header the thought journal

Couple Time Setelah Menikah itu Penting!

Konten [Tampil]

Adakah yang masih ingat kapan terakhir kali couple time setelah menikah? Kalau lupa atau bahkan belum pernah sama sekali, perlu segera diagendakan ya Shalihah. Karena meski sudah menikah bumbu-bumbu romantis itu tetap perlu ada dalam berumah tangga.

Romantis tiap pasangan ini pastinya berbeda-beda yaa, ga melulu soal candlelight dinner di pinggir pantai sambil diiringi musik akustik. Tapi sesuaikan saja dengan kondisi dan juga karakter pasangan. Kenali terlebih dahulu love language atau bahasa cinta pasangan masing-masing. Ada yang bahasa cintanya melalui sentuhan, ada juga yang berupa pelayanan, dan ada juga yang melalui pujian.

Kira-kira sudah tau belum love language pasangan masing-masing? Jangan hanya menerka-nerka ya, tapi wajib dipastikan kepada pasangan. Untuk tahu hal itu, bisa loh dibicarakan dari hati ke hati saat couple time ini.
couple time itu penting

COUPLE TIME = PACARAN?

Hmm…mungkin bisa dibilang begitu, jika yang dimaksud pacaran adalah waktu berduaan. Couple time dari segi bahasa artinya waktu berpasangan. Tapi couple time yang akan kita bahas disini adalah waktu yang berkualitas bersama pasangan. Tentunya bersama pasangan halal yaa. Seperti kita ketahui bersama, bahwa pacaran setelah menikah itu adalah waktu yang paling tepat. Jadi, jangan dibalik ya shalihah…

Jika shalihah belum mendapat titipan anak dari Yang Maha Kuasa (semoga Allah segerakan yaa). Mungkin couple time setelah menikah bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun tanpa kepikiran soal anak. Namun couple time akan menjadi lebih sulit ketika sang buah hati telah hadir melengkapi keluarga kita.

Padahal meski sudah punya momongan, sebagai pasutri (pasangan suami istri) juga perlu dan butuh couple time demi keharmonisan rumah tangga. Saat couple time kita bisa saling bertukar pikiran dan deep talk apa yang menjadi ganjalan di hati . Biasanya di lima tahun pertama usia pernikahan, sebagai suami istri masih butuh banyak penyesuaian dan keterkejutan akan sikap dan watak pasangan.

Namun di sisi lain, bagi pasangan yang telah menikah berpuluh-puluh tahun lamanya justru seringkali terlena merasa tak perlu lagi couple time. Mungkin karena merasa sudah mengenal luar dalam pasangan, sehingga merasa tak perlu lagi couple time. Bisa juga karena memikirkan gimana anak-anak jika ditinggal pacaran keluar rumah..

Padahal couple time itu sangat penting lho! Baik untuk pasutri baru atau pasutri yang telah menjalani pernikahan cukup lama pun tetap butuh couple time secara rutin.

KAPAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK COUPLE TIME SETELAH MENIKAH?

Menjawab pertanyaan di atas alangkah baiknya jika sejak menikah kita sudah agendakan untuk couple time secara rutin. Jangan menunggu ada masalah terlebih dahulu ya untuk melakukan couple time. Justru couple time perlu dilakukan secara rutin untuk menghindari terjadinya masalah yang berlarut-larut yang bisa meledak jika terus dibiarkan.

Sepakati bersama pasangan kapan waktu yang tepat untuk couple time. Aturlah jadwal mau setiap pekan sekali, dua kali dalam sepekan, atau bahkan sebulan sekali. Bisa juga flexible dengan mengkombinasikan couple time di rumah sepekan sekali dan couple time di luar rumah sebulan sekali.
couple time setelah menikah
Usahakan cari waktu maupun tempat yang benar-benar minim distraksi. Pilih waktu dan tempat yang tenang, tanpa ada gangguan televisi maupun gadget masing-masing. Termasuk anak, jika memungkinkan anak bisa dititipkan terlebih dahulu ke orang tua sesekali waktu untuk couple time ke luar rumah. Namun jika tidak memnungkinkan seperti saya yang merantau ini, couple time ke luar rumah hanya bisa dilakukan saat mudik ke kampung halaman saja. Alhasil couple time seringkali hanya di rumah saja saat anak sudah terlelap tidur.

Iya, di rumah… couple time tuh ga melulu soal pergi liburan atau jalan-jalan berdua ngabisin waktu bersama. Cukup duduk manis berdua sambil ngeteh dan ngemil cantik pun bisa. Perlu diingat ya, couple time tidak hanya soal kuantitas waktu yang dihabiskan bersama. Tetapi juga bagaimana kualitas menghabiskan waktu bersama itu sendiri.

Lalu pertanyaan yang muncul berikutnya, apa yang perlu dilakukan agar couple time bisa berkualitas? Yuks, simak sampai akhir yaa…

KOMUNIKASI SAAT COUPLE TIME AGAR BERKUALITAS

Setelah mendapat jadwal yang tepat untuk couple time, sekarang saatnya lancarkan komunikasi dengan pasangan di saat couple time tiba. Jika couple time dilakukan di rumah, shalihah bisa lho siapkan minuman atau cemilan kesukaan suami. Di lain waktu, bisa juga suami yang membelikan cemilan kesukaan istri atau memberi surprise kado kecil-kecilan untuk pasangan.

Setelah itu, baru deh sebagai pasangan saling terbuka dan bicara dari ke hati. Apa saja nih yang bisa dibicarakan agar couple time menjadi lebih berkualitas?
agar couple time berkualitas

1. Saling menunjukan rasa cinta

Ungkapkan rasa cinta kepada pasangan dengan cara yang tepat sesuai bahasa cintanya. 
Hmmm..harus diungkapkan ya? Toh pasangan juga dah tau kok kalau kita cinta, buktinya mau diajak nikah…
Wajarnya memang sudah saling tau bahwa saling cinta, tapi mengungkapkan secara langsung baik melalui ucapan maupun perbuatan mampu memupuk rasa cinta itu sendiri. Sehingga cinta itu semakin tumbuh dan terjaga.

2. Saling berterima kasih dan memuji satu sama lain

Hayo, sudah berapa kali shalihah memuji pasangan dalam sehari? Mengucapkan terima kasih mungkin bisa saja dilakukan setiap hari saat pasangan memberikan bantuannya. Tapi saat couple time inilah shalihah bisa memberikan ucapan khusus atas apa-apa yang telah diberikan dan diusahakan oleh pasangan kita. 

Dengan demikian, pasangan akan lebih merasa dihargai dan merasa semangat untuk melakukan usaha yang lebih lagi. Hal ini juga membuat kita lebih bersyukur dan fokus akan kelebihan pasangan daripada memikirkan kesalahan atau pun kekurangannya yang justru membuat kita menjadi kufur nikmat.

3. Menceritakan segala ganjalan atau uneg-uneg dalam hati

Setiap hari kita pasti mengalami berbagai hal yang mungkin bisa di luar dugaan. Terkadang membuat hati kita berkecambuk menguji kesabaran atau bahkan memantik emosi. Terlebih saat mengajari anak suatu hal yang baru. Nah, sampaikan lah segala keluh kesah kita saat couple time. Tak hanya bisa melegakan hati, tapi kita pun bisa mendapat tawaran bantuan atas situasi yang dialami.

4. Saling meminta koreksi dari pasangan

Daripada sibuk mengoreksi pasangan, lebih baik kita muhasabah diri dan meminta koreksi dari pasangan. Setelah menikah, bisa dibilang pasangan yang paling mengetahui karakter dan keseharian kita. Maka pasanganlah pengoreksi terbaik yang bisa membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 

Sampaikan juga mengenai hak dan kewajiban pasangan apakah sudah terpenuhi dengan baik dan sesuai syariat. Lakukan dari dua sisi ya, istri mengoreksi suami dan suami mengoreksi istri. Jangan lupa, sampaikan koreksi atau saran dengan kata-kata yang lembut dan tidak menghakimi.

5. Menyusun kurikulum keluarga

Masih ada yang asing dengan istrilah kurikulum keluarga? Semoga tidak ya. Karena kurikulum keluarga sama pentingnya dengan kurikulum dalam suatu instansi atau pun lembaga pendidikan. Susunlah visi misi keluarga dan juga perkembangan diri sebagai orang tua maupun tumbuh kembang anak. Tak ketinggalan, mengenai pendidikan anak yang dimulai dari rumah. Bagaimana peran suami dalam mendidik anak dan juga peran ibu dalam membersamai anak.

Jika semua sudah dibicarakan dan masing-masing bisa memahami satu sama lain. Komitmen lah dengan apa yang sudah diputuskan saat couple time tersebut. Lakukan evaluasi di couple time selanjutnya. Bahkan saya mempunyai buku khusus untuk menuliskan beberapa hal penting yang dibicarakan saat couple time. Dengan maksud untuk memudahkan saat evaluasi di couple time berikutnya.

Yuks, segera agendakan couple time secara rutin. Karena couple time setelah menikah itu sangat penting demi keharmonisan dan kelanggengan suatu rumah tangga. Semoga kita semua diberikan kemudahan dan keistiqomahan untuk menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah..aamiin

Iva C Wicha
Parenting Enthusiast, Happy to share #FunLearning idea for Kids on my Instagram, Email: ivacwicha@gmail.com

Related Posts

7 komentar

  1. Kapan ya terakhir aku couple time tapi keluar rumah, kayaknya dah luama banget hahaha. Tapi untuk couple time di rumah sih sebisa mungkin dilakukan. Mau nggak mau itu bikin hubungan kita nggak gitu-gitu aja kan ya? Kadang masih suka lupa love language pasangan tuh apa hahaha karena beda sama diriku soalnya. thanks remindernya lewat artikel ini mba :)

    BalasHapus
  2. Nah... Ini seneng Bunda bacanya. Salah satu kiat mengawetkan rumah tangga adalah waktu kebersaman dengan pasangan. Hanya kamu dan aku... Uhuyyyy 🥰

    BalasHapus
  3. Duh couple time bikin suasana romantis. Bikin candle light dinner pas anak-anak dah tidur masuk couple time ga mb. Atau sekedar ngeteh bareng sambil menikmati biskuit, saling menyuapi. Ups

    BalasHapus
  4. Hmm nganuuubsejak beranak 3 alhamdulillah kita sebook banget ngurus anak. Tapi tetep aja ada waktunya buat Ctime haha

    BalasHapus
  5. Couple time ... bener banget. Tanpa harus keluar rumahpun kita bisa couple time kok... memelihara cinta dan kasih sayang

    BalasHapus
  6. Selagi single gini, aku harus banyak-banyak belajar ttg pernikahan nih..

    BalasHapus
  7. Udah diniatin pas CP mau ngomong apa aja, tapi pas waktunya lupa n ngomong yg gak direncanain mba

    BalasHapus

Posting Komentar