The Tought Journal

Perbedaan Haid dan Istihadhah yang wajib kamu ketahui

7 komentar

Jika kalian mampir kesini mungkin karena juga sedang mengalami hal yang sama dengan saya. Mencari tahu tentang siklus yang tidak biasanya atau sedang memastikan apa yang dilakukan sudah benar. Jadi, tepat satu bulan yang lalu qadarullah harus mengalami pembersihan rahim karena kantung janin yang sudah 11 minggu ini ternyata kosong. Otomatis keluar darah banyak di luar jadwal haid tapi bukan juga nifas karena tidak mengalami persalinan. Yups, kondisi ini juga termasuk darah istihadhah.

Hmmm… adakah yang baru pertama dengar tentang istihadhah? Apa tetap bisa shalat dan puasa (saat Ramadhan)?

Sebelum membahas lebih jauh tentang istihadhah, kita akan bahas sedikit tentang darah yang keluar dari seorang wanita. Dalam Islam, darah keluar wanita dibagi menjadi 3 macam, yaitu haid, nifas, dan istihadhah. Ketiganya adalah darah yang keluar dari rahim, namun mempunyai sebab yang berbeda. Mungkin untuk haid dan nifas sudah kita pahami bersama ya, tapi ga ada salahnya jika kita bahas satu per satu agar nanti lebih mudah membedakan ketiganya.

 

PENGERTIAN HAID, NIFAS, DAN ISTIHADHAH

HAID

Haid merupakan darah alami yang keluar dari rahim bagian dalam seorang wanita, dengan waktu atau jadwal yang rutin dengan sebab sehat.

NIFAS

Nifas adalah darah yang keluar dari rahim akibat proses melahirkan, baik saat proses melahirkan itu sendiri, maupun sebelum dan setelah proses melahirkan. Umumnya nifas berlangsung selama kurang lebih 40 hari. Jika darah yang keluar akibat mengalami keguguran dan janinnya belum jelas berbentuk manusia, maka darah yang keluar itu bukan termasuk nifas tetapi istihadhah.

ISTIHADHAH

Istihadhah yaitu darah yang mengalir sebab adanya penyakit yang bersumber dari rahim bagian bawah seorang wanita, dan keluar di selain hari-hari haid dan nifas seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Istihadhah bukanlah hadats besar, sehingga wanita yang istihadhah (disebut mustahadhah) tetap wajib melakukan salat dan juga puasa Ramadhan. Larangan yang berlaku pada wanita haid dan nifas tidak berlaku pada wanita yang sedang istihadhah.

 

Ok, untuk nifas kita anggap sudah clear ya. Yaitu darah wanita dalam dan setelah proses melahirkan. Yuks, kita lebih fokus pada masalah haid dan istihadhah yang mungkin masih rancu pada sebagian orang.

 

DURASI YANG MEMBEDAKAN HAID DAN ISTIHADHAH

Dikatakan haid jika darah yang keluar itu minimal sehari semalam atau selama 24 jam dan maksimal selama 15 hari (15x24 jam). Jadi, jika darah yang keluar kurang dari 24 jam bukanlah termasuk darah haid.

Namun, saat darah yang keluar lebih dari sehari dan berlangsung secara terus menerus hingga lebih dari 15 hari, maka ada darah haid dan juga istihadhah di antara sebagian darah yang keluar tersebut.

Hmm…sudahkah jelas sampai disini atau malah semakin bingung?

Jadi, sebelumnya perlu digarisbawahi terlebih dahulu. Bahwa bukan hari ke-16 dan seterusnya yang disebut istihadhah ya, karena hari ke-16 bukanlah patokan atau penentuan awal istihadhah, tetapi perhitungan durasi haid maksimal.

Perlu disesuaikan dengan rentang waktu durasi haid masing-masing, karena tentunya setiap orang mempunyai siklus haid yang berbeda. 15 hari adalah perhitungan durasi maksimal secara umum, jadi perlu juga diperhatikan faktor-faktor lainnya.

 

MENGHITUNG AWAL ISTIHADHAH

1. Darahnya berubah warna menjadi dhaif (lemah) atau adh’af (paling lemah)

Hal ini menjadi pegangan bagi wanita mumayyizah yang memenuhi syarat tamyiz dimana ia mampu membedakan warna darahnya. Nah, warna darah haid sendiri dibedakan menjadi 5 warna.

Istihadhah

Darah qawi (kuat) adalah istilah dari warna darah yang lebih tua/pekat dan dha’if adalah warna darah yang lemah. Sedangkan adh’af adalah warna yang paling lemah.

Jika darah yang keluar adalah hitam dan merah. Maka, darah hitam disebut disebut qawi, sedangkan yang merah disebut dha’if. Jika darah yang keluar adalah adalah hitam, merah dan flek kecoklatan. Maka, darah hitam itu qawi, merah itu dha’if dan kecokelatan itu adh’af.

Perumpamaannya begini,

Wanita keluar darah selama total 20 hari, dengan detil sbb:

- 7 hari pertama bewarna hitam (qawi)

- 7 hari berikutnya bewarna merah (dhaif)

- 6 hari berikutnya lagi bewarna kecoklatan (adh’af)

Jadi, total durasi keluarnya darah qawi dan dhaif adalah 14 hari.

Karena totalnya kurang dari durasi maksimal haid (15 hari), maka total 14 hari pertama ini disebut darah haid. Sedangkan sisanya yang 6 hari terakhir (hari ke 15-20) disebut darah istihadhah.

2. Dikembalikan pada adatnya (durasi kebiasaan siklus haid)

Dalam kondisi jika wanita itu bukan tipe mumayyizah dan tidak ditemui syarat tamyiz.

Jika seorang wanita keluar darah selama total 17 hari. Sedangkan sebelumnya dia punya siklus haid selama 8 hari. Maka, yang disebut haid hanya 8 hari saja. Sedangkan sisanya (hari ke 9-17) adalah istihadhah.

Nah, lalu bagaimana jika wanita yang mempunyai siklus haid yang tidak teratur atau sering disebut PCOS? Mana yang menjadi patokan batas haid dan istihadhah?

Jika ada wanita yang siklus haidnya berubah-ubah setiap bulannya, misal kadang 9 hari tapi terkadang 10 hari. Maka yang menjadi patokan lama haid adalah durasi haid yang terakhir. Istilahnya IstilahnyaIstilahnya Istilahnya : al-adatu tatsbutu walaw marratan.

Biar ga bingung, perumpamaannya demikian:

Pada bulan Mei, Si A keluar darah selama total 16 hari. Total ini melebihi durasi maksimal haid. Maka, ia mengalami darah haid plus istihadhah. Si A ini tidak memenuhi syarat tamyiz, yang mana tidak bisa dibedakan warna darahnya.

Jika, si A memiliki adat kebiasaan haid selama 8 hari setiap bulannya, hanya bulan tumben keluar darah selama 16 hari. Maka dari total 17 hari keluar darah, hanya 8 hari pertama saja yang disebut haid. Dan sisanya (yakni hari ke 9-16) disebut darah istihadhah.

Namun, jika durasi lama haid setiap bulannya sering berubah-ubah. Misal bulan Maret darah keluar selama 8 hari, tapi di bulan April selama 9 hari. Maka yang menjadi patokan adalah durasi lama haid bulan terakhir sebelum haid yang sedang berlangsung. Yaitu haid yang terjadi pada bulan April dimana durasi haid selama 9 hari.

Lalu, karena bulan April si A mengalami haid selama 9 hari, maka untuk menentukan darah yang keluar selama 16 hari di bulan Mei adalah sbb:

- 9 hari pertama keluar darah => haid

- 7 hari terakhir sisanya => istihadhah

Jadi, si A tidak bisa menjalankan shalat dan ibadah lain yang dilarang saat hadats besar hanya selama 9 hari saja. Hari ke 10 dan seterusnya si A bisa menjalankan ibadah sebagaimana wanita yang sesudah bersuci walau pun masih ada darah yang keluar. 

Mengenai hukum ibadah saat istihadhah bisa simak ilustrasi berikut yaa...

Istihadhah

Hhmmmm... gimana? Cukup rumit ya, namun jika tidak kita pelajari kita menjadi tidak tahu dan salah kaprah saat meninggalkan larangan ibadah haid yang mana sebenarnya sudah termasuk dalam istihadhah. Semoga kita semua diberi kesehatan sehingga mendapati jadwal haid yang teratur yaa, karena haid yang tidak teratur menjadi salah satu tanda kondisi yang kurang bagus di tubuhku kita. Lain kali kita akan bahas dari sisi medisnya yaa...

Wassalam.

Iva C Wicha
Parenting Enthusiast, Happy to share #FunLearning idea for Kids on my Instagram @ivacwicha Email: ivacwicha@gmail.com

Related Posts

7 komentar

  1. Ini lumayan bikin saya puyeng, apalagi pas bulan Ramadhan. Bisa kacau kalau ngga bisa menentukan mana yang haidh dan istihadah. Karena saya dulu KB dan ngga cocok, jadi siklus haid jadi panjang banget karena hanya flek2 coklat saja. Bingung apakah itu istihadah?

    BalasHapus
  2. Aku malah fokus ke masalah pembersihan rahimnya , jadi mom Iva abis di kuret gitu? Trs jadinya darah yang keluar jadi istihadah ya? Bukan dihitung darah nifas sebab kehamilan kosong? Tapi Kalo ada janin tapi meninggal artinya dihitung darah nifas kan. Aku mesti fahami lagi hukum fiqihnya.

    BalasHapus
  3. Waah akhirnya sedikit paham tentang istihadhah. Aku pikir patokannya 15 hari 15 malam itu bukan kebiasaan siklus haid hehe

    BalasHapus
  4. Sejak pakek IUD durasi mens saya jadi lebih panjang. Biasanya 5-7 hari, sekarang 7-10 hari. Gak sampai 14 hari sih, tapi rasanya lama banget. Eh, malah curhat

    BalasHapus
  5. bermanfaat sekali informasinya mbak iva, jadi makin paham bedanya mana haid dan istihadhah nih.

    BalasHapus
  6. Dulu pernah banget ngalamin darah istihadhah pas sakit. Aku kira haid, ternyata gak sampai 1 hari lamanya

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah, nambah wawasan baru.
    Jadi semakin jelas perbedaan antara haid dan istihadhah nya..
    Makasih mba utk sharingnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email