header the thought journal

Tahapan Menulis Anak Usia Dini dengan Bermain Menyenangkan

14 komentar
Konten [Tampil]

Membahas tentang tahapan menulis anak usia dini, apa sih yang pertama kali terlintas di pikiran Moms?
Pertanyaan yang sering muncul adalah "kapan sih waktu yang tepat untuk mengajarkan anak menulis?"
Emmm...biasanya sih kalau sudah mendekati waktu sekolah anak. Bener atau ga nih? Semoga pemikiran seperti itu sudah dibuang jauh-jauh ya, karena mengajari anak menulis bisa distimulasi sejak usia anak 1 tahun lho…

Tentunya ga langsung ujug-ujug disuruh menulis huruf dan angka. Tapi dimulai dengan stimulasi-stimulasi yang menyenangkan untuk melatih motorik anak. Sejak anak beranjak usia satu tahu pun, kita sudah bisa menstimulasi kekuatan motorik halus anak. Sudah tahu kan, motorik halus merupakan perkembangan gerak yang meliputi otot kecil dengan koordinasi mata dan tangan. Hal ini menjadi modal penting untuk anak belajar menulis nanti.

Dengan melatih motorik halus sejak dini, akan memperkuat kekuatan tangan anak saat menggenggam pensil dan juga membuat anak tidak mudah letih saat menulis nanti. Kegiatan pra menulis ini bisa dilakukan dengan berbagai permainan yang seru dan menyenangkan buat si Kecil. Jadi tidak perlu merasa khawatir membebani anak ya. Justru anak akan merasa fun dan happy dengan permainan yang kita berikan.

tahapan menulis anak usia dini

PENTINGNYA TAHAPAN PRA MENULIS SEBELUM ANAK BELAJAR MENULIS

Masih teringat betul, dulu ketika sekolah seringkali tertinggal menulis karena kelelahan saat didikte Guru di kelas. Mungkin karena saat belajar menulis dulu masih pakai cara konvensional. Pertama kali belajar menulis dengan cara tangan kita dipegang dan dituntun untuk menghubungkan titik-titik yang telah disiapkan sebelumnya.

Adakah yang sama? Ternyata cara tersebut memanglah kurang efektif. Apalagi jika sebelumnya tidak diberikan stimulasi yang tepat.

Maklum ya, di era 90an informasi tentang gaya parenting belum mudah didapatkan karena minimnya teknologi. Jadi, kebanyakan para orang tua baby boomer masih menggunakan teknik turun temurun saat mengajari anak mereka membaca maupun menulis. Untungnya sih, dari pihak sekolah di jaman dulu masih memfasilitasi anak didiknya belajar calistung dari awal yaa.

Nah kita sebagai milenials parents nih patutnya merasa sangat bersyukur ya. Dimana informasi parenting bisa didapat dengan sangat mudah. Jadi kita bisa tau berbagai gaya parenting yang bisa kita sesuaikan dengan karakter atau pun rutinitas harian kita dalam mengasuh anak.

Kalau aku pribadi sih suka mengikuti satu gaya parenting dari Italia yang sudah cukup terkenal. Apa itu? Pasti sudah tidak asing lagi ya dengan Montessori. Fyi, aku bukan 100% Montessorian yaa. Tapi ini salah satu metode yang paling banyak aku terapkan dalam mendidik anak. Metode ini bisa dibilang sejalan dengan ajaran Islam, yang fokus pada kebutuhan anak.

Beberapa prinsip penting dalam Metode Montessori yang paling ku suka adalah follow the child and freedom within limits. Dimana orang tua harus mengikuti kebutuhan dan minat anak, serta memberi kebebasan anak untuk bereksplorasi tapi dengan batasan yang jelas.

AKTIVITAS UNTUK TAHAPAN MENULIS ANAK USIA DINI


Dalam metode Montessori, teknik dalam mengajarkan anak menulis perlu melewati tahapan prewriting terlebih dahulu. Ada dua kegiatan utama yang dilakukan dalam Montessori sebagai suatu tahapan pra menulis. Apa saja kegiatan yang bisa diberikan ke anak untuk menstimulasi motorik halusnya?

1. Aktivitas kegiatan sehari-hari (Pratical Life Activity)

Aktifitas harian yang mungkin terlihat sepele dan remeh temeh, ternyata mampu memberikan stimulasi yang luar biasa bagi perkembangan motorik anak lho. Salah satu contohnya adalah saat anak makan. Dimana ini menjadi aktifitas yang wajib dilakukan si Kecil setiap harinya bukan?

Jika kita berikan kesempatan anak untuk makan secara mandiri, maka anak akan mempunyai kesempatan untuk mengkoordinasikan gerak tangan dan matanya. Anak akan perlahan mengarahkan sendok ke mulut kecilnya. Meski berantakan dan banyak yang terbuang, ini bisa menjadi modal besar untuk si Kecil melatih kekuatan tangan dan jarinya.

Selain itu, kegiatan ini juga bisa melatih kemandiriaan anak. Ingat ya Moms, masa-masa ini ga akan berlangsung lama. Jadi, Moms jangan mudah terpancing emosi saat melihat makanan anak berserakan dan banyak yang terbuang. Seiring waktu anak akan semakin lancar makan sendiri dan minim tumpah jika kita latih secara konsisten.

Contoh kegiatan lainnya, saat Moms sedang memasak. Biarkan anak menemani dan eksplorasi bahan-bahan masakan di dapur. Tentu dengan pengawasan ya Moms.. Biarkan anak mengambil dan memindah satu per satu apa yang kita siapkan untuknya. Selain melatih kekuatan lengan si kecil, kita juga bisa menambah kosakata anak dengan mengenalkan nama-nama dari apa yang sedang dipindahkan si Kecil.

2. Aktivitas sensori (Sensorial Activity)

Sensory play merupakan salah satu kegiatan bermain si Kecil yang sudah cukup terkenal. Aktivitas sensori merupakan kegiatan yang melibatkan panca indra. Seperti kita tahu, lima panca indra terdiri dari indra peraba, penglihatan pendengaran, penciuman, dan perasa. Kegiatan sensori ini bisa kita berikan melalui berbagai macam permainan yang menyenangkan. 

Contohnya, mengenalkan berbagai tekstur dengan bermain beras, tepung, atau playdough. Memindahkan biji-bijian dengan jari telunjuk dan ibu jari, menggunakan jepitan, dan lain sebagainya.
Gimana, simple dan ga butuh modal banyak kan Moms? Tapi kita sudah bisa menstimulasi kemampuan pra menulis anak sejak dini dengan fun dan menyenangkan.

Selain dua aktivitas di atas, masih banyak kok kegiatan bermain lainnya yang juga bisa menstimulasi anak untuk bekal menulisnya kelak. Apalagi saat usia anak bertambah, maka kita bisa tingkatkan level permainan yang kita berikan. Misal, yang awalnya memindah air atau biji dengan gelas, kita ganti medianya dengan menggunakan botol dengan lubang yang lebih kecil.

Dengan demikian, anak akan semakin tertantang dan butuh konsentrasi lebih dalam bermain. Sehingga secara tidak langsung, kita telah meningkatkan fokus si Kecil seiring bertambahnya usia anak. Perlu diingat ya, fokus anak usia dini hanya hitungan menit saja. Jadi, saat anak bisa fokus selama 5 menit itu sudah pencapaian yang luar biasa ya Moms.

Tentunya perlu dilatih secara konsisten dan bertahap. Perlu waktu yang tidak singkat dan juga pengulangan yang terus menerus. Lakukan dengan senang dan jangan berekspektasi terlalu tinggi agar kita pun bisa tetap waras saat mendampingi anak bermain.

IDE BERMAIN UNTUK LATIHAN MENULIS ANAK USIA DINI


Untuk latihan menulis, anak perlu dilatih dalam mengembangkan kontrol dan gerakan tangannya. Kita bisa memberikan pengalaman gerakan yang berlawanan arah jarum jam dan juga sebaliknya. Hal ini berkaitan dengan berbagai bentuk huruf dan angka yang kelak akan ditulis anak.

Nah, aku akan share beberapa ide bermain yang pernah aku buat untuk melatih kemampuan anak tersebut.

1. Bermain dot stamp atau dot sticker

Dengan menggunakan dot stiker atau DIY (Do It Yourself) stamp sederhana dan anak diminta untuk membentuk pola yang sudah kita siapkan sebelumnya. Walau terlihat sederhana dan mudah bagi kita orang dewasa, permainan ini cukup menguras konsentrasi anak usia dini. Dengan permainan ini kita bisa mengajarkan ke anak untuk menempel stiker atau stamp secara berurutan sesuai bentuk yang diminta. Bisa berupa garis, gambar yang disukai anak, lalu berlanjut ke bentuk huruf atau angka.

2. Membedakan bentuk-bentuk geometri


3. Bermain writing bag

Kita persiapkan zipper bag atau plastik yang bisa kita isi dengan beras, biji-bijian, gel, lotion, atau bahan yang kita miliki di rumah yang mudah di aplikasikan dalam plastik. Setelajh itu, kita tutup rapat bagian atasnya dan kita taruh di atas meja. Kita bisa mengajak si Kecil untuk membentuk atau mengarahkan isi plastik dengan jari telunjuknya atau pun menggunakan sumpit.

4. Menggunting dan melipat

Untuk latihan awal, Moms bisa gunakan gunting khusus anak sehingga lebih aman untuk si Kecil. Siapkan kertas yang tebal agar mudah digenggam dan digunting anak. Setelah makin lancar, kita bisa memberikan bentuk dan ukuran yang lebih beragam seperti gambar dibawah ini yaa..

5. Bermain tepung dalam baki

Selain menggunakan tepung, Moms bisa juga menggunakan garam meja atau pun gula. Ajak anak untuk menoreh bentuk-bentuk yang dia suka dengan jari telunjuknya. 

Dari ke-5 permainan di atas sudah aku share lengkap di Instagram aku yaa. Moms bisa cek langsung untuk detail cara main dan ide bermain dengan tema lainnya.

Semoga sekelumit ide bermain di atas bisa menginspirasi Moms untuk terus semangat membersamai anak bermain di rumah ya. Dengan memberikan tahapan menulis anak usia dini yang tepat, bisa menajadi bekal khusus untuk perkembangan anak. Mungkin akan lebih ribet dan rempong di awal ya Moms, tapi insya Allah bisa memberikan efek lebih bagi anak saat menulis kelak. Karena seperti kita tahu, tidak ada usaha yang sia-sia dan bisa bernilai ibadah di sisi-Nya.
Iva C Wicha
Parenting Enthusiast, Happy to share #FunLearning idea for Kids on my Instagram, Email: ivacwicha@gmail.com

Related Posts

14 komentar

  1. Informasi yang sangat bagus, akan saya coba diterapkan di sekolah paud, terutama kepada siswa yang kesulitas untuk menulis ...

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat mbak informasinya, ada beberapa permainan yg belum kuterapkan ke anak nih. Tfs mbak

    BalasHapus
  3. Infonya mantap berikut contoh. Bunda share ke mama muda temen Bunda yaaa

    BalasHapus
  4. Banyak yang maunua instan ya mba proses anak baca tulis. Pdahal yanh paling efektif itu dengan proses. Misalnya menguatkan motorik halus, kasal dll. Artikelnya bermanfaat bgt buat yg masih bingung stimulas anak bisa nulis dengan baik mba ;) sukaaa

    BalasHapus
  5. Ajiib banget main kesini makin banyak nemu ide-ide brilian dalam mengasuh anak hingga mendidik layaknya 'guru professional' seneng deh kalau mampir kesini selalu dapet ide baru!

    BalasHapus
  6. Asyik bener ini, Mbak. Bermain sambil belajar. Anak bukan dituntut buat belajar melulu. Sangat bermanfaat, Mbak. Makasih yaa

    BalasHapus
  7. Tulisan seperti ini sangatlah informatif dan bisa diimplementasikan langsung karena ada contoh-contohnya.

    BalasHapus
  8. Mom Ivaaa, anakku lihat ini jadi pengen dibikinin jelly fish katanya..emang ya Azka duet banget sama emaknya bisa banget bikin mupeng. Inspiratif deh.

    BalasHapus
  9. Wah menarik mbak iva aku duka sebagian aku sudah praktik tapi aku baru memahami jika itu adalah aktivitas prewriting hihihj


    Aku coba nih yang lainnya

    BalasHapus
  10. jadi keingetan pas TK dulu suka banget tusuk-tusuk jarum besar mirip paku kaya kita mau nyoblos pemilu wkwkwk, ya tracing bentuk huruf gitu salah satunya, mungkin bagian dari prewriting itu ya. Terima kasih sharingnya mba Iva

    BalasHapus
  11. "Jangan berekspektasi terlalu tinggi agar kita pun bisa tetap waras"
    Aku suka bagian ini mba. Waktu ngajarin ponakan aku kadang suka berekspektasi tinggi, jadi rada gemes aja kalo gagal..

    BalasHapus
  12. Menarik sekali ide-ide nya. Kreatif deh... Makasih ya sudah berbagi...

    BalasHapus
  13. Variatif sekali ya Mbak media pembelajaran zaman sekarang. Memudahkan orangtua dan menyenangkan anak-anak. Yang tak kalah penting, orangtua harus siap mendampingi anak mengeksplorasi kemampuan dirinya.. Terima kasih sharingnya Mbak..

    BalasHapus

Posting Komentar