudah mencapai usia sepuluh tahun, maka pukullah mereka untuk shalat.” (HR. Muslim)

Pasti sudah tidak asing dengan hadits di atas ya. Dimana memisahkan tempat tidur anak menjadi suatu hal yang penting yang diajarkan oleh Rasulullah. Yang dimaksud memisahkan tempat tidur anak adalah dimana dua anak (atau lebih) tidak tidur dalam satu selimut maupun dalam satu tempat tidur. Meski dengan saudara kandungnya sendiri, baik lawan jenis maupun tidak.

4. Adab masuk kamar

Adab masuk kamar

Dijelaskan dalam QS An Nur:58 di atas, bahwa ada waktu khusus dimana anak kecil harus meminta ijin terlebih dahuliu sebelum masuk ke kamar orang tuanya. Iya, anak kecil yang belum baligh pun wajib ijin untuk masuk ke kamar orang tua.hal ini dimaksudkan agar pandangan anak tidak jatuh pada aurat keluarganya.

Setelah anak mendekati usia baligh, anak harus meminta ijin setiap waktu akan masuk ke kamar orang tua dengan kondisi pintu tertutup. Meski terkesan sepele namun ini sangat berpengaruh besar bagi penjagaan pandangan sang anak.

5. Zina mata

Di era yang serba digital saat ini, mau tidak mau anak akan terpapar juga dengan gadget atau laptop sebagai media belajarnya. Sayangnya, dalam tayangan berbasis internet itu semua info bisa didapat dan muncul begitu saja sebagai iklan di sela-sela manfaat yang digunakan dalam screentime tersebut. Meski bisa diatur dan di setting sedemikian rupa, tetap perlu kita ajarkan dan tanamkan ke anak bahwa mata yang Allah ta’ala titipkan ini harusnya digunakan untuk hal yang halal saja.

6. Membangun jiwa feminin atau maskulin pada anak

Masalah LGBT dan sejenisnya kini makin liar dan gencar saja ya. Miris, apalagi kita yang menganggap itu hal yang salah justru yang dianggap tidak menghargai. Jadi lebih baik focus terlebih dahulu untuk membangun dan memperkuat jiwa anak sesuai kodratnya. Jelaskan perbedaan hak dan kewajiban perempuan dan laki-laki yang dijelaskan dalam Al-Quran.

7. Konsep mahram

Mahram adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selama-lamanya karena sebab nasab, persusuan dan pernikahan. Jelaskan ke anak siapa saja mahramnya dan pengaruhnya, termasuk dalam menjaga aurat. Saat berkumpul keluarga kita bisa mengenalkan saudara-saudara kita, dan bagaimana hukumnya di dalam islam.

8. Konsep No ikhtilat

Ikhtilat adalah bertemunya laki-laki dan perempuan (yang bukan mahramnya) di suatu tempat secara campur baur dan terjadi interaksi di antara laki-laki dan wanita tersebut. Mungkin masih menjadi hal yang sulit di negara kita tercinta ini. namun bukan berarti tidak bisa dihindari. Mengajarkan hal ini ke anak dengan memilihkan sekolah dengan kurikulum Islam. Saar ini sudah banyak kok skolah islam terpadu maupun boarding school yang bisa menjadi pilihan.

9. Konsep No khalwat

Khalwat yang dimaksudkan disini adalah perbuatan yang dilakukan dua manusia mukallaf yang berlainan jenis pada tempat yang sunyi. Kita tanamkan ke anak untuk tidak pergi berduaan dengan lawan jenis. seperti pepatah kuno menyebutkan,
"Jika dua anak muda pergi berduaan, maka yang ketiganya adalah syaitan"

10. Konsep no tabarruj

Tabarruj adalah merupakan gaya berbusana ataupun sikap wanita yang secara berlebihan agar menarik perhatian orang lain ketika ia keluar dari rumahnya, dengan sengaja memperlihatkan kecantikan wajah dan tubuhnya serta melenggak-lenggokkan jalannya. Tantangan lagi bagi kita ornag tua, dimana media social berhasil memikat para muda mudi untuk berlomba-lomba menampilkan diri di dunia maya. Ajarkan ke anak bahwa media social bisa digunakan sebagai media yang dakwah daripada diisi dnegan foto-foto selfie atau berjoged-joged ria seperti yang sedang ramai saat ini.

11. Fiqih taharah

Thaharah adalah kegiatan bersuci yang harus dilakukan oleh setiap umat islam. Saat anak mulai bersekolah ajarkan anak untuk membersihkan diri setelah buang air besar dan kecil. Saat bernajak baligh, jelaskan pula perubahan tubuh yang akan dialami. Untuk anak perempuan, ajarkan tentang penanganan haid dan anak laki-laki ketika ia mengalami mimpi basah. Ajarkan tentang tata cara bersuci atau mandi wajib.

Setelah baligh, sebagai orang tua kita bisa jelaskan pula tentang proses terciptanya manusia sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al Hajj ayat 5.
Penciptaan manusia

Jelaskan pula sanksi atau beratnya dosa dari zina.Allah Ta'ala dalam firman-Nya di QS.Al-Isra ayat 32 menganggap zina sebagai perbuatan keji dan buruk.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." 

Semoga Allah memberi kita kemudahan untuk mengajarkan 11 hal tentang tarbiyah jinsiyah untuk anak di atas. Dan anak diberikan perlindungan dan kekuatan iman dalam mengarungi pergaulan di masa yang akan datang.
Iva C Wicha
Parenting Enthusiast, Happy to share #FunLearning idea for Kids on my Instagram, Email: ivacwicha@gmail.com

Related Posts

25 komentar

  1. Alhamdulillah dapet reminder tentang tarbiyah jinsiyah ini. Sudah lama mo nerapin one by one tapi ada beberapa yang kelewat like gadhul bashar sm ikhtilat.. Sering lupa penerapannya.

    BalasHapus
  2. auto save materi dari Mom Iva ini, bekal yang isinya bagus untuk diterapin besok, makasih sharingnya Mom Iva :D

    BalasHapus
  3. basic banget nih dan wajib diajarkan pada anak agar anak tau mana batasannya, wah bermanfaat banget tulisan kamu

    BalasHapus
  4. ke-11 hal Tarbiyah Jinsiyah yang memang sangat basic dan sangat penting untuk dikenalkan sejak sedini mungkin pada anak-anak. Bahkan pada yg sdh dewasa, salah satunya yang urgent adalah konsep no tabarruj ini, mengingat tantangan era digital dan media sosial yang memikat dengan wajah "VIRAL" nya ketika upload konten-konten di aplikasi.

    TFS utk sharing ilmunya ya Mbak, bagi saya pribadi, konsep Tarbiyah JInsiyah ini juga sangat penting bagi diri saya

    BalasHapus
  5. Aku baru tahu konsep tarbiyah Jinsiyah ini Mbak. Bagus sekali informasinya. Dari dulu saya cuma tahu sepenggal-sepenggal seperti larangan zina mata, khalwat, dll. Penting sekali untuk diketahui orangtua demi mendidik anaknya.

    BalasHapus
  6. Sepenting itu ya tarbiyah Jinsiyah sejak dini untuk anak-anak kita. agar saat dewasa mereka sudah terbiasa. semoga kita di mudahkan ya mba. semangat.

    BalasHapus
  7. "apalagi kita yang menganggap itu hal yang salah justru yang dianggap tidak menghargai. "

    Setuju banget sama ini. Semakin terbuka medsos dan media entertainment jadi tantangan untuk mendidik anak ya mba. Aku harus belajar tentang Tarbiyah Jinsiyah dari sekarang. Makasih informasinya ya mba, bermanfaat banget

    BalasHapus
  8. Masyaa Allah ini penting banget ya, kadang bingung ngejelasinnya sama anak kecil soal hal2 tabu. Makasih kak bermanfaat banget.

    BalasHapus
  9. MasyaaAllah makasih Mbak sharenya. Ini bener-bener konsep jelas tentang edukasi syahwat kepada anak, tapi jarang dilakukan karena tidak sesuai zaman. Ah semoga kita sebagai orang tua bisa mengajak anak dalam kebaikan

    BalasHapus
  10. MasyaAllah, terima kasih sudah mengingatkan hal penting ini Mbak.. memang penting untuk mengajarkan ini kepada anak bahkan sedari dini agar mereka terbiasa dan semakin paham.

    BalasHapus
  11. Terima kasih banyak ya mbak untuk ilmunya, aku jadi tambah lagi ilmunya tentang bagaimana mengajarkan si kecil secara Islami. Ini detail sekali, sekarang pun aku berusaha banget memberikan edukasi yang mudah dicerna dulu.

    BalasHapus
  12. Terima kasih sharingnya mbak
    Jd sedini mungkin anak2 udah wanib diajari soal hal ini ya, apalagi kalau anaknya dah usia SD ke dewasa.
    Anakku kebetulan cowok dan cewek bener banget udah mulai diajarin supaya misah kamar dan punya malu ttg aurat gtu ya
    TfS

    BalasHapus
  13. Masya Allah makasih mba Iffa ilmunya, :) jadi semakin aware ya kita jadi orang tua yang akan menentukan masa depan anak juga. Bener-bener harus dimulai sejak dini sebelum terlambat, karena sekarang anak-anak kecil udah makin cepet dewasa pikirannya, apalagi kalau pertemanannya kurang sesusai usia huhu

    BalasHapus
  14. MasyaAllah mba Iva makasih banyak ya udah memberikan banyak nasihat untuk menjadi orangtua yang sesuai syariah. Aku masih belajar nih, semoga lekas dapet rejeki bocil aamiin

    BalasHapus
  15. Iya kak, aku juga selalu edukasi ke anak-anak soal aurat. Karena walau usia anak masih kecil kita bisa membiasakan mereka untuk menjaga auratnya.

    BalasHapus
  16. Sex education memang penting dikenalkan anak sejak dini. Dari Paud sudah mulai dikenalkan, mulai dari perbedaan laki-laki dan wanita dan batasan aurat yang boleh dilihat dan dipegang oleh orang lain. Kalau anak Paud ada lagunya kak

    BalasHapus
  17. Iya, ya
    Dibanding mengajarkan anak-anak mengenai hal yang berat. Lebih baik dikuatkan dulu iman dan taqwanya. Dengan begitu, si anak akan paham mengenai mana yang baik dan benar

    BalasHapus
  18. Sebelumnya makasih mbak udah mau sharing. Setuju banget niu mba semakin terbuka medsos dan media entertainment jadi tantangan untuk mendidik anak ya mbak

    BalasHapus
  19. Aku baru tahu istilah ini. Islam benar-benar udah paket lengkap ya. Makasih buat ilmunya mbak.

    BalasHapus
  20. Masya Allah Tabarakallah, terimakasih banyak penjelasannya mbak, saya jadi nambah ilmu nih.

    BalasHapus
  21. Aku sering denger tentang tarbiyah jinsiyah ini kak, tapi belum belajar banyak tentang itu. Terima kasih penjelasannya kak, jadi bisa nambah ilmu juga nih.

    BalasHapus
  22. Daku suka nih penulisannya adalah mahram, karena masih ada yang salah kaprah penyebutannya malah jadi muhrim.. padahal mahram dan muhrim berbeda

    BalasHapus
  23. Masya Allah, tulisannya bermanfaat sekali. Hal2 kecil soal sex education islami begini memang harus diajari sejak kecil.

    BalasHapus
  24. Masyaallah tulisannya sungguh jadi pengingat para orangtua. Alhamdulillah beberapa hal sudah dilakukan, memang semuanya perlu konsistensi dan contoh yah. Semoga bisa istiqomah.

    BalasHapus

Posting Komentar