header blog ivacwicha

7 Kunci Memanfaatkan Waktu Agar Produktif

5 komentar
Konten [Tampil]

Kunci Memanfaatkan Waktu Agar Produktif ini bisa dicoba dan dibiasakan dalam sehari-hari. Pasti kita ingin kan waktu yang kita habiskan membuahkan hasil yang optimal dan juga bermanfaat. Namun, seringkali ada kendala atau pun keinginan lain yang membuat kita tersandung dari rencana.
memanfaatkan waktu agar produktif
Pernah ga sih ngerasain waktu cepat sekali berlalu? Satu pekan pun ga berasa, tau-tau udah harus berjumpa lagi sama "Monster Day" alias Monday. Padahal untuk menantikan hari Sabtu tuh rasanya lama banget ya..
24 jam dalam sehari pun terasa kurang karena ada aja kerjaan atau sesuatu yang belum jadi terselesaikan. 

Pertanyaannya nih, apakah waktu 24 jam itu yang sedikit atau kitanya yang kurang optimal memanfaatkan waktu? Tapi jujur, aku sendiri pun terkadang merasa bahwa waktu 24 jam itu masih kurang. Rasa hati ingin meminta waktu orang lain yang dipakai hanya untuk rebahan saja :D Tapi tidak mungkin bisa kan? Kalau waktu bisa dibeli, bisa-bisa akan terjadi penawaran sengit pembelian waktu kali ya, hehehe.

Tapi jika melihat orang-orang hebat di luar sana, yang punya agenda dan aktifitas segudang yang produktif tuh malu sendiri rasanya. Jadi sadar diri kalau masih suka mager atau menunda-nunda pekerjaan. Memang betul adanya manajemen waktu itu penting banget. Konsisten dan komitmen akan jadwal yang udah direncanakan pun harus terus dilakukan.

Rencana hanyalah wacana jika tidak dibarengi dengan usaha

Waktu akan terlewati begitu saja tanpa terasa, jika tidak ada kesadaran bahwa setiap detik yang kita punya kelak akan diminta pertanggung jawaban oleh-Nya. Selain itu, terlalu sibuk dengan hal yang terkadang justru melalaikan juga jadi penyebab utamanya. 

Ada tiga hal yang terasa menyibukkan diri tapi ternyata justru membuat kita hanya menyia-nyiakan waktu saja.

1. Selalu menuruti hawa nafsu

Manusia tuh memang penuh hawa nafsu ya. Tapi jika nafsu yang tidak baik ya harusnya bisa ditahan saja. Ga melulu apa yang diinginkan harus diikuti dan didapatkan bukan? Itu lah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Dimana kita punya kemampuan untuk menahan hawa nafsu yang erat kaitannya dengan kekuatan iman kita.

Jujur ya, kalau lagi lemah iman tuh susah banget ngelawan hawa nafsu mager. Sebagai Mommy beranak satu, waktu anak tidur tuh jadi golden time banget. Harusnya nih bisa untuk ngerjain ini itu dengan konsen tanpa “bantuan” si Kecil. Tapi kalau iman lagi kendor, ya hawanya jadi pengen me time aja buat rebahan sambil scrolling socmed sampai tau-tau anak sudah bangun dan kita belum ngerjain apa-apa.

2. Banyak berangan-angan kosong

berangan-angan kosong
Sebagai seorang Fulltime Mom pasti kita punya keinginan dan harapan lain di luar kegiatan domestik di rumah. Meski hanya seorang Ibu Rumah Tangga, kita juga boleh lho bercita-cita dan punya harapan yang besar. Peran wanita itu sangat penting dalam kemajuan peradaban, jadi jangan takut untuk bermimpi. Tapi perlu diingat, harapan besar ini harus diiringi dengan perencanaan dan komitmen dalam menjalaninya. Tidak sekadar berkhayal tanpa pemikiran harus berbuat apa untuk mewujudkannya.

3. Hati yang hampa

Pernah ga merasa hampa dalam menjalani hari-hari kita? Badan sehat, waktu juga luang, rejeki ada, tapi rasanya ga ada kenikmatan dalam hati. Mungkin sudah saatnya untuk meng-charge iman kita dengan memperbanyak ilmu dan memperbaiki ibadah kita.

Dengan mengetahui ketiga hal di atas, semoga kita (khususnya aku pribadi) bisa semakin mawas diri dalam mengelola waktu kedepan. Tapi tenang saja, karena ada hal-hal yang bisa membantu kita memanfaatkan waktu. Apa saja itu? Yuks simak di bawah ini..

Kunci untuk Memanfaatkan Waktu agar Produktif

1. Mengetahui pentingnya waktu

Ada pepatah bilang, Time is Money untuk menunjukan berharganya waktu. Padahal waktu lebih dari sekadar uang. Sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Syafi’i 
Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan.

2. Bersikap zuhud terhadap duniawi

Kehidupan dunia yang penuh dengan gemerlap terkadang membuat silau mata kita. Tapi perlu diingat kembali bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan penuh fana. Jangan sampai kita terlena dan terlalu fokus mengumpulkan harta sampai lupa tujuan akhir kita. Jadikan kehidupan dunia sebagai tempat kita untuk mengumpulkan bekal dengan terus beramal shalih dan mengharap ridha-Nya.

3. Ingat akan mati

Sebaik-baiknya pengingat adalah kematian.

Kematian adalah satu hal yang pasti, tapi masih sering saja kita lalai dan melupakannya. Tua atau muda, sehat ataupun sakit pasti akan menemui ajalnya ketika waktunya tiba. Oleh karena itu, kita harus selalu ingat agar lebih bijak dalam memanfaatkan sisa waktu yang ada.

mengatur-waktu

4. Takut kepada Allah

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي وَلِأُتِمَّ نِعْمَتِي عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

"Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk." (QS. Al Baqarah:150)

5. Selalu berdoa kepada Allah untuk bisa istiqomah

Hijrah itu mudah, istiqomah itu yang sulit. Siapa nih yang merasa demikian juga? Merawat keistiqomahan itu menjadi tugas kita sepanjang hayat. Meski bukan hal yang mudah tapi bukan berarti tak mungkin dilakukan. Untuk itu doa yang selalu dan wajib kita panjatkan adalah memohon diberikan keistiqomahan. Karena ridha dan pertolongan dari-Nya lah yang membuat kita mampu melakukannya.


6. Menumbuhkan kemauan yang tinggi untuk menjadi orang yang lebih baik lagi

Hari  ini harus lebih baik dari kemarin, esok hari harus lebih baik dari hari ini. Kata-kata yang bisa kita jadikan pedoman bahwa sebagai manusia kita seharusnya kita bisa terus berproses dan berkembang menjadi lebih baik lagi dan lagi.


7. Mengetahui teknik orang saleh dalam memanfaatkan waktu

Caranya dengan banyak membaca buku tentang kisah para sahabat dan sahabiyah Rasulullah. Dengan mengetahui bagaimana kehidupan orang saleh dalam memanfaatkan waktu, kita akan lebih semangat dalam menjalani hari-hari dengan meniru gaya kehidupan orang-orang saleh tersebut.

Nah kira-kira sudah berapa nomer nih yang udah dilakukan? Semoga kita semua bisa mengingat dan menjalankan tujuh kunci untuk bisa memanfaatkan waktu agar produktif dalam sehari-hari di atas. Memang bukanlah hal yang mudah, tapi jika tidak dibiasakan akan terasa sulit dan lebih berat lagi. Yuks bisa yuks, no mager-mager time lagi ya...


Iva C Wicha
Parenting Enthusiast, Happy to share #FunLearning idea for Kids on my Instagram, Email: ivacwicha@gmail.com

Related Posts

5 komentar

  1. kapan aku bisa management waktu ya mba hahaha Ya Allah cuma cita-cita

    BalasHapus
  2. ah, aku pernah belajar di salah satu kelas pengembangan diri. saat dijelaskan tentang arti waktu, masyaAllah nyessss bgt.. waktu ibarat modal, semua manusia modalnya sama. nah tergantung niatnya mau digunakan untuk apa modal waktu tsb, kegiatan dan kesibukan krn Allah atau tidak. jleb banget pokoknya.

    BalasHapus
  3. informasi yang penting banget ini dan kita memang biasa untuk meninggalkannya.. Menuruti hawa nafsu ini sepertinya yg susah ya :( kadang kita scroll sosmed sampai lupa waktu.. haduhh,,

    BalasHapus
  4. Perasaan hampa itu emang ngaruh banget mom trus abis itu pikiran kosong cuma angan-angan kopong, duh ini related banget sama aku :/ pas scroll bagian "inget mati" langsung bangun beberes aku, makasih sharingnya Mom Iva, pas banget ngena eheu :)

    BalasHapus
  5. Ya ya ya kadang aku mikir juga banyak kesia-sia yang kulakukan. Makanya kadang merasa rugi banget jika dilewati tanpa ada pencapaian untuk akhirat. Baca tulisan mba Iva jadi reminder buat aku. Terima kasih sudah mengingatkan mbak.

    BalasHapus

Posting Komentar