ivacwicha-header

8 Tips Persiapan Pindah Rumah Kontrakan yang Efektif

Konten [Tampil]


Berencana pindah rumah karena faktor pekerjaan atau mulai berumah tangga? Tak perlu khawatir, karena persiapan pindah rumah kontrakan bisa dilakukan dengan mudah. Pindah rumah dalam atau luar kota akan kita bahas secara detail disini, jadi pastikan baca hingga akhir yaa. 

Sebagai warga nomaden karena tuntutan pekerjaan suami. Enam kali sudah aku pindah rumah kontrakan selama hampir delapan tahun usia pernikahan. Bukan suatu prestasi memang, tapi alhamdulillah bisa menjadi modal untuk aku share disini.

Tiga kali pindah rumah kontrakan dalam kota, dua kali pindahan ke luar kota, dan sekali pindah rumah luar pulau. Mulai saat hamil anak pertama, hingga kini memiliki dua buah hati. Jadi sedikit banyak pengalaman ku dalam urusan perpindahan tempat tinggal ini.

Banyak sekali persiapan yang perlu dipikirkan dan direncanakan jauh-jauh hari untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Tidak hanya soal persiapan, ada beberapa tips agar pindahan rumah terasa ringan dan minim drama.

tips pindahan rumah

Pindah rumah itu memang terasa sangat berat ketika sudah menempati rumah sebelumnya dalam jangka waktu yang lama. Apalagi jika itu rumah orang tua dan ini menjadi kali pertama harus tinggal berjauhan. Rasanya seperti akan berlayar ke laut lepas tanpa tau arah tujuan.

Tapi seberat apapun itu, takdir harus tetap dijalani dengan penuh keikhlasan. Yakinlah akan ada kebaikan di balik cerita kehidupan baru itu. Namun persiapan tetap perlu dilakukan agar tidak perlu ada penyesalan akibat kurangnya informasi.

Apalagi jika tempat tujuan pindah bukanlah daerah yang pernah kita tinggali sebelumnya. Banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan rumah yang akan disewa. Jika sebelumnya aku pernah share tentang pertimbangan mencari rumah di Jabodetabek. Kali ini kita akan bahas lebih luas tentang persiapan lainnya juga.

Berikut ini aku rincikan urutan persiapan pindah rumah kontrakan beserta dengan tipsnya, agar proses pindah rumah bisa efektif dan efisien.

1. Survey Lokasi Tujuan

Mencari rumah yang akan ditinggali, bisa dimulai dari area yang tidak jauh dari lokasi pekerjaan utama. Sebagai filter berikutnya tentu faktor biaya. Harga rumah di sekitar pusat kota pasti jauh lebih tinggi. Pertimbangan lain yang tak kalah penting, bisa cek tips mencari rumah kontrakan yang sudah aku tulis sebelumnya yaa.

Setelah mendapat beberapa list area, cek bagaimana kondisi lingkungannya. Apakah wilayah tersebut sering terdampak banjir? Apakah dekat dengan fasilitas umum, seperti rumah sakit, pertokoan, pasar tradisional atau modern, dan juga sekolahan.

Jika Ibu telah memiliki anak yang sudah bersekolah, aku sarankan untuk menentukan sekolah yang cocok untuk anak terlebih dahulu. Baru setelah itu mencari lokasi rumah yang dekat dengan sekolah tersebut. 

Untuk langkah awal, Ibu bisa cari melalui online. Melalui beberapa website pengiklan sewa atau jual beli rumah. Seperti olx, pinhome, atau pun media sosial. Berdasarkan pengalaman, menggunakan facebook jauh lebih banyak pilihan dan lebih mudah karena pengiklan tidak perlu bayar.

Setelah mendapat beberapa pilihan yang sesuai, survey langsung ke lokasi rumah yang akan dikontrak. Hal ini WAJIB!! Karena kebanyakan foto atau bahkan video yang diberikan, kurang sesuai dengan aslinya. Selain itu, kita jadi tahu bagaimana kondisi sekitar. Apakah area yang rendah dan terdampak banjir, dekat dengan kali atau hal penting lainnya.

2. Buat Kesepakatan saat Mengontrak Rumah

Setelah mendapat rumah kontrakan yang sesuai, jangan lupa untuk buat kesepakatan dengan pemilik rumah. Tidak hanya kesepakatan secara lisan saja, tapi kesepakatan hitam di atas putih.

Perjanjian sewa menyewa rumah sama halnya dengan MOU (memorandum of understanding) pada umumnya. Isinya tidak hanya soal data pemilik dan penyewa, tapi juga masa sewa, harga dan sistem pembayaran, hingga hak dan kewajiban dari masing-masing pihak.

Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak semestinya di kemudian hari. Sebagai contoh, jika ada kerusakan atau kebocoran rumah akan menjadi beban dan tanggung jawab pemilik atau penyewa.

Untuk itu, melihat kondisi bangunan rumah yang akan dikontrak menjadi hal yang tidak kalah penting. Karena salah satu manfaat dari mengontrak rumah adalah tidak perlu mempersiapkan urusan perbaikan rumah.

3. Perhitungkan Anggaran

Pindah rumah itu tidak hanya mempersiapkan biaya sewa rumah saja. Masih ada beberapa biaya lain yang perlu dianggarkan juga. Apalagi jika Ibu pindahan rumah ke luar kota. Tentu biaya ekspedisi untuk pindah rumah jauh lebih besar.

Ditambah lagi biaya peralatan dan kebutuhan untuk packing barang yang akan dibawa. Tidak ketinggalan pula biaya jasa tenaga untuk membantu loading dan unloading barang pindahan. Meski begitu, saat ini banyak pilihan ekspedisi yang memberikan paket layanan dengan harga yang terperinci.

Sehingga Ibu bisa memilih ekspedisi yang paling sesuai dengan kemampuan dan budget. Jika budget terbatas, lebih baik berhemat dengan mempersiapkan packing dan loading barang sendiri karena selisih biayanya cukup signifikan.

4. Tentukan Ekspedisi Minimal 1 Bulan Sebelumnya

Menentukan ekspedisi untuk pindahan rumah tentu tidak bisa sembarangan. Saat pertama kali pindah rumah ke luar kota, sekitar 6 tahun yang lalu, aku masih kurang teliti memilih. Sehingga mendapat ekspedisi yang ternyata digabung dengan pengiriman lain.

Jadi sebelum memilih pastikan terlebih dahulu detail jasa dan pelayanan yang diberikan. Saat ini sudah banyak sekali ekspedisi yang memberikan pelayanan secara rinci melalui website dan media sosial.

Tenang saja, biasanya akan muncul otomatis beberapa iklan yang memang sedang kita butuhkan di sosial media. Satu sisi hal ini memang terkadang membuat kita merasa diawasi ya, tapi di sisi lain saat kondisi seperti ini justru cukup membantu.

Pilih armada yang sesuai dengan banyaknya barang yang akan dibawa pindahan. Beberapa layanan logistik memiliki banyak variasi armada, mulai dari mobil box hingga truk terbuka atau pun tronton box.

Jika barang pindahan tidak mau digabung dengan pengiriman lain, pastikan untuk memilih opsi Full Truck Load (FTL). Lalu bandingkan pula harga satu ekspedisi dengan ekspedisi yang lain. Minta perincian dari tiap layanan yang ditawarkan. Pilih yang memberikan bestprice dengan fasilitas dan layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan.

5. Buat List Barang

Setelah mendapat rumah dan ekspedisi yang sesuai dengan budget. Saatnya persiapan untuk packing barang. Jika ibu menginginkan pindahan rumah dengan lebih praktis dan effortless. Bisa gunakan jasa packing dari pihak ekspedisi.

Ibu tinggal menyusun list barang yang akan dibawa pindah. Mulai dari furniture besar, baik yang bisa dibongkar pasang atau pun tidak. Barang perabot kecil, barang yang rawan pecah, alat elektronik, hingga barang-barang kecil lainnya.

Berikan perincian barang tersebut ke pihak ekspedisi. Nanti pihak ekspedisi akan memberi perkiraan biaya packing dan juga ukuran armada yang sesuai.

Dari hasil survey yang telah aku lakukan, biaya packing dari pihak ekspedisi ini cukup tinggi. Bulan lalu, untuk kota Bekasi biaya packing sebesar Rp 300.000 per kubik, dengan minimal barang yang dikemas 10 kubik. Jadi untuk total biaya packing saja, dibutuhkan biaya sebesar tiga juta rupiah.

Sebagai mamak realistis yang lebih suka mengurusi barang milik pribadi sendiri. Tentu aku lebih memilih untuk mengemasi barang sendiri. Jadi hanya butuh persiapan membeli peralatan seperti kardus box, selotip, bublewrap dan tali rafia saja. 

Selain lebih hemat, mengemas barang sendiri akan lebih memudahkan saat mencari barang yang akan dipakai terlebih dahulu karena kita lebih ingat dimana letak barang tersebut dikemas.

6. Sortir dan Packing Barang

Memulai packing barang pindahan, bisa dimulai dari barang yang jarang terpakai terlebih dahulu. Saat inilah menjadi moment yang pas untuk sekaligus declutering barang yang sudah tidak terpakai. Salurkan barang-barang tersebut agar tidak menimbulkan tumbukan sampah yang semakin menggunung.

persiapan packing barang pindahan

  • Preloved atau donasikan barang yang sudah tidak terpakai

Jika barang yang dimiliki masih bisa bernilai dan masih bisa dipindahtangkan. Lakukan preloved di berbagai media sosial untuk jadi cuan kembali. Namun untuk kebermanfaatan yang lebih, donasikan barang ke layanan khusus akan sangat jauh membantu. 

Saat ini banyak layanan penerima barang bekas di berbagai wilayah, mulai dari pakaian, alat elektronik, dan juga mainan anak yang sudah tidak terpakai. Dengan begitu bawaan barang pindahan jadi berkurang dan masa pemakaian barang jadi lebih optimal.

  • Packing barang sesuai ruangan dan urgensi pemakaian

Sisa barang lainnya yang masih akan terus digunakan, bisa dicicil untuk dikemas secara bertahap. Mulai packing dari per ruangan agar barang lebih terorganisir dengan baik. Setidaknya kurang dari 2 pekan dari waktu pindahan, sebagian barang sudah selesai dikemas. 

  • Beri label dari tiap box barang

Hal penting namun seringkali disepelekan adalah memberi label dari setiap box barang yang sudah dikemas. Tidak perlu label printing, tulis manual dengan spidol dan kertas yang ditempel pun tak jadi masalah. 

Tulis nama ruangan dan juga item barang dari tiap box. Hal ini tentu saja untuk memudahkan saat proses unpacking di rumah kontrakan yang baru. Untuk barang pecah belah seperti alat makan dan lainnya, bungkus terlebih dahulu dengan bublewrap atau koran bekas. Masukan dalam box yang tebal dan jangan lupa labeli “FRAGILE” dengan ukuran yang mudah terbaca.

  • Pisahkan barang penting dan essentials kit

Untuk barang berharga dan dokumen penting lainnya packing dalam wadah khusus agar tidak terbawa armada logistik. Bawalah secara pribadi bersama essential kit untuk barang penting yang digunakan sehari-hari. Seperti perlengkapan mandi, charger, dan obat-obatan. Sehingga saat awal kepindahan Ibu tidak perlu membongkar semua barang.

7. Siapkan tenaga saat pindahan

Melakukan persiapan pindah rumah kontrakan jauh-jauh hari sebelumnya juga dimaksudkan untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit dan prima pada saat hari H pindahan. Karena hari pindahan tentu membutuhkan tenaga dan pikiran yang jauh lebih besar.

Ibu harus memastikan semua barang sudah terbawa dan tidak ada yang tertinggal di setiap sudut rumah. Ibu hanya sebagai mandor yang mengawasi barang-barang diangkut dengan hati-hati dan tidak asal tumpuk di dalam armada. Namun biarkan para lelaki itu yang bekerja.

Jika layanan ekspedisi yang dipilih dilengkapi dengan live tracking, Ibu bisa memantau posisi pengemudi dan memperkirakan waktu sampai ke rumah tujuan.

8. Unloading di Rumah Kontrakan yang Baru

Sebelum barang-barang pindahan tiba di rumah kontrakan yang baru. Sebaiknya rumah sudah dalam kondisi bersih dan siap untuk ditinggali. Saat barang tiba bisa langsung diposisikan di tempat atau ruangan yang sesuai dengan barang tersebut, terutama perabot atau furniture besar.

Lanjutkan dengan menata ruang-ruang esensial seperti kamar tidur dan dapur. Barang yang sudah diberi label berdasarkan ruangan tadi akan lebih memudahkan untuk menempatkan di tempatnya masing-masing.

Sisanya bisa Ibu cicil unpacking secara perlahan sesuai kebutuhan agar tidak terlalu kelelahan. Bongkar tiap box barang satu per satu agar tidak berantakan karena kebingungan akan ditaruh di tempat yang mana.

Hingga akhirnya tidak terasa semua barang sudah berada pada posisi masing-masing. Dan rumah kontrakan baru pun bisa terasa seperti rumah sebelumnya. Karena barang-barang di dalamnya beserta kenangannya sudah tertata rapi kembali meski dengan suasana yang berbeda.

Bagaimana? Ternyata tidak seruwet yang sudah dikhawatirkan sebelumnya bukan? Semoga tips dalam persiapan pindah rumah kontrakan ini bisa menjadi guide yang efektif untuk Ibu yaa. Sehingga moment pindahan rumah bisa terasa menyenangkan dan tidak membuat trauma Ibu. Jadi saat tiba-tiba harus pindah rumah lagi, Ibu sudah jauh lebih siap dan tenang yaa. 



Iva C Wicha
Parenting Enthusiast, Happy to share #FunLearning idea for Kids on my Instagram, Email: ivacwicha@gmail.com
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar