Temukan Resep Praktis dan Banyak Keuntungan Lain di Yummy App!

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


Siapa yang suka bingung mau masak apa hari ini?
Rasa-rasanya kok "masak itu lagi, itu lagi..."
Yang makan bosen, yang masak pun lebih bosen lagi sebenarnya...

Tapi itu dulu, sebelum tau ada Yummy App!

Eh, apa itu Yummy App?

Jadi, "Yummy App" ini aplikasi yang berisi berbagai resep masakan, mulai dari makanan utama, kue, camilan, dan juga minuman. Bahkan untuk para mommies yang sedang bingung menyiapkan menu mpasi juga bisa dengan mudah mendapatkan resepnya di Yummy App ini. Tentunya, resepnya mudah diaplikasikan dan anti gagal karena resep-resep yang ada sudah diseleksi terlebih dahulu oleh chef profesional dari tim Yummy App, jadi tidak perlu ragu lagi untuk mencoba resep yang ada. 
Selain tersedia resep dari para Chef profesional di menu "Akun Official" Yummy App, kita juga bisa menemukan aneka inspirasi resep masakan lain yang dibagikan oleh para pengguna Yummy App yang dapat diakses di menu "Komunitas". Hebatnya lagi resep yang kita cari bisa kita filter sehingga lebih mudah menemukan resep yang sesuai dengan kebutuhan kita. Lengkap sekali bukan fitur yang ada di Yummy App ini? 

Source: yummy.co id


Yuks, kita akan bahas satu-satu fitur dan kelebihan yang ada di Yummy App ini yaa..


Menu Home (Halaman Utama)


Tampilan menu "Home Yummy App" (dokpri)

Yummy App memberikan kemudahan bagi penggunanya, dari menu Home kita bisa langsung mencari resep yang kita butuhkan. Kita juga bisa mencari secara manual melalui daftar akun official dari berbagai Chef atau mencari menu yang pas sesuai kategori pilihan yang disediakan halaman awal Yummy App ini. Jadi, saat tidak ada ide mau masak apa, bisa langsung scrolling halaman utama yang menampilkan berbagai macam resep pilihan. 


Menu Komunitas

Tampilan menu "Komunitas Yummy App" (dokpri)

Selain menyediakan berbagai resep pilihan, Yummy App juga memberikan layanan komunitas. Dari menu ini, kamu bisa memasukan resep kreasi kamu sendiri dan berkesempatan mendapatkan Yumy Point sebesar 100 point atau setara dengan uang Rp 10.000. Tentunya point ini bisa didapat setelah resep yang kamu terpublish setelah lolos tahap kurasi dari chef internal Yummy App.


Menu Masak


Tampilan menu "Masak Yummy App" (dokpri)


Nah, ini dia ni yang lain dari pada yang lain...
Dari menu ini, kita bisa menemukan rekomendasi resep yang sesuai dengan bahan yang kita miliki. Pas banget saat kondisi harus masak mendadak dan hanya bisa memanfaatkan bahan yang ada di kulkas kita.

Setelah masuk menu Masak, kita bisa langsung masukan bahan apa yang kita miliki, minimal 2 bahan yang bisa kita pilih untuk mendapay rekomendasi resep yang lebih bervariatif. Biar lebih jelas, berikut tampilan langkah-langkahnya yaa..

Langkah mudah mencari resep (dokpri)

Selain itu, ada juga fitur filter resep yang makin memudahkan kita untuk mencari resep yang paling sesuai dengan yang kita cari.
Kita bisa filter resep menurut harga bahan yang kita butuhkan, durasi lama memasak, dan jumlah porsi masakan kita. Bagaikan lagi cari barang incaran di olshop yaa, jadi semakin mudah!

Tampilan menu "filter resep" (dokpri)


Menu Notifikasi & Menu Akun

Untuk mendapatkan keuntungan lain dari aplikasi ini, kita bisa daftar akun Yummy App secara gratis. Langsung saja masuk ke menu "Notifikasi" atau menu "Akun" maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.


Tampilan menu "Daftar Akun Yummy App" (dokpri)

Setelah berhasil terdaftar kita bisa menikmati fitur Yummy App lainnya yang pastinya lebih menguntungkan penggunanya. Saat kita sudah menemukan resep yang pas, kita bisa menyimpan resep tersebut cukup dengan menekan tombol "Favorit" saat kita melihat detail resep yang sudah kita pilih. Secara otomatis, resep tersebut akan masuk ke dalam list "Favorit" yang ada dalam menu "Akun".



Selain itu, kita juga bisa berkomentar dan memberi penilaian dari resep yang kita temukan seperti halnya saat kita sedang berselancar di media sosial lainnya. Jadi makin seru kan menggunakan aplikasi ini. 

Itu dia tadi fitur-fitur dalam Yummy App yang sangat memudahkan kita dan tentunya membuat kita betah berselancar di halaman Yummy App ini. Jadi, tidak perlu bingung lagi mau masak apa hari ini, karena Yummy App bisa di download secara GRATIS melalui Google Playstore atau pun Appstore di gawai kesayanganmu. Dengan terdaftar akun di Yummy App kita pun berkesempatan mendapat uang tambahan dengan rajin upload resep kreasi masakan yang telah kita buat. 

Kok bisa?

Seperti yang sudah kita bahas di menu "Komunitas" awal tadi, dengan mengupload resep kreasi masakan dan berhasil terpublish, maka kita akan mendapatkan 100 Yummy Point. Yummy point ini adalah bentuk apresiasi yang diberikan oleh Yummy App kepada loyal user, dimana point tersebut bisa ditukarkan menjadi uang tunai Rupiah melalui proses redeem di Yummy App.
Selain dari upload resep masakan, Yummy Point juga bisa kita dapatkan dari hasil referral kita untuk menggunakan dan mendaftar akun di Yummy App. Buat kalian yang penasaran langsung download Yummy App  trus buat akun, dan masukan kode referral ivayana-wichayanti yaa...
Jadi double triple untung kan, kita jadi makin jago masak dengan resep yang kita dapatkan di Yummy App, kita juga berkesempatan untuk mendapat uang tambahan. 
Yuks langsung download Yummy App, biar hari-hari kita makin produktif selama #diRumahAja dan kemampuan memasak kita pun semakin terasah. Sapa tau juga nih, dari resep-resep yang ada di Yummy App jadi jalan pembuka kita untuk memulai usaha makanan atau cemilan kekinian. Karena siapa pun yang akan berusaha pasti akan mendapatkan hasilnya. 

Semoga sharing kali ini bisa bermanfaat dan kita semua diberikan kelancaran dan kemudahan atas apa-apa yang sedang kita usahakan. 


Akhir kata, 
Wassalamualaikum.

Lebaran 2020 saat pandemi, banyak ibroh dibaliknya.

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم


Assalamualaikum sahabat bloggerku..

Lebaran 2020 yang tidak akan terlupakan ya..
Oiya sebelumnya, ijinkan saya mengucapkan



تَقَبَلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ،صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ وَكُلُّ عَامٍِ بِخَيْرٍ
وجعلنا الله مِنَ العَائِديْنِ وَالفَائِزِيْنَ


Semoga kita semua mendapat kemenangan dan amal ibadah kita mendapat keridhaan dari Allah Subhanahu wa ta'ala. 
Masih dalam suasana lebaran ya, sudah berapa piring ketupat opor yang dilahap? Lebaran tahun ini sungguh tak seperti biasa, bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. 
Pandemi COVID-19 yang belum berakhir juga sudah hampir 3bulan lamanya, membuat kita harus menahan rindu tidak dapat berkumpul merayakan hari nan fitri ini. Bukan karena alasan takut akan virus ini, tapi lebih untuk menjaga orang tua dan keluarga kita tersayang yang sudah masuk dalam kategori rentan terkena covid, semua itu sebagai bentuk ikhtiar kita dalam memohon perlindungan dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Sebagaimana sebuah hadits 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطَّاعُونُ آيَةُ الرِّجْزِ ابْتَلَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ نَاسًا مِنْ عِبَادِهِ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ فَلَا تَدْخُلُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَفِرُّوا مِنْهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia.
Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu.Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.” 
(HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).

Maka dari itu, kita harus ikhlas dan sabar di lebaran 2020 ini kita tidak perlu mudik, tidak berkunjung ke rumah-rumah untuk bersalam-salaman, tidak perlu kumpul-kumpul atau bepergian ke luar di pusat pembelanjaan atau nongkrong di cafe.

@ivacwicha
@ivacwicha (dokpri)

Allah sungguh Maha Baik, pandemi terjadi saat tekhnologi sudah semakin canggih, sehingga silaturahmi pun masih bisa berjalan via daring dan kita masih bisa bertatap muka walau sebatas layar gawai kita. Selain itu, kita juga masih bisa berkirim-kirim hampers untuk orang yang kita rindukan.

Jadi, daripada kita berkeluh kesah dan bersedih hati karena tidak bisa mudik dan berkumpul dengan keluarga, lebih baik fokus akan hal-hal yang masih bisa kita lakukan dan tentunya wajib kita syukuri.
Nah, sedikit berbagi cerita tentang lebaran 2020 versi aku nih, ternyata banyak banget ibroh yang bisa kita nikmati dibalik pandemi yang belum kunjung berakhir ini.

1. Mengasah kemampuan memasak yang mungkin masih terpendam

Biasanya kalo lebaran gini selalu mudik dan otomatis jadi "nyonyah" (read:no masak2 dan uprek kerjaan rumah) jadi hanya intip-intip ke dapur sambil ngobrol ringan "gangguin" ibu memasak di dapur. 
Tapi tidak untuk lebaran kali ini, dimana harus bejibaku sendirian menyiapkan hidangan khas lebaran untuk keluarga kecilku tercinta. Jadi bersyukur atas pandemi ini, diberikan kesempatan untuk menyajikan yang terbaik saat lebaran seperti saat dulu ku masih anak-anak selalu diberikan yang terbaik. Buat kenang-kenangan, tak lupa hasilnya pun diabadikan 😁

Lontong opor, rendang daging kentang, tumis labu (Dokpri)


Masakan khas lebaran itu identik yang bersantan dan berlemak ya, makanya aku seimbangkan dengan sayur (walau sedikit ga matching ya) dan juga tidak lupa minum rimpang.
Ketidakmatchingan ini akibat semua belanja serba mendadak (karena awalnya ga mau masak berlebih). Jadi, belanja bahan pun h-1 lebaran dan tukang sayur sudah ramai sesak diserbu para ibu-ibu (pada lupa kalo harus physical distancing kali yaa..)
Kalau yang lain mungkin banyak yang udah nyiapin  masakan dari malam lebaran ya, ku malah baru mulai masak mendekati subuh, yang penting masih keburu dimakan sebelum shalat ied sebagaimana sunnahnya untuk makan terlebih dahulu sebelum shalat idul fitri.

2. Memberi kesempatan para imam rumah tangga untuk menjadi imam sesungguhnya

Suami sapa disini yang menyangka akan menjadi imam shalat ied? 
Walaupun hanya shalat ied di rumah dan makmumnya pun hanya keluarga sendiri, tapi kesempatan seperti ini mungkin hanya bisa di dapat saat pandemi seperti ini. Shalat ied yang biasa dilakukan berjamaah di masjid-masjid terutama masjid besar dan juga di lapangan, kini banyak dilakukan dirumah dan menjadi shalat ied dengan jumlah imam terbanyak mungkin sepanjang masa.
Jadi, lebih hemat waktu juga karena semua dilakukan di rumah. 

3. Bersilaturahmi secara daring dan mengakrabkan suasana di rumah

Nah ini dia yang bikin gregel dihati, tradisi sungkeman dan bersalam-salaman tidak bisa dilakukan saat lebaran tahun ini. Tapi itulah ibrohnya, karena sebenarnya makna idul fitri bukanlah hal itu. Meminta maaf harusnya langsung dilakukan saat kita ada salah kepada seseorang, tapi terkadang kita saja yang tidak sadar melakukan kesalahan ke orang lain. Dalam sebuah kajian, Ustadz Abdullah Gymnastiar pernah menyampaikan bahwa setiap malam menjelang tidur alangkah baiknya kita bermuhasabah diri untuk mensyukuri apa yang telah kita dapat dan adakah kesalahan yang kita perbuat, jika ada kesalahan hendaknya meminta maaf saat itu juga. Jadi tidak perlu menunggu lebaran untuk meminta maaf ke orang lain, terutama keluarga kita sendiri.
Itulah tradisi, sulit sekali untuk ditinggalkan, terlebih tidak ada hal negatif dari bermaaf-maafan di saat lebaran. Tapi untuk lebaran 2020 ini, kita hanya bisa bersilaturahmi secara virtual melalui media sosial ataupun video call. Bisa melalui chat atau video call di whatsapp, zoom meeting, atau google duo. Setidaknya itu masih bisa untuk pengobat rindu.

Beberapa tangkapan layar saat video call dengan keluarga tercinta.

4. Mengasah kemampuan desain saya secara pribadi

Nah kalo ini, sekedar menyalurkan hobi atas permintaan ayah mertua yang meminta dibuatkan template foto keluarga seakan-akan sedang berkumpul saat lebaran ini. Karena emang suka bikin desain template jadilah tukang desain dadakan bikin ucapan hari raya idul fitri untuk seluruh keluarga dan rekan divisi suami di kantor.
Alhamdulillah semua suka dan banyak yang mengira kumpul beneran. Kalau lebaran biasanya suka bingung mau ikut mudik kemana dulu, tapi lebaran kali ini bisa 2x foto keluarga dalam waktu setengah hari, ya walaupun hanya virtual..heheheh



5. Bisa fokus untuk mengoptimalkan ibadah Syawal

Ramadhan telah usai tapi kita masih diberi kesempatan untuk mengoptimalkan ibadah kita di bulan-bulan selanjutnya. Terutama di bulan Syawal ini, Allah memberi kita nikmat yang luar biasa, dengan berpuasa 6 hari tapi dianggap seperti berpuasa satu tahun penuh. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits.
Dari sahabat Abu Ayyub Al-Anshoriy, Rasulullah Shallallahu'alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim)

Sayang banget kan kalau kita lewatkan?
Terlebih puasa 6 hari ini tidak harus dilakukan 6 hari berturut-turut, bisa dilakukan kapan saja mulai tanggal 2 sampai tanggal 30 bulan Syawal. Akan tetapi, bagi yang memiliki hutang puasa seperti kita kaum wanita yang kena uzur haid, hendaknya membayar hutang puasanya terlebih dahulu, setelah lunas baru deh berpuasa Syawal sebanyak 6 hari.
Mumpung masih pandemi dan tidak banyak acara bepergian dan tidak menjadi musafir, jadi bisa kita optimalkan untuk berpuasa langsung di bulan Syawal ini. Insya Allah, dengan menambah ibadah puasa ini, semakin terbiasa lah kita dalam menjaga nafsu dan memperbanyak ibadah sehingga harapannya bisa istiqomah hingga diberi nikmat berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun berikutnya.
آمِيّنْ… آمِيّنْ… يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّن


Kalau kita telusuri lebih dalam lagi, pasti masih banyak ibroh lainnya yang terkadang tidak kita sadari. Tentunya masih banyak juga nikmat lain yang wajib kita syukuri walau lebaran masih dalam kondisi pandemi seperti ini.
Nah, kalau lebaran 2020 kalian seperti apa nih?
Share ya di kolom komentar di bawah...
Sebagai penutup, salam dari keluarga kami untuk anda sekeluarga.



Sehat pangkal Cantik, no make up needed!

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Assalamualaikum sahabat,

Bagaimana kabarnya hari ini?
Apapun kondisinya jangan lupa tetap jaga kesehatan dan kecantikan diri yaa, agar mood kita tetap terjaga dan lebih bersemangat menjalani hari-hari kita.

Tak terasa ya, saat ini sudah 2 bulan kita dalam masa pandemi COVID-19 yang bersamaan memasuki 10hari terakhir bulan Ramadhan 1441Hijriyah. Ayo kencangkan ikat pinggang ibadah kita karena tidak ada lagi kesibukan mengurusi mudik dan persiapan baju lebaran.

Walau hanya #dirumahAja dan tidak ada kumpul lebaran, yang namanya kecantikan diri tetap harus terjaga ya. Karena kecantikan itu hasil dari menjaga kebersihan, dan kebersihan itu adalah sebagian dari iman.

Sebagaimana dijelaskan dalam banyak hadits berikut ini:

"Bersuci (thaharah) itu setengah daripada iman." (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ada lima macam fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak." (HR. Bukhari dan Muslim).

Diriwayatkan Abu Hurairah r.a. dia berkata, Rasulullah saw bersabda, "Jika aku tidak menjadikan berat umatku, maka sungguh aku perintahkan bersiwak (menggosok gigi) setiap hendak shalat". (HR Bukhari)

"Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhoi oleh Allah." (HR. An Nasa'i, Ahmad)
Dari sahabat Abi Hurairah ra: Rasulullah Shallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian hendak barbaring di tempat tidurnya hendaklah ia kibas-kibas kasur itu dengan sarungnya. Karena dia tidak tahu apa yang terjadi pada tempat tidurnya setelah ia tinggalkan sebelumnya." (HR Bukhari Muslim).

Dari hadits-hadits diatas dapat kita pahami bahwa menjaga kebersihan itu sangat penting, bahkan sedari kecil kita sudah diajarkan bahwa bersih itu pangkal sehat. Nah, selain membuat badan menjadi sehat, ada manfaat lain bagi kita kaum perempuan. Sebagaimana kodrat kita, bahwa setiap wanita itu cantik, dan kecantikan itu bisa kita dapatkan jika kita selalu menjaga kebersihan.

Jaga kebersihan diri dengan rajin mencuci muka, mandi minimal 2x dalam sehari, dan cuci rambut 2hari sekali.

Beruntung ya kita sebagai umat muslim, diwajibkan berwudhu 5x dalam sehari. Jadi secara tidak langsung kita menjadi sering bersihin muka kita kan?
Nah saat mandi, kita juga bisa mencuci muka kita dengan menggunakan sabun muka yang disesuaikan dengan jenis dan kebutuhan kulit kita masing-masing, pastikan produk yang kita pilih sudah bersertifikat halal yaa...

Source:Canva
Source:Canva

Berikut tips dalam pemilihan produk yang disesuaikan dengan jenis kulit menurut halodoc.com

Kandungan Pembersih untuk Kulit Sensitif
Disarankan untuk memilih produk:
  • Pembersih wajah bebas sabun atau deterjen.
  • Produk berlabel hypoallergenic, karena tidak mengandung zat yang menyebabkan alergi.
  • Produk tanpa pewangi, karena pewangi tambahan bisa menyebabkan alergi.
  • Hindari produk yang berbahan iritatif, seperti sulfat dan alkohol.

Kandungan Pembersih untuk Kulit berminyak 
Bagi yang memiliki kulit berminyak, hindari sabun pembersih wajah yang mengandung minyak mineral, petrolatum, dan petroleum, karena kandungan ini bersifat comedogenic yang dapat menyumbat pori-pori dan meningkatkan risiko jerawat.

Sabun Pembersih untuk Kulit Kering
Untuk jenis kulit kering, hindari sabun pembersih wajah yang mengandung:
• Detergen/SLS (sodium laureth sulfate)
Sabun tanpa detergen mungkin tidak berbusa, namun hal ini tidak memengaruhi efektivitas produk dalam membersihkan kulit.
• Asam salisilat dan asam glikolat
Asam salisilat dan asam glikolat dianjurkan untuk pemilik kulit berminyak. Tapi jika digunakan oleh pemilik kulit kering, kedua zat ini dapat menyerap minyak yang justru dibutuhkan oleh kulit kering.
• Alkohol, pewangi tambahan, bahan antibakteri
Pilihlah produk bebas alkohol dan pewangi tambahan, karena kedua zat ini membuat kulit semakin kering. Sabun pembersih wajah antibakteri juga tidak dianjurkan bagi pemilik kulit kering karena dapat mengiritasi kulit sehingga memperparah kondisi kulit kering.

Pembersih Wajah untuk Kulit Kombinasi
Kulit kombinasi terasa berminyak di area T (kening, hidung, dan dagu), namun di area lainnya kering atau normal. Pemilik kulit kombinasi juga mungkin memiliki wajah yang mengkilap, berkomedo, dan pori-pori yang terlihat besar.
Karena tipe yang berbeda ini, Anda dapat menggunakan dua sabun pembersih wajah sesuai masalah pada kulit wajah. Namun tetap hindari pembersih wajah yang mengandung alkohol, pewangi, dan bersifat antibakteri. Pilihlah sabun pembersih wajah bertekstur gel yang dapat membersihkan dan melembapkan, namun tidak menyumbat pori-pori.

Kandungan Pembersih Wajah untuk Kulit Normal
Tidak terlalu kering dan tidak terlalu berminyak merupakan karateristik kulit normal. Pada umumnya, kulit normal tidak memiliki masalah dengan tampilan pori-pori halus dan kulit yang bersih.
Pilihlah sabun pembersih wajah yang dapat menghidrasi kulit. Jika kulit terasa kering setelah mencuci muka, ganti dengan sabun pembersih wajah yang formulanya lebih lembut.
Selain kandungan, jenis dan tekstur sabun pembersih wajah juga penting. Sabun berbentuk batang dapat membuat kulit lebih rentan kering dan mengalami iritasi, karena formulanya yang keras. Gunakan sabun pembersih wajah bertekstur cair atau busa karena lebih lembut.

Selain wajah, kebersihan kepala juga ga kalah penting untuk selalu kita jaga. Rajin keramas dan menggunakan hair conditioner seminggu sekali juga penting kita lakukan di sela-sela kesibukan harian kita. Sebelumnya sudah saya bahas dalam tulisan sebelumnya 
bisa langsung mampir ya...

Jaga kelembapan wajah dan kulitmu.

Setelah wajah bersih, jangan lupa oleskan pelembap untuk mengembalikan kelembapan kulit dan boleh juga gunakan tabir surya dengan minimal SPF 30 untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet saat pergi ke luar rumah. Hindari sinar matahari langsung terutama pukul 10 pagi sampai pukul 2 siang. Untungnya saat ini sudah banyak produk lokal yang berlabel halal, jadi kita semakin banyak pilihan yang bisa kita coba dan kita sesuaikan dengan jenis dan kebutuhan kulit wajah kita. Berikut beberapa produk lokal maupun manca yang sudah berlabel halal dan mendapat sertifikasi MUI lengkap beserta linknya:
Merk diatas yang banyak dicari dan harganya masih terbilang wajar dan aman di kantong. Pada dasarnya yang paling penting adalah kecocokan dengan jenis kulit kita masing-masing, jadi tidak akan direview disini bagaimana produk-produk kecantikan di atas ya...(karena tidak diendorse bukan pakarnya juga, heheheh)

Perhatikan juga nutrisi kulit tubuh yang lain seperti tangan dan kaki, di cuaca yang ekstrim seperti saat ini kulit akan semakin mudah kering lho..makanya kita juga perlu gunakan lotion setelah selesai mandi agar kulit semakin lembab. Apalagi yang tiap hari tidur dan aktivitas di ruangan ber AC harus rutin pakai lotionnya yaa.. Yang masih beraktivitas keluar rumah saat pandemi dan Ramadhan seperti sekarang ini, jangan lupa gunakan sunblock 30menit sebelum keluar rumah. Oleskan secara merata di area kulit yang terpapar inar matahari secara langsung.

Imbangi dengan gaya hidup sehat.

Untuk kulit wajah yang bersih secara menyeluruh, imbangi perawatan kulit dengan gaya hidup sehat, seperti banyak minum air putih, berolahraga, dan mengonsumsi makanan sehat.
Dalam sehari minum air putih minimal sebanyak 2 liter atau mudahnya sebanyak 8 gelas air putih. Untuk mensiasati di Bulan Ramadhan agar kebutuhan mineral tubuh tetap tercukupi, yaitu dengan cara: 1 gelas saat bangun tidur sebelum sahur, 2 gelas saat makan sahur, 2 gelas saat berbuka, 2 gelas setelah shalat tarawih, dan 1 gelas sebelum tidur. 
Selain itu, pilihlah makan yang kaya gizi dan seimbang, perbanyak makan sayur dan buah, kurangi gorengan dan makanan manis berlebih (padahal ini menu yang kebanyakan orang cari untuk berbuka ya 😆)
Lalu, yang tidak kalah penting, jangan lupa juga untuk rajin berolahraga. Walau sedang puasa Ramadhan, kita harus sempatkan waktu untuk berolahraga lho, dan waktu terbaik untuk olahraga adalah 1 jam sebelum berbuka. Hal ini sangat bagus untuk membakar lemak lebih banyak, sehingga efektif menurunkan berat badan. Selain itu, kita tidak perlu khawatir akan dehidrasai karena setelah selesai berolahraga kita hanya perlu menunggu waktu sebentar untuk bisa langsung minum. Tentunya sesuaikan jenis olahraga dan durasinya ya, pilih olahraga yang ringan dan tidak perlu terlalu lama agar tidak sampai kelelahan dan kehabisan tenaga.

untuk referensi olahraga yang simple dilakukan dirumah bisa langsung meluncur kesini yaa..


Berhias dan tampil rapi walau #diRumahAja

Nah, ini mungkin PR banget buat para emak2 yang masih bejibaku mengurus bayi atau batita tanpa bantuan asisten atau  saudara serumah. Karena saya pun pernah mengalaminya, tinggal di perantauan dan baru saja penyesuaian dengan status Ibu dan tanpa bantuan siapa-siapa, betul-betul menguras tenaga dan pikiran sehingga tanpa terasa tidak ada waktu lagi untuk mengurus diri dan  berada di rumah terus-terusan menjadi terlalu nyaman menggunakan baju minim anti gerah yang penting berkancing depan yang mudah untuk menyusui. (Nah kan jadi curcol..🙈)
Tapi, setelah waktu berganti tahun hingga anak sudah jadi toddler saat genap 2 tahun dan belajar manajemen waktu, akhirnya bisa juga kembali mengurus dan merawat diri. Apalagi pas dengerin kajian-kajian, seringkali dibahas bahwa sudah menjadi kewajiban istri untuk tampil cantik di depan suami. Langsung deh terbelalak dan harus gimana caranya bisa tampil cantik saat di rumah dengan segala pekerjaan domestik yang menanti. 
Eitss, tampil cantik disini bukan berarti yang harus full make up kayak orang mau nikahan gitu ya, cukup tampil rapi dengan mandi di awal hari, gunakan pelembap wajah dan riasan tipis-tipis agar terlihat fresh dan segar, pakai wewangian dan jangan pakai DASTER!!!
Siapa disini yang demen banget pake daster dirumah? 🙋‍♀️🙋‍♀️🙋‍♀️🙋‍♀️(saya pun seneng klo lagi uplek di dapur)
Nah usahakan waktu suami dirumah ga dipake dulu ya seragam kebesaran kita yang satu ini...usahakan saat suami dirumah kita selalu tampil rapi baik dalam busana atau pun gaya rambut kita. Nah, setelah kita mengantar suami ke depan pintu untuk berangkat kerja, baru deh kita ganti kostum kebesaran dan ikat rambut kuncir kuda dan berjibaku dengan urusan domestik dan "momong anak" 😁😁😁 
Sore harinya sebelum suami pulang, kita sudah kembali rapi dan wangi lagi untuk menyambut suami di depan pintu, tentunya siapkan juga makanan favoritnya yaa...
Karena menurut Ustadz Khalid Basalamah, "kebutuhan pria yang harus dipenuhi itu ada 3, matanya (dengan kita tampil cantik dan selalu tersenyum di depan suami), perutnya (dengan menyediakan makanan atau minuman favorit suami), kemaluannya (penuhi saat suami meminta "tidur bersama")."
Jadi, jangan sampe terbalik lagi ya, biasanya wanita itu akan tampil allout saat hendak pergi apalagi pergi kondangan, tapi malah awut-awutan saat dirumah padahal suami melihat kita setiap saat. Apalagi saat WFH seperti 2 bulanan ini, udah suami dirumah banyak tekanan pekerjaan, jangan sampai suami makin pusing karena melihat kita yang awut-awutan dan bau dapur.

Mungkin saat pandemi telah berakhir, kita juga bisa sesekali me time untuk perawatan diri seperti facial, creambath, atau body spa. Tapi untuk saat ini kita bisa juga bisa kok perawatan diri #dirumahAja seperti pake masker wajah yang bisa kita racik sendiri dari buah-buahan segar atau bahkan masker wajah kemasan dengan berbagai merk yang ada di pasaran. Lalu, 2 atau 3 kali dalam seminggu kita bisa luluran saat mandi dan pakai hairmask sendiri di rumah.


Intinya, cantik itu sudah fitrahnya kita sebagai perempuan. Yang terpenting adalah bagaimana cara kita merawat kecantikan yang telah Allah titipkan kepada kita. Cantik bukanlah berarti harus berkulit putih, tanpa jerawat atau noda. Cantik itu bagaimana kita bersikap dalam keseharian saat berinteraksi dengan orang lain, karena inner beauty lebih memancarkan sinarnya daripada kecantikan make up semata.
@ivacwicha 

Nah, sekian dulu tips n trick simple yang INSYA Allah applicable dilakukan dirumah. Tulisan ini mungkin jauh dari yang diharapkan, karena pada dasarnya bukan bidang saya membahas masalah beauty lifestyle seperti ini. Jadi tulisan ini saya buat sesuai tema yang ditentukan dalam komunitas Blogger Bengkel Diri selama bulan Ramadhan tahun ini. 
Maka dari itu, kritik dan saran serta masukan boleh banget di tulis di kolom komentar di bawah ya...

Selamat menikmati hari-hari terkahir Ramadhan tahun ini, semoga ibadah kita semakin optimal saat mendekati Lebaran walau di tengah pandemi 😊



Kupas Tuntas Isu Dukhan di Pertengahan Ramadhan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum...

Kembali lagi dalam tulisan  saya yang kali ini akan membahas sebuah isu yang sedang marak diributkan sebagian kalangan. Beredar isu adanya benturan asteroid dan terjadi dukhan di pertengahan Ramadhan tahun ini, yang diprediksi terjadi pada 15 Ramadhan 1441 Hijriyah yang bertepatan dengan hari Jumat, 8 Mei 2020. Entah isu tersebut bermula dari mana dan tidak perlu kita pusingkan mencari pelakunya.
Yang perlu cepat kita cari tau adalah kebenaran isu tersebut dengan menanyakan ke ahlinya. Kebetulan saat membuka beranda instagram, muncul postingan dari Ustadz Adi Hidayat (cek disini) yang akan membahas isu ini dalam program kajian rutin selama Ramadhan yaitu Aku Suka (Ayo Kultum Sejenak untuk Berbuka) di channel YouTube Ustadz Adi Hidayat Official (cek disini) edisi 14 Ramadhan tepatnya tanggal 7 Mei 2020.

Pembahasan isu ini dijelaskan secara jelas dan rinci secara ilmiah oleh beliau, baik dari sisi Sains dan juga dari sisi ilmu Hadits. Nah, langsung saja saya coba tulis rangkumannya disini ya.  


Mengenai isu benturan asteroid

Informasi dari LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), Bosscha, dan NASA, bahwa ada benda  langit yang mendekati bumi pada 7 Mei 2020 pukul 21.48 (universal time) atau sekitar pukul 04.48 WIB di tanggal 8 Mei 2020 yang tepatnya 15 Ramadhan 1441H. Benda itu bernama "Asteroid 2016 HP6" dengan kecepatan 5,72 km/s yang jaraknya 1,66 juta dari bumi atau lebih mudah jaraknya 4,3 kali lipat dari jarak bulan ke bumi. Menariknya, fakta dari LAPAN menjelaskan bahwa benda ini tidak dapat diamati baik dari segi magnitudo maupun ukuran, sehingga benda ini tidak berbahaya.

Kejadian serupa pun pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2018 silam, tepatnya pada tanggal 13 Mei 2018 dan jaraknya waktu itu lebih dekat ke bumi, yaitu 831.672km dan alhamdulillah tidak ada kejadian benturan pada 2018 yang lalu. Jadi, ini adalah fase yang kedua Asteroid 2016 HP6 mendekati bumi dan jaraknya justru semakin jauh, melebihi jaraknya bulan ke bumi yang setiap hari mengelilingi bumi.  
Lagi pula, maraknya isu ini hanya ada di Indonesia, karena di media asing manapun tidak ada yang memberitakan akan kejadian ini terlebih lagi NASA yang mempunyai teknologi yang paling canggih saat ini. 

Oleh karena itu, tidak ada lagi yang perlu kita khawatirkan akan ada benturan benda langit ke bumi ya...

Persoalan berikutnya, mengenai 15 Ramadhan yang diisukan akan terjadi dukhan dan semacamnya.

Sebelumnya kita akan bahas sedikit, apa itu dukhan?

Banyak ulama menyebutkan bahwa dukhan merupakan salah satu dari tanda-tanda kiamat akan tiba. Dukhan adalah kabut atau asap nyata yang turun dari langit yang akan menutupi bumi dan berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Sebagaimana tertuang dalam Al Quran surah ke 44 yaitu QS. Ad Dukhan yang dapat kita baca pada mushaf kita masing-masing.

Hadits yang dikaitkan dengan fenomena asteroid yang mendekati bumi pada Jumat, 8 Mei 2020 ini adalah sebuah hadits dalam kitab Al-Fitan yang diriwayatkan oleh Nu'aim bin Hammad pada halaman 228, hadits no 638 yang berbunyi:

إِذَا كَانَتْ صَيْحَةٌ فِي رَمَضَانَ فَإِنَّهُ يَكُونُ مَعْمَعَةٌ فِي شَوَّالٍ، وَتَمْيِيزُ الْقَبَائِلِ فِي ذِيِ الْقَعْدَةِ، وَتُسْفَكُ الدِّمَاءُ فِي ذِيِ الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمِ، وَمَا الْمُحَرَّمُ» ، يَقُولُهَا ثَلَاثًا، «هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ، يُقْتَلُ النَّاسُ فِيهَا هَرْجًا هَرْجًا» قَال َ: قُلْنَا : وَمَا الصَّيْحَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : ” هَدَّةٌ فِي النِّصْفِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ جُمُعَةٍ، فَتَكُونُ هَدَّةٌ تُوقِظُ النَّائِمَ، وَتُقْعِدُ الْقَائِمَ، وَتُخْرِجُ الْعَوَاتِقَ مِنْ خُدُورِهِنَّ، فِي لَيْلَةِ جُمُعَةٍ، فِي سَنَةٍ كَثِيرَةِ الزَّلَازِلِ، فَإِذَا صَلَّيْتُمُ الْفَجْرَ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَادْخُلُوا بُيُوتَكُمْ، وَاغْلِقُوا أَبْوَابَكُمْ، وَسُدُّوا كُوَاكُمْ، وَدِثِّرُوا أَنْفُسَكُمْ، وَسُدُّوا آذَانَكُمْ، فَإِذَا حَسَسْتُمْ بِالصَّيْحَةِ فَخِرُّوا لِلَّهِ سُجَّدًا، وَقُولُوا : سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، رَبُّنَا الْقُدُّوسُ، فَإِنَّ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ نَجَا، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ هَلَكَ “ 

Yang artinya adalah:  
"Bila terdengar suara dahsyat terjadi pada bulan Ramadhan, maka akan terjadi suatu huru-hara pada bulan Syawal, semua suku akan saling berselisih pada bulan Dzulqa'dah, pertumpahan darah terjadi pada bulan Dzulhijjah dan Muharram, dan apa itu Muharram? "Pada bulan itu banyak manusia yang terbunuh." Rasulullah sampai mengulangnya tiga kali.  Para sahabat pun bertanya, "Suara dahsyat apa itu, Rasul?"  Rasulullah menjawab, "Suara keras yang terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan, yaitu tepatnya malam Jumat, itu suara dahsyat yang nanti akan mengagetkan orang-orang yang sedang tertidur, membuat orang yang berdiri menjadi duduk, para wanita terhempas keluar dari kamarnya.  Pada malam Jumat di tahun tersebut banyak terjadi gempa bumi, jika kalian telah melaksanakan salat Subuh di hari Jumatnya, maka masuklah ke dalam rumah, kunci pintu rumah, tutup lubang-lubangnya, lindungi diri kalian dengan selimut, tutuplah telinga kalian.  Jika kalian merasakan suara dahsyat, maka agungkanlah Allah dengan bersujud, dan berdoa Subhanal Quddus, Subhanal Quddus, Rabbunal Quddus. Orang yang melakukan hal tersebut itu akan selamat, dan yang tidak melakukannya akan celaka." 

Dari hadits tersebut memunculkan asumsi terjadi pada tahun ini karena pertengahan Ramadhan tepatnya 15 Ramadhan 1441H bertepatan pada hari Jumat yang mana juga terdapat asteroid yang mendekati bumi (yang jaraknya 4,3 kali lipat dari jarak bulan ke bumi)

Lalu bagaimana sanad akan hadits tersebut?

Pada awal kitab biasanya terdapat ulasan dari beberapa imam atau ahli hadits mengenai isi hadits dari kitab yang ditulis. Pada jilid awal kitab tersebut dijelaskan bahwa hadits-hadits di dalamnya itu bisa dibilang mengingkari atau berbeda dengan imam atau ahli hadits yang lebih populer dan otoritatif, sehingga hadits tersebut menyelisihi riwayat lain. 
Oleh karena itu, hadits yang menyelisihi ini alangkah baiknya diabaikan saja karena tidak bisa dijadikan hujjah (dalil).
Selain itu, ditemukan pula bahwa hadits tersebut merupakan rangkaian suatu bab yang membahas mengenai jatuhnya Kekhalifahan Abbasiyah yang mana pada masa itu pernah terjadi suatu pekikan atau dentuman besar. 

Jadi sebenarnya hadits tersebut tidak bisa dijadikan landasan karena tidak ada kaitan sama sekali dengan masalah dukhan atau kiamat sekalipun.

Kesimpulannya:

1. Berdasarkan informasi dari LAPAN tidak ada kejadian benturan asteroid karena benda langit tersebut jaraknya sangat jauh, sehingga tidak berbahaya.
2. Hadits yang diklaim akan terjadi Dukhan di 15 Ramadhan, ternyata tidak ada kaitannya karena sebenarnya membahas tentang jatuhnya Bani Abbas.
3. Riwayat hadits yang diambil dari kitab Al Fitan tersebut menyelisihi riwayat lain, maka diabaikan saja.

Alangkah baiknya, kita sebagai umat muslim saat mendapat kabar atau isu yang beredar, tidak langsung panik atau langsung menyebarkannya kembali. Berikut kaidah ilmu selekti dalam ajaran Islam:

1. Seluruh Aktivitas Punya Dasar Ilmu

QS. Al-Isra' ayat 36

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.

2. Orang yang beriman wajib mengecek kebenaran informasi yang didapat

QS. Al-Hujarat ayat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.

3. Jika punya persoalan atau mencari informasi cepat tanyakan ke pakarnya

QS. An-Nahl ayat 43

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ ۚ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,

Semoga 3 langkah ini bisa kita jadikan pedoman untuk menjalani kehidupan saat ini dimana banyak hoaks yang beredar melalui media daring, yang justru membuat resah dan panik. 
Rasa panik dan ketakutan juga bisa kita jadikan tolok ukur sejauh mana tingkat keimanan kita.

Terakhir,
Kita tidak perlu memikirkan kapan kiamat terjadi (karena pasti akan tetap terjadi)

QS. Luqmān : 34

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.

Karena sesungguhnya kematian pun merupakan salah satu kiamat sugra yang bisa terjadi kapan saja tanpa ada pemberitahuan sama sekali.
Jadi, yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana amal kita untuk bekal ke akhirat nanti. Mari terus memperbaiki diri, memperbanyak ilmu, dan terus menebarkan manfaat agar bisa menjadi amal jariyah kelak..aamiin

Akhir kata, wassalamualaikum.


Ramadhan di tengah Pandemi, tetap bisa lakukan 20 Amalan ini.


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Assalamualaikum Sahabat,

Tak terasa ya, sudah satu minggu menjalani idah puasa. Bulan Ramadhan yang selalu dinanti karena seperti kita ketahui semua, bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan ampunan dari Allah Subhanahu wa ta'ala.
Sedih rasanya Ramadhan tahun ini tidak seperti Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, dimana kita semua sedang menghadapi pandemi COVID-19 yang mengharuskan kita untuk physical distancing. Sehingga Ramadhan tahun ini kita tidak bisa berbondong-bondong meramaikan masjid untuk shalat berjamaah dan shalat tarawih.
Tapi, masih ada hikmah yang bisa kita ambil walaupun Ramadhan di tengah pandemi. Karena tidak ada lagi jadwal atau ajakan buka bersama, sahur on the road, atau kesibukan berbagai acara lain yang terkadang justru melalaikan kita untuk fokus ibadah di bulan yang penuh berkah ini. Jadi, saat inilah yang sangat tepat untuk kita bermuhasabah diri dan lebih khusyuk atau fokus menjalankan ibadah yang mungkin di Ramadhan sebelumnya masih kurang optimal.

Jangan sampai kita menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang Allah berikan sehingga kita bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun ini. Bulan yang penuh ampunan dan pahala dari amal ibadah yang kita lakukan dilipatgandakan. Meskipun hanya #dirumahAja bukan berarti kita bisa santai-santai, tetapi harus tetap produktif dan tentunya no mager-mager club yaa 😉

Mengenai produktifitas harian selama Physical Distancing yang mengharuskan kita untuk #StayAtHome sudah pernah saya bahas di tulisan sebelumnya..
Bisa langsung mampir kesini aja ya.. 
>> Sosial Distancing, Tetap Produktif untuk Perkuat Iman dan Imun Bersama

Nah, untuk tulisan kali ini akan membahas lebih detail tentang amalan-amalan apa saja yang bisa kita optimalkan saat Ramadhan di tengah pandemi seperti sekarang ini. Tentunya amalan yang sesuai dengan dalil dan tuntunan Rasulullah Shallallahu'alayhi wa Sallam.
Bisa langsung di ceklist masing-masing dan cek ricek apa aja ya yang belum optimal di Ramadhan sebelumnya sehingga masih bisa kita kejar di Ramadhan tahun ini.



20 Amalan Ringkas di Bulan Ramadhan

Disusun oleh: Rafif Zufarihsan, S.T.
Dimurajaah oleh:Ustadz Hasim Ikhwanuddin, S.Ars

1. Segera bangun di waktu sahur, berdzikir, dan mengerjakan sholat malam

Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan sholat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas.” (HR. Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776).

Nah ini nih, yang mungkin masih dirasakan berat bagi beberapa orang. Bangun diwaktu biasanya masih tidur ditambah perut kenyang setelah makan sahur membuat mata terasa berat dan ingin segera tidur kembali. Disinilah saatnya kita berjuang melawan bisikan syaitan dan berusaha untuk tetap terjaga menunggu adzan subuh berkumandang dan segera shalat kemudian dilanjutkan aktivitas pagi seperti biasa.


2. Makan sahur dan berharap keberkahan dari sahur tersebut

Dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan”. (Muttafaqun ‘alaih)

Waktu terbaik untuk makan sahur adalah menjelang subuh dan waktu berhenti makan adalah adzan sebagaimana contoh dari Rasulullah Shalllahu"alayhi wa sallam dalam sebuh hadits:
Anas radhiallahu'anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiallahu'anhu bahwasanya ia berkata,
"Kami makan sahur bersama Rasulullah Shallallahu'alayhi wa sallam, kemudian beliau shalat (subuh), kemudian aku bertanya, 'berapa lama antara adzan dan sahur?', beliau berkata "sekitar (lama membaca) lima puluh ayat". (HR. Al Bukhari IV/118, Mulim no.1097)
Berdasarkan hadits ini, bukan termasuk makan sahur jika kita makan tengah malam untuk berpuasa esok harinya, sehingga makan tengah malam tidak mendapatkan keutamaan dari makan sahur.

3. Memperbanyak istighfar dan membaca Al-Qur’an sampai terdengar adzan subuh 

Allah Ta’ala berfirman dalam QS.Āli 'Imrān : 17

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar.

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, dimana waktu sahur adalah sebelum fajar (subuh). Maka dari itu, setelah kita makan sahur alangkah baiknya kita berdzikir kepada Allah dengan cara membaca Al Quran atau dengan memperbanyak istighfar.

4. Mulai berpuasa sejak masuknya fajar shodiq (ditandai dengan adzan subuh)

Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah : 187

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beritikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.

5. Menjawab adzan dan melaksanakan sholat sunnah fajar (qobliyah subuh) dua rakaat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.”
(HR. Muslim no. 725)

Walaupun hanya sunah, shalat sunah Rawatib sangat banyak keutamaannya. Maka dari itu, di bulan Ramadhan ini kita tidak ingin menyia-nyiakannya kan ya.. Yuk lengkapi shalat sunah Rawatib kita, baik qabliyah maupun ba'diyah.

6. Bagi laki-laki hendaknya melaksanakan sholat berjama’ah di masjid selama tidak ada udzur

Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kedatangan seorang lelaki yang buta. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki seorang penuntun yang menuntunku ke masjid.’ Maka ia meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memberinya keringanan sehingga dapat shalat di rumahnya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberinya keringanan tersebut. Namun ketika orang itu berbalik, beliau memanggilnya, lalu berkata kepadanya, ‘Apakah engkau mendengar panggilan shalat?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Maka penuhilah panggilan azan tersebut.’ "(HR. Muslim, no. 503)

Nah, saat ini kita semua sedang ada udzur dimana kita berada di tengah pandemi yang mengharuskan kita untuk beribadah di rumah masing-masing (sesuai dengan ketetapan para ulama). Walaupun tidak bisa berjamaah di masjid, sudah seharusnya kita segera melaksanakan shalat begitu mendengar adzan berkumandang dan dilakukan berjamaah dengan anggota keluarga yang lain. Tanpa kita sadari Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan dengan jumlah imam paling banyak yaa..

7. Meraih pahala haji dan umrah dengan berdzikir di masjid sampai terbit matahari

Dari Anass bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Seperti halnya point no.6, amalan ini masih bisa kita kerjakan walau hanya #dirumahAja. Yang penting niat kita ikhlas semata-mata mengharap Ridha Allah Subhanahu wa ta'ala.

8. Beraktivitas dan bekerja dengan mengharap keberkahan di dalamnya

Dari Rafi’ bin Khadij, ada yang pernah bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Wahai Rasulullah, mata pencaharian (kasb) apakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi).” (HR. Ahmad 4: 141, Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan hadits ini hasan dilihat dari jalur lainnya).

Walaupun berpuasa kita masih bisa bekerja atau beraktifitas seperti biasa yaa, tinggal disesuaikan dengan kegiatan masing-masing. Luruskan niat kita agar pekerjaan yang kita lakukan dapat bernilai ibadah disisi Allah Subhanahu wa ta'ala.

9. Mengerjakan sholat dhuha

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

10. Memperbanyak sedekah meski hanya seribu rupiah

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307).

11. Menjaga diri dari perkataan sia-sia, buruk, dan perbuatan haram lainnya

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan kotor. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhibno. 1082 mengatakan bahwa hadits ini shohih).

Selama physical distancing mungkin kita lebih banyak melakukan Sosial media distancing ya, nah kita juga wajib banget menjaga ketikan komentar kita, jangan sampai kita menjadi netizen yang selalu merasa benar itu ya..na'udhubillah

12. Memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan amal sholih lainnya

Allah Ta’ala berfirman dalam QS.Al-Baqarah : 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.”
(QS. Al Baqarah: 185)

Nah ini nih PR saya, semoga target khatam Ramadhan bulan ini bisa tercapai. Seperti sudah kita ketahui, untuk bisa khatam kita harus membaca 1 juz per hari. Biar tidak berat, kita bisa cicil setiap habis shalat membaca 2 lembar. TaPi apalah daya emak2 yang shalat saja masih digondelin my toddler 😆 jadi menyiasatinya dengan cara baca sebanyak-banyaknya saat anak tidur. Karena kalo lagi main disambi masih belum mau, maunya full perhatian ke dia..(uups malah curcol)


13. Memberi makan bagi orang yang berpuasa

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

14. Memperbanyak do’a menjelang berbuka puasa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
ِ"Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)

15. Menyegerakan berbuka meski hanya dengan sebiji kurma atau seteguk air kemudian berdo’a

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthob (kurma basah), maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3:164. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika telah berbuka mengucapkan: ‘Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)’.” (HR. Abu Daud no. 2357, hasan).

16. Mengerjakan Shalat tarawih bersama imam hingga selesai

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
َ“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda,
“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. An-Nasai, no. 1605; Tirmidzi, no. 806; Ibnu Majah, no. 1327. Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ Al-Ghalil, no. 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Nah, pandemi ini membuat kita shalat tarawih hanya di rumah. Hikmahnya, kita bisa tarawih sekalian quality time bersama keluarga dan mengasah kemampuan hafalan surah Al quran pak suamik ya moms..

17. Menutup sholat malam dengan mengerjakan sholat witir dan membaca do’a

Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata,
ُّ“Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan salam, beliau mengucapkan, ‘Subhaanal Malikil Qudduus’ sebanyak tiga kali; ketika bacaan yang ketiga, beliau memanjangkan suaranya, lalu beliau mengucapkan, ‘Rabbil malaa-ikati war ruuh.’” (HR. As-Sunan Al-Kubra Al-Baihaqi, 3:40 dan Sunan Ad-Daruquthni, 4: 371. Tambahan “Rabbil malaa-ikati war ruuh” adalah tambahan maqbulah 
yang diterima.)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : َ
“Kekasihku—Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam—mewasiatkan kepadaku untuk puasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, dan melakukan shalat witir sebelum tidur.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 1178 dan Muslim, no. 721]

18. Melakukan tadarrus Al-Qur’an

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
َ“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar memberi. Semangat beliau dalam memberi lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Quran kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihiwa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari, no. 3554 dan Muslim, no. 2307)

19. Segera tidur dan tidak begadang jika tidak ada keperluan dan berniat berpuasa untuk esok hari

Larangan begadang disebutkan dalam hadits Abi Barzah, beliau berkata,yang artinya:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan mengobrol setelahnya.” (HR. Bukhari, no. 568)
Dari Hafshah—Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha–, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang belum berniat di malam hari sebelum Shubuh, maka tidak ada puasa untuknya.” (HR. An-Nasai, no. 2333; Ibnu Majah, no. 1700; dan Abu Daud, no. 2454. Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini).

20. Beri’tikaf dan lebih bersemangat ketika 10 hari terakhir di bulan ramadhan agar meraih kemuliaan lailatul qadar

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. (HR. Bukhari, no. 2026 dan Muslim, no. 1172).
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim, no. 1175)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, no. 1901)


Cukup panjang juga tulisan kali ini ya ternyata, semoga tidak ada yang terlewat terbaca. Tulisan ini sebagai bentuk refleksi diri agar lebih konsisten dan khusyuk dalam beribadah. Semoga semua pembaca diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini, serta masih diberikan kesempatan untuk berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan, aamiin...

Sekian, wassalamualaikum...