The Tought Journal

My Blog Journey as a Fulltime Mom

8 komentar

Menemukan Big Why Blogging untuk Bisa Konsisten Ngeblog dan Cara Mengatur Waktu Ngeblog sebagai seorang Fulltime Mom di Rumah


AWAL MULA NGEBLOG

Menulis di blog adalah keinginan saat masih gadis dahulu kala. Sayangnya, kesibukan kerja sambil kuliah waktu itu benar-benar menyita waktu dan tenaga, hingga belum mampu berkutat mencari tau tentang dunia blogging. Keinginan hanyalah angan-angan jika tanpa dibarengi usaha dan pengorbanan bukan?

Hingga akhirnya setelah menikah dan ditugaskan menjadi seorang Ibu Rumah Tangga, Alhamdulillah keinginan lama itu pun terwujud. Syukurnya dengan niat dan harapan yang lebih berbobot daripada keinginan jaman belia yang ingin ngeblog hanya sekadar untuk tempat curahan hati.

Akhir tahun 2019 adalah saat pertama blog ini dibuat, dengan niat sebagai media dakwah dengan menuliskan hal-hal yang bermanfaat. Perlu saya sepahamkan terlebih dahulu ya, bahwa dakwah itu bukan berarti ceramah layaknya seorang ustadz atau ustadzah. Dakwah itu dimana kita mengingatkan untuk amar ma’ruf nahi munkar, yaitu mengajak pada kebaikan dan menjauhi larangan-Nya.

Awalnya tulisan dalam blog ini berisi ringkasan kajian yang saya ikuti, baik online maupun offline. Merasa takut menuliskan hasil pemikiran sendiri karena masih dangkalnya ilmu keagamaan yang saya miliki. Ilmu menulis pun hanya sebatas hasil pembelajaran di bangku sekolah dan materi kepenulisan skripsi. Tapi semangat begitu membara saat itu, otodidak belajar dengan bantuan “si mbah google dan juga youtube” dibarengi juga dengan bergabung dalam beberapa komunitas blogger. Jadi banyak ilmu yang bisa didapat.

Hingga akhirnya, muncul kepercayaan diri hingga berani menuliskan tentang pengalaman pribadi dalam mendidik anak yang saat itu masih berusia dua tahun. Dua tahun pula saya banyak mempelajari dunia parenting dari berbagai sumber. Mulai dari buku, seminar, kulwap dan juga turut aktif dalam beberapa komunitas parenting.

Jujur saya memang concern sekali dalam mendidik anak, segala upaya dan komitmen saya dedikasikan ke anak saya. Yaa namanya juga fulltime Mom, jadi merasa inilah tanggung jawab terbesar saya saat ditugaskan di rumah oleh Pak Suam. Daripada apa-apa yang sudah saya pelajari terlupa begitu saja, jadilah saya tuliskan dalam blog (yang awalnya dan semoga bisa konsisten) dengan niche parenting ini.  Harapannya tidak hanya untuk catatan pribadi saja, tetapi juga bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi orang tua yang lain.


Lalu kenapa di blog?

Kepolosan saya saat itu, merasa blog adalah tempat yang pas karena keterbatasan sebagai fulltime Mom di rumah. Dimana hampir 24 jam setiap hari selalu di rumah sehingga jarang berinteraksi langsung dengan orang lain selain hanya komunikasi online. Lagipula menulis lebih nyaman untuk saya daripada harus berbicara langsung :D

Dengan menulis di blog, tulisan lebih mudah dibagikan dan tertata rapi tanpa terbatas jumlah kata atau bahkan karakter seperti di media sosial lainnya. Lambat laun pun mulai memahami bahwa blogging mempunyai banyak kelebihan dibandingkan media penulisan lainnya.

 

KELEBIHAN MENULIS DI BLOG

  • Mudah pembuatannya
  • Relatif terjangkau perawatannya, bahkan untuk blogspot dan wordpress masih tersedia yang gratis
  • Longlasting
  • Penyimpanan yang mudah dan lebih rapi
  • Mudah dibagikan ke orang lain
  • Bisa menggunakan gaya bahasa sendiri
  • Bisa diedit dan diperbaharui kapan pun
  • Bisa langsung publish tanpa proses panjang seperti penerbitan sebuah buku

 

Setelah menulis beberapa tulisan di blog, jadi merasa lebih mudah sharing saat ada permasalahan yang dialami Moms lain dalam grup komunitas parenting yang saya ikuti. Tinggal share link tulisan dan banyak orang yang bisa membacanya dengan detail dan lengkap.

Ngeblog jadi suatu kebutuhan saat itu, dimana perasaan menjadi senang dan ada kepuasan tersendiri saat tulisan dalam blog ini bisa bermanfaat. Menulis bagaikan healing buat diri pribadi saat penat melanda karena kesibukan pekerjaan domestik yang itu-itu saja.


KEHILANGAN ARAH DALAM BLOGGING

Namun, baru satu tahun berjalan mulai terseok-seok lagi tentang penulisan. Banjir informasi akibat terlalu banyak mengikuti online workshop dan juga course membuat otak ini overload. Yups, segala hal yang berlebihan memanglah tidak baik. Terlalu banyak yang dipelajari dalam waktu bersamaan tanpa persiapan yang matang justru membuat otak ini jadi blank. Parahnya, bahkan membuat semangat menulis pun memudar.

Walau pun di sisi lain, menjadi pembuka jalan peluang untuk mendapatkan “harga” dalam satu tulisan. Namun anehnya, hal itu tak mampu memantik semangat menulis seperti sedia kala. Rasanya begitu hampa dan tidak ada gelora lagi untuk mengisi blog ini selain ada tawaran pekerjaan. Jelas diri ini yang salah, begitu mudah terdistraksi dengan hal lain hingga terlupa dengan niat awal blog ini dibuat.

Bersyukur sekali rasanya saat bisa bergabung di kelas Blogspedia batch ke-2 ini. Bisa belajar ilmu dasar tentang blog mulai dari nol dengan Coach Marita yang mempunyai visi misi ngeblog seperti yang saya inginkan. Baru kali ini saya ikut kelas blogging yang mengajarkan adab-adab blogging terlebih dahulu sebelum membahas ilmu-ilmu lainnya. Dan di tugas pertama ini, mendapat tugas untuk mencari BIG WHY BLOGGING.


THE BIG WHY BLOGGING?

Big-why-blogging

Walau sudah ngeblog selama satu tahun lebih, ternyata masih kebingungan juga mencari alasan terkuat dan terbesar kenapa harus ngeblog. Itu lah sebabnya belum bisa konsisten untuk bisa terus update ngeblog dan terkadang hilang semangat di tengah perjalanan. Bernostalgia akan pembuatan blog ini ternyata bisa memandu kita untuk menemukan alasan terkuat untuk bloging. Dengan alasan inilah kita akan terus bersemangat dan konsisten untuk ngeblog.

  • Ngeblog sebagai media untuk self healing

Saat pertama membuat blog ini, sempat bingung mencari judul yang pas dan yang “gue banget”. Karena merasa dengan menulis bisa menjadi pengobat kegelisahan dalam hati dan pikiran. Jadilah judul blog ini “Writing is Healing” sejak pertama blog ini dibuat. Tapi setelah dipikir-pikir, kalau ngeblog hanya untuk self healing, apakah akan tetap semangat ngeblog di saat hati dan suasana happy? Padahal harapan kita bisa always happy kan?

  • Ngeblog untuk aktualisasi diri

Jujur, terlaksananya blog ini karena juga butuh tempat aktualisasi diri. Bayangkan, setelah biasa “berkarya” di dunia kerja selama 11 tahun lamanya dan tiba-tiba harus menjadi Ibu Rumah Tangga yang berkutat di dapur dan setrikaan yang menumpuk selama hampir 2 tahun lamanya. Jiwa ini sungguh bergejolak. Jadi butuh tempat untuk berkarya yang hasilnya bisa terlihat nyata.

Lagi-lagi ada tapinya, saat ngeblog hanya butuh pengakuan orang lain berat sekali rasanya. Apalagi untuk muncul di pages one halaman pencarian google, ada teknik SEO yang harus dikuasai.

  • Ngeblog untuk mencari peluang pendapatan

Hmmm….dengan penuh kesadaran saya bilang BIG NOOOOO…ini bukanlah BIG WHY BLOGGING ku sama sekali. Walau tidak bisa kita pungkiri, siapa sih yang tidak senang saat tulisan kita bisa menghasilkan? Hehhhehe


Bismillah ya, melalui tulisan ini ingin renew niat ngeblog seperti saat pertama blog ini dibuat.

And this is it, My Big Why Blogging is…

Ingin terus menjadi pribadi pembelajar yang bisa bermanfaat melalui apa yang saya tuliskan. Ngeblog bisa menjadi ladang untuk mengumpulkan bekal saat di akhirat nanti. Yang otomatis menjadi rem diri untuk pilah pilih dalam menulis dalam blog ini. Menjadi pengingat untuk terus menuliskan hal yang bermanfaat. 

Dengan ngeblog, apa yang kita tulis bisa dibaca kapan pun dan dimana pun (selama domain diperpanjang terus yaa). Saya sudah menulis 2 buku antologi dan merasa kurang cocok, karena dibutuhkan pembayaran secara langsung untuk bisa membaca apa yang ditulis dalam buku itu.

 

OK, setelah menemukan BIG WHY BLOGGING, tentunya harus dibarengi konsistensi yang didukung dengan manajemen waktu yang baik. Jika alasan kita sudah kuat dan besar, maka akan lebih mudah dan semangat untuk mengalokasikan waktu khusus untuk menulis dalam blog.

Lalu, bagaimana mengatur waktu untuk ngeblog di sela-sela tugas domestik plus mengurus anak?

 

MANAJEMEN WAKTU SEBAGAI FULLTIME MOM YANG INGIN AKTIF BLOGGING

Mom Blogger begitu kebanyakan orang menyebutnya. Tapi tidak sebutan untuk saya  saat ini, karena blog ini masih termasuk bayi >.< Dan di luar sana tentunya sudah banyak tips yang beredar mengenai manajemen waktu dari para ahli di bidangnya. Jadi aku sekadar sharing aja (sekaligus untuk ikrar diri) bagaimana seharusnya manajemen waktu ala Fulltime Mom yang ingin tetap menghasilkan sesuatu yang bermanfaat melalui tulisan di blog.

1. ALOKASIKAN WAKTU JANGAN MENUNGGU WAKTU LUANG

Jangan menunggu adanya waktu luang untuk ngeblog. Jika tidak dialokasikan di awal maka waktu akan terpakai dengan hal lain yang kurang berarti atau malah mager sendiri. Temukan golden time yang paling nyaman untuk ngeblog. Menulis membutuhkan waktu khusus untuk bisa fokus dan minim distraksi. Biasanya saya memilih waktu di malam hari setelah anak tidur. Kalaupun ketiduran, kita akan terbangun lebih awal dan sebelum Subuh adalah waktu yang nyaman untuk bisa menulis dengan lancar.

2. BUAT JADWAL HARIAN

Setelah kita alokasikan waktu yang membutuhkan pengorbanan dimana jam tidur kita menjadi berkurang. Maka baiknya segala kegiatan kita mulai pagi hingga menjelang tidur di atur dengan baik. Usahakan untuk tetap seimbang, dimana kita bisa “berkarya” setelah tugas negara terselesaikan dengan baik. Tidak perlu terlalu rinci jadwal per jam tercatat dalam agenda kita, cukup atur rentang waktu dimana tugas apa saja yang harus tertunaikan dengan baik. Penuhi kewajiban ibadah kita di awal waktu, insya Allah kegiatan atau tugas-tugas setelahnya akan lebih lancar.

3. BUAT CONTENT PLAN

Ini hasil belajar dari para senior blogger atau content writer yang semoga bisa segera saya praktekan secara konsisten kedepannya seperti halnya membuat kurikulum pembelajaran anak di rumah. Membuat rancangan tema atau pembahasan yang akan kita gunakan untuk mengisi blog atau media sosial yang kita miliki. Tuliskan ide atau bahan, lalu buat jadwal secara harian, pekanan, atau bulanan yang akan memudahkan kita dalam memasuki periode baru dalam jadwal ngeblog kita. Dengan content plan kita akan lebih menghemat waktu saat menulis tanpa kebingungan mencari ide terlebih dahulu.

4. HINDARI PENGGUNAAN SOCIAL MEDIA YANG BERLEBIHAN

Terjun dalam dunia blogging membuat kita harus aktif juga di social media sebagai penunjang personal branding kita. Di sisi lain, berselancar di media sosial bisa menjadi selingan untuk refresh dan mencari ide (entah alibi atau tidak untuk saya pribadi). Sayangnya, terkadang membuat kita kebablasan dan terlena karena terlalu asyik dimanjakan secara visual yang tanpa kita sadari telah menghabiskan banyak waktu.

5. MINDFULLNESS DAN HINDARI MULTITASKING

Sebagai fulltime Mom dengan tugas domestik dan mengurus anak bersamaan, otomatis membuat kita terbiasa multitasking. Mencuci piring sambil bernyanyi dan mengawasi anak bermain, masak sambil menunggu mesin cuci yang berputar dan berlanjut jemur pakaian, makan sambil menyuapi si Kecil, ikut webinar sambil menyetrika pakaian, dan masih banyak kegiatan multitasking lainnya. Di satu sisi sangat menghemat waktu dan lebih cepat selesai, tapi ternyata terlalu sering multitasking membuat kita kehilangan fokus dan berpengaruh kurang baik bagi otak kita. Jadi lakukan dengan mindfulness setiap kegiatan kita sehari-hari, agar kita lebih mudah berkonsentrasi dan tidak lelah berlebihan.

 

Hmmm…sepertinya sudah terlalu panjang ya tulisan tentang perjalanan blog ini dibuat. Doakan yaa, semoga My Big Why Blogging ini bisa selalu teringat, agar blog ini bisa lebih bermanfaat semakin luas. Sering renew niat apa alasan dan tujuan kita menulis di blog. Terus pegang idealisme kita dan jangan mudah terbawa arus. Dengan begitu kita akan terus bersemangat dalam ngeblog dan terus berkesinambungan. Aamiin

Semangat ngeblog yuks Moms..!!!

 

Iva C Wicha
Parenting Enthusiast, Happy to share #FunLearning idea for Kids on my Instagram @ivacwicha Email: ivacwicha@gmail.com

Related Posts

8 komentar

  1. Yeaytoss! Keknya kita samaan. Nulis untuk curhat juga ya kakak

    BalasHapus
  2. Aamiin. Semoga terus diingaat dan senantiasa ada dalam langkah.

    Semangat juga, Mom ^^ Insya Allah, Allah mudahkan.

    BalasHapus
  3. penting sekali ya bagi fulltime mother untuk menentukan BIG WHY NGEBLOG, saya pun merasakan hal yang sama selama satu tahun. kalo big why gak gak dipegang, kita bakal terus terdistrasi dari tujuan awal. gak mudah menjadi blogger sekaligus fulltime mother, i feel it. so, aku setuju, luruskan niat ngeblog sebagai media sharing yang bermanfaat untuk sesama, diri sendiri dan ladang amal

    BalasHapus
  4. Aku juga merasa bersyukur bgt bisa join blogspedia coaching mba ;) rasanya punya temen baru yang sama-sama belajar sedari basic itu seru ya. Bisa reminder the big why ngeblog juga. Semoga kita bisa konsisten sampai ending ya mba

    BalasHapus
  5. MasyaAllah semoga dimudahkan ya mba perjalanan ngeblognya dan mendapat apa yang dicita2kan, aamiin

    BalasHapus
  6. Hahaha social media memang nyebelin ya mbak, suka bikin lupa waktu. Keren lo ini big why nya.. semoga istiqomah, mbak.

    BalasHapus
  7. Hi mom Iva, fulltime mom panutanque.. Yuk teteup semangat menulis meski kadang suka heboh sendiri dengan urusan domestik. Tapi hebat lho content plan buat Azka itu, aku sering nyontek jg, super kreatif.

    BalasHapus
  8. Aku juga pernah di tahap malas nulis di blog mba. Terbengkalai lah beberapa bulan kosong tanpa tulisan. Emang harus mencoba mengingat kembali alasan ngebloh tuh buat apa biar timbul semangat nulis lagi.

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email