header the thought journal

Belajar Bahasa Inggris Ala Montessori untuk Anak Usia Dini

Konten [Tampil]

Bingung bagaimana cara mengajarkan bahasa Inggris ke anak? Belajar Bahasa Inggris ala Montessori menjadi pilihan yang pantas dicoba. Hingga saat ini, metode Montessori ini semakin banyak diminati para pengajar terutama para orang tua.

Meski saat ini sudah banyak kursus bahasa asing yang bertebaran, tapi orang tua sendiri pun bisa mengajarkan langsung ke anak masing-masing lho. apalagi dalam kondisi pandemi seperti saat ini, dimana rumah menjadi tempat teraman dan ternyaman. Peran pengajar atau pendidik menjadi sepenuhnya di tangan orang tua.

Hingga saat ini, Bahasa Inggris menjadi bahasa asing yang wajib dipelajari dan dikuasai. Bagaimana tidak, Bahasa Inggris telah menjadi bahasa resmi yang digunakan sebagai media komunikasi paling utama yang dipergunakan secara meluas.

Oleh karena itu, Bahasa Inggris pun menjadi Bahasa kedua yang digunakan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bahasa Inggris menjadi salah satu syarat kelulusan untuk berbagai Lembaga Pendidikan maupun dunia pekerjaan. Bukan tanpa alasan, hal ini dimaksudkan agar kita bangsa Indonesia pun mampu bersaing dan mempunyai tempat di kancah internasional.

BELAJAR BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK USIA DINI

Dengan tuntutan perkembangan jaman yang sedemikian rupa, kita sebagai orang tua seharusnya mampu memfasilitasi anak agar siap dengan persaingan di masa depan. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika bahasa asing yang bukan bahasa Ibu ini bisa diajarkan ke anak sejak usia dini. Namun sayangnya hingga saat ini masih banyak pro dan kontra mengenai masalah yang satu ini.

Banyak yang masih beranggapan bahwa mengajarkan bahasa asing ke anak akan membuat anak kebingungan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa mengajarkan dua bahasa sekaligus ke anak akan membuat anak mengalami keterlambatan bicara.

Apakah hal itu benar adanya atau sekadar mitos?
Paradis (2004) menjelaskan bahwa pengenalan Bahasa asing tidak terbukti menimbulkan kebinungan dan terlambat bicara, kecuali pada kasus anak dengan gangguan neurologis.
Fyi, gangguan neurologis adalah gangguan yang menyerang bagian otak dan sistem saraf. Penyakit atau gangguan neurologi sangat beragam, mulai dari gangguan memori hingga kegagalan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 

Jadi, asumsi di atas tidak sepenuhnya salah tapi juga bukanlah suaatu hal yang benar. Kita harus tau terlebih dahulu bagaimana kondisi anak kita masing-masing. Jika anak kita (alhamdulillah) dalam keadaan normal, maka syah-syah saja ya untuk mengenalkan bahasa asing ke anak sedini mungkin. Bahkan hal ini sangat dianjurkan.

Namun yang menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Indonesia adalah Bahasa Inggris bukanlah bahasa yang digunakan sehari-hari. Bahkan di banyak daerah, masih menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa kedua dalam berkomunikasi dengan keluarga. Hanya sebagian keluarga menengah ke atas yang tinggal kota-kota besar saja yang menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari.

Tantangan berikutnya, masih ada sebagian besar orang tua yang merasa kemampuan Bahasa Inggrisnya masih pas-pasan. Sehingga mengajarkan Bahasa Inggris pun menjadi momok tersendiri. Bingung dan tak tau harus mulai dari mana. padahal yang terpenting adalah motivasi dan kemauan belajar para orang tua.

Lalu,bagaimana cara mengajarkan ke anak? Tentunya dengan cara yang menyenangkan seperti yang dipakai dalam Metode Montessori.

MENGENAL METODE ISLAMIC MONTESSORI 

Metode yang berasal dari negara Italia ini memang semakin naik daun saja. Pasalnya banyak yang dibuat jatuh hati saat mempraktikan metode Montessori ini. Maka dari itu, banyak orang tua yang beralih menggunakan metode ini sebagai salah satu Metode dalam Mendidik Anak Sejak Usia Dini. Metode Montessori ini kalau saya bilang hampir mirip dengan metode pendidikan dalam Islam. Dimana dalam Islam menjelaskan bahwa setiap anak diciptakan dengan potensinya masing-masing. 

Sedang Maria Montessori  mengatakan bahwa manusia terlahir dengan membawa blueprint (cetak biru/rancangan besar) yang ada di dalam dirinya yang tidak terlihat dari luar. Nah kalau di tanah air nih, ada seorang tokoh Montessori yang mengembangkan Metode Montessori dari kaca mata Islam.

Islamic Montessori yang dipelopori oleh Miss Zahra Zahira, seorang pakar Montessori yang terkenal dengan karya buku-bukunya tentang Montessori. Beliau telah malang melintang dalam dunia pendidikan dengan Montessori. Beliau pun telah menuliskan beberapa buku yang membantu para pendidik atau pun orang tua untuk menerapkan metode ini. Berikut profil lengkap Miss Zahra yaa...
Profil Miss Zahra Zahira
Belum lama ini, saya berkesempatan untuk mengikuti salah satu kelas online beliau. Webinar yang diadakan oleh Womenclopedi ini mengangkat tema khusus tentang pengajaran Bahasa Inggris ke Anak. Dengan judul “Joyfull Reading The Montessori Way”
Webinar joyfull reading Montessori
Webinar ini berisi penjelasan lengkap tentang beragam permainan dan juga tips seru mengajarkan Bahasa Inggris ke anak dengan cara yang menyenangkan.

Jadi, simak sampai akhir yaa…
 

BELAJAR BAHASA INGGRIS ALA MONTESSORI 

Metode Montessori sangat khas dengan sistem pengajaran yang menyenangkan. Termasuk dalam mengajarkan bahasa asing ke anak. Dalam mengenalkan Bahasa Inggirs kepada anak, bisa dimulai melalui dengan pengenalan kosa kata, lagu dan irama, dan lain sebagainya. Kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris sebaiknya mampu menstimulasi seluruh aspek panca indra anak, seperti visual, auditory, dan kinestetic.

Victorian Early Years Learning and Developmet Framework (VEYLDF) mengungkapkan ada beberapa strategi untuk pengajaran bahasa asing di rumah.

1. Vocabulary Strategy

Mengenalkan kosa kata Bahasa asing dan membacakan Read Aloud buku Bahasa asing merupakan strategi yang sangat berguna untuk mengenalkan dan meningkatkan Bahasa asing kepada anak.

2. Song & Rhyme Strategy

Menyanyikan lagu dan rima secara berulang kepada anak, dapat mengajarkan anak suara bahasa asing dan mengenal kosa kata bahasa baru.

3. Hands on Learning Strategy

Melakukan aktivitas sehari-hari (play based activities) seperti games, bermain peran, atau mereka ulang suatu cerita.

Bagi orang tua dengan kemampuan bahasa Inggris yang masih minim, cara termudah dalam mengajarkan ke anak adalah dengan menceritakan atau membacakan buku dengan teks Bahasa Inggris. Bacakan anak full sesuai teks english dalam buku hingga selesai. Tidak perlu sambil diselingi membacakan Bahasa  Indonesianya. Setelah membacakan hingga akhir dan anak mulai bertanya, barulah kita terjemahkan atau ceritakan ulang dalam Bahasa Indonesia.

5 PILLARS OF READING 

Untuk mengajarkan anak membaca Bahasa Inggris, ada 5 tahapan yang perlu dilalui terlebih dahulu.
5 pillars reading

1. Phonemic Awareness

Mungkin masih banyak yang mengira bahwa phonics adalah awalan untuk memulai dalam tahapan membaca. Ternyata bukan phonic tetapi phonemic. Phonemic menjadi pondasi dasar yang bisa diajarkan ke anak. Bahwa kata-kata yang diucapkan terdiri dari unit yang terpisah. Dimana keterampilan mendengar dan menghasilkan bunyi-bunyi terpisah dalam kata-kata.
 
Phonemic Awareness berhubungan dengan word knowledge, yaitu pengetahuan anak tentang suku kata (Syllable),kata berima yang berakhir sama (rhymes),dan aliterasi kata konsonan awal yang sama (alliteration).

2. Phonics

Dalam Montessori, phonic merupakan seperangkat aturan yang menentukan hubungan antara simbol huruf dalam ejaan kata-kata dan suara bahasa lisan. Berbeda dengan Bahasa Indonesia, dimana fonik itu A hingga Z, dalam Bahasa Inggris banyak sekali ejaan yang sangat berbeda anatara tulisan dengan bunyi yang diucapkan.
Phonic dapat membantu kita dalam memahami dan menggunakan prinsip alfabet. Intruksi phonic juga berfungsi sebagai bantuan memori yang membantukita dalam mengingat dan menerapkan aturn dan generalisasi dalam mencocokan suara dengan huruf.

3. Fluency

Kefasihan membaca lisan dengan nyaring dengan memperhatikan ketepatan, kecepatan, dan ekspresi yang tepat. Caranya dengan Read Aloud.

4. Vocabulary

Pembelajaran tentang kosakata Bahasa Inggris berikut dengan artinya. Pengajaran kosa kata adalah tentang pengajaran arti dari kata. Caranya dengan mengenalkan kosa kata Bahasa Inggris untuk menambah dan memperkaya simpanan kosa kata anak.

5. Reading

Memahami dan menafsirkan informasi dalam sebuah teks.


Language Material dalam Montessori


Material Montessori


MONTESSORI PHONICS 44

Merupakan system perkembangan pola ejaan untuk mengajar dan mempelajari hubungan antara 44 bunyi ujaran (fonem) dialek Bahasa Inggris standar dan huruf alfabet (grafem) yang secara tunggal atau kombinasi. Dalam Bahasa Inggris ada beberapa gabungan alfabet yang bisa dibaca dengan buny yang berbeda.

Jadi, dalam Montessori Phonics 44 ada 24 suara huruf konsonan dan 20 suara huruf vocal. Seperti pada gambar dibawah ini.
Phonics 44

PHONICS A-Z

Berisi huruf alfabet A hingga Z yang bisa kita ajarkan dengan menyebutkan kata-kata beserta objek yang berawalan dengan huruf-huruf tersebut.
Phonics A to Z


PINK SERIES

Terdiri dari 3 huruf fonetik atau disebut juga CVC Words (Consonant-Vocal-Consonant) yang dibagi dalam 5 keluarga huruf vocal seperti berikut,
Pink Series Montessori

BLUE SERIES

Terdiri dari 4 huruf fonetik yang disebut dengan consonant blends. Ada 40 jenis kelompok di seri ini yang diawali atau diakhii dengan 2 huruf konsonan.
Blue Series Montessori


GREEN SERIES

Phonograms adalah kombinasi huruf yang direpresentasikan dalam satu suara yang dibagi menjadi 5 bagian berikut,
Green series Montessori

Hmmm... cukup banyak ya material yang digunakan, karena dalam Montessori objek dalam bentuk tiga dimensi mampu memenuhi kebutuhan sensori anak. Tapi jangan khawatir bagi yang tidak memiliki semua material Montessori di atas. Kita bisa menggunakan printable yang dibuat sendiri yang berisi kata-kata dan objek yang sesuai.

ENGLISH READING ACTIVITY

Setelah teori yang lumayan jlimetdan asing di telinga, kita sekarang beralih ke bagian praktiknya nih biar ada pencerahan yang lebih jelas. Berikut beberapa aktifitas bermain menyenangkan dalam mengajarkan Bahasa Inggris ke anak.

1. Berlatih suara phonics 44 dengan kegiatan :

  • Counting Syllable Activity, yaitu menghitung suku kata dari suatu kata. Bisa menggunakan tepukan atau alat main lainnya.
  • Identifying Rhyming Words Activity, merepresentasikan 2 kata dengan suara yang hampir sama. Contoh cat dengan hat, mouse dengan house, tree dengan bee, dll

2. Berlatih dengan permainan I Spy Activity

Permainan dimana kita meminta anak untuk mencari objek benda dari kata yang diucapkan. Sebelum meminta anak untuk mencari, penting bagi pengajar untuk menyebutkan dan menjelaskan terlebih dahulu objek benda yang digunakan.

3. Pengenalan Sandpaper Letters Object Activity

Setelah beberapa aktivitas bermain secara lisan di atas, kita bisa mengajarkan bentuk huruf dari setiap fonik yang disebutkan.Pengenalan sandpaper letter A to Z dengan Three Period Lesson atau dengan presentasi pengenalan suara dengan objek maupun gambar.

4. Building Words dengan Large Movable Alphabet Activity

5. Membaca bagian Pink Series dan Blue Series

6. Pengenalan Sight Words dari Pink Series dan Blue Series

7. Membaca cerita

8. Pengenalan Sandpaper Letters Phonograms dengan SPL Phonograms Activity

9. Building Words dengan Small Movable Alphabet Activity

10. Membaca bagian Green Series

11. Pengenalan Sight Words dari Green Series

12. Membaca cerita

Tentunya dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk mempelajari berbagai aktifitas di atas. Perlu tahapan dan konsisten dalam mengenalkan Bahasa asing ke anak. 
Heinlein & Cassey (2013) menghimbau para orang tua untuk tidak takut mengajarkan anak-anak Bahasa asing dari sejak dini. Karena anak-anak terlahir untuk memahami Bahasa di lingkungan mereka dan tidak menjadi kebingungan karenanya.

Gimana, mulai tertarik mengajarakan ke anak belajar Bahasa Inggris ala Montessori? Semoga dengan rangkaian penjelasan dan uraian lengkap aktifitas di atas tidak kebingungan lagi untuk memulainya yaa. Jangan pernah menunda! karena selain bahasa Inggris, Miss Zahra juga udah menerbitkan buku tentang Mengajarkan Bahasa Arab juga lho...

See you on next article yup..
Iva C Wicha
Parenting Enthusiast, Happy to share #FunLearning idea for Kids on my Instagram, Email: ivacwicha@gmail.com

Related Posts

27 komentar

  1. Wah, aku baru tahu ada metode Montessori untuk belajar bahasa Inggris ini, Mbak. Terima kasiiih..

    BalasHapus
  2. Sejauh ini yang udah aku lakukan masih sebatas bacain buku berbahasa Inggris, ngajak ngomong dua kali (bahasa inggris dan bahasa indonesia) sama kasih tontonan youtube berbahasa Inggris.

    Belum lama sih aku mbak prakteknya, baru sekitar dua bulan. Sudah lumayan sih untuk ukuran anak 3 tahun yg umma abahnya bahasa Inggrisnya pas-pasan.

    Yang masih bingung nanti pas belajar baca itu. Lumayan juga yaa ternyata metode bacanya beda dg bahasa Indonesia karena ada banyak banget bunyi suku kata kl dlm bahasa Inggris.

    BalasHapus
  3. Pas banget nih, bisa langsung aku praktekkan ke anakku.. Umur 3tahun pas banget ya diajarin kayak gini :D

    BalasHapus
  4. Wah menarik nih. Razin ngomong full bahasa Inggris karena sejak pindah ke Chicago, Papanya minta ngomong pakai bahasa Inggria aja. Sekarang malah dia ga bisa bahasa Indonesia padahal papa mamanya masih ngomong bahasa Indonesia 😅 Aku ga menerapkan metoda montessori buat ngajarinnya dan cuma meraba2 aja buat ngajarin dia baca. Kalau dari metoda montessori ini keliatannya lebih terstruktur ya. Sepertinya bakal bisa membantu Razin lebih cepet bisa baca.

    Mantep banget infonya mba icw. Aku bookmark deh buat dibaca ulang ntar :D

    BalasHapus
  5. Wah aku belum praktekin nih mba yang ini bukunya masih belum tersentuh hihi
    Mudah2an bisa praktekin

    BalasHapus
  6. Eh mbak ak sempet mau ikut ini tp kendala waktu. Ah akhirnya happy bgt bisa baca ulasannya. Makasih mba :)

    BalasHapus
  7. Ah senangnya dapet ulasan tentang Montessori, padahal aku punya bukunya ms Zahra wkwk.. Banyak buku belum Tersentuh sempurna sejak anak 3.ekspektasi bisa menerapkan metode Montessori pada anak-anak hanya sekadar khayalan wkwk.. Sekarang slow but sure aja ga pake ala ala lagi. Pas zaman anak 1 masih rutin pake Montessori, anak 3 ini udah bubaarr wkwk

    BalasHapus
  8. Membaca ulasan serasa kembali pada masa kuliah harus mempelajari morphologi, phonetic, dll.

    Bisa untuk divoba ke anak di rumah nih. Hehe

    BalasHapus
  9. MasyaAllah detail banget ulasannya mb.. jadi makin semangat ngajarin anak bahasa Inggris melalui cara-cara di atas. Makasih mb Ica untuk ulasannya, pas banget anakku bentar lagi 3 tahun..

    BalasHapus
  10. Wah, ekstra komplit ini Kak penjelasannya. Aku malah baru tahu tentang pembelajaran Montessori khusus untuk belajar bahasa Inggris ini. Lebih mudah dan asyik sih menurutku

    BalasHapus
  11. Pas banget lagi promo bukunya Mrs Zahra sekarang. Jadi pertimbangan untukku mau pakai metode apa untuk pelajaran bahasa Inggris anak-anak

    BalasHapus
  12. Belajar bahasa Inggris ala Montessori sangat aplikatif dan komprehensif mulai dari fonem yang menjadi landasan utama. Begitu pula aplikatif karena dengan permainan. Mudah sekali menyerapnya.

    BalasHapus
  13. Beberapa teknik Montessori ini dipelajari saat aku kuliah Bahasa Inggris. Seperti melalui lagu, bahkan temenku tugas akhirnya tentang analisa fonetik di lagunya Kelly Clarkson. Kalau saya lebih senang belajar melalui film dan sastra. Termasuk bedah karya Shakespeare

    BalasHapus
  14. wah keren ya mbak ternyata bisa juga diterapin buat belajar bahasa inggris, anak-anak pasti lebih bisa nerima dg cepat ya.. jadi pengen ikutan juga buat gendhis :)

    BalasHapus
  15. saya pernah ikut grup Montessori di facebook, belum gabung lagi dengan akun baru

    inspiring banget!

    Jadi pingin gabung lagi ah

    BalasHapus
  16. Informasi bagus sekali untuk mengenalkan bahasa Inggris pada ponakan saya yang masih balita..

    BalasHapus
  17. Keren ya grip Montessori ini jadi pengen gabung grupnya biar lancar bhasa Inggris

    BalasHapus
  18. Belajar Bahasa Inggris jaman sekarang ini memang penting banget, apalagi buat anak2 kecil, sedini mungkin diajarkan akan lebih baik. Seperti ala Montessori ini yang lagi happening, suka sama aktivitas bermain yang menyenangkan pada anak2 ini, akan lebih mudah diterima yaa.

    BalasHapus
  19. kereennn mbak iva nih, sanagat concern di bidang ini ya. aku suka membaca ulasan parenting mbak iva ini lengkap. aku juga sempat ikut webinar miss zahra yg persiapan membaca dan menulis. ississnya main2 aku suka hehehe.. jadi sangat bissa praktikable y mbak.

    untuk bahasa asing ini aku masih khwatir mengalami kebingunan mbk. tapi membaca ulasan ini jadi ngerti. trnyata ndak yaasal tahapan yng dilalui tepat. iyup fonem adalah sadar untuk mulai membaca hehhe itu kata bu rosie

    BalasHapus
  20. Keren nih aku tertarik mengadopsi metodenya... Krn aku seneng ngajar bahasa Inggris ke anak2 tetangga hehe...

    BalasHapus
  21. Alhamdulillah sekarang ada banyak metode pembelajaran bahasa Inggris sepeti Montessori ini ya, anak-anak semakin mudah belajar Bahasa Inggris. Zaman Saya dulu belum ada, banyakan belajar dari TV dan lagu2

    BalasHapus
  22. Menarik sekali nih metode yang disampaikan. Berharap banget metode seperti ini juga bisa untuk anak belajar bahasa daerah. Karena kalau anak tidak diperkenalkan sejak dini bahasa daerah lama-kelamaan bahasa daerah yang punah tahunya cuma bahasa Indonesia dan bahasa Inggris doang.

    BalasHapus
  23. Metode Montessori ini apik ya buat diterapkan ke anak-anak, apalagi pas yang belajar bahasa Inggris biar lebih fasih lagi

    BalasHapus
  24. Detil banget penjelasannya mbak. Jd tertarik buat menerapkan metode ini ke ponakan. Org dewasa jg pasti seneng klo cara belajarnya kek gni.

    BalasHapus
  25. Bisa nih nanti buat ngajarin si Kecil metode montessori ini. Kalau dulu aku ngajarin anak bahasa inggris paling dari video saja mba.

    BalasHapus
  26. AKu pernah dengar metode ini. Tapi gak tau detailnya seperti ini. Dulu ngajarin anak bahasa inggris cuma pakai metode kartu aja

    BalasHapus
  27. Sebetulnya metode montessori ini bisa diterapkan untuk belajar berbagai bahasa selain Inggris ya, Teh. Saya suka belajar lewat lagu dan film :)

    BalasHapus

Posting Komentar