header the thought journal

5 Bahasa Cinta untuk Anak, Anak ku termasuk yang mana ya?

Konten [Tampil]

Bahasa cinta untuk anak itu bukan sekadar mengucapkan “I love you” atau “mama sayang kamu” saja lho Moms. Bahasa cinta bisa ditunjukkan tidak hanya melalui ucapan kata-kata manis saja. Tapi seharusnya disesuaikan dengan karakter masing-masing anak kita. Layaknya dengan pasangan yang harus mengenal dan memahami bahasa cinta masing-masing. Terhadap anak pun kita juga wajib mengenalinya.

Bahasa cinta atau lebih akrab dengan istilah love language ini pasti sudah tidak asing lagi bagi kita ya. Meskipun mungkin masih ada yang terpikir bahwa love language ini hanya untuk pasangan saja. Sebagai orang tua kita juga harus menunjukan dan memenuhi kebutuhan cinta anak dengan cara yang tepat dan sesuai.

Ehmm.. kira-kira sama ga sih love language antara pasangan dengan anak? Terus, cara mengenalinya gimana yaa? Yuks simak sampai akhir yaa..

bahasa cinta untuk anak

MENGAPA BAHASA CINTA UNTUK ANAK PENTING?

Menunjukkan rasa kasih sayag dan cinta kepada anak merupakan kebutuhan anak yang harus dipenuhi. Layaknya kebutuhan makan, minum dan istirahat yang mungkin anak tak pernah memintanya langsung. Tapi kesadaran kitalah sebagai orang tua yang wajib memenuhinya. Cara menunjukkannya pun ada berbagai macam. Ga melulu lewat ucapan seperti yang sudah disebutkan di awal tadi.

Memberikan bahasa cinta yang sesuai dengan karakter anak, akan memberikan efek yang luar biasa bagi perkembangan dan tingkah laku si Kecil. Pernah ga mengalami kasus, saat kita mengajarkan sesuatu kepada anak-anak kita. Tapi seringkali kita mendapati anak-anak tidak mau atau justru menolak apa yang kita ajarkan.

Pasti bingung dan terkadang sebal sendiri ya Moms? Tapi jangan langsung marah ke anak ya. Mungkin saja kondisi anak yang sedang tidak siap menerima masukan dari kita. Kenapa?

Patut diketahui bahwa batang otak manusia itu otak reptil. Otak reptil ini memberikan respon fight or flight saat kondisi diri merasakan tidak nyaman, tegang, lelah, atau pun takut. Saat kondisi inilah, ilmu atau pengetahuan yang diketahui seseorang (termasuk anak) akan terblokir sementara. Dan meresponnya dengan melawan atau pun kabur.

Jadi apapun yang akan kita stimulasi ke anak dalam kondisi tersebut tidak akan masuk atau diterima oleh si Kecil. Kita pun wajib pintar melihat kondisi si Kecil saat ingin mengajarkan sesuatu. Usahakan dalam kondisi anak sedang happy, perut kenyang, dan tidak sedang ngantuk atau kelelahan. Lalu saat anak dalam kondisi otak reptilnya aktif, bagaimana menanganinya?

Layaknya gawai kita, yang perlu di-charge saat baterai mulai habis setelah dipakai selama berjam-jam. Otak manusia perlu di berikan tenaga ulang juga lho Moms, termasuk anak-anak kita. Eitss, tapi bukan dengan sumber listrik ya Moms, bahaya!! :D

Dalam sebuah webinar bersama Ibu Aisyah Dahlan, seorang dokter yang ahli membahas masalah otak manusia. Beliau menyampaikan bahwa ada 4 macam charger untuk otak manusia. 
  1. Makan minum yang cukup
  2. Istirahat yang cukup
  3. Shalat atau beribadah
  4. Baterai kasih sayang yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anak
Nah, yang keempat ini yang paling ampuh untuk mengisi daya otak anak dengan cepat. Jadi bisa ditarik benang merahnya ya Moms, mengapa kita harus mempelajari bahasa kasih sayang ke anak. Yaitu untuk mengisi kembali energi pada si Kecil dengan cara memenuhi tangki cintanya. Karena jika batang otak anak sudah rileks, maka anak akan lebih mudah menerima stimulasi atau pun arahan dari kita. Seperti menghafalkan ayat-ayat Al-Quran atau mengajarkan Bahasa Inggris.

MENGENAL BAHASA CINTA UNTUK ANAK

Bahasa cinta ke pasangan = bahasa cinta ke anak?

Yups, jawabannya adalah sama.
Bahasa cinta untuk anak sama halnya dengan bahasa cinta dengan pasangan kok. Bahasa cinta ini dikategorikan dalam 5 bentuk.

1. Ucapan atau kata pujian (Words of Affirmation)

Ini biasanya bahasa cinta untuk mereka yang mempunyai tipe auditori. Dimana apa yang didengar akan lebih mengena di hati dan pikiran. Untuk anak yang bahasa cintanya adalah ucapan, maka rajin-rajinlah memuji dan mengucapkan hal positif untuk si Kecil. Katakan dengan gamblang apa yang bisa membuatnya senang atau dihargai. Seperti mengucapkan "Wah..adek kan anak yang rajin! Pasti bisa menyelesaikan tugas sendiri"
Kata-kata demikian akan sangat memotivasi dan membangkitkan semangatnya dalam mengerjakan sesuatu.

2. Sentuhan fisik (Physical Touch)

Memberikan belaian dan pelukan akan sangat berarti bagi mereka yang bahasa cintanya adalah sentuhan fisik. Bahkan 1 pelukan selama 5 detik bisa mengcharge tenaga dan pikirannya untuk seharian. Jadi, kalau anak Moms bahasa cinta utamanya adalah phycical touch, usahakan selalu memeluk dan mencium anak saat akan berangkat sekolah atau hendak tidur ya.

3. Waktu yang berkualitas (Quality Time)

Nah, ini adalah bahasa cinta yang paling aku banget (ga ada yang tanya ya >.<). Menghabiskan waktu bersama tanpa adanya distraksi dan fokus mengerjakan hal bersama dengan intens bisa banget untuk menunjukan cinta kita kepada anak yang punya bahasa cinta yang satu ini.

Tak perlu seharian full, tapi luangkan satu waktu khusus untuk kita membersamai anak tanpa gangguan gadget atau pekerjaan rumah lainnya. Minimal 15-30 menit agar anak merasakan kehadiran kita secara mindfullness.

4. Pelayanan (Act of Services)

Pelayanan disini jangan diartikan pelayanan terhadap seorang raja atau ratu ya. Tapi bisa juga dengan hal yang simpel hingga hal yang besar. Tergantung kondisi yang sedang terjadi, sebesar apa anak butuh "dicharge". Simpelnya nih, saat anak mau belajar, kita yang menyiapkan dan mengambilkan kebutuhan anak dengan ikhlas dan senang. Jadi di tipe ini kebalikan banget dengan tipe word of affirmation. Dimana kata-kata manis kita tak akan berarti jika tanpa dibarengi dengan tindakan nyata bentuk perhatian kita.

5. Hadiah (Receiving Gift)

Nah ini yang biasa dijadikan reward untuk anak-anak sebagai iming-iming agar anak menuruti apa yang kita minta. Memberikan hadiah berupa barang atau makanan memanglah sangat efektif bagi anak yang punya bahasa cinta yang satu ini. Oiya, tapi jangan lupa untuk menyebutkan kata "hadiah" itu sendiri saat memberikannya ke anak.

Contohnya nih, kita mau memberikan sepotong kue kesukaan anak. Nah kita bisa sebutkan "Ibu punya hadiah lho buat Adik, karena telah membantu Ibu tadi" sambil memberikan kue tersebut.

Yang perlu diingat nih Moms, saat menunjukkan atau memberikan bahasa cinta yang dibutuhkan anak adalah TIDAK BERLEBIHAN. Karena apapun yang berlebihan memanglah tidak baik ya, jadi harus disesuaikan porsi dan intensitasnya. Layaknya baterai gadget kita yag di-charge terlalu lama justru malah bikin rusak. Sama halnya saat meng-charge anak dengan bahasa cinta ini yang tidak boleh kita berikan selama 24 jam terus menerus. 

Bahasa cinta untuk anak ini selain sebagai charge juga bisa kita jadikan sebagai reward. Reward juga bukan hanya berupa barang saja. Tapi bisa disesuaikan dengan ke-5 bahasa cinta masing-masing anak di atas. Tak ada yang salah kok dengan sistem reward ini. Reward and punishment untuk anak akan efektif asal tidak berlebihan dan dijadikan senjata utama untuk mengontrol anak kita. 

CARA MENGENALI BAHASA CINTA ANAK

Pertanyaan yang seringkali muncul, bagaimana cara untuk tau bahasa cinta anak itu yang mana sih? Tau sendiri anak belum pandai menyampaikan isi hatinya langsung seperti pasangan kita. Terkadang pasangan aja masih belum bisa menyampaikan secara gamblang ya >.<

Tenang ya Moms, pada dasarnya dalam diri manusia memang butuh atau mempunyai kelima bahasa cinta tersebut. Namun urutannya saja yang berbeda dan tentunya mempunyai pengaruh yang berbeda juga. Nah, kalau untuk anak nih Moms, ada cara untuk mengetahuinya kok. 
  • Untuk anak 0-4 tahun, penuhi kelima bahasa cinta di atas dalam setiap harinya.
  • Untuk anak 5 tahun ke atas, maka kita bisa memberikan bahasa cinta yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan karakter anak. Caranya?
Ketika anak sudah lulus dari masa balita, kita pun mencermati dan mengobservasi dari kebiasaan sehari-hari si Kecil. Observasi ga bisa ujug-ujug diketahui sehari semalam ya Moms, tapi bisa diamati dari keseharian selama beberapa tahun sebelumnya. Jika kita fokus saat membersamai anak di rumah, insya Allah kita akan tau kok apa bahasa cinta yang paling utama pada si Kecil. 

Sedikit tips, biasanya nih anak akan menunjukan bahasa cintanya dengan apa yang sering atau suka dilalukan olehnya. Misalnya, anak suka memuji dan mengatakan hal positif ke kita atau orang disekitarnya. Kemungkinan besar bahasa cinta anak adalah word of affirmation. Contoh lainnya, saat kita sedang sibuk, anak akan senang hati mengajukan diri untuk membantu kita. Dan lain sebagainya.

Gimana Moms, mungkin mulai terbayangkan ya apa bahasa cinta yang utama pada si Kecil? Kalau pun belum bisa menerkanya dan anak sudah mulai bisa diajak diskusi, bisa juga kita coba untuk menanyakan langsung ke anak. Bukan dengan tanya "Adek bahasa cintanya apa" ya. Tapi bisa dengan pertanyaan yang lebih sederhana seperti "Adek lebih suka saat Ibu peluk atau Ibu kasih hadiah?" atau "Adek paling suka kalau Ibu lagi ngapain di rumah?". 

Dengan mengetahui bahasa cinta anak, kita akan lebih mudah untuk menangani anak di kala sedang "lowbat" dan butuh suntikan semangat maupun energi. Dengan demikian anak akan lebih mudah menerima arahan ataupun ilmu yang harus dipelajarinya. 

 



Iva C Wicha
Parenting Enthusiast, Happy to share #FunLearning idea for Kids on my Instagram, Email: ivacwicha@gmail.com

Related Posts

1 komentar

Posting Komentar